Kreatifitas vs Copy-Paste

Copy-Paste

Dahsyat, dampak dari kemajuan IT, mengubah sosok kreatif menjadi sosok berperilaku instan. Bayangkan mengoreksi ratusan laporan hanya dalam waktu 15 menit selesai. Ku-ucapkan beribu terima kasih pada IT, karena mereka sangat tertolong dengan teknologi COPY-PASTE”.

Itu adalah kutipan yang aku ambil dari wall status profil Facebook-ku. Aku menuliskan status itu sebenarnya pengin menyindir rekan belajarku, yang begitu semangatnya membuat laporan tapi lupa dengan tujuan kenapa harus belajar. Pendidikan itu boleh salah tapi tidak boleh bohong. Kejujuran dan keikhlasan dalam belajar tentunya akan memberi keberkahan ilmu yang didapat.

Teknologi diciptakan untuk memberikan kemudahan pencipta atau pemakai, tapi disisi lain juga dimanfaatkan untuk mencari jalan instan dalam arti yang kurang terpuji. Copy-Paste adalah salah satu contoh. Copy-Paste semangat dan kreatifitas orang lain mungkin akan membuat hidup kita lebih berarti.

Kalau mau Copy-Paste, gunakan cara yang lebih cerdas dan bermartabat. Mau????

16 thoughts on “Kreatifitas vs Copy-Paste

  1. iskandaria

    Setujuu! Mau jadi pengikut/pencontek ulung atau mau jadi manusia kreatif yang selalu percaya diri dengan karya orisinilnya? :D Mental mau serba instan juga banyak menghinggapi blogger yang suka main copas buat naikin trafik blognya secara instan.

    Reply
    1. Hariez

      betul sekali apa yang Anda bilang boss, tapi dengan melakukan copy paste, apakah Anda memliki pengetahuan tentang bagaimana “CARANYA” menyajikan sebuah informasi yang sempurna dan menarik ?? boleh Anda Copy Paste, tapi tidak ada salahnya JIKA Anda mau mencantumkan asal muasal tulisan tersebut. ok :lol:

      -salam- ^_^

      Reply
  2. andipeace

    copy paste…
    tradisi para pelajar….bahkan tradisi semua manusia…..
    setuju banget sama pembimbingku ini…
    menurut saya copy paste tu wajar…tapi harus mengerti juga asal mulanya apa yang dicopy paste itu….iya nggak pak..???saking parahnya kale ya sampai jadi inspirasi.

    salam…dari pelajar mercusuar

    Reply
  3. Eru

    Betul..

    kalo mentok waktu, copy pastenya menggunakan trik pengubahan posisi paragraf, pengubahan pola kata, pengubahan pola tanda baca dan pengubahan definisi sedikit :)

    Reply
  4. ryn247

    ia mas…. itulah hidup, bermacam ragam cara akan dilakukan, tapi malu juga lo baca artikel mas… soalnya kan ku juga termasuk sindikat copas… tapi mas jangan liat perbuatan copasnya, tapi juga kenapa mereka copas,,, kan banyak tuh indikatornya

    Reply
  5. Hariez

    Dari komentar-komentar diatas nggak saya pungkiri terkadang saya juga melakukan hal tersebut namun dengan catatan, mencantumkan asal tulisan tersebut, seperti yang Anda ajarkan kepada kami
    Ga lupa matur nuwun udah diingetin Pa :lol:

    -salam- ^_^

    Reply
  6. dedesobari

    Tradisi yang Harus dibinasakan, tapi sulit untuk merubahnya jalan satu2nya harus dimulai dari diri sendiri, karena copas hanya akan membuat bangsa ini smakin tertinggal, ingin merubah tapi sulit untuk mencobanya.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>