<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>antokoe dot com &#187; tukul</title>
	<atom:link href="http://antokoe.com/tag/tukul/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antokoe.com</link>
	<description>Catatan Langkah Pikiran&#8482;</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jan 2012 02:00:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Wajah Televisi Kita</title>
		<link>http://antokoe.com/wajah-televisi-kita/</link>
		<comments>http://antokoe.com/wajah-televisi-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 20:30:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sinetron]]></category>
		<category><![CDATA[rating]]></category>
		<category><![CDATA[tukul]]></category>
		<category><![CDATA[tv]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Ingat banget waktu dulu stasiun TV cuma ada satu di bumi Nusantara ini. Tiap program, apapun pasti ditunggu kehadirannya. TVRI sebagai stasiun TV satu-satunya, berplat merah pula, menjadi pengisi satu-satunya diruang tamu dari kota sampai pelosok desa. Waktu itu karena listrik belum masuk desa, sumber listrik untuk me-nyetel TV adalah aki (accu) yang gedenya sebesar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ingat banget waktu dulu stasiun TV cuma ada satu di bumi Nusantara ini. Tiap program, apapun pasti ditunggu kehadirannya. TVRI sebagai stasiun TV satu-satunya, berplat merah pula, menjadi pengisi satu-satunya diruang tamu dari kota sampai pelosok desa. Waktu itu karena listrik belum masuk desa, sumber listrik untuk me-nyetel TV adalah aki (accu) yang gedenya sebesar aki truk.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-115"></span>Ada jadwal periodik setiap mau me-nyetrum aki. Misal ada acara TV yang ditunggu 3 hari kedepan, maka aki langsung disetrum. Berkilo-kilo ditempuh hanya me-nyetrum aki demi acara TV yang ditunggu. Itu dulu. Perubahan terjadi diakhir tahun 80-an setelah pemerintah membolehkan TV partikelir berdiri disini. Sampai dasa warsa keberadaan TV partikelir alias swasta, banyak mengubah wajah program di kotak ajaib alias TV.</p>
Number of View :2151<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=115&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/wajah-televisi-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

