Smoke Screen

“smoke screen is an action intended to conceal or confuse or obscure”

Sebuah tindakan yang diniatkan untuk menyembunyikan atau menyesatkan atau mengaburkan. Kira-kira begitu arti dari istilah yang lazim dikenal dalam dunia jurnalistik investigatif. Istilah ini didapat setelah membaca Koran Tempo edisi 4 November 2009 dalam rubrik pendapat yang ditulis oleh Arya Gunawan, mantan wartawa, pemerhati media serta pengajar jurnalistik investigatif.

Apa makna istilah smoke screen hari-hari ini?. Media sedang heboh dengan rekaman bejatnya para penegak hukum negeri ini. Mereka yang terhormat ternyata mudah sekali disetir oleh cukong berduit. Pertanyaannya kenapa hal menjadi besar?. Kalau kita sebut media sebagai salah satunya, mungkin tidak salah. Media menjadi alat ampuh dalam membesarkan sebuah isu atau skandal. Kehadiran web 2.0 menambah semaraknya sebuah isu. Jejaring sosial Facebook menjadi alat ampuh untuk membangun dukungan, tercatat hampir satu juta dukungan yang diberikan kepada sang “cicak” yang merasa dizalimi oleh “buaya”.

Terus apa hubungannya dengan smoke screen?. Mungkin sekali skandal ini sengaja diblow-up menjadi besar untuk mengaburkan sebuah skandal yang lebih besar, yang melibatkan para petinggi negeri ini lebih uas. Tebak apa hayo…?. Hal seperti ini sangat lumrah didunia perpolitikan di dunia. Seperti skandar Watergate di negerinya Michael Jackson yang menumbangkan Nixon dari kursi presiden. Ternyata skandal itu untuk menutupi pencurian data/dokumen serta tindakan politik ilegal yang terjadi dilingkaran terdalam Presiden Nixon (dikutip dari koran yang sama). Apakah hal ini sedang terjadi di negeri ini?.

Harapannya semua pihak belajar dari sebuah langkah, bagi sang polisi, kini saatnya menunjukkan profesionalitas, jangan goyah hanya karena lembaran recehan 5 ribuan atau 10 ribuan dan yang pasti anak-anaknya tidak mau diipanggil “anak buaya”. Bagi jaksa harusnya malu pada anak-cucunya. Dan bagi sang jagoan, KPK, tunjukkan giginya, bahwa mampu merobek, mengunyah semua hal yang berbau bangkai korupsi, serta buktikan sebagai sang superstar dengan atribut selebiritasnya. Apakah mampu mereka semua?. Jawabnya hanya dua kata “Sangat Mampu”.

antokoe/051109


view 2041 times.

37 comments

  1. Ya, Century hilang entah kemana. Selalu saja rakyat “dimainkan perasaanya” dan anehnya selalu ikut arus.

    Terimakasih sudah mampir…

    Reply
  2. satu hal yang pasti
    walaupun ekor cecak putus, tapi dapat tumbuh kembali
    kalo buaya…ga deh kayaknya ^0^
    .-= berita unik

    Reply
  3. waduh politik emang kejam
    ginilah kalo hidup diambang kepentingan seseorang
    kita rakyat yang jadi korban
    apakah keadilan akan muncul
    “history doesn’t reveal it self, just awake…”
    .-= Financial Adviser

    Reply
    • ya biasanya keadilan akan muncul tetapi sebelum recehan menyebar ke mana-mana..
      .-= Hariez

      Reply
  4. Banayk kejutan di negeri ini. persoalan penegakan hukum selalu mengalami kemajuan sekaligus kemunduran. sampai kapan ya…

    belum lagi kalau di daerah mas, korupsi yang halus2 banyak abis…tak ketahuan. mungkin sang cicak perlu membuat cabang di daerah2 minimal propinsi.
    .-= Badruz

    Reply
  5. kemampuan kpk lebih dari apa yang kita tahu lo mas..

    Reply
  6. harusnya cicak dan buaya bersatu menangkap tikus…

    Reply
  7. cicak tak pernah menang melawan buaya terkecuali si cicak berdiri bersama mbahnya buaya mungkin baru bisa…tetapiiiiii kalo bicara lembaran receh, selalu dan akan terus berlanjut sang Buaya tetap menang..

    Reply
    • Bisa riez.. asal Buayanya tau diri, masa lawan cicak..
      beraninya sm yg lebih kecil, :mrgreen:

      Ah Koruptor memang BUSUK!
      .-= indra1082

      Reply
  8. selamat malam dan salam kenal
    ya begitulah bangsa kita mas

    Reply
  9. banyak drama yang tidak lucu ditunjukkan di negeri ini. Semoga sembuhh, sementara kita ikutin seperti apa endingnya. Semalam Bank Century disebut2 juga apa akan sama2 diusut juga. Semoga saja ada penyelesaian yang memuaskan masyarakat :(
    .-= arkasala

    Reply
  10. saat ini walaupun sudah jaman internet, tapi media masih memegang peranan penting, semoga saja media masih independen dan memberikan informasi yang benar untuk masyarakat
    .-= wira

    Reply
  11. Namanya mereka yg terpilih ya berarti harus mampu.. :)

    Reply
  12. Ada Bakat buat jadi Intelegen neh….kakakakakakakak
    Udah sering yah pak pakai metoda Smoke Screen / Agenda Setting gicu…

    Reply
  13. mas blog walking thanks ya :D
    .-= alfon

    Reply
  14. Semoga hukum di negeri ini bisa di tegakkan…

    Reply
  15. okey….saya setuju dengan Profesionalitas. Sehingga hukum dapat ditegakkan sesuai dengan aturan yang telah disepakati dalam uu.
    .-= cara dapat dollar gratis

    Reply
  16. okey….saya setuju dengan Profesionalitas. Sehingga hukum dapat ditegakkan sesuai dengan aturan yang telah disepakati dalam uu.
    .-= cara dapat dollar gratis

    Reply
  17. Kita tunggu saja mas, apakah mereka memang mampu. Ataukah nantinya persoalan2 tsb akan menghilang dan lambat laun pun raib tak berbekas, dan tak jelas keputusan akhirnya…Memang di negeri kita sering sekali dibuat sebuah berita yg boom dengan tujuan mengalihkan perhatian dari permasalahan yg sebenarnya jauh lebih krusial.
    .-= RitaSusanti

    Reply
  18. semoga dengan hal ini dapat mengurangi “user” rokok diseluruh dunia.. :)
    .-= demoffy

    Reply
  19. Hukum harus ditegakkan, tapi sayang penegak hukum juga yang melanggar.

    Reply
  20. jadi bisa disimpulkan bahwa kejadian polri VS KPK ini juga merupakan “smoke-screen” untuk sebuah kasus lebih besar lagi? :D
    Wow..semoga tidak begitu :D

    Reply
  21. century…century…century… :D

    Reply
  22. apa yang ditutupi ya?
    .-= GeLZa

    Reply
  23. dan rakyat terlalu ikut arus ya?

    Reply
  24. Semoga cepat terungkap kasus ini siapa yg benar dan siapa yg salah

    Reply
  25. Sekarang nampaknya buaya lagi terjepit posisinya..

    Reply
  26. maju terus pantang mundur … bongkar smoke screen :D

    Reply
  27. Sangat menyedihkan mas situasi kayak gini. Kita bukannya singsingkan lengan baju untuk membangun malahan ngurusi masalah yang memalukan ini.
    Mudah-2an para generasi muda bisa menjadi penjuru dan sekaligus pelopor guna menggulung kebobrokan ke angkara-murkaan ini. Kasihan ibu pertiwi, masalah bertubi-tubi seakan tak pernah berhenti.
    Salam hangat dari Surabaya

    Reply
  28. Sangat menyedihkan mas situasi kayak gini. Kita bukannya singsingkan lengan baju untuk membangun malahan ngurusi masalah yang memalukan ini.
    Mudah-2an para generasi muda bisa menjadi penjuru dan sekaligus pelopor guna menggulung kebobrokan ke angkara-murkaan ini. Kasihan ibu pertiwi, masalah bertubi-tubi seakan tak pernah berhenti.
    Salam hangat dari Surabaya

    Reply
  29. Memang begitu susah untuk mengendalikan semua itu, negara kita sudah seperti dimiliki segelintir orang saja. Semoga masih tersisa sedikit kecintaan para pejabat itu akan kejujuran. Semoga.

    Reply
  30. kita tunggu saja rahasia besar dibalik semua ini…
    .-= Berry Devanda

    Reply
  31. Belum nulis lagi mas …

    Reply
    • belum. server hosting baru ganti DNS, jadi beberapa hari web gak bisa diakses

      Reply
  32. Entahlah mas, sependek pengetahuan saya kejadian yang sama ( dalam konteks yang hampir sama ) memang diblowup sedemikian rupa untuk menutupi kasus yang lainnya. Apakah dibalik ini ada yang lebih besar lagi ? nggak berani memprediksi.
    Salam Kenal.

    Reply
  33. Rasa malu sudah hampir tidak lagi dimiliki oleh mereka yang berada dilingkaran kekuasaan, gak semua sih tapi sebagian besar…

    Cicak lawan buaya, cicak bisa saja menang, dan jika menang maka itu akan menjadi rekor dunia hehehe…. buaya di KO cicak..

    Salam kenal ya mas..
    .-= planet orange

    Reply
  34. belum. server hosting baru ganti DNS, jadi beberapa hari web gak bisa diakses

    Reply

Have your say

%d bloggers like this: