35 thoughts on “Delapan Windu Kemerdekaan

  1. Pambudi Nugroho

    Mas Anto yang berbahagia,

    Delapan windu Kemerdekaan, berarti bagaimana
    mengaktualisasikan cita-cita proklamasi itu sendiri adalah secara bersama semua elemen lapisan bangsa, bergandengan tangan sehati sepikir untuk berani mengambil keputusan menuju perubahan. Paling tidak hal kongkretnya adalah merubah paradigma lama pribadi lepas pribadi, cara kita berpikir, cara kita bekerja (apapun pekerjaan kita) menjadi lebih berkualitas untuk ditiap lingkungan komunitas kita yang terkecil yakni keluarga dan Rumah Tangga sekitar kita.

    Perubahan menuju kemakmuran ada dalam keputusan kita bersama yang merindukan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

    Terima kasih atas lawatan dan komentarnya diblog saya Mas. Salam sejahtera selalu

    Reply
  2. Septa

    Merdeka…!!!
    semoga kita bersama-sama bisa mengisi kemerdekaan ini dengan semangat yang tinggi, kita lanjutkan perjuangan bangsa ini…

    Salam

    Reply
  3. bocahbancar

    Hhmm..berapa Windu lagi ya….

    Ini tantangan bagi kita semua kan Pak…
    Semoga Anda adalah salah satu orang yang bersedia berkontribusi dalam percepatan menuju kemakmuran rakyat Indonesia…. :)

    Salam semangat selalu

    Reply
  4. Hary4n4

    Mari berdayakan semua keberagaman ini..utk menjadikan Keadilan dan Kesejahteraan bagi seluruh Rakyat Indonesia… Buang jauh2 segalan kepalsuan serta kebohongan yg ada..agar negeri ini cepat bebas dari segala keterpurukan…
    Makasih utk Mas Anto..karna udah mampir ke tempat saya…
    Salam hangat.. Salam damai selalu….
    Dirgahayu Indonesia.. Dirgahayu Bumi Pertiwi.. Jayalah negeri dan bangsaku…
    MERDEKA….!

    Reply
  5. Ritasusanti

    Saya fikir itu menjadi kewajiban dan tanggung jawab kita semua sebagai bagian dari bangsa dan negara ini, dan pemimpin memang memiliki peran yang sangat penting dan strategis untuk menjadi mediator bagi terlaksanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang kita idam-idamkan…

    Terima kasih mas Anto atas kunjungan nya:)
    Terima kasih.
    Merdeka!!

    Reply
  6. arifin

    kemerdekaan memang bukan untuk dirayakan, tapi merupakan tantangan untuk berkarya. jangan bertanya apa yang diberikan negara kepada kita, tapi tanyakanlah apa yang telah kita berikan kepada negara.

    Reply
  7. kidungjingga

    butuh berapa windu lagi? mmm.. mungkin yang lebih dulu dilakukan adalah mendefinisikan adil, makmur, merdeka-nya terlebih dahulu… adil dalam pengertian apa, makmur menurut siapa, merdeka dalam hal apa, dst. pendefinisian bisa berubah, artinya target ‘waktu’ pun ga akan pernah sama..

    Reply
  8. mahardhika

    mari kita sonsong masa depan yg lebih baik,
    mari kita mulai dari diri sendiri berusaha memberikan sumbangsih terbaik untuk negara tercinta.

    berantas korupsi yukk :D
    MERDEKA!!

    Reply
  9. edratna

    Sudah selayaknya kita semua (masyarakat dan pemerintah) bersatu padu agar membuat Indonesia aman dan tentram. Negeri yang aman, membuat penduduknya bisa bekerja dengan tenang, dan perekonomian akan bergerak

    Reply
  10. mas8nur

    Kemakmuran Indonesia bukan tanggung jawab para pemimpinnya saja, tapi rakyat harus sepenuh hati untuk mendukung dan memulai kebangkitan dari diri sendiri.

    Apakah kita sudah termasuk didalamnya…BANGKIT>>>>> ?

    Reply
  11. rovandi

    Semoga yang gelap menjadi terang, yang putih tidak di halangi-halangi oleh kejumudan. MERDEKA ITU TAUHID, BEBASSS !!

    Reply
  12. ando

    indonesia udah 64 tahun, usia yang lebih dari matang tapi sepertinya masih perlu belasan atau puluhan tahun lagi untuk melihat indonesia jaya. namun semoga saja cukup beberapa tahun indonesia bisa berjaya, adil dan makmur.

    Reply
  13. perigitua

    haddiirrr…..
    malam2 gini, jalan2 menyambangi sahabat tersayang…, minta nasinya dong, laperr.. euy..

    tak perlu menunggu selama itu. cukup hari ini, saat ini, kita berjuang sebaik mungkin maka besok Indonesia akan berubah…

    cu…

    Reply
  14. KangBoed

    Saya mengucapkan SELAMAT menjalankan PUASA RAMADHAN.. sekaligus Mohon Maaf Lahir dan Bathin jika ada kata kata maupun omongan dan pendapat yang telah menyinggung atau melukai perasaan para sahabat dan saudaraku yang kucinta dan kusayangi.. semoga bulan puasa ini menjadi momentum yang baik dalam melangkah dan menghampiriNYA.. dan menjadikan kita manusia seutuhnya meliputi lahir dan bathin.. meraih kesadaran diri manusia utuh.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Jiwa yang Tenang

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>