Membiasakan Diri
Mencoba sesuatu yang baru butuh keberanian lengkap dengan konsekuensi yang ada. Banyak orang tidak berani ambil resiko karena sudah merasa sudah nyaman dengan kondisi yang ada. Menemukan metode baru dalam menyampaikan sesuatu yang biasa ternyata tidak mudah. Banyak guru-guru kita yang masih enggan meninggalkan cara mengajar model lama sedangkan jaman, serta anak didiknya berevolusi menjadi generasi instan dan IT-based.
Suatu kesempatan saya ketemu dengan sahabat waktu SMA yang sekarang mengabdi menjadi seorang pendidik, kebetulan sahabat perempuan saya ‘kebagian‘ mendidik adik di tingkat SD dan yang satunya mendidikan di tingkat SMP. Sahabat yang mendidik di SD, seperti merasa jenuh dengan rutinitas mengajar walau sistem kurikulum sudah berganti berulang kali. Sedangkan sahabat yang mendidik SMP, dan kebetulan mengajar pelajaran yang menjadi momok para siswa, matematika. Sedikit frustasi dalam usaha membuat mereka mengerti matematika. Akhirnya pasrah, yang penting sudah tersampaikan dan sesuai kurikulum. Waktu itu kami sharing, akhirnya mengerucut ke satu titik bahwa mereka kurang berinovasi dalam menemukan cara mengajar yang efektif ditengah anak didiknya yang setiap saat dijejali informasi dari media elektronik dan online. Kepada sahabat yang mengajar matematika, saya mengusulkan, coba mindset mereka pelan-pelan diubah dari mindset penghafal ulung (maklum mulai TK sudah diajarin menjadi penghafal bukan dibiasakan menganalisa), dan menekankan bahwa matematika itu cara melakukan dan angka hanya sebuah alat pembuktian. Kalau terfokus pada angka, bisa dipastikan yang belajar berasumsi pasti susah. Yang tidak kalah penting adalah adalah kreatifitas dalam menyampaikan materi pelajaran, jangan gunakan cara yang biasa, temukan cara baru dan diusahakan mewakili kekinian.
Berhadapan dengan kondisi kekinian yang mengarah ke IT-based, cara pembelajaran juga diarahkan menuju kesana. Sekarang saya sedang mencoba metode pembelajaran yang lebih mandiri dan disiplin tinggi. Melalui media yang saya siapkan untuk pembelajaran elektronik (e-learning), saya mengarahkan mereka untuk membiasakan diri selalu update untuk mengikuti materi perkuliahan dan evaluasi (tugas/ujian). Sebagian mereka merasa sangat terbantu karena dalam mengerjakan tugas/ujian lebih enjoy dan tidak dibatasi oleh waktu ujian yang pendek. Sebagian (besar) merasa kesulitan mengikutinya. Penyebabnya apa?. Kebiasaan. Transformasi kebiasaan dari evaluasi di kelas dengan evaluasi secara online kalau tidak didukung dengan kebiasaan berinternet ternyata merepotkan. Di tahap awal, sebagian dari mereka terlewat tugasnya karena belum terbiasa dan ketidakdisiplinan mereka, karena sistem evaluasi dibatasi oleh waktu. Mengerjakan lebih dari waktu yang ditentukan berarti hilang kesempatan untuk mengerjakan tugas. Berarti komponen nilai ‘terpaksa‘ harus kosong.
Menjadi seorang pendidik atau apapun istilahnya, menemukan metode baru pengajaran yang kekinian dan berusaha menjadi inspirator buat anak didiknya adalah tugas berat.
Number of View :6111Terima kasih kepada yang menamakan diri bRomoCorah yang memperingatkan saya untuk update sistem blog ini, kemarin anda bisa masuk dan mengubah nama dan tagline blog saya ini.
Popularity: 18% [?]
Comments
19 comments



sistem pendidikan berbasis IT sangat membantu, akan tetapi yang paling susah memang merubah pola yang selama ini dianggap sudah mapan
Emang mas, biasanya metode lama walaupun yang biasanya “Manual” tapi karena sudah terbiasa dilakukan
susah/enggan untuk melakukan yang baru walaupun sebenarnya yang baru itu mudah.
Postingannya menarik sekali, Mas. Saya sendiri tidak mau terbelenggu oleh paradigma lama dalam mengajar. Dengan sedikit kemampuan mengoperasikan Adobe Flash, telah banyak media saya buat dan siswa senang jika saya mengajar dengan media2 tersebut. Masalah hasil, nomor dua. Yg penting sy telah berhasil menciptakan atmosfir belajar berbeda dari guru2 lainnya dan siswa menyambut ini dengan sangat positif.
Mari terus berkreasi, Mas.
Semoga tulisan njenengan ini dapat menginspirasi guru2 lain.
.-= M Mursyid PW´s last blog ..Menerbitkan Posting WordPress di Facebook =-.
Bagaimana ya rasanya menjadi Mahasiswa sahabatku yang hebat ini
Salam ta’jim selalu untukmu
Di kegiatanMLT, saya dan sahabat saya insyaallah bisa terlibat. Saya mohon gambaran kegiatannya aja kirim ke email
Dan Haries-lah yang akan berkoordinasi dengan Kang Achoey
.-= antokoe´s last blog ..Membiasakan Diri =-.
Selamat mas dengan Themes ini nyerepet berkunjung disini,,kudu pake sabuk pengaman dan helm..
Ehm….salam hangat selalu ,,lama baru berkunjung nih
Moga sobat dalam keadaan ceria
.-= Vulkanis´s last blog ..Karet MBS =-.
Pada kenyataannya dalam berinovasi mengembangkan sesuatu yg baru memerlukan daya kreatifitas tinggi dg keberanian mengubah kebiasaan. Apa yg telah dilakukan disini bisa menjadi contoh bagi yg mau lbh berkreasi.
Salam Kenal, sy berkunjung balik. Terimakasih telah berkenan Berbagi Kata Bersama…
.-= TuSuda´s last blog ..3 Perihal Seluk Beluk April Mop =-.
wahh ganti themes ya mas??
lebih mantabbs dan simpel
.-= tomi´s last blog ..WordPress 3 Beta 1 Release =-.
memang semua tergantung dari kebiasaan diri juga kan Pa’E ?
heheh iya themes na nuy loadingna enteng banget
dan untuk dunia pendidikan di indonesia moga ajah kedepan akan jauh lebih maju dan baik
salam
lagi merencanakan berbagi pengetahuan (bukan mendidik) saya yang masih minim pada siswa sekolah saya duluh di SMA..berharap berjalan sesui yang saya mau dan belajar berbicara depan orang banyak
alias belajar menggali kepercayaan diri saya pak.
salam KBM
.-= andipeace´s last blog ..Gadis Logika Matematik dan Gadis Filsafat =-.
Salam kenal ….
.-= Fajar Romadon´s last blog ..Tespek Keliling Kota =-.
memang tidak mudah menjadi seorang pendidik /pengajar
maka itu disebut tugas mulia …
salam kenal
.-= delia´s last blog ..Mengantar kepergiannya =-.
Kalau semua pendidik punya motivasi yang sama seperti itu, saya yakin deh Indonesia cepet majunya..
.-= bukan detikcom´s last blog ..SIM baru yang anti korupsi =-.
Saya kira setiap pengajar mau tidak mau harus membiasakan diri dengan jaman yang sekarang dan tidak terpaku dengan retorika sistem pengajaran yang ada kalo memang niat dan tujuannya benar-benar untuk mengajar. Just My Opinion.
.-= Deka´s last blog ..Izinkan =-.
Bisa karena biasa… Benar adanya
.-= indra1082´s last blog ..Salahkah Aku Memilihnya =-.
aku tak biasa, maka ajari aku agar menjadi biasa…
weleh.. apa coba, komen yang ngga jelas….
.-= Bee’J´s last blog ..Makna Cinta =-.
permisi-permisi numpang nampang
sambil menawarin soto
mau tanya… kemarin itu dalam rangka acara apa ya…???bener-bener ga sopan, diundang makan-makan tapi ga tau acara apaan
.. ngapunten
pisssss
.-= andipeace´s last blog ..Nelangsa =-.
betul sekali. Kalau saya lihat di USA ini (karena saya pernah masuk kelas adik saya yang SD), mereka itu sistem pendidikannya sangat kreatif. Materi-materi yang berat, dibuat seperti “bermain”. Sehingga, anak tidak hanya memiliki kemampuan menghafal dan menurut, melainkan juga kreasi yang amat tinggi.