Membiasakan Diri

eSinaukoe

Learning with Mas Anto

Mencoba sesuatu yang baru butuh keberanian lengkap dengan konsekuensi yang ada. Banyak orang tidak berani ambil resiko karena sudah merasa sudah nyaman dengan kondisi yang ada. Menemukan metode baru dalam menyampaikan sesuatu yang biasa ternyata tidak mudah. Banyak guru-guru kita yang masih enggan meninggalkan cara mengajar model lama sedangkan jaman, serta anak didiknya berevolusi menjadi generasi instan dan IT-based.

Suatu kesempatan saya ketemu dengan sahabat waktu SMA yang sekarang mengabdi menjadi seorang pendidik, kebetulan sahabat perempuan saya ‘kebagian‘ mendidik adik di tingkat SD dan yang satunya mendidikan di tingkat SMP. Sahabat yang mendidik di SD, seperti merasa jenuh dengan rutinitas mengajar walau sistem kurikulum sudah berganti berulang kali. Sedangkan sahabat yang mendidik SMP, dan kebetulan mengajar pelajaran yang menjadi momok para siswa, matematika. Sedikit frustasi dalam usaha membuat mereka mengerti matematika. Akhirnya pasrah, yang penting sudah tersampaikan dan sesuai kurikulum. Waktu itu kami sharing, akhirnya mengerucut ke satu titik bahwa mereka kurang berinovasi dalam menemukan cara mengajar yang efektif ditengah anak didiknya yang setiap saat dijejali informasi dari media elektronik dan online. Kepada sahabat yang mengajar matematika, saya mengusulkan, coba mindset mereka pelan-pelan diubah dari mindset penghafal ulung (maklum mulai TK sudah diajarin menjadi penghafal bukan dibiasakan menganalisa), dan menekankan bahwa matematika itu cara melakukan dan angka hanya sebuah alat pembuktian. Kalau terfokus pada angka, bisa dipastikan yang belajar berasumsi pasti susah. Yang tidak kalah penting adalah adalah kreatifitas dalam menyampaikan materi pelajaran, jangan gunakan cara yang biasa, temukan cara baru dan diusahakan mewakili kekinian.

Berhadapan dengan kondisi kekinian yang mengarah ke IT-based, cara pembelajaran juga diarahkan menuju kesana. Sekarang saya sedang mencoba metode pembelajaran yang lebih mandiri dan disiplin tinggi. Melalui media yang saya siapkan untuk pembelajaran elektronik (e-learning), saya mengarahkan mereka untuk membiasakan diri selalu update untuk mengikuti materi perkuliahan dan evaluasi (tugas/ujian). Sebagian mereka merasa sangat terbantu karena dalam mengerjakan tugas/ujian lebih enjoy dan tidak dibatasi oleh waktu ujian yang pendek. Sebagian (besar) merasa kesulitan mengikutinya. Penyebabnya apa?. Kebiasaan. Transformasi kebiasaan dari evaluasi di kelas dengan evaluasi secara online kalau tidak didukung dengan kebiasaan berinternet ternyata merepotkan. Di tahap awal, sebagian dari mereka terlewat tugasnya karena belum terbiasa dan ketidakdisiplinan mereka, karena sistem evaluasi dibatasi oleh waktu. Mengerjakan lebih dari waktu yang ditentukan berarti hilang kesempatan untuk mengerjakan tugas. Berarti komponen nilai ‘terpaksa‘ harus kosong.

Menjadi seorang pendidik atau apapun istilahnya, menemukan metode baru pengajaran yang kekinian dan berusaha menjadi inspirator buat anak didiknya adalah tugas berat.

Terima kasih kepada yang menamakan diri bRomoCorah yang memperingatkan saya untuk update sistem blog ini, kemarin anda bisa masuk dan mengubah nama dan tagline blog saya ini.

Number of View :1734

Popularity: 36% [?]

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

About antokoe™
Antokoe adalah alter ego dari Mas Anto. Berusaha untuk terus belajar dan berbagi. Blog ini berisi catatan, langkah dan pikiran sesuatu yang penting atau mungkin tidak penting.

Comments

  1. narno says:

    sistem pendidikan berbasis IT sangat membantu, akan tetapi yang paling susah memang merubah pola yang selama ini dianggap sudah mapan

  2. DikMa says:

    Emang mas, biasanya metode lama walaupun yang biasanya “Manual” tapi karena sudah terbiasa dilakukan
    susah/enggan untuk melakukan yang baru walaupun sebenarnya yang baru itu mudah.

  3. M Mursyid PW says:

    Postingannya menarik sekali, Mas. Saya sendiri tidak mau terbelenggu oleh paradigma lama dalam mengajar. Dengan sedikit kemampuan mengoperasikan Adobe Flash, telah banyak media saya buat dan siswa senang jika saya mengajar dengan media2 tersebut. Masalah hasil, nomor dua. Yg penting sy telah berhasil menciptakan atmosfir belajar berbeda dari guru2 lainnya dan siswa menyambut ini dengan sangat positif.
    Mari terus berkreasi, Mas.
    Semoga tulisan njenengan ini dapat menginspirasi guru2 lain.
    M Mursyid PW´s last blog ..Menerbitkan Posting WordPress di Facebook My ComLuv Profile

  4. achoey says:

    Bagaimana ya rasanya menjadi Mahasiswa sahabatku yang hebat ini
    Salam ta’jim selalu untukmu

    Di kegiatanMLT, saya dan sahabat saya insyaallah bisa terlibat. Saya mohon gambaran kegiatannya aja kirim ke email :)

  5. Vulkanis says:

    Selamat mas dengan Themes ini nyerepet berkunjung disini,,kudu pake sabuk pengaman dan helm..
    Ehm….salam hangat selalu ,,lama baru berkunjung nih
    Moga sobat dalam keadaan ceria :P
    Vulkanis´s last blog ..Karet MBS My ComLuv Profile

  6. TuSuda says:

    Pada kenyataannya dalam berinovasi mengembangkan sesuatu yg baru memerlukan daya kreatifitas tinggi dg keberanian mengubah kebiasaan. Apa yg telah dilakukan disini bisa menjadi contoh bagi yg mau lbh berkreasi.
    Salam Kenal, sy berkunjung balik. Terimakasih telah berkenan Berbagi Kata Bersama…
    TuSuda´s last blog ..3 Perihal Seluk Beluk April Mop My ComLuv Profile

  7. tomi says:

    wahh ganti themes ya mas??
    lebih mantabbs dan simpel :D
    tomi´s last blog ..WordPress 3 Beta 1 Release My ComLuv Profile

  8. Hariez says:

    memang semua tergantung dari kebiasaan diri juga kan Pa’E ? :-D

  9. darahbiroe says:

    heheh iya themes na nuy loadingna enteng banget
    dan untuk dunia pendidikan di indonesia moga ajah kedepan akan jauh lebih maju dan baik
    salam

  10. andipeace says:

    lagi merencanakan berbagi pengetahuan (bukan mendidik) saya yang masih minim pada siswa sekolah saya duluh di SMA..berharap berjalan sesui yang saya mau dan belajar berbicara depan orang banyak :D alias belajar menggali kepercayaan diri saya pak. :D

    salam KBM
    andipeace´s last blog ..Gadis Logika Matematik dan Gadis Filsafat My ComLuv Profile

  11. Salam kenal ….
    Fajar Romadon´s last blog ..Tespek Keliling Kota My ComLuv Profile

  12. delia says:

    memang tidak mudah menjadi seorang pendidik /pengajar :)
    maka itu disebut tugas mulia …

    salam kenal :)
    delia´s last blog ..Mengantar kepergiannya My ComLuv Profile

  13. Kalau semua pendidik punya motivasi yang sama seperti itu, saya yakin deh Indonesia cepet majunya..
    bukan detikcom´s last blog ..SIM baru yang anti korupsi My ComLuv Profile

  14. Deka says:

    Saya kira setiap pengajar mau tidak mau harus membiasakan diri dengan jaman yang sekarang dan tidak terpaku dengan retorika sistem pengajaran yang ada kalo memang niat dan tujuannya benar-benar untuk mengajar. Just My Opinion.
    Deka´s last blog ..Izinkan My ComLuv Profile

  15. indra1082 says:

    Bisa karena biasa… Benar adanya :)
    indra1082´s last blog ..Salahkah Aku Memilihnya My ComLuv Profile

  16. Bee'J says:

    aku tak biasa, maka ajari aku agar menjadi biasa…

    weleh.. apa coba, komen yang ngga jelas…. :D
    Bee’J´s last blog ..Makna Cinta My ComLuv Profile

  17. andipeace says:

    permisi-permisi numpang nampang :D sambil menawarin soto :D mau tanya… kemarin itu dalam rangka acara apa ya…???bener-bener ga sopan, diundang makan-makan tapi ga tau acara apaan :D .. ngapunten

    pisssss
    andipeace´s last blog ..Nelangsa My ComLuv Profile

  18. betul sekali. Kalau saya lihat di USA ini (karena saya pernah masuk kelas adik saya yang SD), mereka itu sistem pendidikannya sangat kreatif. Materi-materi yang berat, dibuat seperti “bermain”. Sehingga, anak tidak hanya memiliki kemampuan menghafal dan menurut, melainkan juga kreasi yang amat tinggi.

Speak Your Mind

*

CommentLuv Enabled

Switch to our mobile site