Bahagia sebuah perasaan cukup secara lahir atau batin terhadap kondisi yang ada. “Aku bahagia bila didekatmu”, ada sosok yang membuat terpenuhinya rasa dihati. “Aku bahagia kalau mama ada didekatku, aku gak tahu kalau mama gak ada…”, sosok mama begitu penting dalam memberikan rasa bahagia. Menerima keadaan, terpenuhinya rasa nyaman dan membuat cukup dihati untuk saat tertentu mungkin itu esensi dari bahagia. Menerima itu mudah, tapi menerima dengan berbalut keikhlasan itu tidak mudah. Ikhlas itu esensi tertinggi dari kepasrahan yang bersadar secara vertikal ke Yang MahaEsa.
[Read more...]
Popularity: 19% [?]









Respon Terbaru