<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>antokoe dot com &#187; Sosial</title>
	<atom:link href="http://antokoe.com/category/sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antokoe.com</link>
	<description>Catatan Langkah Pikiran&#8482;</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Apr 2012 03:37:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Salah Gaul</title>
		<link>http://antokoe.com/salah-gaul/</link>
		<comments>http://antokoe.com/salah-gaul/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Mar 2011 07:11:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[salah gaul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=688</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini terinspirasi dari info tak sengaja didengar oleh saya. Dan yang cerita itu juga bersumber dari informal source, alias tidak jelas. Jadi jika unsur kebenaran dari informasi ini tidak valid dan lebih dekat gosip mohon dimaklumi. Gosip apa sih&#8230;.?. Tetangga yang baru kelas 2 SMP hamil 7 bulan. Sebentar, ekspresi seperti apa yang harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Tulisan ini terinspirasi dari info tak sengaja didengar oleh saya. Dan yang cerita itu juga bersumber dari <em>informal source</em>, alias tidak jelas. Jadi jika unsur kebenaran dari informasi ini tidak valid dan lebih dekat gosip mohon dimaklumi.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<div id="attachment_689" class="wp-caption alignleft" style="width: 217px"><em><em><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/03/bad_influence.jpg"><img class="size-medium wp-image-689" title="bad_influence" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/03/bad_influence-300x249.jpg" alt="" width="207" height="172" /></a></em></em><p class="wp-caption-text">Bad Influence</p></div>
<p style="text-align: justify;"><em>Gosip apa sih&#8230;.?. </em>Tetangga yang baru kelas 2 SMP hamil 7 bulan. Sebentar, ekspresi seperti apa yang harus saya ditunjukkan mendengar informasi ini. Kalau ekspresi lebay seperti pemeran sinetron negeri ini kok sepertinya <em>&#8220;gak gue banget&#8221;</em> gitu. Ekspresi saya tenang, cool, sok memahami dan bahkan cenderung memaklumi. Loh&#8230;&#8230; Wah gawat nih, tidak punya kepedulian tetangga nih&#8230;. Memang begitu ya&#8230;..? Mungkin diera om dan pak de saya hal seperti tidak umum, tapi di era semua orang bisa terhubung dengan mudah dan bebas, kondisi seperti itu termaklumi, walau tetap menyisakan tanda tanya, &#8220;<em>ada apa dengan keluarganya&#8221;.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-688"></span>Masa dimana semua keinginan bisa diwujudkan dengan mudah dan bebas, benteng utama adalah keluarga. Bahkan di keluargapun tidak sepenuhnya aman, karena racun itu ada diruang tamu kita berupa tayangan televisi dan juga penetrasi internet sampai pada genggaman kita. Semua media bisa menularkan racun negatif, tapi yang positif tidak bisa dipungkiri dapat memintarkan bahkan dapat memberikan <em>added value</em>. Jaman informasi ini istilah salah asuh mungkin tidak serelevan tempo dulu, tapi salah gaul itu bisa jadi implikasi dari salah asuhan. Berhadapan dengan anak atau remaja sekarang tidak bisa bermodal larangan. Semuanya harus beralasan dan dapat diterima dengan logika mereka. Kenapa menjadi salah gaul?. Anak SMP bisa berhubungan dengan anak kuliahan dan implikasinya begitu fatal, dan lebih dekat sekali dengan aib.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepertinya perlu modal buat para orang tua, agar anaknya tidak salah gaul. Sekarang era informasi dimana internet menjadi tulang punggungnya, orang tua sekarang sepertinya harus mengikuti perkembangan yang terjadi diluaran, apa yang menjadi perhatian anak-anaknya kalau perlu melibatkan diri. Orang tua tahu jejaring sosial bukan sebuah hal yang aneh bahkan menjadi sangat wajar, jika bermotivasi untuk memahami dunia anak-anaknya. Tindakan adaptif seperti nya akan menjadi hal yang efektif untuk membangun langkah preventif. Tindakan seperti apa itu ?. Dengan memasukkan kata kunci yang tepat, mbah Google memberikan alternatif informasi yang berguna buat orang tua.</p>
<p style="text-align: justify;">Wuih&#8230;.orang tua yang gaul, awas loh malah jadi salah gaul&#8230;&#8230;.:d</p>
<p style="text-align: justify;">gambar dicomot dari <a href="http://inglie.blogspot.com/2011/03/me-and-my-bad-influence.html">sini</a></p>
Number of View :5008<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=688&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/salah-gaul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berempati dan Berkearifan</title>
		<link>http://antokoe.com/berempati-dan-berkearifan/</link>
		<comments>http://antokoe.com/berempati-dan-berkearifan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Oct 2010 15:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi]]></category>
		<category><![CDATA[dpr]]></category>
		<category><![CDATA[marijan]]></category>
		<category><![CDATA[mentawai]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pray for indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/berempati-dan-berkearifan/</guid>
		<description><![CDATA[Negeri ini seperti sedang bergerak, bukan hanya secara ekonomi, sosial dan politik tapi alam juga berdinamika. Dinamika alam seperti cerminan dari kegelisahan negeri ini dalam mencari dan menemukan jati diri kembali kebangsaan. Ketidakmampuan para pemangku negeri ini dalam menghadapi segala bentuk dinamika yang ada. Satu sisi diberbagai belahan negeri ini banjir kesedihan dan keprihatinan karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_630" class="wp-caption alignleft" style="width: 217px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/10/pray4indonesia_antokoe1.jpg"><img class="size-medium wp-image-630" title="pray4indonesia_antokoe1" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/10/pray4indonesia_antokoe1-300x300.jpg" alt="Pray for Indonesia Antokoe" width="207" height="207" /></a><p class="wp-caption-text">Pray for Indonesiakoe</p></div>
<p style="text-align: justify;">Negeri ini seperti sedang bergerak, bukan hanya secara ekonomi, sosial dan politik tapi alam juga berdinamika. Dinamika alam seperti cerminan dari kegelisahan negeri ini dalam mencari dan menemukan jati diri kembali kebangsaan. Ketidakmampuan para pemangku negeri ini dalam menghadapi segala bentuk dinamika yang ada. Satu sisi diberbagai belahan negeri ini banjir kesedihan dan keprihatinan karena bencana alam yang menimpa mereka buah dari dinamika alam sedangkan para pemangku negeri seperti tidak berkemampuan menghadapinya padahal jika belajar dari pengalaman seharusnya mereka matang karena negeri ini akrab dengan bencana.<span id="more-628"></span> Yang dibutuhkan sebenarnya tindakan nyata bukan hanya saling menyalahkan. Mereka butuh empati nyata bukan hanya linangan air mata dari petinggi negeri ini atau malah menyalahkan para korban kenapa tidak mau direlokasi. Sebuah ketercelaan pemimpin parlemen negeri ini yang kurang memiliki kesensitifan, rasa empati dan terlalu cuek dengan bentuk kearifan lokal serta kurang menyadari kalau negeri ini terbangun dari puluhan bahkan ratusan keragaman yang susah payah disatukan para pendiri negeri ini. Kejernihan dalam melihat kondisi negeri ini mungkin terkaburkan oleh kepentingan yang kadang urgensi-nya lemah. Studi banding bisa ditunda atau bahkan ditiadakan seketika melihat negeri ini sedang membutuhkan empati ekstra. Miliaran anggaran yang dikeluarkan lebih berkah untuk meringankan saudara sebangsa yang terkena bencana banjir Wasior, gempa/tsunami Mentawai dan meletusnya gunung Merapi dibanding berstudi banding yang kurang jelas.<br />
Satu pernyataan yang seharusnya kurang pantas terucap dari sang pemimpin parlemen yang terhormat berkenaan dengan sang kuncen Merapi, mbah Marijan. Ketidakbersediaan sang kuncen untuk turun gunung padahal bahaya mengancam, tentunya sangat beralasan buat sang kuncen. Makna dan nilai pengabdian sang kuncen sangat kontras dengan sang anggota dewan yang terhormat.  Ukuran pengabdian tidak diukur dengan materi atau logika tapi tindakan nyata yang kadang diluar jangkauan logika umum.<br />
Saya terharu dengan pengabdian sang kuncen, tapi saya gemas dengan sang wakil rakyat yang terhormat.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Sugeng tindak mbah, mugi amal ibadah panjenengan dipun bales kalih Gusti Allah. </em></p>
</blockquote>
Number of View :4975<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=628&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/berempati-dan-berkearifan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Genit Menggelitik Manja Mempesona</title>
		<link>http://antokoe.com/genit-menggelitik-manja-mempesona/</link>
		<comments>http://antokoe.com/genit-menggelitik-manja-mempesona/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 09:14:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[mop]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah quote yang cukup akrab ditelinga saya dan selalu mengingatkan saya pada majalah remaja yang terbit di tahun 90-an. Bagi masyarakat Jawa Tengah mungkin tahu dengan Majalah MOP yang diterbitkan oleh kelompok Suara Merdeka terutama pelajar SMP/SMA di tahun 90-an. Bagi pelajar menjadi akrab dengan majalah ini karena tiap sekolah bahkan pelajar sendiri &#8216;diwajibkan&#8217; membelinya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_598" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/08/mop6.jpg"><img class="size-medium wp-image-598 " title="mop6" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/08/mop6-300x218.jpg" alt="" width="300" height="218" /></a><p class="wp-caption-text">Majalah Mop (forum.grobogan)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Sebuah quote yang cukup akrab ditelinga saya dan selalu mengingatkan saya pada majalah remaja yang terbit di tahun 90-an. Bagi masyarakat Jawa Tengah mungkin tahu dengan Majalah MOP yang diterbitkan oleh kelompok Suara Merdeka terutama pelajar SMP/SMA di tahun 90-an. Bagi pelajar menjadi akrab dengan majalah ini karena tiap sekolah bahkan pelajar sendiri &#8216;diwajibkan&#8217; membelinya. Quote tadi sering saya temui dalam ilustrasi kartun di majalah tersebut, dan merupakan celetukan dari tokoh kartun (biasanya rakyat jelata) jika melihat sosok perempuan penting dan tentunya seksi. Sayang saya lupa penulis dan ilustratornya.</p>
<p style="text-align: justify;">Quote ini sangat kental dengan seorang perempuan yang selalu menjaga penampilan dan kehidupan sosialnya. <span id="more-596"></span>Mungkin perwujudan dari penggambarannya sekarang sudah menjadi bagian dari perempuan itu sendiri, yang membedakan mungkin penempatan dirinya. Kehidupan sosialnya bisa jadi indikator luasnya pergaulan seseorang dan betapa pentingnya keberadaannya dalam lingkungan sosial itu. Personifikasi genit menggelitik manja mempesona bisa jadi menjadi salah satu daya tarik lelaki untuk selalu dekat dengan dirinya. Sosok ini selalu mempunyai pembawaan ceria dengan kesantaiannya mampu menciptakan suasana kehangatan yang kadang mengangenkan. Di tengah keceriaannya, sifat manjanya bisa memberikan pesona tersendiri bagi teman-temannya. Pandai menempatkan diri akan memberikan <em>added value</em> dan akan selalu menempati posisi penting dalam kehidupan sosialnya. Apa ada sosok seperti ini dilingkungan sosial kita?</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi quote ini juga sering diplesetkan menjadi &#8220;<em>Genit Menggelitik Manja Memperkosa</em>&#8221; yang bermakna lebih nakal dan  mengubah bayangan dari sosok itu sendiri. Dan quote plesetan ini pernah saya jadikan status FB dan beragam tanggapan yang muncul, ada kesepahaman tentang sosok dalam quote plesetan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sadar akan asumsi, interprestasi atau sudut pandang yang ada, silakan berdeskripsi tentang makna quote ini.</p>
Number of View :5119<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=596&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/genit-menggelitik-manja-mempesona/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nama Baik</title>
		<link>http://antokoe.com/nama-baik/</link>
		<comments>http://antokoe.com/nama-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 18:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[nama baik]]></category>
		<category><![CDATA[the a-team]]></category>
		<category><![CDATA[video porno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[Mendapatkan nama baik mungkin lebih mudah dibanding menjaganya. Nama baik bukan sekedar sebuah nama, tapi ada sesuatu yang perlu dipertahankan dan dijaga. Sekali ternoda atau tercemar akan sulit memulihkannya. Membangun citra atau imej atau brand butuh perjuangan dan pengorbanan. Semua dilakukan sesuai kaidah yang dianggap benar, dan publik mengakuinya. Saya menulis ini terketuk dari apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_549" class="wp-caption alignleft" style="width: 150px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/theateam.jpg"><img class="size-full wp-image-549" title="theateam" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/theateam.jpg" alt="The A-Team" width="140" height="207" /></a><p class="wp-caption-text">The A-Team</p></div>
<p style="text-align: justify;">Mendapatkan nama baik mungkin lebih mudah dibanding menjaganya. Nama baik bukan sekedar sebuah nama, tapi ada sesuatu yang perlu dipertahankan dan dijaga. Sekali ternoda atau tercemar akan sulit memulihkannya. Membangun citra atau imej atau brand butuh perjuangan dan pengorbanan. Semua dilakukan sesuai kaidah yang dianggap benar, dan publik mengakuinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya menulis ini terketuk dari apa yang dilakukan Kol. Hannibal Smith, Let. Face, Kopral BA.Baracus dan Let. Murdock dalam usahanya memulihkan nama baik sebagai tim elit yang mampu menyelesaikan misi dengan sukses. Tapi karena permainan politik dan keserakahan mereka menanggung akibatnya dipenjara dengan keamanan maksimum ditempat terpisah. Dalam memulihkan nama baiknya, mereka mati-matian bahkan nyawa jadian taruhannya. Itu semua ada di film The A-Team yang merupakan versi layar lebar dari film seri televisi yang populer tahun 80-an kreasi Frank Lupo dan Stephen J. Channel yang lagi tayang di bioskop.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-547"></span>Apa yang dilakukan Kol. Smith dan anak buahnya merupakan sebuah perjuangan. Memperjuangkan nama baik dan harga diri yang sudah ternoda serta mengembalikan pada kondisi semula. Sangat susah. Jika dianalogikan perjuangan Kol. Smith pada skandal video porno yang menimpa Ariel, Luna dan Cut Tari, yang namanya sudah tercemar dan seolah menghapus perjuangan yang selama ini dibangun. Dan akan sangat susah (mungkin) memulihkan keadaan seperti semula. Publik sudah mulai berubah dalam melihat sosok-sosok artis tersebut. Ada yang bilang, setiap mendengar lagu Peterpan, maka akan terbayang video porno mereka (karena sudah nonton). Sampai sebegitunya. Kalau misalnya mereka mengaku (karena selama ini masih diduga), apa memulihkan nama baiknya menjadi lebih mudah?.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya kurang berkompeten kasih tips bagaimana menjaga nama baik?. Tapi jika semua apa yang dilakukan dipikir dengan matang dan penuh pertimbangan serta menyadari bahwa apa yang dilakukan selalu akan diperhatikan baik sadar maupun tidak sadar. Perbedaannya hanya siapa yang melakukan dan berapa besar dampaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan bugil di depan kamera, cukup kalau mandi saja dan tanpa kamera.</p>
Number of View :6594<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=547&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/nama-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulang</title>
		<link>http://antokoe.com/pulang/</link>
		<comments>http://antokoe.com/pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 20:01:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[pulang kampung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=510</guid>
		<description><![CDATA[Minggu lalu, orang tua saya telepon dan tanya kapan jadi mau pulang?. Ada keraguan untuk menjawab pertanyaan ini, karena sudah berapa kali menjawab, &#8220;Segera, lagi dicari waktu yang pas !&#8220;. Kali ini ada rasa enggan untuk menjawab dengan jawaban yang tidak ada kepastian. Akhirnya saya &#8220;Minggu sore berangkat !&#8220;. Ada rasa mantab dan rasa pasti. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_511" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil1.jpg"><img class="size-medium wp-image-511" title="prepil1" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil1-300x225.jpg" alt="Borobudur form Prepil Side" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Borobudur form Prepil Side</p></div>
<p style="text-align: justify;">Minggu lalu, orang tua saya telepon dan tanya kapan jadi mau pulang?. Ada keraguan untuk menjawab pertanyaan ini, karena sudah berapa kali menjawab, &#8220;<strong>Segera, lagi dicari waktu yang pas !</strong>&#8220;. Kali ini ada rasa enggan untuk menjawab dengan jawaban yang tidak ada kepastian. Akhirnya saya &#8220;<strong>Minggu sore berangkat !</strong>&#8220;. Ada rasa mantab dan rasa pasti. Setelah dipersiapkan ubo rampe-nya, termasuk menyiapkan upo rampe lainnya karena otomatis selama pulang tidak bisa jualan kecap seperti biasa, dan setelah semua sudah disiapkan pada <a href="http://learning.mas-anto.com/">tempatnya,</a> akhirnya pulang berbekal tas berisi laptop, kaos 2 potong, celana panjang 1 potong dan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-510"></span>Berangkat ke terminal dan kebetulan sehari sebelumnya sudah memesan tiket, tak lama bis  yang ditunggu datang. Jam 16.00 lebih sedikit bis melaju lancar menelusuri tol lingkar luar menuju luar kota. Karena memang tidak sedang musim pulang, kondisi pantura sangat lancar, biasa sampai pemberhentian bis sekitaran jam tujuh malam, pas azan magrib bis berhenti dan mempersilakan penumpangnya untuk istirahat, sholat dan makan malam, karena tidak akan ada pemberhentian berikutnya. Jam 7 kurang seperempat bis berangkat kembali menelusuri pantura dan saya baru ngeh kalau ada ruas tol baru setelah tol Kanci, membuat perjalanan ini menjadi sangat cepat. Jam 2 malam kurang bis sampai Magelang (biasanya jam 4, berarti 2 jam lebih awal). Saya turun di pertigaan antara Magelang &#8211; Muntilan (Jogja). Sepi, kendaraan sangat jarang, dan perjalanan masih jauh sekitaran 12 km lagi. Tidak mungkin saya menunggu pagi. Tukang ojek yang mangkal hanya beberapa motor dan hampir semuanya terlelap. Salah satunya terusik kedatangan saya dan setelah tawar menawar, akhirnya ojek dengan motor Honda GL mengantarkan saya menuju Borobudur dan akhirnya sampai depan rumah. Hanya memakan waktu 15 menit perjalanan ojek ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepi, lengang, rimbun pohon disinari rembulan muda  membuat suasana tenteram dan disitulah ada kedamaian. Saya</p>
<div id="attachment_512" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil2.jpg"><img class="size-medium wp-image-512 " title="prepil2" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil2-300x227.jpg" alt="Borobudur from Prepil Side 2" width="300" height="227" /></a><p class="wp-caption-text">Borobudur from Prepil Side 2</p></div>
<p style="text-align: justify;">menikmati sejenak suasana ini diteras rumah sudah banyak berubah dibanding waktu lahir dan besar dulu. Ada keengganan untuk mengetuk pintu mengingat jam segitu, saat nyenyaknya tidur. Tapi kebiasaan orang tuaku, jam segitu bangun untuk menunaikan sholat tahajud. Dan benar tak berapa lama ada aktifitas dikamar mandi, ada suara orang mengambil wudhu, dan setelah saya intip, memang emak (begitu saya manggil ibu) sudah bangun, akhir saya panggil dan dengan sigap, emak membukakan pintu. Setelah bersalaman, saya masuk setelah menaruh tas , kemudian merebahkan badan. Ada kenyamanan yang saya rasakan dan hanya dirumah ini rasa itu ada. Tak lama sosok laki-laki yang sudah terlihat sepuh, bangun dan menyapa &#8220;<em>Wis mau ?&#8221; (udah dari tadi).</em> Sambil bersalaman saya jawab &#8220;S<em>ak untawis (belum lama)&#8221;</em>. Itulah bapakku, pensiunan PNS guru yang aktif membantu teman-temannya dalam mengurus tunjangan sampai ibukota provinsi seorang diri.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_513" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil3.jpg"><img class="size-medium wp-image-513" title="prepil3" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil3-300x227.jpg" alt="Traktor Pengganti Kerbau" width="300" height="227" /></a><p class="wp-caption-text">Traktor Pengganti Kerbau</p></div>
<p style="text-align: justify;">Tidak seperti biasa suasana kampung panas, tapi rindangnya pohon memberikan nuansa kesejukan. Ada sebuah kebiasaan emak, tiap pagi membuat tempe goreng dan itu khas. Kebiasaan saya adalah tidak pernah sarapan dan tempe orang ini menjadi sarapan saya pagi itu. Setelah ada beberapa urusan, dengan mengendarai moto butut bapak , saya mengantarkan barang titipan ke rumah pak de yang berdomisili di Temanggung. Itung-itung jalan-jalan dan jarak 35 km lebih dinikmati tanpa terasa. Sore itu di kampungku ada gelar kesenian tradisional Topeng Ireng dan Kuda Lumping untuk menyambut pejabat yang datang. Karena kampung disebelah candi Borobudur, kampungku dibina untuk menjadi kampung budaya dan menjadi langganan Home Stay setiap ada perhelatan akbar di candi Borobudur.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada rutinitas setiap pulang, biasanya naik candi Borobudur dan potret sana, potret sini. Kali ada rasa malas, dan kebetulan lupa membawa kamera digital yang udah butut itu. Tapi ada rasa keinginan mengabadikan suasana, untung ada ponsel berkamera bisa dimanfaatkan sesuatu yang saya anggap menarik.</p>
<p style="text-align: justify;">Suasana lingkungan dan keluarga di kampung membangkitkan kerinduan suasana yang telah lalu, dan disitulah semua berawal. Bertemu teman sepermainan, melewati tempat yang menorehkan memori masa kecil dan menjadi saksi tumbuhnya menjadi sosok sekarang ini, itu jika kita pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">
Number of View :7493<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=510&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Duaji yang Triji</title>
		<link>http://antokoe.com/duaji-yang-triji/</link>
		<comments>http://antokoe.com/duaji-yang-triji/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 07:43:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kejahatan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[makelar kasus]]></category>
		<category><![CDATA[markus]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[susno duaji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Ada anekdot baru, &#8220;Kenapa Susno Duaji dianggap salah oleh para petinggi polisi negeri ini?&#8220;. Jawabnya kira-kira begini, &#8220;Kita masih familiar dengan komunikasi 2G (baca: dua-ji) dan masih gaptek teknologi 3G (baca: tri-ji)&#8221;. Maknanya apa?. Banyak sekali makna tergantung dari sisi mana kita mau menjawab. Dari sisi teknologi, 2G memungkinkan kita bisa berkomunikasi berbasis teks seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_505" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/04/susno-duaji.jpg"><img class="size-medium wp-image-505" title="susno-duaji" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/04/susno-duaji-300x236.jpg" alt="Susno 2G" width="300" height="236" /></a><p class="wp-caption-text">Susno 2G</p></div>
<p style="text-align: justify;">Ada anekdot baru, &#8220;<em><strong>Kenapa Susno Duaji dianggap salah oleh para petinggi polisi negeri ini?</strong></em>&#8220;. Jawabnya kira-kira begini, &#8220;<strong>Kita masih familiar dengan komunikasi 2G (baca: dua-ji) dan masih gaptek teknologi 3G (baca: tri-ji)&#8221;</strong>. Maknanya apa?. Banyak sekali makna tergantung dari sisi mana kita mau menjawab. Dari sisi teknologi, 2G memungkinkan kita bisa berkomunikasi berbasis teks seperti SMS (short messages service) sedangkan teknologi 3G, lebih terbuka dan jelas karena berfitur foto, video bahkan berbagi data.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-504"></span>Apa yang dilakukan oleh Mr. Susno Duaji, kalau mau disambung-sambungkan (rada maksa) mengadopsi teknologi 3G, yang memungkinkan komunikasi yang lebih terbuka. Atau dengan kata lain menjadikan lebih terbuka, dimana orang lain masih enggan untuk terbuka, walaupun masyarakat sudah melihatnya sejak dulu. Susno Duaji adalah Whistle Blower atau peniup peluit yang dapat dimaknai sebagai komando untuk membuka yang selama ini relatif tertutup. Dulu dicerca dalam konteks pelemahan KPK Bibit-Chandra, sekarang menjadi sosok penting yang membuat media berusaha mendapatkan informasi terbaru darinya, tapi dari pernyataanya bisa membuat report petinggi institusinya dan orang yang disebut dalam pernyataannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi sekarang mau pilih dua-ji (2G) atau tri-ji (3G)?. Terus terang saya masih pilih 2G, karena belum mampu beli, handshet 3G plus teman-teman saya masih sebagian besar senasib seperti saya. Semoga negeri ini gak tambah <a href="http://antokoe.com/alangkah-lucunya/">lucu</a> aja.</p>
Number of View :12761<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=504&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/duaji-yang-triji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alangkah Lucunya</title>
		<link>http://antokoe.com/alangkah-lucunya/</link>
		<comments>http://antokoe.com/alangkah-lucunya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 18:40:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi]]></category>
		<category><![CDATA[alangkah lucunya]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[gayus]]></category>
		<category><![CDATA[markus]]></category>
		<category><![CDATA[mbah priuk]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=498</guid>
		<description><![CDATA[Bukan maksud mau promosi film yang kebetulan berjudul sama dengan judul posting ini, tapi kalau membaca sinopsis  film yang dibesut oleh Dedy Mizwar ini, sepertinya merupakan cerminan dari kondisi terkini. Tiap hari media menyuguhkan informasi yang kebetulan berisi polah tingkah para pemimpin, penegak hukum yang saling tunjuk, saling tuding, saling serang dan saling ngeles. Tiba-tiba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_499" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/04/alangkah-lucunya.jpg"><img class="size-medium wp-image-499" title="alangkah-lucunya" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/04/alangkah-lucunya-209x300.jpg" alt="alangkah-lucunya" width="209" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Alangkah Lucunya Negeri Ini</p></div>
<p style="text-align: justify;">Bukan maksud mau promosi film yang kebetulan berjudul sama dengan judul posting ini, tapi kalau membaca sinopsis  film yang dibesut oleh Dedy Mizwar ini, sepertinya merupakan cerminan dari kondisi terkini. Tiap hari media menyuguhkan informasi yang kebetulan berisi polah tingkah para pemimpin, penegak hukum yang saling tunjuk, saling tuding, saling serang dan saling ngeles. Tiba-tiba Gayus menjadi sebuah icon ajaib yang mengkonotasikan penyelewengan pajak, sehingga para kenek bis kota jika bisnya melewati kantor pajak mempunyai sebutan baru, &#8220;Gayus..gayus&#8230; ada yang mau turun&#8230;.?.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebobrokan lambat laun terkuak, menyakitkan memang, menggeramkan pasti, memalukan sangat. Penegak hukum malah mempermainkan hukum dan melegenda dengan sebutan mafia hukum. Mafia identik dengan penipuan, raja tega, mematikan hak orang, dan hal-hal yang berbau pelanggaran hukum. Respon yang muncul adalah masyarakat menjadi kecewa, marah dan mengkristal menjadi bentuk perlawanan yang cenderung anarkis. <span id="more-498"></span>Tragedi berdarah Tanjung Priuk adalah bentuk akumulasi kekecewaan itu. Bagaimana pemerintah daerah gagal berkomunikasi dengan warganya, atau sudah berkomunikasi tapi tidak menggunakan bahasa rakyat yang sama, sehingga kesalahpahaman dan anarkis hasilnya. Puluhan malah ratusan terluka bahkan meregang nyawa demi mempertahankan eksistensi dan terpenuhinya kepentingan pihak tertentu. Para petinggi polisi sibuk memperbaiki citranya yang tercoreng akibat testimoni jenderalnya sendiri, disisi lain kerawanan sosial butuh perhatian lebih.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu semua bisa dipandang sebagai kelucuan yang cenderung jayus (dipaksakan). Mengubah keadaan plus mindset-nya tidak mudah, seperti yang dilakukan oleh tokoh Muluk, Syamsul,Pipit dan H. Rahmat dalam film Alangkah Lucunya (negeri ini) yang berjuang mengubah mindset para pencopet cilik yang biasa beroperasi di pasar, mall dan angkot. Mengajak pencopet agar tidak mencopet lagi itu ibarat menegakkan benang basah. Mungkin ada benarnya, kalau negeri ini adalah negeri para pencopet, seperti yang digambarkan dalam film tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelucuan ini akan terasa bermanfaat untuk kesehatan dan panjang umur, tentunya jika emang lucu yang sebenarnya, menghibur, syukur-syukur bisa menginspirasi untuk terus berjuang. Bukan lucu yang menggelengkan kepala. Jika lucu, silakan tertawa&#8230;&#8230; :d</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Saya mohon maaf kepada pengunjung blog dan telah memberikan komentar satu minggu terakhir kalau, komentar anda hilang sebagai akibat dari perpindahan hosting blog ini. </em></p>
</blockquote>
Number of View :14599<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=498&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/alangkah-lucunya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Candi Borobudur Sekarang</title>
		<link>http://antokoe.com/candi-borobudur-sekarang/</link>
		<comments>http://antokoe.com/candi-borobudur-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 19:04:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[candi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang naik Candi Borobudur mahal banget &#8230;.!!! Candi Borobudur Itu kira-kira keluhan para pengunjung Candi Borobudur pada musim libur lebaran kemarin. Sebagai orang yang lahir dan besar di sekitar Candi Borobudur keluhan seperti itu tidak begitu merisaukan, karena kami semua mempunyai jalur khusus untuk masuk kawasan Candi Borobudur. Tentunya jalur ini adalah jalur informal, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote style="text-align: justify;"><p><em><strong>Sekarang naik Candi Borobudur mahal banget &#8230;.!!!</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_332" class="wp-caption aligncenter" style="width: 609px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-332" title="brbd" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2009/10/brbd.jpg" alt="Candi Borobudur" width="599" height="324" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Candi Borobudur</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Itu kira-kira keluhan para pengunjung Candi Borobudur pada musim libur lebaran kemarin. Sebagai orang yang lahir dan besar di sekitar Candi Borobudur keluhan seperti itu tidak begitu merisaukan, karena kami semua mempunyai jalur khusus untuk masuk kawasan Candi Borobudur. Tentunya jalur ini adalah jalur informal, tapi sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh orang umum.<span id="more-328"></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_333" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-333" title="naik" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2009/10/naik.jpg" alt="Mendaki Borobudur" width="225" height="300" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Mendaki Borobudur</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Candi Borobudur yang sudah ditetapkan oleh dunia sebagai salah satu warisan budaya dunia walaupun sudah tidak termasuk dalam 7 keajaiban dunia berkembang tidak begitu pesat. Mungkin hal ini karena sebagai warisan budaya dunia, pemerintah daerah, propinsi atau pusat tidak bisa sembarangan melakukan kegiatan pengembangan tanpa seijin dari Unesco (PBB). Dalam pengelolaannya Candi Borobudur dikelola oleh dua pihak yaitu swasta yaitu taman disekitar candi dan Dinas Purbakala untuk pelataran dan candi. Keterlibatan pihak swasta inilah yang menyebabkan tiket masuk menjadi mahal, sedang Dinas Purbakala hanya mengambil sekitar Rp. 1.000 (kalau tidak salah). Banyaknya wahana di taman candi juga memberikan banyak pilihan selain menikmati Candi Borobudur.</p>
<p style="text-align: justify;">Berekreasi ke Candi Borobudur membutuhkan persiapan materi dan fisik yang kuat. Fisik diperlukan mengingat sebelum mencapai pelataran candi kita harus berjalan sekitar 1 km dan cuaca sangat panas pada musim kemarau. Tapi jangan kuatir karena kita bisa membeli topi khas Borobudur atau malah menyewa payung. Jika tidak ingin capek berjalan, kita juga bisa menumpang mobil kereta yang akan membawa ke tempat naik candi dari sisi yang lain sambil menikmati taman candi. Setibanya dipelataran candi persiapan fisik harus lebih lagi karena kita akan mendaki sampai puncak dimana stupa terbesar berada.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_334" class="wp-caption  aligncenter" style="width: 606px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-334" title="luck" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2009/10/luck.jpg" alt="Stupa Keberuntungan" width="596" height="446" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Stupa Keberuntungan</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Tip agar tidak terlalu capai menaiki candi adalah, setiap naik satu tingkat, kita berkeliling menikmat relief, kemudian naik satu tingkat, berkeliling lagi dan seterusnya. Jangan membawa bekal air minum yang cukup serta kurangi beban yang tidak perlu. Ada suatu kebiasaan bila naik Candi Borobudur tidak afdol kalau tidak berusaha meraih stupa yang dipercaya dapat mengukur seberapa besar keinginan kita bisa tercapai. Stupa ini terletak dibagian timur, dan tidak semua stupa tapi hanya satu stupa. Kebiasaan lain adalah berfoto ria. Bila sudah sampai pada puncak candi banyak ditemukan angle foto yang menarik. Jika tidak membawa kamera, kita bisa memanfaatkan tukang foto yang banyak ditemui di pelataran sampai puncak candi dan langsung dapat diambil hari itu juga. Masalah harga bisa dinegosiasikan. Keuntungannya adalah kita akan ditunjukkan dimana angle-angle yang pas untuk berfoto dan hasilnya biasa lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_335" class="wp-caption  aligncenter" style="width: 606px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-335" title="stupa" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2009/10/stupa.jpg" alt="Open Stupa" width="596" height="446" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Open Stupa</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Berwisata tanpa belanja souvenir kurang afdol. Setelah kita turun dan akan kembali ke kendaraan diparkir, kita akan dilewatkan pada deretan pedagang souvenir menarik dari mulai baju batik, pernak-pernih, miniatur stupa sampai cobek batu asli. Dalam berbelanja kita harus pandai-pandai menawar agar barang yang dibeli tidak kemahalan. Selain itu juga ketelitian dalam memilih kualitas barang yang dibeli sangat penting.</p>
<p style="text-align: justify;">Menikmati keindahan Candi Borobudur terasa kurang bebas dan puas jika kita kesana pada saat musim liburan, karena candi akan dipenuhi pengunjung. Tipnya adalah berkunjunglah ke Candi Borobudur pada saat tidak musim liburan, kita akan puas menikmati dan merasakan hembusan udara sejuk</p>
Number of View :12343<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=328&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/candi-borobudur-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Padang Bergoyang</title>
		<link>http://antokoe.com/padang-bergoyang/</link>
		<comments>http://antokoe.com/padang-bergoyang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 17:51:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tragedi]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[padang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[Allahuakbar!!!. Baru kali ini gue ngrasain gempa gedhe banget bos !, rumah-rumah hampir semua hancur. Itu bunyi pesan singkat (sms) sahabatku yang dikirimkan pada jam 17.46 tapi baru aku terima 2 jam berikutnya. Sebelumnya begitu mendengar ada gempa besar di Sumatera Barat aku langsung teringat sahabatku yang kebetulan mudik dan belum balik ke Jakarta. Langsung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Allahuakbar!!!. Baru kali ini gue ngrasain gempa gedhe banget bos !, rumah-rumah hampir semua hancur.</em></strong></p>
</blockquote>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 280px"><img title="Gempa Padang" src="http://foto.detik.com/images/content/2009/09/30/157/6.jpg" alt="" width="270" height="203" /><p class="wp-caption-text">Gempa Padang (detikfoto.com)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Itu bunyi pesan singkat (sms) sahabatku yang dikirimkan pada jam 17.46 tapi baru aku terima 2 jam berikutnya. Sebelumnya begitu mendengar ada gempa besar di Sumatera Barat aku langsung teringat sahabatku yang kebetulan mudik dan belum balik ke Jakarta. Langsung aku coba telepon, aku lakukan berulang-ulang karena susah sekali nyambung, dan Alhamdulillah nyambung, langsung aku dengar suara lemes bercampur tegang. Sahabatku menceritakan bahwa waktu kejadian dia sedang naik motor dan tiba-tiba bumi bergoyang (kiri-kanan, atas-bawah) dan beberapa menit kemudian disekelilingnya hampir rata dengan tanah. Kampung sahabatku di daerah Padang Pariaman, tempat paling dekat dengan sumber gempa dan mungkin yang paling parah terkena dampaknya. Aku hanya bisa menyampaikan doa dan keprihatinan kepada sahabatku yang sedang bingung mencari tempat berlindung buat keluarganya (suasana gelap, listrik padam dan hujan).</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-318"></span>Untuk kesekian kali negeri ini bergoyang belum genap sebulan yang lalu Jawa Barat bergoyang dan dampak masih belum pulih. Semoga negeri ini dan rakyat bisa tabah menghadapi musibah ini. Buat pemerintah, inilah saatnya menunjukkan perannya dan kepada para wakil rakyat yang akan dilantik 01 Oktober 2009, semoga musibah ini menjadi cerminan sebanding dengan besarnya biaya pelantikannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepada para saudara-saudaraku yang terkena musibah ini, semoga tabah dan diberikan kekuatan oleh Allah SWT. Amin.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>antokoe</p>
Number of View :7272<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=318&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/padang-bergoyang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta Masih Memberikan Mimpi</title>
		<link>http://antokoe.com/jakarta-masih-memberikan-mimpi/</link>
		<comments>http://antokoe.com/jakarta-masih-memberikan-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 08:27:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[urbanisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta masih memberikan mimpi. Kalimat itu tidak berlebihan. Setiap arus balik lebaran tiap tahunnya selalu didomplengi para pendatang baru yang mencoba untuk meraih mimpi ibukota. Tahun lalu seingatku, yang ikut arus balik lebaran 3 orang dan sekarang mereka sudah mulai sekolah melanjutkan di pinggiran ibukota sambil belajar bekerja. Kemarin yang ikut arus balik ada 2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 208px"><img title="Urbanisasi" src="http://www.balipost.co.id/balipostcetaK/2006/10/20/7-1.jpg" alt="source: balipostcetak" width="198" height="194" /><p class="wp-caption-text">source: balipostcetak</p></div>
<p style="text-align: justify;">Jakarta masih memberikan mimpi. Kalimat itu tidak berlebihan. Setiap arus balik lebaran tiap tahunnya selalu didomplengi para pendatang baru yang mencoba untuk meraih mimpi ibukota. Tahun lalu seingatku, yang ikut arus balik lebaran 3 orang dan sekarang mereka sudah mulai sekolah melanjutkan di pinggiran ibukota sambil belajar bekerja. Kemarin yang ikut arus balik ada 2 orang yang juga akan melanjutkan sekolah dan belajar bekerja. Semuanya punya mimpi setelah melihat teman sekampungnya bisa selesai sekolah dan sudah kuliah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-312"></span>Kebetulan itu semuanya adalah remaja yang mungkin mengejar mimpi Jakarta bukan dalam hal pekerjaan tapi pendidikan yang lebih utama. Ada perbedaan antara bersekolah didaerah dan di ibukota Jakarta (dan sekitarnya). Di Ibukota mereka bisa belajar meneruskan sekolah, belajar bekerja dan hidup mandiri. Tentunya kehidupan metropolis paling tidak akan membuka wawasan mereka untuk lebih terbuka dan kritis serta mempunyai jiwa bersaing yang kalau didaerah mungkin tidak begitu besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana dengan mereka yang dengan modal nekat, mencoba meraih mimpi di ibukota?. Mereka adalah pejuang-pejuang mimpi dan mimpi itu kadang berakhir indah tapi tidak jarang berakhir pahit. Sebenarnya gelombang urbanisasi yang tiap tahun menjadi permasalahan sendiri bagi pemerintah ibukota, bisa ditekan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang memadai didaerah. Tapi mimpi ibukota ternyata lebih indah seperti sering digambarkan dalam sinetron-sinetron kita. Sering juga menemukan pemuda/pemudi luar Jawa yang bertekad sekolah di Jawa, karena katanya lulusan sekolah di Jawa (tidak peduli nama sekolahnya terkenal atau tidak), lebih diterima didaerah. Entah apa yang menjadi pertimbangan tapi terbukti banyak yang sudah berhasil, selesai sekolah di Jawa, pulang bisa langsung jadi PNS di daerah. Ini mimpi dan bermimpi salah satu hal yang tidak dilarang oleh siapapun.</p>
<p style="text-align: justify;">Bermimpilah, karena mimpi adalah masa depan. Selamat datang warga baru ibukota (dan sekitarnya).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>antokoe</p>
Number of View :5236<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=312&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/jakarta-masih-memberikan-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

