
source: balipostcetak
Jakarta masih memberikan mimpi. Kalimat itu tidak berlebihan. Setiap arus balik lebaran tiap tahunnya selalu didomplengi para pendatang baru yang mencoba untuk meraih mimpi ibukota. Tahun lalu seingatku, yang ikut arus balik lebaran 3 orang dan sekarang mereka sudah mulai sekolah melanjutkan di pinggiran ibukota sambil belajar bekerja. Kemarin yang ikut arus balik ada 2 orang yang juga akan melanjutkan sekolah dan belajar bekerja. Semuanya punya mimpi setelah melihat teman sekampungnya bisa selesai sekolah dan sudah kuliah.
Kebetulan itu semuanya adalah remaja yang mungkin mengejar mimpi Jakarta bukan dalam hal pekerjaan tapi pendidikan yang lebih utama. Ada perbedaan antara bersekolah didaerah dan di ibukota Jakarta (dan sekitarnya). Di Ibukota mereka bisa belajar meneruskan sekolah, belajar bekerja dan hidup mandiri. Tentunya kehidupan metropolis paling tidak akan membuka wawasan mereka untuk lebih terbuka dan kritis serta mempunyai jiwa bersaing yang kalau didaerah mungkin tidak begitu besar.
Bagaimana dengan mereka yang dengan modal nekat, mencoba meraih mimpi di ibukota?. Mereka adalah pejuang-pejuang mimpi dan mimpi itu kadang berakhir indah tapi tidak jarang berakhir pahit. Sebenarnya gelombang urbanisasi yang tiap tahun menjadi permasalahan sendiri bagi pemerintah ibukota, bisa ditekan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang memadai didaerah. Tapi mimpi ibukota ternyata lebih indah seperti sering digambarkan dalam sinetron-sinetron kita. Sering juga menemukan pemuda/pemudi luar Jawa yang bertekad sekolah di Jawa, karena katanya lulusan sekolah di Jawa (tidak peduli nama sekolahnya terkenal atau tidak), lebih diterima didaerah. Entah apa yang menjadi pertimbangan tapi terbukti banyak yang sudah berhasil, selesai sekolah di Jawa, pulang bisa langsung jadi PNS di daerah. Ini mimpi dan bermimpi salah satu hal yang tidak dilarang oleh siapapun.
Bermimpilah, karena mimpi adalah masa depan. Selamat datang warga baru ibukota (dan sekitarnya).
antokoe
number of view: 1330Popularity: 6% [?]






Dipertamakin dulu
baru dibacaaa
makasyi dah mampir bang!
Wah… saya juga perantauan, mas. Lulus kuliah, jadi programmer. Mo balik ke kampung, tapi job di bidang IT sangat minim di sana. Terpaksalah tetep tinggal di sini
.
Salam kenal kembali
owh jadi ke jakarta hanya mengejar mimpi doang hihihihi
dikampong bermimpi mah lebih asoi
.-= geblek
bagi yang tidak mempunyai keahlian itu adalah mimpi buruk baginya…
untung masih dapet 5 besar……..
“you may said iam a dreamer
but iam not the only one…….”
karya john lennon
Namanya juga mencoba setidaknya orang mencoba selalu ada jalan…tapi seharusnya mereka juga bisa mebekali dengan ilmu pengetahuan
Bukan salah mereka sepenuhnya juga sih, mas. Tapi semoga di masa depan, orang di desa ndak perlu lagi datang berbondong-bondong ke Jakarta (dan kota besar lainnya) untuk menggapai mimpi.
.-= pushandaka
ya itulah akibat dari ketidak merataannya pembangunan negeri ini
.-= arifudin
maknya………jangan ke Jakarta tapi ke Allah……..
.-= islamiccounseling
semoga semuanya bisa menemukan yang diimpikannya,
dan tentunya bernasib baik pula
.-= suryaden
wkk itu pulang kampung pake motor .. barangnya gag tanggung banyak ..heheh
HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRRRRRRR..
Menyapa sahabatku chayank..
MAAF..
Baru jalan jalan dan keliling lagi..
salam sayang
.-= KangBoed
Sebulan sudah kita jalani Ramadhan bersama
Malam penghujung hari yang indah ini
Genderang Perang sudah di tabuh.
Pekik Kemenangan dikumandangkan
Alunan Nada Pengagungan dinyanyikan
Suara Riang Gembira berkeliling kota
Ramadhan dengan segala perniknya telah kita lewati bersama
mudah mudahan semangat lebaran.. semangat persahabatan dalam CINTA dan KASIH SAYANG terus melekat di hati kita semua.. dan bertumbuh kembang membangun kembali kepribadian bangsa yang ramah dan penuh CINTA
salam sayang untukmu saudaraku
.-= KangBoed
jangan sampe hanya bermimpi tanpa usaha yang jelas
jakarta oh jakarta…
Termasuk saya pak,,,,sedang bermimpi di kota metropolitan ini
Salam
dengan bermimpi kita bisa meraih hal2 yang luar biasa