<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>antokoe dot com &#187; Pariwisata</title>
	<atom:link href="http://antokoe.com/category/sosial/pariwisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antokoe.com</link>
	<description>Catatan Langkah Pikiran&#8482;</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 10:27:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Pulang</title>
		<link>http://antokoe.com/pulang/</link>
		<comments>http://antokoe.com/pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 20:01:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[pulang kampung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=510</guid>
		<description><![CDATA[Minggu lalu, orang tua saya telepon dan tanya kapan jadi mau pulang?. Ada keraguan untuk menjawab pertanyaan ini, karena sudah berapa kali menjawab, &#8220;Segera, lagi dicari waktu yang pas !&#8220;. Kali ini ada rasa enggan untuk menjawab dengan jawaban yang tidak ada kepastian. Akhirnya saya &#8220;Minggu sore berangkat !&#8220;. Ada rasa mantab dan rasa pasti. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_511" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil1.jpg"><img class="size-medium wp-image-511" title="prepil1" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil1-300x225.jpg" alt="Borobudur form Prepil Side" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Borobudur form Prepil Side</p></div>
<p style="text-align: justify;">Minggu lalu, orang tua saya telepon dan tanya kapan jadi mau pulang?. Ada keraguan untuk menjawab pertanyaan ini, karena sudah berapa kali menjawab, &#8220;<strong>Segera, lagi dicari waktu yang pas !</strong>&#8220;. Kali ini ada rasa enggan untuk menjawab dengan jawaban yang tidak ada kepastian. Akhirnya saya &#8220;<strong>Minggu sore berangkat !</strong>&#8220;. Ada rasa mantab dan rasa pasti. Setelah dipersiapkan ubo rampe-nya, termasuk menyiapkan upo rampe lainnya karena otomatis selama pulang tidak bisa jualan kecap seperti biasa, dan setelah semua sudah disiapkan pada <a href="http://learning.mas-anto.com/">tempatnya,</a> akhirnya pulang berbekal tas berisi laptop, kaos 2 potong, celana panjang 1 potong dan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-510"></span>Berangkat ke terminal dan kebetulan sehari sebelumnya sudah memesan tiket, tak lama bis  yang ditunggu datang. Jam 16.00 lebih sedikit bis melaju lancar menelusuri tol lingkar luar menuju luar kota. Karena memang tidak sedang musim pulang, kondisi pantura sangat lancar, biasa sampai pemberhentian bis sekitaran jam tujuh malam, pas azan magrib bis berhenti dan mempersilakan penumpangnya untuk istirahat, sholat dan makan malam, karena tidak akan ada pemberhentian berikutnya. Jam 7 kurang seperempat bis berangkat kembali menelusuri pantura dan saya baru ngeh kalau ada ruas tol baru setelah tol Kanci, membuat perjalanan ini menjadi sangat cepat. Jam 2 malam kurang bis sampai Magelang (biasanya jam 4, berarti 2 jam lebih awal). Saya turun di pertigaan antara Magelang &#8211; Muntilan (Jogja). Sepi, kendaraan sangat jarang, dan perjalanan masih jauh sekitaran 12 km lagi. Tidak mungkin saya menunggu pagi. Tukang ojek yang mangkal hanya beberapa motor dan hampir semuanya terlelap. Salah satunya terusik kedatangan saya dan setelah tawar menawar, akhirnya ojek dengan motor Honda GL mengantarkan saya menuju Borobudur dan akhirnya sampai depan rumah. Hanya memakan waktu 15 menit perjalanan ojek ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepi, lengang, rimbun pohon disinari rembulan muda  membuat suasana tenteram dan disitulah ada kedamaian. Saya</p>
<div id="attachment_512" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil2.jpg"><img class="size-medium wp-image-512 " title="prepil2" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil2-300x227.jpg" alt="Borobudur from Prepil Side 2" width="300" height="227" /></a><p class="wp-caption-text">Borobudur from Prepil Side 2</p></div>
<p style="text-align: justify;">menikmati sejenak suasana ini diteras rumah sudah banyak berubah dibanding waktu lahir dan besar dulu. Ada keengganan untuk mengetuk pintu mengingat jam segitu, saat nyenyaknya tidur. Tapi kebiasaan orang tuaku, jam segitu bangun untuk menunaikan sholat tahajud. Dan benar tak berapa lama ada aktifitas dikamar mandi, ada suara orang mengambil wudhu, dan setelah saya intip, memang emak (begitu saya manggil ibu) sudah bangun, akhir saya panggil dan dengan sigap, emak membukakan pintu. Setelah bersalaman, saya masuk setelah menaruh tas , kemudian merebahkan badan. Ada kenyamanan yang saya rasakan dan hanya dirumah ini rasa itu ada. Tak lama sosok laki-laki yang sudah terlihat sepuh, bangun dan menyapa &#8220;<em>Wis mau ?&#8221; (udah dari tadi).</em> Sambil bersalaman saya jawab &#8220;S<em>ak untawis (belum lama)&#8221;</em>. Itulah bapakku, pensiunan PNS guru yang aktif membantu teman-temannya dalam mengurus tunjangan sampai ibukota provinsi seorang diri.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_513" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil3.jpg"><img class="size-medium wp-image-513" title="prepil3" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil3-300x227.jpg" alt="Traktor Pengganti Kerbau" width="300" height="227" /></a><p class="wp-caption-text">Traktor Pengganti Kerbau</p></div>
<p style="text-align: justify;">Tidak seperti biasa suasana kampung panas, tapi rindangnya pohon memberikan nuansa kesejukan. Ada sebuah kebiasaan emak, tiap pagi membuat tempe goreng dan itu khas. Kebiasaan saya adalah tidak pernah sarapan dan tempe orang ini menjadi sarapan saya pagi itu. Setelah ada beberapa urusan, dengan mengendarai moto butut bapak , saya mengantarkan barang titipan ke rumah pak de yang berdomisili di Temanggung. Itung-itung jalan-jalan dan jarak 35 km lebih dinikmati tanpa terasa. Sore itu di kampungku ada gelar kesenian tradisional Topeng Ireng dan Kuda Lumping untuk menyambut pejabat yang datang. Karena kampung disebelah candi Borobudur, kampungku dibina untuk menjadi kampung budaya dan menjadi langganan Home Stay setiap ada perhelatan akbar di candi Borobudur.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada rutinitas setiap pulang, biasanya naik candi Borobudur dan potret sana, potret sini. Kali ada rasa malas, dan kebetulan lupa membawa kamera digital yang udah butut itu. Tapi ada rasa keinginan mengabadikan suasana, untung ada ponsel berkamera bisa dimanfaatkan sesuatu yang saya anggap menarik.</p>
<p style="text-align: justify;">Suasana lingkungan dan keluarga di kampung membangkitkan kerinduan suasana yang telah lalu, dan disitulah semua berawal. Bertemu teman sepermainan, melewati tempat yang menorehkan memori masa kecil dan menjadi saksi tumbuhnya menjadi sosok sekarang ini, itu jika kita pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">
number of view: 1450<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=510&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Candi Borobudur Sekarang</title>
		<link>http://antokoe.com/candi-borobudur-sekarang/</link>
		<comments>http://antokoe.com/candi-borobudur-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 19:04:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[candi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang naik Candi Borobudur mahal banget &#8230;.!!! Candi Borobudur Itu kira-kira keluhan para pengunjung Candi Borobudur pada musim libur lebaran kemarin. Sebagai orang yang lahir dan besar di sekitar Candi Borobudur keluhan seperti itu tidak begitu merisaukan, karena kami semua mempunyai jalur khusus untuk masuk kawasan Candi Borobudur. Tentunya jalur ini adalah jalur informal, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote style="text-align: justify;"><p><em><strong>Sekarang naik Candi Borobudur mahal banget &#8230;.!!!</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_332" class="wp-caption aligncenter" style="width: 609px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-332" title="brbd" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2009/10/brbd.jpg" alt="Candi Borobudur" width="599" height="324" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Candi Borobudur</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Itu kira-kira keluhan para pengunjung Candi Borobudur pada musim libur lebaran kemarin. Sebagai orang yang lahir dan besar di sekitar Candi Borobudur keluhan seperti itu tidak begitu merisaukan, karena kami semua mempunyai jalur khusus untuk masuk kawasan Candi Borobudur. Tentunya jalur ini adalah jalur informal, tapi sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh orang umum.<span id="more-328"></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_333" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-333" title="naik" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2009/10/naik.jpg" alt="Mendaki Borobudur" width="225" height="300" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Mendaki Borobudur</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Candi Borobudur yang sudah ditetapkan oleh dunia sebagai salah satu warisan budaya dunia walaupun sudah tidak termasuk dalam 7 keajaiban dunia berkembang tidak begitu pesat. Mungkin hal ini karena sebagai warisan budaya dunia, pemerintah daerah, propinsi atau pusat tidak bisa sembarangan melakukan kegiatan pengembangan tanpa seijin dari Unesco (PBB). Dalam pengelolaannya Candi Borobudur dikelola oleh dua pihak yaitu swasta yaitu taman disekitar candi dan Dinas Purbakala untuk pelataran dan candi. Keterlibatan pihak swasta inilah yang menyebabkan tiket masuk menjadi mahal, sedang Dinas Purbakala hanya mengambil sekitar Rp. 1.000 (kalau tidak salah). Banyaknya wahana di taman candi juga memberikan banyak pilihan selain menikmati Candi Borobudur.</p>
<p style="text-align: justify;">Berekreasi ke Candi Borobudur membutuhkan persiapan materi dan fisik yang kuat. Fisik diperlukan mengingat sebelum mencapai pelataran candi kita harus berjalan sekitar 1 km dan cuaca sangat panas pada musim kemarau. Tapi jangan kuatir karena kita bisa membeli topi khas Borobudur atau malah menyewa payung. Jika tidak ingin capek berjalan, kita juga bisa menumpang mobil kereta yang akan membawa ke tempat naik candi dari sisi yang lain sambil menikmati taman candi. Setibanya dipelataran candi persiapan fisik harus lebih lagi karena kita akan mendaki sampai puncak dimana stupa terbesar berada.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_334" class="wp-caption  aligncenter" style="width: 606px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-334" title="luck" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2009/10/luck.jpg" alt="Stupa Keberuntungan" width="596" height="446" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Stupa Keberuntungan</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Tip agar tidak terlalu capai menaiki candi adalah, setiap naik satu tingkat, kita berkeliling menikmat relief, kemudian naik satu tingkat, berkeliling lagi dan seterusnya. Jangan membawa bekal air minum yang cukup serta kurangi beban yang tidak perlu. Ada suatu kebiasaan bila naik Candi Borobudur tidak afdol kalau tidak berusaha meraih stupa yang dipercaya dapat mengukur seberapa besar keinginan kita bisa tercapai. Stupa ini terletak dibagian timur, dan tidak semua stupa tapi hanya satu stupa. Kebiasaan lain adalah berfoto ria. Bila sudah sampai pada puncak candi banyak ditemukan angle foto yang menarik. Jika tidak membawa kamera, kita bisa memanfaatkan tukang foto yang banyak ditemui di pelataran sampai puncak candi dan langsung dapat diambil hari itu juga. Masalah harga bisa dinegosiasikan. Keuntungannya adalah kita akan ditunjukkan dimana angle-angle yang pas untuk berfoto dan hasilnya biasa lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_335" class="wp-caption  aligncenter" style="width: 606px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-335" title="stupa" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2009/10/stupa.jpg" alt="Open Stupa" width="596" height="446" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Open Stupa</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Berwisata tanpa belanja souvenir kurang afdol. Setelah kita turun dan akan kembali ke kendaraan diparkir, kita akan dilewatkan pada deretan pedagang souvenir menarik dari mulai baju batik, pernak-pernih, miniatur stupa sampai cobek batu asli. Dalam berbelanja kita harus pandai-pandai menawar agar barang yang dibeli tidak kemahalan. Selain itu juga ketelitian dalam memilih kualitas barang yang dibeli sangat penting.</p>
<p style="text-align: justify;">Menikmati keindahan Candi Borobudur terasa kurang bebas dan puas jika kita kesana pada saat musim liburan, karena candi akan dipenuhi pengunjung. Tipnya adalah berkunjunglah ke Candi Borobudur pada saat tidak musim liburan, kita akan puas menikmati dan merasakan hembusan udara sejuk</p>
number of view: 2754<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=328&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/candi-borobudur-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Borobudur International Festival 2009</title>
		<link>http://antokoe.com/borobudur-international-festival-2009/</link>
		<comments>http://antokoe.com/borobudur-international-festival-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 07:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[bom]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.wordpress.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh disayangkan perhelatan Borobudur International Festival 2009 dikotori dengan ulah para teroris dengan meledakan 2 hotel berbintang di Jakarta, JW Marriot dan Ritz Carlton. Gaung dari festival ini sebenarnya sudah lama terdengar dan bisa menjadi pembuktian kalau Indonesia aman. Kebetulan tanggal 18 Juli 2009 kemarin aku berkesempatan pulang kampung dan kebetulan festival ini masih berlangsung. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_248" class="wp-caption aligncenter" style="width: 362px"><img class="size-medium wp-image-248" title="bif2009" src="http://antokoe.files.wordpress.com/2009/07/bif2009.jpg?w=300" alt="Borobudur International Festival 2009" width="352" height="152" /><p class="wp-caption-text">Borobudur International Festival 2009</p></div>
<p>Sungguh disayangkan perhelatan Borobudur International Festival 2009 dikotori dengan ulah para teroris dengan meledakan 2 hotel berbintang di Jakarta, JW Marriot dan Ritz Carlton. Gaung dari festival ini sebenarnya sudah lama terdengar dan bisa menjadi pembuktian kalau Indonesia aman. Kebetulan tanggal 18 Juli 2009 kemarin aku berkesempatan pulang kampung dan kebetulan festival ini masih berlangsung. Ada rasa penasaran untuk melihat seperti apa festival ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-247"></span></p>
<div id="attachment_249" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-249" title="bif09-8" src="http://antokoe.files.wordpress.com/2009/07/bif09-8.jpg?w=150" alt="Panggung Utama" width="150" height="112" /><p class="wp-caption-text">Panggung Utama</p></div>
<p>Kebetulan lokasi festival dengan rumahku tidak begitu jauh, jalan kaki sekitar 10 menit dan oleh panitia selama festival berlangsung pengunjung (khususnya masyarakat sekitar) diperbolehkan masuk tanpa membeli karcis (biasanya juga gak bayar, tinggal lompat pagar). Ramai suasananya, terdiri tiga bangunan tenda besar, sebelah kiri &#8211; kanan merupakan stand-stand yang diisi oleh pemerintah daerah di Jawa Tengah dan propinsi seperti Papua, Nusa Tenggara dan lainnya. Sedangkan ditengah merupakan tenda besar dengan deretan ratusan kursi menghadap ke panggung ukuran besar. Dan dipanggung inilah aneka kesenian baik dalam dalam negeri maupun luar negeri seperti Thailand dan Jerman dipertunjukkan. Festival ini dibuka jam 09.00 s.d 09.30 malam.</p>
<p style="text-align:justify;">Stand-stand yang ada memamerkan serta menjual berbagai produk kerajinan khas daerah masing-masing. Setelah</p>
<div id="attachment_250" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-250" title="bif09-2" src="http://antokoe.files.wordpress.com/2009/07/bif09-2.jpg?w=300" alt="Stand Purbakala" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Stand Purbakala</p></div>
<p>berputar-putar melihat stand-stand yang ada, pengunjung bisa langsung menaiki Candi Borobudur bersama ribuan pengunjung yang ada. Disisi lain dari lingkungan Candi Borobudur ditampilkan seni tradisional dari masyarakat Borobudur juga para seniman setempat, seperti seni instalasi dan kabaret. Walau capek naik turun tapi ada kepuasan tersendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya festival seperti ini bisa menjadi ajang yang megah dan prestisius jika negara ini aman dan tentram tanpa diganggu oleh para teroris. Mudah-mudahan harapan ini kedepan bisa menjadi kenyataan.</p>
number of view: 1954<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=247&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/borobudur-international-festival-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
