Koq Gitu Sih
Sebelumnya mohon maaf, apa yang mau ditulis di blog ini semata-mata hanya untuk kepentingan bersama. Bukan maksud mau ngomongin orang, tapi mungkin ada yang bisa diambil, apa saja.
Tinggal dilingkungan komplek kontrakan indah (maksudnya deretan kontrakan atau orang bilang, rumah petak) punya dinamika yang khas. Kontrakan rata-rata terdiri ruang tamu, 1 kamar dan dapur. Itu yang mungkin yang membedakan dengan kos-kosan. Listrik bayar sendiri dan kadang-kadang air patungan sama tetangga kontrakan. Aku tinggal dideretan kontrakan yang terdiri dari 5 pintu, kebetulan aku tinggal paling pinggir nyaris berbatasan dengan gang masuk (bayangkan betapa berisiknya kalau ada mobil atau motor lewat, bahkan orang lewat aja kedengaran langkahnya). Dan di ujung / pinggir yang lainnya ditinggali oleh kakak iparku. Dan kakak iparku ini yang akan menjadi cerita.
Kontrakan sebelah kakak ipar kebetulan ditinggali oleh kakak iparnya kakak iparku (bingung kan, atau kakaknya istrinya kakak iparku.) Kakak iparku ini bermasalah dengan iparnya, sampai terjadi keributan besar (itu kata istriku, kebetulan waktu ribut lagi gak dirumah) dan diakhiri dengan “nihilnya tegur sapa”.
Number of View :3708Popularity: 3% [?]
Comments
13 comments


walahhh ko ada ya yg sampe begitunya….salam knal
eh eh kok gt si??? loh kok putus?????
NAMNYA JUGA KOMPLEK PENUH DENGAN MASALAH YANG KOMPLEK PULA DAN ITU PERNAH TERJADI MA SAYA JUGA…YANG PENTING TINGGAL SABARNYA AJA
Terlalu…
wiw, pasti rame tuch..hehe.,..dan mungkin jd g bs bo2 siang *penggemar bo2 siang*
sukses y, n nikmatin aja….hehe
sabar itu kuncinya mas..jika tidak tahan..tinggalkan..
kakak iparnya kakak iparku, aku tau maksunya, itu lho kakaknya istrinya kakak iparku…. ehmmmm btw, kakak iparnya kakak iparku masih sering joint kompi/ngenet bareng gag
ajakin ol lagi donk…
ooo…. ini to rumah petak itu…
oala yo… yo… bisa aja bikin cerita… gag pake bersambung kan mas.
yang berlalu biarlah berlalu nehh
OOT ya, Kemaren pas liat2 perumahan ma calon istri juga dibilangin kek gitu, katanya orang hidup diperumahan harus bermental baja…cuek aja, gak usah terlalu mikiran omongan tetangga…karena pasti kita bakal diomongin ma mereka, maklumlah ibu2 rumpi kan banyak…
hmm…sebenernya masalah yang timbul ga terlalu rumit akan tetapi dampak yang ditimbulkan sangat besar apalagi sampai putus tali silaturahmi sangatlah dosa (so bijak dikit) dan sangat dibenci oleh Tuhan YME (mirip oestadz deh) tapi alangkah baiknya jikalau salah satu dari mereka mau mengakui/mengalah & menjalin kembali tali silaturahminya lagi (bukan tali kolor uppzzz..)
ya udah bukan rahasia umum lagi klw kontrakan (rumah sewa) itu paling sering terjadi keributan seperti itu so jangan terlalu banyak jual suara alias ngrumpi biar ga jadi boomerang buat kita sendiri.
btw numpang nyoret ya Om…hehehe salam buat keluarga
Piye kabare mas anto..??
Semoga jalinan silaturahim kita terus terjalin ya mas,,, nggak kayak curhatnya mas anto di atas….
bagi sebagian orang, memaafkan merupakan hal yang tidak mudah, tapi seiring berjalannya waktu biasanya dedam pun akan memudar
Wah, berat nih…