<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>antokoe dot com &#187; esinaukoe</title>
	<atom:link href="http://antokoe.com/tag/esinaukoe/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antokoe.com</link>
	<description>Catatan Langkah Pikiran&#8482;</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jan 2012 02:00:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Membiasakan Diri</title>
		<link>http://antokoe.com/membiasakan-diri/</link>
		<comments>http://antokoe.com/membiasakan-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2010 03:42:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[esinaukoe]]></category>
		<category><![CDATA[learning]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[Mencoba sesuatu yang baru butuh keberanian lengkap dengan konsekuensi yang ada. Banyak orang tidak berani ambil resiko karena sudah merasa sudah nyaman dengan kondisi yang ada. Menemukan metode baru dalam menyampaikan sesuatu yang biasa ternyata tidak mudah. Banyak guru-guru kita yang masih enggan meninggalkan cara mengajar model lama sedangkan jaman, serta anak didiknya berevolusi menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_491" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/04/esinaukoe_logo2.png"><img class="size-full wp-image-491" title="esinaukoe_logo2" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/04/esinaukoe_logo2.png" alt="eSinaukoe" width="250" height="60" /></a><p class="wp-caption-text">Learning with Mas Anto</p></div>
<p style="text-align: justify;">Mencoba sesuatu yang baru butuh keberanian lengkap dengan konsekuensi yang ada. Banyak orang tidak berani ambil resiko karena sudah merasa sudah nyaman dengan kondisi yang ada. Menemukan metode baru dalam menyampaikan sesuatu yang biasa ternyata tidak mudah. Banyak guru-guru kita yang masih enggan meninggalkan cara mengajar model lama sedangkan jaman, serta anak didiknya berevolusi menjadi generasi instan dan <em>IT-based.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-489"></span>Suatu kesempatan saya ketemu dengan sahabat waktu SMA yang sekarang mengabdi menjadi seorang pendidik, kebetulan sahabat perempuan saya &#8216;<em>kebagian</em>&#8216; mendidik adik di tingkat SD dan yang satunya mendidikan di tingkat SMP. Sahabat yang mendidik di SD, seperti merasa jenuh dengan rutinitas mengajar walau sistem kurikulum sudah berganti berulang kali. Sedangkan sahabat yang mendidik SMP, dan kebetulan mengajar pelajaran yang menjadi momok para siswa, matematika. Sedikit frustasi dalam usaha membuat mereka mengerti matematika. Akhirnya pasrah, yang penting sudah tersampaikan dan sesuai kurikulum. Waktu itu kami sharing, akhirnya mengerucut ke satu titik bahwa mereka kurang berinovasi dalam menemukan cara mengajar yang efektif ditengah anak didiknya yang setiap saat dijejali informasi dari media elektronik dan online. Kepada sahabat yang mengajar matematika, saya mengusulkan, coba <em>mindset</em> mereka pelan-pelan diubah dari <em>mindset</em> penghafal ulung (<em>maklum mulai TK sudah diajarin menjadi penghafal bukan dibiasakan menganalisa</em>), dan menekankan bahwa matematika itu cara melakukan dan angka hanya sebuah alat pembuktian. Kalau terfokus pada angka, bisa dipastikan yang belajar berasumsi pasti susah. Yang tidak kalah penting adalah adalah kreatifitas dalam menyampaikan materi pelajaran, jangan gunakan cara yang biasa, temukan cara baru dan diusahakan mewakili kekinian.</p>
<p style="text-align: justify;">Berhadapan dengan kondisi kekinian yang mengarah ke <em>IT-based</em>, cara pembelajaran juga diarahkan menuju kesana. Sekarang saya sedang mencoba metode pembelajaran yang lebih mandiri dan disiplin tinggi. Melalui <a title="eSinaukoe" href="http://learning.mas-anto.com">media</a> yang saya siapkan untuk pembelajaran elektronik (<em>e-learning</em>), saya mengarahkan mereka untuk membiasakan diri selalu update untuk mengikuti materi perkuliahan dan evaluasi (tugas/ujian). Sebagian mereka merasa sangat terbantu karena dalam mengerjakan tugas/ujian lebih enjoy dan tidak dibatasi oleh waktu ujian yang pendek. Sebagian (besar) merasa kesulitan mengikutinya. Penyebabnya apa?. Kebiasaan. Transformasi kebiasaan dari evaluasi di kelas dengan evaluasi secara online kalau tidak didukung dengan kebiasaan berinternet ternyata merepotkan. Di tahap awal, sebagian dari mereka terlewat tugasnya karena belum terbiasa dan ketidakdisiplinan mereka, karena sistem evaluasi dibatasi oleh waktu. Mengerjakan lebih dari waktu yang ditentukan berarti hilang kesempatan untuk mengerjakan tugas. Berarti komponen nilai &#8216;<em>terpaksa</em>&#8216; harus kosong.</p>
<p style="text-align: justify;">Menjadi seorang pendidik atau apapun istilahnya, menemukan metode baru pengajaran yang kekinian dan berusaha menjadi inspirator buat anak didiknya adalah tugas berat.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color: #800000;">Terima kasih kepada yang menamakan diri bRomoCorah yang memperingatkan saya untuk update sistem blog ini, kemarin anda bisa masuk dan mengubah nama dan tagline blog saya ini.</span></em></p>
</blockquote>
Number of View :5259<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=489&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/membiasakan-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

