Terhubung
Semua orang pernah mengalami situasi dimana interaksi dengan ‘sesuatu’ itu tanpa hambatan. Atau merasa terhubung atau merasa connected. Dengan terhubung, transaksi dapat terjadi tanpa hambatan. Mungkin pernah mengalami, ada keinginan untuk menjual kendaraan kesayangan yang setiap hari menemani pergi kemanapun, karena ingin berganti dengan yang baru, tapi tiba-tiba kendaraan itu ‘ngambek’ atau rusak tanpa sebab. Karena sudah merasa terhubung dengan kendaraan tersebut, muncul pernyataan “giliran mau dijual, eh … malah rusak, berarti gak boleh dijual”.
Ada perasaan tidak tenang atau gelisah, jika terjadi sesuatu dengan anggota keluarga. Perasaan ini muncul karena merasa terhubung secara batin. Ada perasaan sedih, haru dan kurang rela untuk berpisah dengan seseorang yang sudah memberikan arti lain dalam keseharian, karena sudah terhubung dengan seseorang itu. Perasaan ini pernah saya alami waktu SD, ketika ada guru baru yang berasal dari mahasiswa KKN (kuliah kerja nyata). Beberapa bulan guru itu mengisi ruang belajar kami dan memberikan nuansa baru. Interaksi kami dengan guru itu makin terjalin dengan erat, sehingga kami merasa terhubung. Saat perpisahan terjadi, kami menangis sedih karena akan ditinggal oleh guru (mahasiswa KKN), seperti tidak rela kalau berpisah, karena kami merasa sudah sangat dekat.
Jam sebelam malam saya dikagetkan suara isak tangis istri dan anak-anakku, “pa….hamsternya mati, kasihan pa…..” Sejenak saya mencoba memahaminya. Karena rasa kehilangan serta perasaan terhubunglah, mereka menangisi kematian hamster yang dibernama pipi.
Melepaskan sesuatu yang sudah terhubung dengan hati, menimbulkan perasaan mendalam. Waktu ikan Arwana peliharaan mati, ada rasa tidak tega, untuk menggorengnya. Karena akan teringat bagaimana membesarkannya, memberi makan setiap hari sehingga dari kecil sampai menjari besar. Merasa terhubung karena entitas-entitas yang ada saling menerima dengan tidak menafikan faktor perbedaan yang ada. Saya merasa terhubung dengan pengunjung blog ini dan mereka memberikan komentar walau mungkin tidak sependapat dengan tema tulisan saya.
Menjaga keterhubungan lebih sulit daripada memulai hubungan.
Number of View :6078
Popularity: 12% [?]
Comments
21 comments



Betul mas, memelihara itu lebih sulit daripada memulainya, tapi lebih mudah mengakhirinya ya mas.
Tetapi, mau atau tidak, cepat atawa lambat, pasti kita akan disconected dengan semuwa nyang pernah kita koneki ya mas. Suka atawa tidak.
Bahasa Alqur-annya “Kullu nafsin dzaaiqotul mauut… wainna maa tuwaffauna ujuurakum yaumal qiyaamah.”
Subhanallah..
ujian & cobaan pasti akan menghampiri setiap manusia yang ada di dunia ini
Di dalam kehidupan, kita tidak selalu berada dalam
kondisi yang baik-baik saja, namun bagi yang pernah
mengalami cobaan dan berhasil mengatasinya, akan
sangat mudah menghadapi kondisi yang sesulit apapun.
Hidup ini bagaikan putaran roda yang terkadang di bawah menyentuh kulit bumi kadang di atas berada di awang-awang. Menjaga keseimbangan sangat diperlukan dalam kondisi semacam ini, Hidup seimbang baik mental, emosional dan spiritual perlu dijaga dalam keseharian. Tentunya tanpa melupakan jari diri kita sebagai manusia sosial, secara vertikal berhubungan dengan Sang Khalik dan horizontal sesama manusia lain. Salam sehat saja kawan….
.-= vtrediting´s last blog ..SIMBOL MENTAL EMOSIONAL SHE HEI KEI =-.
Saya pernah mengalami hal serupa. Menjual motor kesayangan, yg mempunyai ikatan batin dg saya.
Tapi ternyata motor itu mengerti batin sang Empunya. Ketika mau dijual malah lagi bagus-bagusnya. yang tadinya gak bunyi jadi bunyi. yang gak nyala jadi nyala.
“Mungkin tau kalo Sang Empunya benar-benar butuh Dana”
Keterhubungan merupakan naluri alamiah mahluk hidup karena merasa saling membutuhkan, disaradi atau tidak.
Rupanya komen sy barusan ketangkep si Aki,
keluarin ya Mas 
.-= dedekusn´s last blog ..Sengatan Listrik vs Burung =-.
setuju… menjaga hubungan itu lebih sulit daripada memulainya apalagi itu hubungan baik
.-= fanz´s last blog ..Blogging, Techno and Culture =-.
yahhh…padahal si ara seneng tuh Pa’e
kalau terjadi ‘ conected … tentu ada yg salah … kita urai kembali, mudah2an bisa lagi connecccc …
Hati saya kini semakin terhubung dengan Mas Antoe
Terima kasih atas kopdar serunya
Salam Dahsyat
dipastikan ada kopdar episode berikutnya kang…
.-= antokoe´s last blog ..Terhubung =-.
Dan dipastikan saya diajak ya.. *Ngambek Mode On*
setuju sama kata yang akhir.memnjaga / mempertahankan sesuatau lebih sulit dari pada menggapai sesuatu itu.baik dalam segi apapun.
salam KBM
.-= andipeace´s last blog ..Award Singgah Lagi =-.
pada akhirnya, kitapun telah sampai pada satu peristiwa dimana kita harus berpisah dengan mahluk yang kita beri rasa untuk memilikinya…
turut berduka atas kepergian si Pipi
Nasib si Mimi gimana pa?
.-= Bee’J´s last blog ..It’s Complicated =-.
walah…. sepertinya komen saya sebelumnya kena razia nih…
.-= Bee’J´s last blog ..It’s Complicated =-.
Memulai emang lebih gampang ketimbang mempertahankan. Tetapi bukan tidak mungkin juga utk dpt GET CONNECTED selamanya.
.-= M Mursyid PW´s last blog ..Mengapresiasi Karya Seni Siswa Melalui Kegiatan Pameran =-.
Sedikit untuk menambah inspirasi keterhubungan ini, mungkin om bisa baca di blog teman saya: http://azrl.wordpress.com/2010/01/29/anak/
.-= ravimalekinth´s last blog ..Pulang =-.
Ni saya mencoba selalu terhubung dengan mas Anto, silaturahim…menyambung rahim, menyambung sayang sehingga selalu terhubung.