Berharap Berubah

Nyontreng (foto Kompas.com)

Nyontreng (foto Kompas.com)

Sembilan April 2009 adalah kali pertama Indonesia menyontreng yang sebelumnya lebih familiar dengan menyoblos. Dua kata kerja yang bermakna menandai, menandai sesuatu yang memang layak ditandai. Kegiatan ini ternyata makin lama makin sulit dilakukan dibanding era orde baru dengan 3 parpol peserta pemilu. Itu sebuah konsekuensi yang harus ditanggung dari buah reformasi yang berdarah-darah.

Banyak yang antipati dengan hajatan lima tahunan ini, tapi ada yang sangat bersemangat karena memang itu hak atau memang ada kepentingan dari diadakannya hajatan ini. Jujur tadinya kurang bersemangat menyukseskan hajatan ini. Sengaja bangun tidur sekitar jam 10 an dan belum mandi, aku sempatkan untuk menengok TPS disekitar rumah, ada satu yang ingin aku pastikan yaitu apakah aku dan istriku tercantum dalam DPT (daftar pemilih tetap) karena tidak mendapatkan undangan (formulir C4). Sampai dengan 3 TPS namaku dan istriku tidak tercantum, ya sudah 3 kali tidak mempergunakan hak pilih karena tidak tercantum dalam DPT.

[Read more...]

Number of View :4336

Popularity: 4% [?]

Perjalanan Menuju Nyontreng

Nyontreng 2009

Nyontreng 2009

Tahun 09 April 2009 aku tidak nyoblos, tapi nyontreng, itupun kalau masuk DPT (data pemilih tetap). Sudah dua kali Pilkada tidak ikutan, gara-gara tidak terdata. Bukan disengaja, tapi menjadi “sengaja”. Serba baru di pesta demokrasi 2009. Ada yang pengin nyontreng tapi tidak terdata di DPT, di tiga kelurahan sekaligus (maklum punya KTP banyak). Ada yang gak mau nyontreng eh…dapat undangan nyontreng.

Kampanye sudah lewat. Tiga minggu segala amunisi partai plus caleg-calegnya dikeluarkan demi sebuah keinginan. Sebagian kecil akan tertawa kemenangan, sebagian besar akan mengantri menuju rumah sakit jiwa kalau tidak ikhlas menerima kekalahan. Tidak ada yang baru di kampanye 2009, masih seperti yang dulu. Hura-hura dan tidak jelas arahnya. Kehebohan kampanye justru semakin panas setelah memasuki hari tenang, khususnya di ranah online. Semua berawal dari munculnya grup yang diberi label “Say NO !! to Megawati” di situs jejaring sosial populer Facebook. [Read more...]

Number of View :2940

Popularity: 3% [?]