Pulang
Minggu lalu, orang tua saya telepon dan tanya kapan jadi mau pulang?. Ada keraguan untuk menjawab pertanyaan ini, karena sudah berapa kali menjawab, “Segera, lagi dicari waktu yang pas !“. Kali ini ada rasa enggan untuk menjawab dengan jawaban yang tidak ada kepastian. Akhirnya saya “Minggu sore berangkat !“. Ada rasa mantab dan rasa pasti. Setelah dipersiapkan ubo rampe-nya, termasuk menyiapkan upo rampe lainnya karena otomatis selama pulang tidak bisa jualan kecap seperti biasa, dan setelah semua sudah disiapkan pada tempatnya, akhirnya pulang berbekal tas berisi laptop, kaos 2 potong, celana panjang 1 potong dan lainnya.
Berangkat ke terminal dan kebetulan sehari sebelumnya sudah memesan tiket, tak lama bis yang ditunggu datang. Jam 16.00 lebih sedikit bis melaju lancar menelusuri tol lingkar luar menuju luar kota. Karena memang tidak sedang musim pulang, kondisi pantura sangat lancar, biasa sampai pemberhentian bis sekitaran jam tujuh malam, pas azan magrib bis berhenti dan mempersilakan penumpangnya untuk istirahat, sholat dan makan malam, karena tidak akan ada pemberhentian berikutnya. Jam 7 kurang seperempat bis berangkat kembali menelusuri pantura dan saya baru ngeh kalau ada ruas tol baru setelah tol Kanci, membuat perjalanan ini menjadi sangat cepat. Jam 2 malam kurang bis sampai Magelang (biasanya jam 4, berarti 2 jam lebih awal). Saya turun di pertigaan antara Magelang – Muntilan (Jogja). Sepi, kendaraan sangat jarang, dan perjalanan masih jauh sekitaran 12 km lagi. Tidak mungkin saya menunggu pagi. Tukang ojek yang mangkal hanya beberapa motor dan hampir semuanya terlelap. Salah satunya terusik kedatangan saya dan setelah tawar menawar, akhirnya ojek dengan motor Honda GL mengantarkan saya menuju Borobudur dan akhirnya sampai depan rumah. Hanya memakan waktu 15 menit perjalanan ojek ini.
Sepi, lengang, rimbun pohon disinari rembulan muda membuat suasana tenteram dan disitulah ada kedamaian. Saya
menikmati sejenak suasana ini diteras rumah sudah banyak berubah dibanding waktu lahir dan besar dulu. Ada keengganan untuk mengetuk pintu mengingat jam segitu, saat nyenyaknya tidur. Tapi kebiasaan orang tuaku, jam segitu bangun untuk menunaikan sholat tahajud. Dan benar tak berapa lama ada aktifitas dikamar mandi, ada suara orang mengambil wudhu, dan setelah saya intip, memang emak (begitu saya manggil ibu) sudah bangun, akhir saya panggil dan dengan sigap, emak membukakan pintu. Setelah bersalaman, saya masuk setelah menaruh tas , kemudian merebahkan badan. Ada kenyamanan yang saya rasakan dan hanya dirumah ini rasa itu ada. Tak lama sosok laki-laki yang sudah terlihat sepuh, bangun dan menyapa “Wis mau ?” (udah dari tadi). Sambil bersalaman saya jawab “Sak untawis (belum lama)”. Itulah bapakku, pensiunan PNS guru yang aktif membantu teman-temannya dalam mengurus tunjangan sampai ibukota provinsi seorang diri.
Tidak seperti biasa suasana kampung panas, tapi rindangnya pohon memberikan nuansa kesejukan. Ada sebuah kebiasaan emak, tiap pagi membuat tempe goreng dan itu khas. Kebiasaan saya adalah tidak pernah sarapan dan tempe orang ini menjadi sarapan saya pagi itu. Setelah ada beberapa urusan, dengan mengendarai moto butut bapak , saya mengantarkan barang titipan ke rumah pak de yang berdomisili di Temanggung. Itung-itung jalan-jalan dan jarak 35 km lebih dinikmati tanpa terasa. Sore itu di kampungku ada gelar kesenian tradisional Topeng Ireng dan Kuda Lumping untuk menyambut pejabat yang datang. Karena kampung disebelah candi Borobudur, kampungku dibina untuk menjadi kampung budaya dan menjadi langganan Home Stay setiap ada perhelatan akbar di candi Borobudur.
Ada rutinitas setiap pulang, biasanya naik candi Borobudur dan potret sana, potret sini. Kali ada rasa malas, dan kebetulan lupa membawa kamera digital yang udah butut itu. Tapi ada rasa keinginan mengabadikan suasana, untung ada ponsel berkamera bisa dimanfaatkan sesuatu yang saya anggap menarik.
Suasana lingkungan dan keluarga di kampung membangkitkan kerinduan suasana yang telah lalu, dan disitulah semua berawal. Bertemu teman sepermainan, melewati tempat yang menorehkan memori masa kecil dan menjadi saksi tumbuhnya menjadi sosok sekarang ini, itu jika kita pulang.
Number of View :7493
Popularity: 14% [?]
Comments
22 comments





hohoo..pantesan pas saya ajak chat ko kayanya OL di BB terus ga taunya lagi di kampung tho Pa’e
.-= Hariez´s last blog ..Kosong =-.
sama itu, poto borobudur bikin ngiler euyyy

.-= Hariez´s last blog ..Kosong =-.
Kapan nih pasukan rusuh di boyong ke borobudur?
masih nunggu janda-nya Bejo fit dulu :d
.-= antokoe´s last blog ..Pulang =-.
wah suasananya seperti dikampung saya juga mas… pasti bahagia sekali kalau bisa pulang kekampung halaman dan bertemu keluarga beserta sanak saudara …..
mas anto, borobudur itu bikin aku kangen pengen ke sana lagi, senangnya ya bisa pulang, bayangkan jika kita tdk punya kampung halaman, untuk pulang. sedihnya….
oya, ini rumah baru saya, berkunjung ya… izin tukeran link juga ya mas.
.-= tary´s last blog ..Five Ways to Get Featured on Freshly Pressed =-.
beberapa kali aku maen ke borobudur..
dari kejauhan tampak sangat megah… luar biasa..
waktu naek ke atas… tampak eksotisnya…
tp gak tahan ama terik matahari.. hehe..
.-= elmoudy´s last blog ..Cacing itu =-.
wah2. mudik2… hehehe…
.-= hanifilham´s last blog ..Seberapa Besar Cintamu Pada Dunia Blog? =-.
Asyiknya yang mudik..:)
luar biasa pemandangan dari atas borobudur….
itu semua karena sawah2 yang terhampar speerti gambarnya mas anto…
kapan ya kesana lagi ………….:lol:
.-= delia´s last blog ..Mencoba Romantis =-.
senangnya bisa pulang kampung…
QK ra duwe kampung… @.@
wah, senangnya pulang kampung…
saia sudah lama nggak main ke borobudur…
jadi kangen nih…hihihi
selamat berakhir pekan di kampung ya, mas…
.-= vany´s last blog ..Oh Dokter =-.
Wah, enak banget suasana kampung halamannya. Apalagi dengan Borobudur view seperti itu. Saya sudah lama ndak ke Borobudur. Saya suka merinding kalau ke sana. Merinding karena membayangkan, bagaimana hebatnya bangunan semegah itu dibangun.
welcome hommeee^^
mampir dong
penyakit GO:yang menular melalui hubungan seksual
Selamat hari senin Juragan..
Semoga apa yang Juragan alami pada hari senin ini membawa kebahagiaan dalam hidup Juragan..
Salam AnakBangsa..
Salam Perubahan..
http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2010/04/30/peraturan-sederhana-hidup-bahagia/
.-= AnakBangsa´s last blog ..Mau Hidup Bahagia?? =-.
wahh jadi inget iwak haruan sama sambal cacapan khas banjarbaru kalsel
udah lama gak mudik ke kalimantan, hehehe
salam knl mas, kujungan balikk
jadi pgn pulang kampung
meski bukan orang jakarta, tapi bisa dibilang kampung saya jakarta. Soalnya dari lahir dan besar di jakarta, semua keluarga pun sudah ada disini. Apes deh…kalo stres gak bisa pulang kampung
.-= bukan detikcom´s last blog ..Gedung DPR yang katanya miring =-.
pisssssss
aaaahhh
jadi pengen pulang jugaaaa
suasana di kampung halaman itulah yg membuat kita selalu rindu ingin pulang, selain tentunya utk bertemu ortu, kerabat dan orang2 y kita sayangi.
Bahagianya bila msh bisa pulang kampung.
salam
.-= bundadontworry´s last blog ..Bobot, Bibit, Bebet =-.
Saya juga jadi ingin pulang… TT_TT
.-= Asop´s last blog ..Fantasy: 300′s Spartan vs Troy’s Myrmidon =-.
wah menikmati kehidupan pedesaan yang alami sebuah kebahagian yang indah