rss search

Dia Punya Dunia Sendiri

line

I'm Always Right (sapudunia.wordpress.com)

Pernah ketemu atau berteman dengan orang yang kalau diajak ngobrol seperti tidak nyambung, susah diajak berkomunikasi secara normal, beranggapan bahwa apa yang dia katakan dan yakini benar walau menurut kebenaran umum itu berarti salah. Terhadap satu persoalan satu ruangan sepakat bahwa tidak terjadi masalah, tapi buat dia ada masalah serius. Semua temannya heran, apa yang menjadi masalah. Dia selalu datang paling awal, diantara para teman-temannya. Secara logika otomatis dia yang paling lama menunggu. Jam tangan dia menunjukkan jam sembilan pagi, artinya seharusnya semua teman-temannya harus sudah datang. Tapi saat itu belum semuanya datang.

Kemudian dia berdalih, bahwa teman-temannya terlambat, padahal kenyataanya masih setengah jam lagi dari jam sembilan. Tapi dia sangat yakin bahwa jam dia yang paling benar. Semua itu diungkapkan dalam sebuah milis yang diikuti oleh teman-temannya dan dia mengeluh kok semuanya pada terlambat. Respon berdatangan dan milis menjadi ramai, sampai yang berwenang ikut campur. Bukan hanya masalah diatas tapi untuk hal-hal yang lain dia selalu berpikir apa yang dia yakini yang paling benar walau sudah ditunjukkan fakta-fakta yang ada.

Number of View :10270

Popularity: 9% [?]

Comments

comments


35 comments

line
  1. Kunjungan tengah malam.
    Sala….m!!!!

    line
  2. pernah juga dan memang kita harus sabar menghadapinya sebagai teman. Walau kesabaran kita kadang habis karena kita masih susah memahami persepsinya.

    Btw Trims Mas sudah berkunjung ke blog saya di leysbook.
    Salam :)
    .-= arkasala

    line
  3. yup sepakat saya mas.. dng banyak bergaul akan memperluas dan memperkaya cara pandang pada suatu permasalahan.
    pada kasus di atas sepertinya teman yg kuper td terkekang oleh suatu “teori” kesempurnaan yg kalau di dunia nyata sering berbeda dng teorinya. janji bertemu jam 9. mmg akan lbh baik klo stgh jam sblmnya kita sdh siap. tp kalo saya datang jam 8.59 belum terlambat dong :P

    line
  4. memang berinteraksi dengan lingkungan penting sekali mas, agar cara berikir menjadi luar dan arif.

    salam’.
    .-= Badruz

    line
  5. jadi pengen tau seperti apa cerita selengkapnya…
    .-= imadewira

    line
  6. iya, sama ma imadewira.. jd pnasaran ma cerita & endingnya.. :D

    line
  7. kalo untuk aku pribadi justru takut untuk mengeluarkan apa yang ada didalam fikiranku… dengan banyaknya teman dan luasnya pergaulan membuat trauma akan ditusuk dari blakang…maka saya memilih hidup dengan dunia saya sendiri….
    bukan karena orang tua yang protek atau aku yang tidak mau bergaul….tapi pergaulan itu yang akhirnya menciptakan dunia aku sendiri….

    line
    • Anonymous

      Pernah gak ditengah keramaian, merasa sepi?. Bergaul adalah tuntutan sosial. Memilih dan memilah adalah hak prerogatif pribadi. Pandai menempatkan diri dan tahu batasan salah satu kuncinya.

      line
  8. selamat siang mas
    .-= sunarno

    line
  9. semakin banyak teman, semakin banyak yang bisa diperbincangkan, semakin banyak pula sudut pandang, makin asik.
    tapi kadang aku tetap saja suka kesendirian, mengutak-atik huruf menjadi deretan kata yang kuserahkan pada siapapun yang membaca untuk melekatkan makna
    .-= sunarno

    line
  10. pamit pulang mas
    .-= sunarno

    line
  11. beda kepala beda isinya mas.

    line
  12. ……………………………
    ……………………………
    ……….ooooO…………..
    ………..(………)………..Ooooo……
    …………..)……)………..(………)………
    …………..(_…)…………..)……)……….
    ………………………………(_…)…………..

    dan akupun ingin meninggalkan jejak kaki ku di blg ini, kunjungan balasan nih, salam kenal ya?

    line
  13. berbeda pendapat itu boleh, namun kalau selalu merasa benar itu malah merepotkan yang lain. Keras kepala seperti itu harus dihindari sebelum timbul masalah yang lain
    .-= mandor tempe

    line
  14. itu namanya vampire energi tuh…karena dia menghisap energi kita dengan ke kuekehan dirinya…biasanya kita capek kalo habis ketemu orang begini…

    line
  15. tragis!!!
    prihatin banget dengan keadaannya dia. kenapa keluarganya memberikan didikan yang seperti itu? hingga dia harus menanggung perjalanan hidupnya tanpa sahabat, bahkan tak ada temen untuk sekedar berbagi.

    apakah dia yang di maksud, mahasiswa yang ikut kelas sampeyan pak????
    semoga dia bisa menemukan dunianya yang baru, dan menemukan temen2 yang mampu memberi dia semangat, hingga melupakan keterpurukan atas keadaannya :)
    .-= zulhaq

    line
  16. Ini menarik. Butuh kesabaran ekstra untuk mengahadapi orang serupa itu :)

    line
  17. Bersabarlah ngadepin orang macam begini, mungkin kedepan dirimulah yang bakalan jadi sahabat baiknya :D

    line
    • Anonymous

      Pernah gak ditengah keramaian, merasa sepi?. Bergaul adalah tuntutan sosial. Memilih dan memilah adalah hak prerogatif pribadi. Pandai menempatkan diri dan tahu batasan salah satu kuncinya.

      line
  18. kasihan juga ya mas orang ini.
    padahal dgn banyak bergaul, banyak juga ilmu yg kita dapatkan, juga kita bisa belajar utk berfikir dan bersikap lebih bijak.
    salam.
    .-= bundadontworry

    line
  19. Saya ndak ikut milis lagi. Saya bergaul di dunia nyata sajalah. Hehe..

    line
  20. kunciny asatu itu….., sing sabar….
    .-= alief

    line
  21. kalau autis kaya saya ini, kira kira kalau keluar kebun kaya temen mas ini gak yah? *gawat nih…*

    line
  22. ooooo gitu toh pak….

    salam

    line
  23. yos

    nemuin orang kaya gtu baiknya dibimbing sob,,,
    byr bisa jadi makhluk sosial yang baik,,,
    wookkeee..

    line
  24. ya mungkin karena dy g prnh bergauL dri duLu..makax kaya gtu..
    mungkin jg..dy sekarang seperti ini..untuk mencari perhatian..karena g pernah mendapatkan perhatian… *maybeee….* :p
    mungkin *lagi dan lagi* org ini hrus punya teman duLu,,sehingga baru bisa menyadari klo d dunia ini bukan hanya ada dy..tapi masih banyak org2…
    *ini hanyalah kemungkinan2 dari pemikiran saia* :mrgreen:

    salam kenaL om..

    line
  25. kips

    Kalau berhadapan dengan orang yang selalu berpikir apa yang dia yakini yang paling benar itu memang ngeselin, terlebih jika kita telah mencoba memahami karakternya sebisa mungkin :-D

    line
  26. yaaa mungkin memang dia bertempramen perfeksionis dan kritikus ya. Jadi segala hal harus perfect atau dikritik. Sebenarnya dua hal ini tidak jelek, asal digunakan pada tempatnya, bukan dalam segala aspek kehidupan.

    Justru yang menderita itu bukan orang lain, melainkan DIRINYA SENDIRI. Dia yang stress terus, mengeluh terus, kesal terus, mengapa semuanya tidak berjalan sesuai keinginannya. Sementara teman-temannya sih santai saja, kalo perlu, tidak perlu berteman dengan dia lagi. Beres. Sementara dia makin tak punya teman.

    Kasihan orang yang begitu ya.

    line
  27. Sungguh kasihan orang itu.orang seperti itu cenderung bikin kesel dan marah orang disekitarnya.tetapi kalau difikir-fikir lagi.saya berpendapat menyedihkan sekali kehidupan dia.

    salam

    line
  28. untungnya blm pernah nemu yg kayak gt, tp kalo nemu pasti kesel banget
    .-= senny

    line
  29. H

    Agak-agak mirip dengan kisah pribadi aku juga :)

    line
  30. fauza

    salam kenal…
    kunjungan pertama ku…
    kunjungi juga blogku.. yahhh walau aku masih sangat2 pemula..

    line
  31. saya sendiri mass ….

    line

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge