<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>antokoe dot com</title>
	<atom:link href="http://antokoe.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antokoe.com</link>
	<description>Catatan Langkah Pikiran&#8482;</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 10:27:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Sensasi Melunturkan Moral</title>
		<link>http://antokoe.com/sensasi-melunturkan-moral/</link>
		<comments>http://antokoe.com/sensasi-melunturkan-moral/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 10:26:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[ariel]]></category>
		<category><![CDATA[cut tari]]></category>
		<category><![CDATA[infotainmen]]></category>
		<category><![CDATA[kd]]></category>
		<category><![CDATA[luna maya]]></category>
		<category><![CDATA[moralitas]]></category>
		<category><![CDATA[raul lemos]]></category>
		<category><![CDATA[sensasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=570</guid>
		<description><![CDATA[Media negeri ini sedang menikmati masa kebebasan berekspresi. Bebas mewartakan apa saja yang punya nilai informasi tinggi. Semua berlomba menggali, menggansir, bertindak seperti detektif partikelir, memantau dan bertanya sana-sini, demi mendapatkan informasi yang premium. Sehingga kadang-kadang menimbulkan rasa tidak hati bagi yang diwartakan. Tapi disisi lain ada yang sangat menikmati karena terliput di media, tentunya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_573" class="wp-caption alignleft" style="width: 286px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/07/moralitas.jpg"><img class="size-full wp-image-573" title="moralitas" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/07/moralitas.jpg" alt="" width="276" height="182" /></a><p class="wp-caption-text">Moralitas</p></div>
<p style="text-align: justify;">Media negeri ini sedang menikmati masa kebebasan berekspresi. Bebas mewartakan apa saja yang punya nilai informasi tinggi. Semua berlomba menggali, menggansir, bertindak seperti detektif partikelir, memantau dan bertanya sana-sini, demi mendapatkan informasi yang premium. Sehingga kadang-kadang menimbulkan rasa tidak hati bagi yang diwartakan. Tapi disisi lain ada yang sangat menikmati karena terliput di media, tentunya menguntungkan dari segi publisitas.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-570"></span>Jika menyebutkan sensasi media, setiap waktu silih berganti seperti sudah terskenariokan. Yang paling banyak menyita perhatiannya adalah skandal video syur artis. Kehebohannya dapat mengguncang dunia bahkan popularitas setara dengan hajatan 4 tahun piala dunia yang diadakan di Afrika Selatan. Tapi kenyataannya skandal ini memberikan predikat yang negatif bagi negeri ini setelah budaya korupsinya. Sebagai negara berpenduduk muslim sedunia, jelas-jelas skandal ini sangat memalukan dan bisa memberikan cerminan kalau ada kemerosotan moral yang cukup serius. Niatnya mungkin hanya iseng berbalut sakit hati atau perasaan tidak suka, tapi efeknya sangat luas bagi pelaku sendiri maupun yang [sengaja] melihatnya. Sehingga menjadi kambing hitam pada kejadian kejahatan seksual, bahwa mereka melakukan karena terinspirasi dari video itu. Disisi lain penegak hukum sedang berjuang agar semuanya dapat diselesaikan secara hukum, sedangkan secara sosial diserahkan ke masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Diranah yang sama, yaitu hiburan, sensasi seorang diva yang secara terang-terangan (karena dilakukan didepan kamera infotainmen) sedang menjalin hubungan dengan seorang yang notabene suami [menurut istri] perempuan lain. Sang diva juga memiliki 2 orang anak yang beranjak ABG sedangkan sang lelaki mempunyai 4 anak. Apa yang kira-kira ditanyakan oleh teman-teman sekolahnya kalau melihat ibu/ayahnya seperti itu diranah publik?. Apa yang ada dipikiran mereka?. Mungkinkah itu bentuk dari dahsyatnya cinta?. Cinta yang membutakan dan melunturkan moral tapi jika dilihat dari sisi persepsi cuekisme, mungkin itu biasa dan sah saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi media kondisi seperti ini merupakan informasi yang premium dan layak diekplorasi dari berbagai sisi, kalau perlu melewati batas penyampaian informasi tanpa melihat dampak yang akan ditimbulkan. Disini butuh profesionalisme dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, bukan hanya mendapatkan sesuatu yang sensasional saja. Karena sesuatu yang sensasional ada kalanya dekat sekali dengan tindakan yang melunturkan moral.</p>
<p style="text-align: justify;">gambar dari <a href="http://mustafakanuar.wordpress.com/2009/02/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">
number of view: 222<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=570&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/sensasi-melunturkan-moral/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyandu Online</title>
		<link>http://antokoe.com/nyandu-online/</link>
		<comments>http://antokoe.com/nyandu-online/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 13:45:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[offline]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/nyandu-online/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun lalu hidup tanpa internet terasa biasa, sekarang serasa tak biasa. Teknologi ditemukan dan aplikasikan akan mengubah perilaku pemakainya. Teknologi berarti cara melakukan. Waktu belum ditemukan sendok seperti sekarang, sendok terbuat dari kayu bahkan batu. Teknologi berkembang dan yang lama menjadi klasik atau musnah. Beberapa tahun lalu media hanya ada cetak dan elektronik dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_566" class="wp-caption alignleft" style="width: 165px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/07/internet_addict.jpg"><img class="size-medium wp-image-566" title="internet_addict" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/07/internet_addict-300x295.jpg" alt="" width="155" height="153" /></a><p class="wp-caption-text">Online Addict</p></div>
<p style="text-align: justify;">Beberapa tahun lalu hidup tanpa internet terasa biasa, sekarang serasa tak biasa. Teknologi ditemukan dan aplikasikan akan mengubah perilaku pemakainya. Teknologi berarti cara melakukan. Waktu belum ditemukan sendok seperti sekarang, sendok terbuat dari kayu bahkan batu. Teknologi berkembang dan yang lama menjadi klasik atau musnah.<br />
Beberapa tahun lalu media hanya ada cetak dan elektronik dan masih berjalan serasi tanpa menyerobot kapling masing-masing. Hari ini keberadaan mereka secara pelan tapi pasti tergerus seiring teknologi internet masuk dalam kehidupan manusia. <span id="more-564"></span>Benar tahun 2010 ada puncak dari teknologi informasi dan komunikasi setelah berjalan selama 20 tahun dan teknologi ini akan tergantikan dengan teknologi baru di tahun 2020. Tiga puluh tahun bahkan kurang teknologi mengalami siklus dan ini dimulai dari revolusi industri abad pertengahan.<br />
Hari ini ber komputer ria tanpa koneksi internet menjadi kuno atau old fashion. Makin lama manusia akan sangat tergantung dan akrab dengan kegiatan online. Tapi apakah nyandu online bisa memperbaiki ilmu atau menambah knowledge atau malah menciptakan sebuah bentuk perilaku yang baru?.<br />
Nyandu online jelas menyita waktu produktif, tapi kalau memang itu adalah sarana utama, online menjadi kebutuhan. Over nyandu pasti membuat mengurangi atau bahkan menjadi kontra produktif. Jadi online harus memberikan feedback positif kalau tidak maka kita hanya sebagai korban dari teknologi semata.</p>
<address style="text-align: justify;"><em>Sent from Blackberry</em></address>
<h5 style="text-align: justify;">Image Source :<a href="http://e.foi.hr/wiki/blog/Krunoslav_k/tag/online-socijalizacija/"> here</a><em><br />
</em></h5>
number of view: 338<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=564&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/nyandu-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mau Efisien atau Efektif</title>
		<link>http://antokoe.com/mau-efisien-atau-efektif/</link>
		<comments>http://antokoe.com/mau-efisien-atau-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 09:34:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[efektif]]></category>
		<category><![CDATA[efisien]]></category>
		<category><![CDATA[efisiensi]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=557</guid>
		<description><![CDATA[Hampir setengah bulan blog ini atau blogger ter-hiatus dengan sendirinya alias tanpa sesuatu yang baru. Otomatis kunjungan blog juga berkurang (sebab lain, kemarin tidak melakukan ritual blogwalking). Maklum blogger culun, kunjungan balik hanya hasil dari silaturahmi ke blog tetangga. Ceritanya posting kali ini mau nulis tentang efisien dan efektif. Dua kata yang sering diucapkan tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_559" class="wp-caption alignleft" style="width: 153px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/effectiveness.gif"><img class="size-full wp-image-559" title="effectiveness" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/effectiveness.gif" alt="Effectiveness" width="143" height="156" /></a><p class="wp-caption-text">Effectiveness</p></div>
<p style="text-align: justify;">Hampir setengah bulan blog ini atau blogger ter-hiatus dengan sendirinya alias tanpa sesuatu yang baru. Otomatis kunjungan blog juga berkurang (sebab lain, kemarin tidak melakukan ritual blogwalking). Maklum blogger culun, kunjungan balik hanya hasil dari silaturahmi ke blog tetangga.</p>
<p style="text-align: justify;">Ceritanya posting kali ini mau nulis tentang efisien dan efektif. Dua kata yang sering diucapkan tapi kadang maknanya masing-masing memahaminya. Ada sebuah definisi tentang efisien dan efektif yang akan menjelaskan perbedaan diantara keduanya.<span id="more-557"></span></p>
<blockquote>
<div><strong>Effectiveness</strong> :  <em>Doing the right things, or completing activities so that organizational goals are attained.</em></div>
<div>
<p><strong>Effieciency</strong> : <em>Doing things right, or getting the most output from the least amount of Inputs.</em></p>
</div>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kalau diterjemahkan secara bebas kira-kira artinya Efektif adalah melakukan dengan tepat atau berusaha melakukan dengan benar sehingga tujuan organisasi tercapai. Sedangkan Efisien adalah melakukan dengan benar atau mendapatkan hasil yang banyak dari masukkan yang sedikit. Dari definisi diatas bahwa efektif lebih berfokus pada waktu penyelesaian sedangkan efisien lebih berfokus bagaimana mendapatkan keuntungan atau dengan kata lain, berkaitan dengan biaya. Dalam pengaplikasiannya, memenuhi dua hal tersebut tidak mudah, bahkan butuh ilmu dan pengalaman yang cukup. Terkadang sesuatu dicapai dengan efektif tapi tidak efisien atau sebaliknya sesuatu dikerjakan secara efisien tapi hasilnya kurang efektif.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ilustrasi :</strong> saya mau pergi ke Jogja karena ingin efektif saya akan naik pesawat yang hanya memakan waktu 45 &#8211; 60 menit dengan biaya sebesar 350 ribu (<em>efektif tapi tidak efisien</em>). Saya mau pergi ke Jogja naik bis dengan biaya sebesar 100 ribu serta memakan waktu 10 jam perjalanan (<em>efisien tapi tidak efektif</em>).</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_558" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/efektifefisien.png"><img class="size-medium wp-image-558" title="efektif&amp;efisien" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/efektifefisien-300x179.png" alt="" width="300" height="179" /></a><p class="wp-caption-text">Efektif dan Efisien</p></div>
<p><em>High Efficiency</em> &#8211; Low resource waste (hemat) sedangkan <em>High Effectiveness</em> &#8211; High Goal Attainment  (berfiokus tercapainya tujuan). Melakukan sesuatu efektif dan efisien adalah sebuah kerja keras dan mungkin keberuntungan. Misal dapat harga promo pergi ke Jogja naik pesawat dan hanya membayar 20 ribu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau ditanya mau yang efisien atau efektif?. Jawabannya mungkin sulit, tapi bisa juga tergantung kondisi dan tingkat kebutuhannya. Untuk mendapatkan sesuatu yang baik atau bagus kadang kurang efisien. Atau melakukan dengan efektif  kadang akan memberikan nilai efisien. Untuk mencapai tujuan lebih cepat, efisiensi terkadang terkesampingkan. Semuanya tergantung konteks dan situasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau sudah punya blog (berbayar pula) tapi tidak diupdate, termasuk tidak efisien atau tidak efektif ?. Bingung njawabnya.</p>
<h6 style="text-align: justify;">Gambar : thegreenberggroup.org</h6>
number of view: 628<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=557&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/mau-efisien-atau-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nama Baik</title>
		<link>http://antokoe.com/nama-baik/</link>
		<comments>http://antokoe.com/nama-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 18:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[nama baik]]></category>
		<category><![CDATA[the a-team]]></category>
		<category><![CDATA[video porno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[Mendapatkan nama baik mungkin lebih mudah dibanding menjaganya. Nama baik bukan sekedar sebuah nama, tapi ada sesuatu yang perlu dipertahankan dan dijaga. Sekali ternoda atau tercemar akan sulit memulihkannya. Membangun citra atau imej atau brand butuh perjuangan dan pengorbanan. Semua dilakukan sesuai kaidah yang dianggap benar, dan publik mengakuinya. Saya menulis ini terketuk dari apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_549" class="wp-caption alignleft" style="width: 150px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/theateam.jpg"><img class="size-full wp-image-549" title="theateam" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/theateam.jpg" alt="The A-Team" width="140" height="207" /></a><p class="wp-caption-text">The A-Team</p></div>
<p style="text-align: justify;">Mendapatkan nama baik mungkin lebih mudah dibanding menjaganya. Nama baik bukan sekedar sebuah nama, tapi ada sesuatu yang perlu dipertahankan dan dijaga. Sekali ternoda atau tercemar akan sulit memulihkannya. Membangun citra atau imej atau brand butuh perjuangan dan pengorbanan. Semua dilakukan sesuai kaidah yang dianggap benar, dan publik mengakuinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya menulis ini terketuk dari apa yang dilakukan Kol. Hannibal Smith, Let. Face, Kopral BA.Baracus dan Let. Murdock dalam usahanya memulihkan nama baik sebagai tim elit yang mampu menyelesaikan misi dengan sukses. Tapi karena permainan politik dan keserakahan mereka menanggung akibatnya dipenjara dengan keamanan maksimum ditempat terpisah. Dalam memulihkan nama baiknya, mereka mati-matian bahkan nyawa jadian taruhannya. Itu semua ada di film The A-Team yang merupakan versi layar lebar dari film seri televisi yang populer tahun 80-an kreasi Frank Lupo dan Stephen J. Channel yang lagi tayang di bioskop.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-547"></span>Apa yang dilakukan Kol. Smith dan anak buahnya merupakan sebuah perjuangan. Memperjuangkan nama baik dan harga diri yang sudah ternoda serta mengembalikan pada kondisi semula. Sangat susah. Jika dianalogikan perjuangan Kol. Smith pada skandal video porno yang menimpa Ariel, Luna dan Cut Tari, yang namanya sudah tercemar dan seolah menghapus perjuangan yang selama ini dibangun. Dan akan sangat susah (mungkin) memulihkan keadaan seperti semula. Publik sudah mulai berubah dalam melihat sosok-sosok artis tersebut. Ada yang bilang, setiap mendengar lagu Peterpan, maka akan terbayang video porno mereka (karena sudah nonton). Sampai sebegitunya. Kalau misalnya mereka mengaku (karena selama ini masih diduga), apa memulihkan nama baiknya menjadi lebih mudah?.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya kurang berkompeten kasih tips bagaimana menjaga nama baik?. Tapi jika semua apa yang dilakukan dipikir dengan matang dan penuh pertimbangan serta menyadari bahwa apa yang dilakukan selalu akan diperhatikan baik sadar maupun tidak sadar. Perbedaannya hanya siapa yang melakukan dan berapa besar dampaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan bugil di depan kamera, cukup kalau mandi saja dan tanpa kamera.</p>
number of view: 751<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=547&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/nama-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadi Menikah</title>
		<link>http://antokoe.com/jadi-menikah/</link>
		<comments>http://antokoe.com/jadi-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 18:09:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Greeting]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[kawin]]></category>
		<category><![CDATA[marriage]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=538</guid>
		<description><![CDATA[Jangan mengucapkan selamat dulu, hanya karena membaca judul posting ini, karena saya tidak akan menceritakan tentang pernikahan saya. Ritual sakral itu sudah saya lakukan 10 tahun yang lalu. Akhir pekan kemarin saya meluangkan waktu untuk pulang kampung terkhusus untuk mBak (begitu kami memanggil) saya yang (akhirnya) menikah dengan seorang laki-laki yang Insyaallah akan mendampinginya sampai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Jangan mengucapkan selamat dulu, hanya karena membaca judul posting ini, karena saya tidak akan menceritakan tentang pernikahan saya. Ritual sakral itu sudah saya lakukan 10 tahun yang lalu. <img src='http://antokoe.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_540" class="wp-caption alignleft" style="width: 231px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/marriage.jpg"><img class="size-full wp-image-540" title="marriage" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/marriage.jpg" alt="Menikahlah" width="221" height="228" /></a><p class="wp-caption-text">Menikahlah</p></div>
<p style="text-align: justify;">Akhir pekan kemarin saya meluangkan waktu untuk pulang kampung terkhusus untuk mBak (begitu kami memanggil) saya yang (akhirnya) menikah dengan seorang laki-laki yang Insyaallah akan mendampinginya sampai akhir hayat. Setelah sekian lama menanti Tuhan mengabulkan permohonan doanya yang tanpa henti dipanjatkan setiap saat serta keikhlasan dalam menjalani hidup. Jodoh itu memang misteri, se-misteri rejeki dan kematian. Tiga hal yang menjadi hak prerogatif Tuhan. Ada istilah jodohnya dekat atau jodohnya jauh. Dekat atau jauh bukan masalah jarak yang menyatakan ukuran tapi bentuk kemurahan Tuhan dalam membagi rejekinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-538"></span>Dalam mempersiapkan diri untuk menikah, ada yang berpikir dan berkonsep cukup rumit dengan segala perhitungan matematis yang menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa sudah siap atau belum. Bagi yang berpikir bahwa menikah adalah sebuah proses, konsep atau persiapan bisa dijadikan bagian dari proses. Hal terpenting sebenarnya adalah keberanian diri untuk masuk ke sebuah hubungan yang didalamnya terucap janji suci dihadapan Tuhan dan diniatkan kalau menikah itu adalah bagian dari ibadah. Menikah adalah ibadah. Ibadah berarti mencari keridhloan dari Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang bilang menikah itu harus &#8216;nekad&#8217;. &#8216;Nekad&#8217; bermakna kesiapan mental walau secara materi masih kurang, tapi sangat percaya bahwa Tuhan itu Maha Adil. Dikenalah rejeki setelah menikah. Kemurahan dan Keadilan Tuhan akan dirasakan setelah lahir seorang anak, maka ada istilah rejeki anak. &#8216;Nekad&#8217; disini merupakan awal proses yang penuh tanggung jawab dan menepati janjinya kepada Tuhan didepan penghulu akan lebih sempurna kalau diselimuti rasa bersyukur.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut saya menikah itu selain harus cukup bekal (lahir batin) tapi juga harus ada unsur &#8216;nekad&#8217;. Nekad adalah tekad. Tekad sebuah janji disertai usaha. Tekad menjadi sebuah alasan. Alasan untuk menikah. Ayo buru-buru nikah.</p>
<p style="text-align: justify;">Teman saya kalau ditanya &#8220;<em><strong>kapan nikah</strong></em>?&#8221;. &#8220;Takut ah, nanti cerai kayak artis-artis itu&#8221;. &#8220;<em><strong>Emang lu artis?</strong></em>&#8220;. Nyengir. Tapi dia balik nanya &#8220;<</p>
number of view: 868<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=538&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/jadi-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Me-reset Kembali</title>
		<link>http://antokoe.com/me-reset-kembali/</link>
		<comments>http://antokoe.com/me-reset-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 17:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antokoe]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[1 juni]]></category>
		<category><![CDATA[milad]]></category>
		<category><![CDATA[ultah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=532</guid>
		<description><![CDATA[Jika ditanya, selama mengerti seperti apa hidup ini dan sadar sebagai manusia, berapa banyak yang sudah dilakukan?. Apakah semua terdokumentasi dengan rapi?. Dokumentasi merupakan pekerjaan yang sering terlupakan. Dalam artian disini dokumentasi bukan identik dengan foto, tapi semua yang sudah dilakukan tercatat dengan rapi, tidak melihat apakah itu yang baik atau buruk. Memang penting dilakukan?. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_533" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/growingup.jpg"><img class="size-medium wp-image-533" title="Growing Old Mandatory, Growing Up is Optional" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/growingup-300x149.jpg" alt="Growing Old Mandatory, Growing Up is Optional" width="300" height="149" /></a><p class="wp-caption-text">Growing is Old Mandatory, Growing Up is Optional</p></div>
<p style="text-align: justify;">Jika ditanya, selama mengerti seperti apa hidup ini dan sadar sebagai manusia, berapa banyak yang sudah dilakukan?. Apakah semua terdokumentasi dengan rapi?. Dokumentasi merupakan pekerjaan yang sering terlupakan. Dalam artian disini dokumentasi bukan identik dengan foto, tapi semua yang sudah dilakukan tercatat dengan rapi, tidak melihat apakah itu yang baik atau buruk.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-532"></span>Memang penting dilakukan?. Jawabanya bisa sangat tergantung siapa yang merasakan. Apakah kegiatan mendokumentasikan sekarang sudah mulai dilakukan?. Saya akan menjawab &#8220;sedang diusahakan&#8221;. Kok jawabannya tidak yakin?. Karena masih mengganggap hal itu sepertinya belum saatnya dilakukan. Jika menengok setahun kebelakang sampai saat ini apa yang terbaik sudah dilakukan dan apa hal terburuk yang pernah dilakukan?. Jika hal terbaik sudah dilakukan, apakah sudah menambah keyakinan kalau hal ini harus terus dilakukan, bahkan seharusnya dari dulu. Bila pernah melakukan hal terburuk, apakah itu satu-satunya kesalahan yang pernah dibuat atau dari situasi itu akhirnya menjadi sadar dan tahu apa yang seharusnya dilakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya merasa apa yang pernah terucap atau terjanjikan setahun yang lalu, tidak semua terlaksana dengan baik dan tak lebih hanya berjalan seperti biasa. Kedisiplinan terhadap komitmen tidak seteguh candi yang akhirnya mengikuti arus yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Tepat setahun, saatnya me-reset kembali semua yang ingin dilakukan dan apa yang belum selesai dilakukan sampai sekarang. Setahun sudah umur bertambah tentunya menambahkan pada besaran yang ada sehingga arah menuju tua makin dekat.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Thanks to my wife and my childs. Kalian telah memberikan spirit untuk terus berjuang dan berikhlas.</p>
</blockquote>
number of view: 962<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=532&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/me-reset-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Tukang Kecap</title>
		<link>http://antokoe.com/sang-tukang-kecap/</link>
		<comments>http://antokoe.com/sang-tukang-kecap/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 10:07:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kecap]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[tukang kecap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[Dia menganggap dirinya seperti tukang kecap. Sedang berusaha menjadi tukang kecap yang baik. Tiap hari selalu mencoba inovasi, meramu berbagai komposisi untuk menghasilkan kecap yang pas disemua penikmatnya. Tiada hari tanpa &#8216;kecapannya&#8217; . Dia kadang harus begadang, untuk mendapatkan komposisi yang pas, karena dia sadar untuk mempertahankan rasa membutuhkan sebuah usaha yang keras. Dia sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_528" class="wp-caption alignleft" style="width: 152px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/kecapkoe.jpg"><img class="size-full wp-image-528" title="kecapkoe" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/kecapkoe.jpg" alt="Kecapkoe" width="142" height="142" /></a><p class="wp-caption-text">Kecap</p></div>
<p style="text-align: justify;">Dia menganggap dirinya seperti tukang kecap. Sedang berusaha menjadi tukang kecap yang baik. Tiap hari selalu mencoba inovasi, meramu berbagai komposisi untuk menghasilkan kecap yang pas disemua penikmatnya. Tiada hari tanpa &#8216;kecapannya&#8217; . Dia kadang harus begadang, untuk mendapatkan komposisi yang pas, karena dia sadar untuk mempertahankan rasa membutuhkan sebuah usaha yang keras.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-527"></span>Dia sangat terbuka, serta terkesan bebas, tanpa canggung dengan para penikmat kecapnya. Hal itu dia lakukan karena memang begitu seharusnya. Dia berusaha agar rasa kecapnya bisa dinikmati secara utuh dan bisa melakukan inovasi menciptakan rasa kecap baru yang sesuai jaman. Dia sangat menyadari bahwa tidak semua bisa menikmati dengan mudah, tapi sebuah dorongan tanpa henti dan berharap semuanya menerima. Era internet mengubah perilaku dalam berkomunikasi dan penyajian, hal ini disadari betul sang penjual kecap. Berangkat dari keinginan itu, mulailah dia memasarkan daganganya ke ranah online, agar semua orang bisa menikmati racikan mautnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia merasa harus terus berinovasi untuk menemukan formula yang pas dan yang terpenting dapat memberikan inspirasi ke semua penikmatnya. Siapa mau pesan&#8230;.?</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Untuk semua penikmat kecap&#8230;&#8230;!</p>
</blockquote>
number of view: 1070<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=527&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/sang-tukang-kecap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merasa Makin Bodoh</title>
		<link>http://antokoe.com/merasa-makin-bodoh/</link>
		<comments>http://antokoe.com/merasa-makin-bodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 10:58:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[Ini yang dirasakan sekarang ini. Selama ini merasa sudah cukup tahu, tapi ibarat sebuah software tapi tidak terupdate, atau tak termutakhirkan. Mengandalkan spontanitas dan improvisasi sekenanya, tapi malah menunjukkan kebodohan itu. Otak merasa bebal butuh baterai dengan teknologi super atau  berkualitas lithium sekualitas baterai ponsel bikinan China. Solusi yang jitu harus kembali ke fitrahnya sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_524" class="wp-caption alignleft" style="width: 195px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/learn.jpg"><img class="size-medium wp-image-524" title="learn" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/learn-300x238.jpg" alt="Yuk Belajar Lagi" width="185" height="148" /></a><p class="wp-caption-text">Yuk Belajar Lagi</p></div>
<p style="text-align: justify;">Ini yang dirasakan sekarang ini. Selama ini merasa sudah cukup tahu, tapi ibarat sebuah software tapi tidak terupdate, atau tak termutakhirkan. Mengandalkan spontanitas dan improvisasi sekenanya, tapi malah menunjukkan kebodohan itu. Otak merasa bebal butuh baterai dengan teknologi super atau  berkualitas lithium sekualitas baterai ponsel bikinan China. Solusi yang jitu harus kembali ke fitrahnya sebagai manusia berakal yang tidak lain adalah belajar.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-523"></span>Memulai adalah usaha yang paling sulit apalagi sudah lama terabaikan. Motivasi adalah resep plus obat yang bisa meringankan langkah sebelum diberikan obat yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">[memulai belajar lagi, permisi]</p>
number of view: 1094<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=523&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/merasa-makin-bodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cepat Pulang Sri !</title>
		<link>http://antokoe.com/cepat-pulang-sri/</link>
		<comments>http://antokoe.com/cepat-pulang-sri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 19:28:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[century]]></category>
		<category><![CDATA[sby]]></category>
		<category><![CDATA[smi]]></category>
		<category><![CDATA[sri mulyani]]></category>
		<category><![CDATA[world bank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=517</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dengar lagu &#8220;Sri Minggat&#8220;?. Sebuah lagu ciptaan Sonny Josz yang cukup populer di sekitaran Jawa Tengah sampai Jawa Timur berirama dangdut campursari. Liriknya menceritakan kepergian seorang yang bernama Sri dan tak kunjung kembali. Mungkin seperti lagu &#8220;Bang Toyib&#8221; tapi dalam versi perempuan. Akhir-akhir ini nama Sri begitu populer, sampai-sampai lantai bursa saham ikut bergoyang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_518" class="wp-caption alignleft" style="width: 284px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/SMI.jpg"><img class="size-medium wp-image-518 " title="SMI" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/SMI-300x150.jpg" alt="Sri Mulyani Indrawati " width="274" height="137" /></a><p class="wp-caption-text">Sri Mulyani Indrawati (foto:kompas.com)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pernah dengar lagu &#8220;<em>Sri Minggat</em>&#8220;?. Sebuah lagu ciptaan Sonny Josz yang cukup populer di sekitaran Jawa Tengah sampai Jawa Timur berirama dangdut campursari. Liriknya menceritakan kepergian seorang yang bernama Sri dan tak kunjung kembali. Mungkin seperti lagu <em>&#8220;Bang Toyib</em>&#8221; tapi dalam versi perempuan. Akhir-akhir ini nama Sri begitu populer, sampai-sampai lantai bursa saham ikut bergoyang.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-517"></span>Nama Sri ini bukan seperti yang diceritakan pada lagu diatas, tapi sosok perempuan pintar yang punya pengaruh keputusannya di negeri ini. Perempuan itu bernama Sri Mulyani Indrawati (SMI). Sang Menteri Keuangan negeri ini. Secara pribadi saya bangga, negeri ini punya putri yang pintar dalam bidang ekonomi keuangan, yang diakui dunia internasional. Akhir-akhir ini SMI dikaitkan dengan skandal bailout bank Century, sampai-sampai ada anggota dewan yang terhormat menolak kehadirannya di gedung dewan yang akan dipugar dengan biaya hampir setara dengan nominal skandal bank Century. Dalam posisi seperti ini, sang presiden sepertinya mati-matian membela SMI. Lawan politik presiden memanfaatkan hal ini untuk menyerang, kenapa harus seperti itu, karena sepertinya harus seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi SMI terhitung 1 Juni 2010, menempati pos baru yang lebih prestisius sebagai Managing Director World Bank. SMI sepertinya mendapatkan jalan untuk meninggalkan hiruk pikuk politik negeri ini yang masih gemar mempolitisir apapun demi kepentingan sendiri atau golongan. Sang presiden, walau dengan berat hati, akhirnya menerima pengunduran diri SMI. Reaksi yang timbul dari pengunduran diri ini beragam. Saya membaca komentar para pembaca di media online terhadap artikel pengunduran diri SMI dan posisi barunya di bank dunia. Banyak yang memuji dan mengucapkan selamat ada juga sinis bahkan ada lawan politik menganggap pengunduran diri SMI seperti sudah diatur dan salah satu cara untuk lari dari skandal bank century. Sangat wajar dan khas negeri ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya keberadaan SMI untuk mengelola ekonomi dan keuangan negeri masih sangat dibutuhkan. Tapi sepertinya langkahnya selalu terhalang dengan permainan politik. Tidak dihargai dinegeri sendiri tapi dunia internasional lebih menghargainya. Selamat bertugas bu Ani.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ini saya kutip dari komentar pembaca di media online &#8220;<em>Cepat pulang bu, 2014 menunggu&#8230;!&#8221;</em>.</p>
number of view: 1632<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=517&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/cepat-pulang-sri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulang</title>
		<link>http://antokoe.com/pulang/</link>
		<comments>http://antokoe.com/pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 20:01:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[pulang kampung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=510</guid>
		<description><![CDATA[Minggu lalu, orang tua saya telepon dan tanya kapan jadi mau pulang?. Ada keraguan untuk menjawab pertanyaan ini, karena sudah berapa kali menjawab, &#8220;Segera, lagi dicari waktu yang pas !&#8220;. Kali ini ada rasa enggan untuk menjawab dengan jawaban yang tidak ada kepastian. Akhirnya saya &#8220;Minggu sore berangkat !&#8220;. Ada rasa mantab dan rasa pasti. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_511" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil1.jpg"><img class="size-medium wp-image-511" title="prepil1" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil1-300x225.jpg" alt="Borobudur form Prepil Side" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Borobudur form Prepil Side</p></div>
<p style="text-align: justify;">Minggu lalu, orang tua saya telepon dan tanya kapan jadi mau pulang?. Ada keraguan untuk menjawab pertanyaan ini, karena sudah berapa kali menjawab, &#8220;<strong>Segera, lagi dicari waktu yang pas !</strong>&#8220;. Kali ini ada rasa enggan untuk menjawab dengan jawaban yang tidak ada kepastian. Akhirnya saya &#8220;<strong>Minggu sore berangkat !</strong>&#8220;. Ada rasa mantab dan rasa pasti. Setelah dipersiapkan ubo rampe-nya, termasuk menyiapkan upo rampe lainnya karena otomatis selama pulang tidak bisa jualan kecap seperti biasa, dan setelah semua sudah disiapkan pada <a href="http://learning.mas-anto.com/">tempatnya,</a> akhirnya pulang berbekal tas berisi laptop, kaos 2 potong, celana panjang 1 potong dan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-510"></span>Berangkat ke terminal dan kebetulan sehari sebelumnya sudah memesan tiket, tak lama bis  yang ditunggu datang. Jam 16.00 lebih sedikit bis melaju lancar menelusuri tol lingkar luar menuju luar kota. Karena memang tidak sedang musim pulang, kondisi pantura sangat lancar, biasa sampai pemberhentian bis sekitaran jam tujuh malam, pas azan magrib bis berhenti dan mempersilakan penumpangnya untuk istirahat, sholat dan makan malam, karena tidak akan ada pemberhentian berikutnya. Jam 7 kurang seperempat bis berangkat kembali menelusuri pantura dan saya baru ngeh kalau ada ruas tol baru setelah tol Kanci, membuat perjalanan ini menjadi sangat cepat. Jam 2 malam kurang bis sampai Magelang (biasanya jam 4, berarti 2 jam lebih awal). Saya turun di pertigaan antara Magelang &#8211; Muntilan (Jogja). Sepi, kendaraan sangat jarang, dan perjalanan masih jauh sekitaran 12 km lagi. Tidak mungkin saya menunggu pagi. Tukang ojek yang mangkal hanya beberapa motor dan hampir semuanya terlelap. Salah satunya terusik kedatangan saya dan setelah tawar menawar, akhirnya ojek dengan motor Honda GL mengantarkan saya menuju Borobudur dan akhirnya sampai depan rumah. Hanya memakan waktu 15 menit perjalanan ojek ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepi, lengang, rimbun pohon disinari rembulan muda  membuat suasana tenteram dan disitulah ada kedamaian. Saya</p>
<div id="attachment_512" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil2.jpg"><img class="size-medium wp-image-512 " title="prepil2" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil2-300x227.jpg" alt="Borobudur from Prepil Side 2" width="300" height="227" /></a><p class="wp-caption-text">Borobudur from Prepil Side 2</p></div>
<p style="text-align: justify;">menikmati sejenak suasana ini diteras rumah sudah banyak berubah dibanding waktu lahir dan besar dulu. Ada keengganan untuk mengetuk pintu mengingat jam segitu, saat nyenyaknya tidur. Tapi kebiasaan orang tuaku, jam segitu bangun untuk menunaikan sholat tahajud. Dan benar tak berapa lama ada aktifitas dikamar mandi, ada suara orang mengambil wudhu, dan setelah saya intip, memang emak (begitu saya manggil ibu) sudah bangun, akhir saya panggil dan dengan sigap, emak membukakan pintu. Setelah bersalaman, saya masuk setelah menaruh tas , kemudian merebahkan badan. Ada kenyamanan yang saya rasakan dan hanya dirumah ini rasa itu ada. Tak lama sosok laki-laki yang sudah terlihat sepuh, bangun dan menyapa &#8220;<em>Wis mau ?&#8221; (udah dari tadi).</em> Sambil bersalaman saya jawab &#8220;S<em>ak untawis (belum lama)&#8221;</em>. Itulah bapakku, pensiunan PNS guru yang aktif membantu teman-temannya dalam mengurus tunjangan sampai ibukota provinsi seorang diri.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_513" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil3.jpg"><img class="size-medium wp-image-513" title="prepil3" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil3-300x227.jpg" alt="Traktor Pengganti Kerbau" width="300" height="227" /></a><p class="wp-caption-text">Traktor Pengganti Kerbau</p></div>
<p style="text-align: justify;">Tidak seperti biasa suasana kampung panas, tapi rindangnya pohon memberikan nuansa kesejukan. Ada sebuah kebiasaan emak, tiap pagi membuat tempe goreng dan itu khas. Kebiasaan saya adalah tidak pernah sarapan dan tempe orang ini menjadi sarapan saya pagi itu. Setelah ada beberapa urusan, dengan mengendarai moto butut bapak , saya mengantarkan barang titipan ke rumah pak de yang berdomisili di Temanggung. Itung-itung jalan-jalan dan jarak 35 km lebih dinikmati tanpa terasa. Sore itu di kampungku ada gelar kesenian tradisional Topeng Ireng dan Kuda Lumping untuk menyambut pejabat yang datang. Karena kampung disebelah candi Borobudur, kampungku dibina untuk menjadi kampung budaya dan menjadi langganan Home Stay setiap ada perhelatan akbar di candi Borobudur.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada rutinitas setiap pulang, biasanya naik candi Borobudur dan potret sana, potret sini. Kali ada rasa malas, dan kebetulan lupa membawa kamera digital yang udah butut itu. Tapi ada rasa keinginan mengabadikan suasana, untung ada ponsel berkamera bisa dimanfaatkan sesuatu yang saya anggap menarik.</p>
<p style="text-align: justify;">Suasana lingkungan dan keluarga di kampung membangkitkan kerinduan suasana yang telah lalu, dan disitulah semua berawal. Bertemu teman sepermainan, melewati tempat yang menorehkan memori masa kecil dan menjadi saksi tumbuhnya menjadi sosok sekarang ini, itu jika kita pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">
number of view: 1450<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=510&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
