Bukan maksud mau promosi film yang kebetulan berjudul sama dengan judul posting ini, tapi kalau membaca sinopsis film yang dibesut oleh Dedy Mizwar ini, sepertinya merupakan cerminan dari kondisi terkini. Tiap hari media menyuguhkan informasi yang kebetulan berisi polah tingkah para pemimpin, penegak hukum yang saling tunjuk, saling tuding, saling serang dan saling ngeles. Tiba-tiba Gayus menjadi sebuah icon ajaib yang mengkonotasikan penyelewengan pajak, sehingga para kenek bis kota jika bisnya melewati kantor pajak mempunyai sebutan baru, “Gayus..gayus… ada yang mau turun….?.
Kebobrokan lambat laun terkuak, menyakitkan memang, menggeramkan pasti, memalukan sangat. Penegak hukum malah mempermainkan hukum dan melegenda dengan sebutan mafia hukum. Mafia identik dengan penipuan, raja tega, mematikan hak orang, dan hal-hal yang berbau pelanggaran hukum. Respon yang muncul adalah masyarakat menjadi kecewa, marah dan mengkristal menjadi bentuk perlawanan yang cenderung anarkis. [Read more...]
number of view: 2182Popularity: 50% [?]










Respon Terbaru