Bulan Juli ini adalah bulang kondangan. Hampir tiap gang di daerahku bertengger janur, penanda bahwa penghuni gang ada yang hajatan. Banyak undangan mungkin bukti kalau banyak teman/kerabat atau banyak dikenal orang.
Lucu juga ya, di Indonesia itu selain dikenal musim hujan dan musim kemarau juga banyak dikebal musim-musim lain. Seperti musim mangga, musim duren, musim rambutan dan mungkin yang tidak ada di negara lain adalah MUSIM KAWIN. Bulan Juli ini bulan hajatan kalau tidak sunatan (pas libur sekolah) ya nikahan.
Awas !!!. Jangan salah masuk tempat kondangan, karena bisa jadi dalam satu gang ada lebih satu hajatan. Seperti yang dialami temanku. Super yakin masuk ke tempat kondangan tanpa tanya, nulis buku tamu, sumbangan dimasukkan dikotak, pas mau salaman sama pengantin, lho kok gak kenal? Wah salah masuk, ya sudah terusin saja (pengantin pasti heran nih siapa ya). Langsung cabut dari TKK, sumbangannya??? Malu diambil lagi.
Ngomongin kondangan aku jadi ingat peristiwa beberapa tahun lalu. Lucu dan tidak perlu terjadi. Waktu itu temenku nikah, kita sepakat untuk sumbangan dijadikan satu amplop biar tidak kelihatan sedikit. Setelah semua dimasukkan ke amplop, amplop di-lem, aku taruh di saku baju. Meluncurlah ke TKK (tempat kejadian kawinan), kebetulan waktu habis magrib. Kasih salam sama mempelai, ngobrol sana-sini, tiba giliran pulang. Giliran waktu pulang, aku kasih amplop kumpulan sumbangan ke pengantin cewek (karena dia yang temanku). Pulanglah kami semua, tapi aku merasa ada yang tidak beres. Kami sudah pulang sekitar 3 km. Motor aku pinggirkan, aku meraba ke saku baju. Lho kok amplop sumbangan masih ada disaku, terus yang aku kasih ke pengantin tadi apaan???. Wah aku baru sadar selain amplop sumbangan tadi, di saku juga ada amplop berisi undangan rapat. Berarti???. Langsung aku balik ke TKK, teman-temanku (yang masih disana) pada heran. Lho kok balik lagi. Aku jawab yang ketinggalan. Ku temui pengantin cewek, dengan perasaan super malu, bahwa amplop yang aku kasih tadi salah. Ditukarlah amplop itu plus pernyataan maaf seribu maaf. Langsung ngacir yang nunggu di pinggir jalan. Dan kami tertawa geli.
Memang ada hubungannya antara malu dan tanggung jawab?
Number of View :2436Popularity: 7% [?]





Respon Terbaru