Indonesian Idol, Antara Kualitas dan Modal SMS

Jujur aja nih, dari sekian banyak tontonan ajang pencarian bakat di TV kita, aku anggap Indonesian Idol (II) termasuk paling premium. Gak kacangan dan bertele-tele. Dimusim ke-5 ini kualitas kontestan boleh dikata diatas rata-rata dan berkarakter. Tapi II masih mengandalkan vote dari SMS dan telepon untuk menentukan pemenang. Nah….disini pertarungan antara kebintangan kontestan dan kontestan yang didukung pemodal kuat (baca:orang tuanya kaya) dimulai.

Seperti pada babak workshop I dan workshop II (2/5/08) khusus kontestan cewek, sangat terasa pertarungan perolehan dukung dari Voter kerasa banget, dan bisa ditebak, kontestan suara pas-pasan tapi modal untuk SMS kuatlah yang menang. Coba cek, kontestan sekualitas Yuka yang sudah punya jam terbang nyanyi saja kalah dengan kontestan Gisela yang dicela habis-habisan oleh juri dan sepertinya orang tuanya bermodal kuat untuk SMS. Juga Ibeth, kalah sama Safira yang dicela habis-habis oleh juri. Jujur aku jadi mulai ragu dan pasti juri juga pasti kecewa dengan hasil babak workshop II (2/5/08).

Tapi dibalik itu semua, sebenarnya yang menjadi bintang yang sebenarnya adalah yang bisa menang tanpa dukungan dari orang tua/keluarga yang berduit tapi memang menang karena punya kualitas dan didukung oleh semua penonton. Tapi celaka juga kalo yang bagus tersingkir sebelum masuk 10 atau 12 besar.

Banyak sih yang mempengaruhi voter dalam menentukan siapa yang didukung. Kontestan dengan membawa modal tampang, untuk ukuran Indonesia masih menjual walaupun suara masih fals. Kepedihan dan kehidupan pribadi/keluarga kontestan juga sangat menjual untuk dibeli oleh voter sehingga mereka memilih.

Berbeda dengan ajang American Idol (AI), disana kontestan harus berjuang mati-matian kalo gak tersingkir karena latar belakang kontestan atau kontestan dengan modal kuat (baca:uang) tidak berpengaruh pada voter. Dan yang pasti voter disana lebih percaya pada komentar juri dalam menentukan pilihan. Memang latar belakang voter juga menjadi faktor dalam menentukan keputusan, misalnya tingkat pendidikan, sentimen suku, sentimen agama atau penilaian subyektif seperti mimik kontestan waktu nyanyi juga bisa jadi faktor tersebut.

Kecewa untuk kontestan cewek, aku masih berharap dengan kontestan cowok. Kualitas suara untuk cowok juga hampir merata dan punya karakter sendiri-sendiri. Aku berharap kontestan dengan karakter kuat seperti Aris, Ricko dan Aji masuk ke babak spektakuler. Aku cuma bisa berharap dan aku gak pernah kirim SMS atau telepon, karena aku penonton.


view 446 times.

10 comments

  1. saya nggak benget menikmati idol, pasalnya mereka instant bgt sih dlm menggapai bintang. harusnya nggak gitu kali ya

    Reply
  2. wah.. biasanya dimana2 itu pada dukung januarisman gitu.. ternyata ada yg gak dukung.. hehehe.. abisnya bosen denger januarisman mulu..

    Reply
  3. Mercu sekali-kali bikin donk Mercu Idol… nanti saya ikut…
    Pake Juri y, jangan sms…
    G ada modal, hehehehe.
    sudah thak link tuh boz…..
    Nilai A ya…..

    Reply
  4. Aduh Idol-idolan nih
    Moga aja yang terbaik yang jadi idolnya nanti :lol:

    Reply
  5. aduh, aku bukan pengamat indonesian idol.
    tapi, jadi tau nih ternyata ujung-ujungnya modal juga yang menag

    Reply
  6. asl.

    ada-ada aja ya acaranya

    salam kenal mas..thanks ya udah komen ke blogku..salam persahabtan slalu.

    sy link ya

    Reply
  7. Ga ngerti, aku ga pernah nonton.
    Hehehe…

    Reply
  8. Ya wis, adanya ya cuma segitu. Siapa punya (modal) itulah yang menang. Sebagus apapun tapi nggak punya ………….. arep piye maneh? Bagaimana sekarang bisa membuat voter agar bisa memberi penilaian dan apresiasi yang benar? Kalau begini terus-menerus Indonesian Idol bisa-bisa dijauhi penggemarnya.

    Reply
  9. Gisella tuh asli emang penggemarnya banyak …. soalnya dia keluarganya pas2an …. banyak banget ya orang yg ngira Gisel tuh tajir ….

    Reply
  10. Artis karbitan ya

    Reply

Have your say

%d bloggers like this: