Gus Dur-ian

Abdurahman Wahid

Abdurahman Wahid

Istilah itu saya kenal pada saat rezim orde buruh mulai runtuh dan pecahnya telur reformasi. Artinya kalau menurut saya, sebuah pemahaman atau cara pemikiran ala Gus Dur. Gus Dur sudah menjadi brand dan bagi orang yang mendengar sudah terbayang seperti apa sosok yang satu ini. Saya sangat kagum dan bahkan seperti tidak rela kalau ada yang mencela beliau. Saya selalu mencoba untuk memahami apa dan bagaimana cara beliau berpikir. Kenapa?. Kalau dalam bahasa iklan mungkin tagline “Selalu terdepan” cocok buat menggambarkan cara pandang sosok yang satu ini.

Ada ungkapan, “Cara berpikir Gus Dur hanya dia dan Tuhan yang tahu, ibarat mobil saat belok tanpa menyalakan lampu sen. Sangat mengagetkan“. Proses pemahaman saya terhadap Gus Dur selalu saya awali dengan “Oke. Sebentar, ada apa dibelakang pernyataan/tindakannya, kenapa bisa seperti itu?“. Mungkin pernah mendengar pernyataan beliau kalau ucapan Assalamu’alaikum diganti dengan Selamat Pagi. Sebagai orang islam pasti bingung dan mungkin kesal dengan ide seperti itu. Dan Alhmadulillah saya beruntung mendapat jawaban apa dibalik ide tersebut dari seorang ulama yang dekat dengan beliau, kalau ide itu sengaja dilempar ke publik karena ada usulan dari salah satu anak buah Presiden Soeharto (waktu itu). Dengan dilemparkan isu itu ke permukaan, maka muncul reaksi yang secara tidak langsung memberitahukan kepada penguasa bahwa ide itu bodoh. Tapi beliaulah menjadi sasaran tembak dari orang-orang yang tidak setuju dengan ide itu.

Sejujurnya dulu saya adalah pendukung partai yang didirikan Gus Dur. Karena walau malu-malu saya kagum dengan pemikiran beliau, disamping saya juga dibesarkan dilingkungan islam tradisional yang menjadi basis organisasi yang dipimpin Gus Dur. Islam tradisional yang lebih mengedepankan nilai-nilai hakiki dari ajaran agama daripada simbol-simbolnya sendiri. Partai yang didirikan Gus Dur, akhir-akhir ini “kelihatan” pecah amburadul, sehingga pendukungnya mulai beralih ke partai lain. Tapi bagi saya ini adalah bentuk praktek pembelajaran demokrasi yang langsung diterapkan oleh Gus Dur. Sudah menjadi rahasia umum kalau partai ini sangat tergantung dengan seorang figur (kyai) dan selama partai hanya bergantung pada figur akan habis seiring tidak adanya figur yang berpengaruh. Regenerasi partai berjalan dengan dinamika yang ada, bahwa si A tidak setuju dengan si B dan akhirnya membentuk partai baru atau malah muncul kepengurusan partai ganda sampai bertarung di ranah hukum, dan akhirnya hukumlah yang menengahi. Secara tidak langsung beliau mengajari kepada yang muda, jangan terlalu bergantung dengan figur (tua) dan jika terjadi perselisihan, gunakanlah jalur hukum. Kesimpulan saya, ciptakanlah suasana konflik dan belajarlah dari konflik itu. Mungkin tidak lazim tapi itulah yang terjadi.

Presiden SBY menyebut Gus Dur sebagai pejuang pluralisme dan multikulturisme sangat tidak berlebihan. Beliau sangat peduli dengan kelompok minoritas tanpa melihat perbedaaan dan selalu menjadi pembela paling depan jika ada kelompok yang merasa tersakiti. Oleh lawannya sering dicap lebih mementingkan kelompok lain (minoritas) dibanding kelompok sendiri. Mungkin begini cara pandangnya, kelompok sendiri (mayoritas) pasti banyak yang bela, sedangkan minoritas mungkin tidak ada yang bela atau sudah sewajarnya yang mayoritas melindungi minoritas dan itu yang praktekkan oleh Rasulullah SAW.

Sampai akhir hayatnya, beliau jika ditanya apakah mau mencalonkan menjadi presiden, beliau menjawab jika diperintahkan maka dia akan maju. Dibalik pernyataan beliau mungkin secara tidak langsung mengatakan “emang gak ada lagi yang pantas jadi presiden, yang lebih muda, lebih fresh“. Beliau terpilih menjadi presiden RI ke-4, seperti menjadi sebuah penghubung dalam proses transisi yang sangat krusial. Walau hanya bertahan tidak sampai 2 tahun tapi beliau berhasil meletakkan landasan yang kuat demokrasi Indonesia serta menunjukkan seperti itulah wajah Indonesia. Secara tidak langsung beliau mengantarkan seorang perempuan menjadi presiden Indonesia yang jika dalam kondisi normal (walau sebagai pemenang pemilu) kecil kemungkinan terwujud mengingat isu boleh/tidaknya seorang perempuan menjadi presiden sangat kuat.

Disaat proses pelengseran beliau menjadi presiden, beliau menunjukkan bagaimana hukum dan politik harus berjalan seiring dan jika belum maka tugas bangsa ini untuk menyelesaikannnya. Sosok ini sekarang sudah tiada meninggalkan tugas-tugas penting buat bangsa ini untuk terus berbenah menjadi Indonesia yang sesungguhnya. Mencari kembali sosok seperti Gus Dur tidak pernah akan ada, karena seorang pemimpin itu lahir untuk jamannya. Tapi berharap Gus Dur-ian akan tumbuh dan membuat negeri ini memperoleh harga diri dan martabatnya.

Selamat Jalan Guru Bangsa, Beristirahatlah dengan tenang.

antokoe/020110

Number of View :18663

Popularity: 26% [?]

Comments

comments

About antokoe™

Antokoe adalah alter ego dari Mas Anto. Berusaha untuk terus belajar dan berbagi. Blog ini berisi catatan, langkah dan pikiran sesuatu yang penting atau mungkin tidak penting.

Comments

  1. aan says:

    ternyata setelah tiada.. baru mengerti akan pentingny kehadiraanya dan perannya,,,, setelah tiada pun baru merasa kehilangan,,, padahal selama ia ada,,, tak sedikit yang kontra dengan beliyau,,,,

    ALLOH dan Hambanya Pasti cinta akan sosok seperti beliyau..
    WE LOVE GOES DOER….

  2. morishige says:

    masih ingat benar saya waktu Gus Dur terpilih jadi presiden. saking gembiranya, paman saya langsung memberi uang dan berkata, “beli makanan ke luar sana. gus dur menang. Alhamdulillah.”

    indonesia kehilangan seorang tokoh yang menghormati perbedaan, pluralisme..
    .-= morishige

  3. tary says:

    di penghujung tahun kita kehilangan seorang guru bangsa, semoga saja amal ibadahnya diterima di sisi Allah ya.
    .-= tary

  4. dedekusn says:

    Gusdur… selamat jalan…
    Bagaimanapun beliau tokoh yg berperan di negeri ini.
    Seamat jalan Gus, damai Insya Allah bersamamu

  5. gadis jeruk says:

    semoga dengan kepergian beliau bisa menjadi pelajaran,
    kalau maut itu amat sangat dekat dengan kita… :)

  6. arkasala says:

    saya salah satu yang merasakan kehilangan Mas. Kadang kita perlu merenung lama untuk mencerna statementnya. Dan itu yang saya suka.
    Selamat jalan Gusdur.
    .-= arkasala

  7. casrudi says:

    Semasa hayat, saya tidak begitu memperhatikan gerak-gerik dan gagasan yang di usung Gusdur.. Kini setelah beliau tiada baru menyadari kalau Gusdur adalah sosok yg teramat penting untuk negeri ini walau keputusannya banyak menuai kontroversi…
    .-= casrudi

  8. Setelah tidak ada biasanya baru menyadari betapa hebatnya seseorang, begitu juga dengan alm. Gus Dur.
    Setelah banyak mendengar pernyataan tentang Gus Dur dari kerabat2nya, makin sadar bahwa Gus Dur itu sosok yang hebat. Semoga muncul Gus Dur – Gus Dur yang baru, yang bisa meneruskan perjuangannya.
    Selamat jalan Gus.

    Cari Uang Di Internet

  9. mbah gendeng says:

    kalo udah gini semua pada mengenang kebaikannya coba kalo dulu wah di hujat2 tok

  10. Mamah Aline says:

    satu lagi tokoh penting negeri ini telah tiada, selamat jalan GUs Dur
    .-= Mamah Aline

  11. 123456789 says:

    Emm….dia salah satu orang yang berjasa besar untuk bangsa ini.
    Selamat jalan Gus Dur..

    Infonya mantaf sob…

  12. Hariez says:

    turut berduka cita :cry:
    .-= Hariez

  13. kita kehilangan tokoh besar..
    Indonesia menangis..
    .-= Alfaro Lamablawa

  14. Indonesia kehilangan tokoh besar…
    .-= Alfaro Lamablawa

  15. oelil says:

    Salut untuk Gus Dur dan semoga jiwanya tenang di Surga karena speninggal beliau ternyata banyak kelebihan dan jasanya yg dikenang….beliau ibarat Begawan Semar dalam tokoh pewayangan…
    .-= oelil

  16. narno says:

    saya tergelitik bagian pecahnya partai yang didirikan oleh Gus Dur, karena faktor figuritas, demikianlah adanya kenyataan sebagian besar partai-partai di negara kita
    .-= narno

  17. alisnaik says:

    selamat pagi

    Gus Dur emang bravo dan brilian. selamat jalan Pak

    yang paling saya ingat,
    adalah ketika beliau meliburkan sekolah satu bulan Ramadhan penuh :cool:

    terima kasih dan mohon maaf :o

  18. plurarismenya yang saya sangat kagumi, walaupun banyak dinegara luar yang menjadikan demokrasi atas pilihan dan pendapat masing2, tapi prakteknya juga masih banyak minusnya, GusDur sebagai cerminan umat Isalm yang menghargai perbedaan seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.
    .-= Hanif Ilham M

  19. si kurus says:

    Pahlawan bangsa

  20. laston says:

    hahhahha.. judulnya lucu.
    Gusdur pembela minoritas…….

  21. Qinhuangdao Welcomes You!

  22. Deka says:

    jujur saja sebelumnya saya kurang suka dengan sosok gusdur alasannya tidak lain dan tidak bukan karena jalan pikirannya yang sama sekali tidak saya mengerti. namun setelah membaca postingan ini sedikit banyak persepsi saya tentang sosok gusdur mulai merubah.

  23. ralat…. tagline gus dur yg paling terkenal:

    Gitu Aja Kok Repot :p

  24. HumorBendol says:

    Hari ini adalah 7 hari sepeninggal beliau.
    Jika orang baik yang “pergi”, maka banyak pula yang “mengantar”
    Dan ini terbukti….
    Makasih bro..
    Salam
    .-= HumorBendol

  25. NaiCanA says:

    selamat jalan pahlawan kita “Gusdur”…

  26. indra1082 says:

    Memang tepat pepatah dan Lagu
    “Kalau sudah tiada baru terasa, bahwa kehadirannya sungguh berharga”.

    kalo itu khusus Gusdur, kalo yang lain gak tau dah :mrgreen:
    .-= indra1082

  27. guskar says:

    selamat jalan Gus,
    Semoga kelak kita dipertemukan
    dalam perjamuan Tuhan
    di kampung surgawi

  28. mandor tempe says:

    Sosok guru, guru masyarakat dan guru bangsa. Mengajari dengan segala tingkah lakunya sendiri yang kadang tidak dimengerti oleh orang yang mengikutinya. Namun setelah kepergiannya baru sadar bahwa apa ang dilakukan beliau ada maksudnya
    .-= mandor tempe

  29. Kita semua kehilangan beliau,
    .-= Pencarian Puisi

  30. andipeace says:

    nongol lagi pak…!!! :D
    salam pissssssss
    .-= andipeace

  31. annosmile says:

    selamat jalan gus dur
    jasamu akan kami kenang selalu (worship)

  32. vany says:

    tutup tahun, tutup usia……. :D

    selamat jalan, guru bangsaku…..
    semoga engkau beristirahat dg tenang di sisi-Nya…..
    anw, mskipun telat aku mau ngcapin happy new year ya, mas….
    semoga tahun ini membawa perbaikan bagi kita semua….. :)
    .-= vany

  33. tary says:

    aku jadi terkesima puisi karena ayah dari inayah…bikin merinding.

  34. edda says:

    turut berduka cita
    .-= edda

  35. thetekter says:

    nuwun sewu pakde….,
    kunjungan perdana…,
    salam thetekter…,

  36. tarikoe says:

    saat pemakaman beliau saya mencoba hadir,sudah sampi sana nggak bisa melihat lebih dekat,bahkan sekitar 10meter jarak antara saya dengan pemakaman beliau.
    selamat sjalan pahlawan bangsa.

    salam kenal pak antokoe
    .-= tarikoe

  37. Ndoro Seten says:

    Salam Bala Tidar Mas….

    kapan kita kopdaran bersama?

  38. muntilana says:

    Salam Bala Tidar juga…mas Anto

  39. fin says:

    Yah gus dur, memandang segala sesuatu dari multi aspek, yang bagi orang lain nyleneh. Coba bayangkan ibarat memandang wanita cantik umumnya dari wajahnya, tp dg ide gus dur bisa memandang dari ujung kukunya, dari uyeng-uyengnya dll pokoke dari sisi yg bagi orang umum nyleneh. Itulah cara pandang komprehensif/holistik. Menemukan kelebihan dari potensi yg bagi orang umum kurang/tidak diperhatikan. Mari belajar model gus dur agar memperoleh wawasan luas. Yah gus dur telah sukses menggunakan logika tingkat tinggi.

  40. anwar says:

    bagi saya memang dari awal sukar memahami Gus Dur, tapi setelah beliau di pangiil Allah, semua kebenaran itu menyeruak. Dunia menangisimu, ribuan petakziah mendo’akanmu. Semoga Allah menerima semua amal baik beliau.
    Terpujilah orang2 yang tidak gila jabatan, gila pencitraan dan gila harta.
    Ingat kepentingan sesaat akan dibayar mahal oleh generasi bangsa ini ditahun kemuadian.

  41. HOLILUDDIN says:

    Gus Dur memang ulama NU yang pemikiannya jauh kedepan tapi pengikutnya masih menggunakan cara tradisional

  42. fara says:

    saya juga mengagumi pemikiran beliau,
    sempet diskusi dengan orang yang mengenal Gus Dur secara langsung, dan ternyata, subhanallah, luar biasa…
    benar2 kehilangan besar bagi bangsa

    Semoga Indonesia bisa belajar lebih banyak lagi dari kepergian beliau :)

  43. When I was a baby, I played with toys. Now I’m a lady and I play with boys!!

Speak Your Mind

*

CommentLuv badge