<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>antokoe dot com &#187; brutal</title>
	<atom:link href="http://antokoe.com/tag/brutal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antokoe.com</link>
	<description>Catatan Langkah Pikiran&#8482;</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jan 2012 02:00:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Nge-Geng Yuk!</title>
		<link>http://antokoe.com/nge-geng-yuk/</link>
		<comments>http://antokoe.com/nge-geng-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 17:04:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kejahatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[brutal]]></category>
		<category><![CDATA[geng motor]]></category>
		<category><![CDATA[geng nero]]></category>
		<category><![CDATA[pati]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[premanisme]]></category>
		<category><![CDATA[tarix jabrix]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Aku punya kebiasaan mungkin jelek. Aku suka memperhatikan semua tingkah laku yang ada disekitarnya. Bukan untuk apa, tapi itu sebuah kebiasaan yang menurutku asyik, entah kalau orang lain. Ada yang selama ini aku perhatikan dikampusku. Tiap mahasiswa dikampus mempunyai tempat tongkrongan atau kumpul-kumpul masing-masing. Ada yang kalau datang pasti nongkrong dulu di kantin, cerita ngalor-ngidul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Aku punya kebiasaan <span style="text-decoration:line-through;">mungkin</span> jelek. Aku suka memperhatikan semua tingkah laku yang ada disekitarnya. Bukan untuk apa, tapi itu sebuah kebiasaan yang menurutku asyik, entah kalau orang lain. Ada yang selama ini aku perhatikan dikampusku. Tiap mahasiswa dikampus mempunyai tempat tongkrongan atau kumpul-kumpul masing-masing. Ada yang kalau datang pasti nongkrong dulu di kantin, cerita ngalor-ngidul sambil ngopi (<span style="text-decoration:line-through;">utangan</span>) dan ngisap rokok (<span style="text-decoration:line-through;">minta temen</span>) kesukaannya. Ada yang nongkrong dipojokan, ditangga kampus sampai ada yang ngecengin resepsionis kampus.</p>
<p style="text-align:justify;">Nongkrong, ngumpul apapun namanya sebuah kegiatan yang merupakan implementasi manusia sebagai makhluk sosial. Secara tidak langsung kegiatan itu membentuk sebuah kelompok atau geng (tidak resmi).</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-71"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak jarang kelamaan nongkrong, jadi lupa kalau datang ke kampus untuk kuliah sampai (<span style="text-decoration:line-through;">pura-pura</span>) lupa kalau kuliah sudah dimulai. Sesampai dikelas, seperti ada pembagian wilayah duduk mahasiswa, atau mungkin kebiasaan mahasiswa memilih tempat duduk. Bagian depan kiri untuk kelompok si A, depan kanan untuk kelompok si B, tengah kiri untuk kelompok si C dan seterusnya. Lucu ya. Padahal nggak ada itu yang namanya deklarasi kelompok masing-masing. Yang lebih lucunya lagi belum lama ini ada kegiatan kampus, dan dari kegiatan ada perubahan peta tempat duduk di kelas. Yang ikut kegiatan dengan yang tidak ikut membentuk kelompok sendiri sehingga kelompok lama buyar karena terjadi <em>blend.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Fenomena diatas merupakan sebuah contoh betapa manusia tidak bisa menjalani hidup sendirian. Fenomena geng entah dilingkungan sekolah, kampus atau disekitar kita banyak ditemukan. Bermacam-macam motivasi orang &#8220;membentuk&#8221; sebuah geng. Ada satu sifat manusia dalam mencoba mengaktulisasikan diri terkadang tidak berani melakukan sendiri tapi berani dalam sebuah keompok seperti geng. Disisi lain geng juga bisa memupuk sebuah keinginan, ego atau obsesi perorangan atau kelompok menjadi lebih eksis dan terarah. Tapi selama keinginan atau obsesi menuju kearah positif, <em>no problem</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ego atau obsesi dalam sebuah kelompok tidak jarang menghasilkan sebuah perilaku yang sebenarnya bertolak belakang bahwa manusia itu makhluk sosial, sehingga hasilnya adalah perilaku asosial. Mungkin contoh dari ego atau obsesi kelompok, seperti yang terjadi di Bandung belum lama ini. Dalam setiap perekrutan anggota baru geng motor, harus melewati sebuah ujian yang berat yaitu mau dipukul dan ditendang oleh senior atau anggota lain. Mungkin gambaran yang <span style="text-decoration:line-through;">sedikit</span> komikal adalah perekrutan anggota baru geng motor dalam film The Tarix Jabrix. Di film itu, betapa salah satu tokoh yang diperankan oleh personel band The Changcuters, berusaha menjadi anggota geng motor, harus melewati beberapa tahap ujian yang semua bertolak belakang dengan nuraninya. Dari sebuah obsesi untuk menjadi anggota geng motor, yang gagah, keren dan ditakuti berubah setelah tidak lulus ujian serta mendapatkan ide untuk membentuk geng motor yang lebih santun. Film ini setidaknya memberikan sebuah gambaran bahwa membentuk (menjadi anggota) geng (motor) tidak selalu negatif.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang paling mutakhir adalah kebrutalan geng motor Nero di kota kecil di Jawa Tengah Pati. Yang lebih dasyat semua anggota geng-nya adalah perempuan (ini mungkin hasil dari program emansipasi yang sangat berhasil). Sama seperti yang terjadi di Bandung, dalam perekrutan anggotanya juga harus dengan kekerasan. Menurut berita kasus ini sedang ditangani oleh aparat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya bukan hanya geng motor yang brutal dalam perilakunya. Belum lama juga kebrutalan geng di sebuah sekolah di Jakarta yang memakan korban. Apa perilaku geng ini terinspirasi dari tontonan sinetron kita atau sebaliknya?. Kenapa kok sepertinya budaya kekerasan lekat sekali dengan pemuda-pemudi kita?. Apakah pendidikan disekolah/kampus belum cukup membuat orang menjadi lebih baik?. Banyak faktor yang harus digali lebih dalam untuk menemukan akar permasalahan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Wah jadi takut nge-geng. Konsentrasiku sedikit buyar ketika adikku yang duduk dikelas tiga SD, menyodorkan buku berisi pertanyaan yang harus dijawab, tapi sepertinya dia bingung menjawab. Pertanyaannya:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Apa perbedaan antara geng, kelompok, organisasi, group atau komunitas ?. Apakah sama peraturannya diantara semuanya diatas?</em>.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Pikirku ini mata pelajaran apa sih soalnya kayak gini?.</p>
Number of View :5229<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=71&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/nge-geng-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

