<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>antokoe dot com &#187; Refleksi</title>
	<atom:link href="http://antokoe.com/category/renungan/refleksi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antokoe.com</link>
	<description>Catatan Langkah Pikiran&#8482;</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 10:27:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Nyandu Online</title>
		<link>http://antokoe.com/nyandu-online/</link>
		<comments>http://antokoe.com/nyandu-online/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 13:45:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[offline]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/nyandu-online/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun lalu hidup tanpa internet terasa biasa, sekarang serasa tak biasa. Teknologi ditemukan dan aplikasikan akan mengubah perilaku pemakainya. Teknologi berarti cara melakukan. Waktu belum ditemukan sendok seperti sekarang, sendok terbuat dari kayu bahkan batu. Teknologi berkembang dan yang lama menjadi klasik atau musnah. Beberapa tahun lalu media hanya ada cetak dan elektronik dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_566" class="wp-caption alignleft" style="width: 165px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/07/internet_addict.jpg"><img class="size-medium wp-image-566" title="internet_addict" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/07/internet_addict-300x295.jpg" alt="" width="155" height="153" /></a><p class="wp-caption-text">Online Addict</p></div>
<p style="text-align: justify;">Beberapa tahun lalu hidup tanpa internet terasa biasa, sekarang serasa tak biasa. Teknologi ditemukan dan aplikasikan akan mengubah perilaku pemakainya. Teknologi berarti cara melakukan. Waktu belum ditemukan sendok seperti sekarang, sendok terbuat dari kayu bahkan batu. Teknologi berkembang dan yang lama menjadi klasik atau musnah.<br />
Beberapa tahun lalu media hanya ada cetak dan elektronik dan masih berjalan serasi tanpa menyerobot kapling masing-masing. Hari ini keberadaan mereka secara pelan tapi pasti tergerus seiring teknologi internet masuk dalam kehidupan manusia. <span id="more-564"></span>Benar tahun 2010 ada puncak dari teknologi informasi dan komunikasi setelah berjalan selama 20 tahun dan teknologi ini akan tergantikan dengan teknologi baru di tahun 2020. Tiga puluh tahun bahkan kurang teknologi mengalami siklus dan ini dimulai dari revolusi industri abad pertengahan.<br />
Hari ini ber komputer ria tanpa koneksi internet menjadi kuno atau old fashion. Makin lama manusia akan sangat tergantung dan akrab dengan kegiatan online. Tapi apakah nyandu online bisa memperbaiki ilmu atau menambah knowledge atau malah menciptakan sebuah bentuk perilaku yang baru?.<br />
Nyandu online jelas menyita waktu produktif, tapi kalau memang itu adalah sarana utama, online menjadi kebutuhan. Over nyandu pasti membuat mengurangi atau bahkan menjadi kontra produktif. Jadi online harus memberikan feedback positif kalau tidak maka kita hanya sebagai korban dari teknologi semata.</p>
<address style="text-align: justify;"><em>Sent from Blackberry</em></address>
<h5 style="text-align: justify;">Image Source :<a href="http://e.foi.hr/wiki/blog/Krunoslav_k/tag/online-socijalizacija/"> here</a><em><br />
</em></h5>
number of view: 338<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=564&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/nyandu-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Me-reset Kembali</title>
		<link>http://antokoe.com/me-reset-kembali/</link>
		<comments>http://antokoe.com/me-reset-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 17:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antokoe]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[1 juni]]></category>
		<category><![CDATA[milad]]></category>
		<category><![CDATA[ultah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=532</guid>
		<description><![CDATA[Jika ditanya, selama mengerti seperti apa hidup ini dan sadar sebagai manusia, berapa banyak yang sudah dilakukan?. Apakah semua terdokumentasi dengan rapi?. Dokumentasi merupakan pekerjaan yang sering terlupakan. Dalam artian disini dokumentasi bukan identik dengan foto, tapi semua yang sudah dilakukan tercatat dengan rapi, tidak melihat apakah itu yang baik atau buruk. Memang penting dilakukan?. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_533" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/growingup.jpg"><img class="size-medium wp-image-533" title="Growing Old Mandatory, Growing Up is Optional" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/growingup-300x149.jpg" alt="Growing Old Mandatory, Growing Up is Optional" width="300" height="149" /></a><p class="wp-caption-text">Growing is Old Mandatory, Growing Up is Optional</p></div>
<p style="text-align: justify;">Jika ditanya, selama mengerti seperti apa hidup ini dan sadar sebagai manusia, berapa banyak yang sudah dilakukan?. Apakah semua terdokumentasi dengan rapi?. Dokumentasi merupakan pekerjaan yang sering terlupakan. Dalam artian disini dokumentasi bukan identik dengan foto, tapi semua yang sudah dilakukan tercatat dengan rapi, tidak melihat apakah itu yang baik atau buruk.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-532"></span>Memang penting dilakukan?. Jawabanya bisa sangat tergantung siapa yang merasakan. Apakah kegiatan mendokumentasikan sekarang sudah mulai dilakukan?. Saya akan menjawab &#8220;sedang diusahakan&#8221;. Kok jawabannya tidak yakin?. Karena masih mengganggap hal itu sepertinya belum saatnya dilakukan. Jika menengok setahun kebelakang sampai saat ini apa yang terbaik sudah dilakukan dan apa hal terburuk yang pernah dilakukan?. Jika hal terbaik sudah dilakukan, apakah sudah menambah keyakinan kalau hal ini harus terus dilakukan, bahkan seharusnya dari dulu. Bila pernah melakukan hal terburuk, apakah itu satu-satunya kesalahan yang pernah dibuat atau dari situasi itu akhirnya menjadi sadar dan tahu apa yang seharusnya dilakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya merasa apa yang pernah terucap atau terjanjikan setahun yang lalu, tidak semua terlaksana dengan baik dan tak lebih hanya berjalan seperti biasa. Kedisiplinan terhadap komitmen tidak seteguh candi yang akhirnya mengikuti arus yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Tepat setahun, saatnya me-reset kembali semua yang ingin dilakukan dan apa yang belum selesai dilakukan sampai sekarang. Setahun sudah umur bertambah tentunya menambahkan pada besaran yang ada sehingga arah menuju tua makin dekat.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Thanks to my wife and my childs. Kalian telah memberikan spirit untuk terus berjuang dan berikhlas.</p>
</blockquote>
number of view: 962<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=532&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/me-reset-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alangkah Lucunya</title>
		<link>http://antokoe.com/alangkah-lucunya/</link>
		<comments>http://antokoe.com/alangkah-lucunya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 18:40:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi]]></category>
		<category><![CDATA[alangkah lucunya]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[gayus]]></category>
		<category><![CDATA[markus]]></category>
		<category><![CDATA[mbah priuk]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=498</guid>
		<description><![CDATA[Bukan maksud mau promosi film yang kebetulan berjudul sama dengan judul posting ini, tapi kalau membaca sinopsis  film yang dibesut oleh Dedy Mizwar ini, sepertinya merupakan cerminan dari kondisi terkini. Tiap hari media menyuguhkan informasi yang kebetulan berisi polah tingkah para pemimpin, penegak hukum yang saling tunjuk, saling tuding, saling serang dan saling ngeles. Tiba-tiba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_499" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/04/alangkah-lucunya.jpg"><img class="size-medium wp-image-499" title="alangkah-lucunya" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/04/alangkah-lucunya-209x300.jpg" alt="alangkah-lucunya" width="209" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Alangkah Lucunya Negeri Ini</p></div>
<p style="text-align: justify;">Bukan maksud mau promosi film yang kebetulan berjudul sama dengan judul posting ini, tapi kalau membaca sinopsis  film yang dibesut oleh Dedy Mizwar ini, sepertinya merupakan cerminan dari kondisi terkini. Tiap hari media menyuguhkan informasi yang kebetulan berisi polah tingkah para pemimpin, penegak hukum yang saling tunjuk, saling tuding, saling serang dan saling ngeles. Tiba-tiba Gayus menjadi sebuah icon ajaib yang mengkonotasikan penyelewengan pajak, sehingga para kenek bis kota jika bisnya melewati kantor pajak mempunyai sebutan baru, &#8220;Gayus..gayus&#8230; ada yang mau turun&#8230;.?.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebobrokan lambat laun terkuak, menyakitkan memang, menggeramkan pasti, memalukan sangat. Penegak hukum malah mempermainkan hukum dan melegenda dengan sebutan mafia hukum. Mafia identik dengan penipuan, raja tega, mematikan hak orang, dan hal-hal yang berbau pelanggaran hukum. Respon yang muncul adalah masyarakat menjadi kecewa, marah dan mengkristal menjadi bentuk perlawanan yang cenderung anarkis. <span id="more-498"></span>Tragedi berdarah Tanjung Priuk adalah bentuk akumulasi kekecewaan itu. Bagaimana pemerintah daerah gagal berkomunikasi dengan warganya, atau sudah berkomunikasi tapi tidak menggunakan bahasa rakyat yang sama, sehingga kesalahpahaman dan anarkis hasilnya. Puluhan malah ratusan terluka bahkan meregang nyawa demi mempertahankan eksistensi dan terpenuhinya kepentingan pihak tertentu. Para petinggi polisi sibuk memperbaiki citranya yang tercoreng akibat testimoni jenderalnya sendiri, disisi lain kerawanan sosial butuh perhatian lebih.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu semua bisa dipandang sebagai kelucuan yang cenderung jayus (dipaksakan). Mengubah keadaan plus mindset-nya tidak mudah, seperti yang dilakukan oleh tokoh Muluk, Syamsul,Pipit dan H. Rahmat dalam film Alangkah Lucunya (negeri ini) yang berjuang mengubah mindset para pencopet cilik yang biasa beroperasi di pasar, mall dan angkot. Mengajak pencopet agar tidak mencopet lagi itu ibarat menegakkan benang basah. Mungkin ada benarnya, kalau negeri ini adalah negeri para pencopet, seperti yang digambarkan dalam film tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelucuan ini akan terasa bermanfaat untuk kesehatan dan panjang umur, tentunya jika emang lucu yang sebenarnya, menghibur, syukur-syukur bisa menginspirasi untuk terus berjuang. Bukan lucu yang menggelengkan kepala. Jika lucu, silakan tertawa&#8230;&#8230; :d</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Saya mohon maaf kepada pengunjung blog dan telah memberikan komentar satu minggu terakhir kalau, komentar anda hilang sebagai akibat dari perpindahan hosting blog ini. </em></p>
</blockquote>
number of view: 2182<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=498&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/alangkah-lucunya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pamrih atas Usaha</title>
		<link>http://antokoe.com/pamrih-atas-usaha/</link>
		<comments>http://antokoe.com/pamrih-atas-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 20:13:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[pamrih]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=427</guid>
		<description><![CDATA[Berpamrih atas usaha yang telah dilakukan adalah sebuah kewajaran. Walau kadang ditambah wewangian bunga berupa pengakuan bahwa usahanya itu dilakukan atas dasar keikhlasan. Berapa komparasi antara berusaha berlandaskan keikhlasan dan pamrih. Pamrih memang tidak dilarang dan bukan hal yang saru, tapi perwujudan take-and-give, proses kausatif atau sebab akibat, atau aksi-reaksi. Ilustrasi sederhana, mahasiswa mengerjakan semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berpamrih atas usaha yang telah dilakukan adalah sebuah kewajaran. Walau kadang ditambah wewangian bunga berupa pengakuan bahwa usahanya itu dilakukan atas dasar keikhlasan. Berapa komparasi antara berusaha berlandaskan keikhlasan dan pamrih. Pamrih memang tidak dilarang dan bukan hal yang saru, tapi perwujudan take-and-give, proses kausatif atau sebab akibat, atau aksi-reaksi. Ilustrasi sederhana, mahasiswa mengerjakan semua tugas yang diberikan dosen dan mereka punya pamrih akan mendapatkan nilai yang baik.<a href="#ngisor">T</a></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-427"></span>Dibalik itu dosen sebenarnya secara sengaja walaupun mahasiswa tidak merasa kalau disengaja, tugas itu adalah sebuah awal perkenalan pada sesuatu yang baru dan berharap berlanjut walaupun nilai sudah keluar. Singkatnya adalah bahwa hasil adalah akibat dari sebuah proses dan proses itu bisa terdiri dari usaha-usaha yang mungkin terasa berat. Tapi tidak jarang orang mengabaikan sebuah proses dan hanya berfokus pada hasil yang cepat atau instan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi ingat sebuah iklan, &#8220;<em><strong>Kalau mau pinter ya&#8230;belajar!</strong></em>&#8220;. Analogi dari pertanyaan ini mungkin &#8220;<em><strong>Kalau mau menjadi sarjana, ya&#8230; kuliah yang benar !&#8221;. </strong></em>Dari pernyataan terakhir tersimpul kategori atau tipe seorang yang sedang menempuh studi, yaitu student, turis dan teroris. Tipe student mereka berproses layaknya seorang yang menuntut ilmu dan berpamrih mempunyai kecakapan sesuai bidang ilmu yang dipelajari. Tipe turis, mereka hanya berpamrih pada selembar kertas (baca: ijasah) tanpa perlu repot memikirkan hasil akhir dan kadang menafikan kecakapan ilmu yang dipelajari. Golongan ini biasanya sudah mapan (pekerjaannya) dan hanya butuh peningkatan atau hanya sebuah tuntutan pekerjaaan. Tipe yang terakhir ini yang paling gawat dan rusak. Mereka berasa sebagai bos, yang penting bayar, mengikuti proses belajar menjadi prioritas nomor sekian dan berpamrih juga pada selembar kertas (ijasah).</p>
<p style="text-align: justify;">Pamrih adalah mengharap. Mengharap memperoleh yang maksimal. Maksimal menurut ukuran kewajaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Terakhir, saya berpamrih kepada para blogwalker, membaca dulu sebelum berkomentar. He&#8230;he..</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>antokoe/20012010</strong></em></p>
<p><a name="ngisor"></a></p>
number of view: 2399<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=427&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/pamrih-atas-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gus Dur-ian</title>
		<link>http://antokoe.com/gus-dur-ian/</link>
		<comments>http://antokoe.com/gus-dur-ian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 06:35:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[abdurahman wahid]]></category>
		<category><![CDATA[gus dur]]></category>
		<category><![CDATA[gus durian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=403</guid>
		<description><![CDATA[Istilah itu saya kenal pada saat rezim orde buruh mulai runtuh dan pecahnya telur reformasi. Artinya kalau menurut saya, sebuah pemahaman atau cara pemikiran ala Gus Dur. Gus Dur sudah menjadi brand dan bagi orang yang mendengar sudah terbayang seperti apa sosok yang satu ini. Saya sangat kagum dan bahkan seperti tidak rela kalau ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_404" class="wp-caption alignleft" style="width: 231px"><img class="size-medium wp-image-404" title="gusdur" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/01/gusdur-221x300.jpg" alt="Abdurahman Wahid" width="221" height="300" /><p class="wp-caption-text">Abdurahman Wahid</p></div>
<p style="text-align: justify;">Istilah itu saya kenal pada saat rezim orde buruh mulai runtuh dan pecahnya telur reformasi. Artinya kalau menurut saya, sebuah pemahaman atau cara pemikiran ala Gus Dur. Gus Dur sudah menjadi brand dan bagi orang yang mendengar sudah terbayang seperti apa sosok yang satu ini. Saya sangat kagum dan bahkan seperti tidak rela kalau ada yang mencela beliau. Saya selalu mencoba untuk memahami apa dan bagaimana cara beliau berpikir. Kenapa?. Kalau dalam bahasa iklan mungkin tagline &#8220;<em><strong>S</strong><strong>elalu terdepan</strong></em>&#8221; cocok buat menggambarkan cara pandang sosok yang satu ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-407"></span>Ada ungkapan, &#8220;<em>Cara berpikir Gus Dur hanya dia dan Tuhan yang tahu, ibarat mobil saat belok tanpa menyalakan lampu sen. Sangat mengagetkan</em>&#8220;. Proses pemahaman saya terhadap Gus Dur selalu saya awali dengan &#8220;<em>Oke. Sebentar, ada apa dibelakang pernyataan/tindakannya, kenapa bisa seperti itu?</em>&#8220;. Mungkin pernah mendengar pernyataan beliau kalau ucapan <em>Assalamu&#8217;alaikum </em>diganti dengan Selamat Pagi. Sebagai orang islam pasti bingung dan mungkin kesal dengan ide seperti itu. Dan Alhmadulillah saya beruntung mendapat jawaban apa dibalik ide tersebut dari seorang ulama yang dekat dengan beliau, kalau ide itu sengaja dilempar ke publik karena ada usulan dari salah satu anak buah Presiden Soeharto (waktu itu). Dengan dilemparkan isu itu ke permukaan, maka muncul reaksi yang secara tidak langsung memberitahukan kepada penguasa bahwa ide itu bodoh. Tapi beliaulah menjadi sasaran tembak dari orang-orang yang tidak setuju dengan ide itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejujurnya dulu saya adalah pendukung partai yang didirikan Gus Dur. Karena walau malu-malu saya kagum dengan pemikiran beliau, disamping saya juga dibesarkan dilingkungan islam tradisional yang menjadi basis organisasi yang dipimpin Gus Dur. Islam tradisional yang lebih mengedepankan nilai-nilai hakiki dari ajaran agama daripada simbol-simbolnya sendiri. Partai yang didirikan Gus Dur, akhir-akhir ini <em>&#8220;kelihatan&#8221;</em> pecah amburadul, sehingga pendukungnya mulai beralih ke partai lain. Tapi bagi saya ini adalah bentuk praktek pembelajaran demokrasi yang langsung diterapkan oleh Gus Dur. Sudah menjadi rahasia umum kalau partai ini sangat tergantung dengan seorang figur (kyai) dan selama partai hanya bergantung pada figur akan habis seiring tidak adanya figur yang berpengaruh. Regenerasi partai berjalan dengan dinamika yang ada, bahwa si A tidak setuju dengan si B dan akhirnya membentuk partai baru atau malah muncul kepengurusan partai ganda sampai bertarung di ranah hukum, dan akhirnya hukumlah yang menengahi. Secara tidak langsung beliau mengajari kepada yang muda, jangan terlalu bergantung dengan figur (tua) dan jika terjadi perselisihan, gunakanlah jalur hukum. Kesimpulan saya, ciptakanlah suasana konflik dan belajarlah dari konflik itu. Mungkin tidak lazim tapi itulah yang terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Presiden SBY menyebut Gus Dur sebagai pejuang pluralisme dan multikulturisme sangat tidak berlebihan. Beliau sangat peduli dengan kelompok minoritas tanpa melihat perbedaaan dan selalu menjadi pembela paling depan jika ada kelompok yang merasa tersakiti. Oleh lawannya sering dicap lebih mementingkan kelompok lain (minoritas) dibanding kelompok sendiri. Mungkin begini cara pandangnya, kelompok sendiri (mayoritas) pasti banyak yang bela, sedangkan minoritas mungkin tidak ada yang bela atau sudah sewajarnya yang mayoritas melindungi minoritas dan itu yang praktekkan oleh Rasulullah SAW.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai akhir hayatnya, beliau jika ditanya apakah mau mencalonkan menjadi presiden, beliau menjawab jika diperintahkan maka dia akan maju. Dibalik pernyataan beliau mungkin secara tidak langsung mengatakan &#8220;e<em>mang gak ada lagi yang pantas jadi presiden, yang lebih muda, lebih fresh</em>&#8220;. Beliau terpilih menjadi presiden RI ke-4, seperti menjadi sebuah penghubung dalam proses transisi yang sangat krusial. Walau hanya bertahan tidak sampai 2 tahun tapi beliau berhasil meletakkan landasan yang kuat demokrasi Indonesia serta menunjukkan seperti itulah wajah Indonesia. Secara tidak langsung beliau mengantarkan seorang perempuan menjadi presiden Indonesia yang jika dalam kondisi normal (walau sebagai pemenang pemilu) kecil kemungkinan terwujud mengingat isu boleh/tidaknya seorang perempuan menjadi presiden sangat kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">Disaat proses pelengseran beliau menjadi presiden, beliau menunjukkan bagaimana hukum dan politik harus berjalan seiring dan jika belum maka tugas bangsa ini untuk menyelesaikannnya. Sosok ini sekarang sudah tiada meninggalkan tugas-tugas penting buat bangsa ini untuk terus berbenah menjadi Indonesia yang sesungguhnya. Mencari kembali sosok seperti Gus Dur tidak pernah akan ada, karena seorang pemimpin itu lahir untuk jamannya. Tapi berharap Gus Dur-ian akan tumbuh dan membuat negeri ini memperoleh harga diri dan martabatnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Selamat Jalan Guru Bangsa, Beristirahatlah dengan tenang.</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>antokoe/020110</strong></em></p>
number of view: 3990<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=407&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/gus-dur-ian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Langkah Pikiran Tahun 2009</title>
		<link>http://antokoe.com/catatan-langkah-pikiran-tahun-2009/</link>
		<comments>http://antokoe.com/catatan-langkah-pikiran-tahun-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 17:43:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[antokoe]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[kaleodoskop]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[Tahun baru menjelang, berarti beralih menuju tahun berikutnya. Banyak yang terjadi dan terekam serta berakhir menjadi catatan yang dituangkan dalam sebuah posting yang terkadang sangat dangkal dalam menelaahnya. Kedangkalan itu bukti kalau memang begitu cara menelaahnya. Dinamika blog ini di tahun 2009 begitu terasa terutama jika dilihat dari jumlah posting berdasarkan bulan. Tidak lebih 6 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 285px"><img title="New Year" src="http://philawdelphia.files.wordpress.com/2008/12/happy_new_year_fireworks.jpg" alt="Selamat Tahun Baru 2010" width="275" height="184" /><p class="wp-caption-text">Selamat Tahun Baru 2010</p></div>
<p style="text-align: justify;">Tahun baru menjelang, berarti beralih menuju tahun berikutnya. Banyak yang terjadi dan terekam serta berakhir menjadi catatan yang dituangkan dalam sebuah posting yang terkadang sangat dangkal dalam menelaahnya. Kedangkalan itu bukti kalau memang begitu cara menelaahnya. Dinamika blog ini di tahun 2009 begitu terasa terutama jika dilihat dari jumlah posting berdasarkan bulan. Tidak lebih 6 posting dan alhamdulillah tidak ada yang kosong setiap bulannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong><span id="more-398"></span>Bulan Januari 2009</strong></span> &#8211; ada 6 postingan dan masih didominasi masalah dinamika politik, sedikit kondisi sosial dan sebuah ajakan. <span style="color: #ff0000;"><strong>Bulan Februari 2009</strong></span> &#8211; hanya ada postingan tentang wabah baru berjejaring sosial dan perlunya terus belajar. <strong><span style="color: #ff0000;">Bulan Maret 2009 </span></strong>- sama dengan bulan Februari, ada 2 postingan tentang perlunya ikhlas dan santun dalam berpolitik. <strong><span style="color: #ff0000;">April 2009</span></strong> &#8211; saatnya pesta nyontreng, dan hajatan ujian nasional serta dinamika politik menjelang pemilihan presiden. <strong><span style="color: #ff0000;">Bulan Mei 2009 </span></strong>- pesawat jatuh, menularkan ngeblog dan munculnya sosok caddy perempuan yang bikin geger negeri ini. <strong><span style="color: #ff0000;">Bulan Juni 2009</span></strong> &#8211; tahun ajaran baru berarti mulai sekolah maka pungutan muncul, dampak dari teknologi digital plus kemalasan yaitu budaya copy paste. Ada sedikit harapan mengingat bertambahnya umur yang punya blog dan sedikit unek-unek buat calon presiden baru.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">Bulan Juli 2009</span></strong> &#8211; bom meledak ditengah persiapan pemilihan presiden, fenomena debat presiden dan oleh-0leh dari Borobudur International Festival yang kurang meriah gara-gara bom Kuningan. <strong><span style="color: #ff0000;">Bulan Agustus 2009</span></strong> &#8211; fenomena dahsyatnya media, pikiran usil tentang teroris Noordin M Top, dan blog ini ganti theme setelah hampir setahun tak berubah. Bulan Ramadhan datang, sedikit introspeksi diri dan bagaimana menulis posting yang singkat dan jelas. <strong><span style="color: #ff0000;">Bulan September 2009</span></strong> &#8211; gempa Tasikmalaya, fenomena romantika fesbukiyah dan even nasional mudik serta urbanisasi. Di bulan ini pula blog ini memberanikan diri mengontrak rumah baru (self-host) setelah hampir 3 tahun ngontrak di WordPress.com. Tentunya berharap blog ini lebih semarak. <strong><span style="color: #ff0000;">Oktober 2009 </span></strong>- diawali posting tentang dahsyat gempa Padang, oleh-oleh dari pulang kampung tentang kondisi Candi Borobudur sekarang, heboh Miyabi, pasca kemenangan SBY saatnya berbagi kue kekuasaan ditambah ada sedikit pesan buat presiden terpilih. Ada keprihatinan sendiri melihat pengangguran terdidik (sarjana, diploma) yang makin lama makin banyak. <strong><span style="color: #ff0000;">Bulan November 2009</span></strong> &#8211; heboh cicak vs buaya, pengalaman ngobrol dengan generasi tua dan cerita teman yang selalu asyik berkutat dengan dunianya sendiri. B<strong><span style="color: #ff0000;">ulan Desember 2009 </span></strong>- diawali dengan bohong, hidup harus berubah dan berbagi pengalaman ber-google wave. Tahun ini ditutup dengan posting ini sebagai kaleodoskop blog.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu adalah catatan langkah pikiran di tahun 2009. Semua dapat dilihat jelas dibagian <a href="http://antokoe.com/arsip/">Arsip</a>. Total ada 50 posting plus 1 artikel ini. Jumlah yang sangat sedikit untuk ukuran blog personal. Nyambi ngeblog sambil mengurusi anak orang banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tahun 2010, ada sebuah resolusi baru tentang blog ini yaitu akan basah dengan postingan baru dan memberikan inspirasi bagi pembaca.</p>
<h3 style="text-align: center;"><strong><span style="color: #ff0000;">Selamat Tahun Baru 2010, semoga akan menjadi lebih baik</span></strong></h3>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>antokoe/30122009</em></strong></p>
number of view: 1987<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=398&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/catatan-langkah-pikiran-tahun-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup itu Harus Berubah</title>
		<link>http://antokoe.com/hidup-itu-harus-berubah/</link>
		<comments>http://antokoe.com/hidup-itu-harus-berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 19:48:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Berubah sebuah keniscayaan. Orang hidup itu harus berubah menjadi lebih baik. Perubahan itu terkadang tidak terasa tapi pasti. Dulu bayi sekarang remaja, dulu remaja sekarang parobaya. Yang berubah itu bukannya hanya fisik, tapi juga pengetahuan dan ini akan sejalan dengan pembentukan persepsi dan mindset. Kalau Tukul Arwana bilang saya pelawak tapi hidup saya bukan melawak, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 256px"><img title="Change" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2009/12/change.jpg" alt="Change = Move" width="246" height="184" /><p class="wp-caption-text">Change = Move</p></div>
<p style="text-align: justify;">Berubah sebuah keniscayaan. Orang hidup itu harus berubah menjadi lebih baik. Perubahan itu terkadang tidak terasa tapi pasti. Dulu bayi sekarang remaja, dulu remaja sekarang parobaya. Yang berubah itu bukannya hanya fisik, tapi juga pengetahuan dan ini akan sejalan dengan pembentukan persepsi dan mindset. Kalau Tukul Arwana bilang saya pelawak tapi hidup saya bukan melawak, tapi sebuah proses panjang dan itu sangat pahit. Pahitnya menjadi manis karena ada kesadaran untuk berubah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-404"></span>Bergerak untuk berubah merupakan usaha yang tidak mudah. Keadaan kadang menjadi kambing hitam. Seorang pengemis walau tampilannya lusuh, tapi badan sangat sehat, enggan meninggalkan kegiatan mengemis karena sudah merasa nyaman dan cukup walau itu pekerjaan yang bernada minor. Seorang guru merasa ilmunya sudah cukup dan anak didiknya tidak mempermasalahkannya, enggan meng-upgrade ilmunya karena merasa sudah cukup. Ada disaat kesadaran, bahwa diri ini kurang, terciptalah energi untuk berubah. Otak dan hati sudah kompak bahwa besok harus berubah tapi tersandung sedikit, dipikir berlebih, mengikis energi perubahan yang akhirnya melunturkan niat untuk berubah.</p>
<p style="text-align: justify;">Silakan berubah, berubahlah menjadi seharusnya dan nikmatilah.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>antokoe/11122009</strong></em></p>
number of view: 2372<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=404&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/hidup-itu-harus-berubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bohong</title>
		<link>http://antokoe.com/bohong/</link>
		<comments>http://antokoe.com/bohong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 18:50:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[bohong]]></category>
		<category><![CDATA[skandal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Suatu saat seorang majikan menanyakan kepada pegawainya dengan sangat detil sampai mengisyaratkan kalau sang majikan curiga kalau sedang dibohongi, padahal pegawai itu orang yang jujur. Bahkan sering disuruh tidak jujur oleh majikan walaupun hati menolak keras tapi dengan sangat berat hati tidak bisa menolak. Menurut kamus bahasa Indonesia Bohong adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_380" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-380" title="pinokio" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2009/12/pinokio-300x280.jpg" alt="Bohong" width="300" height="280" /><p class="wp-caption-text">Bohong</p></div>
<p style="text-align: justify;">Suatu saat seorang majikan menanyakan kepada pegawainya dengan sangat detil sampai mengisyaratkan kalau sang majikan curiga kalau sedang dibohongi, padahal pegawai itu orang yang jujur. Bahkan sering disuruh tidak jujur oleh majikan walaupun hati menolak keras tapi dengan sangat berat hati tidak bisa menolak. Menurut kamus bahasa Indonesia Bohong adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah keadaan sengaja ditutupi karena orang tidak boleh tahu keadaan yang sebenarnya yang mungkin menyalahi kaidah yang benar. Ada sebuah ungkapan menarik dan hampir mendekati kenyataan &#8220;<strong><em>orang sangat takut dibohongi karena orang tersebut sering bohong</em></strong>&#8220;. Semakin sering bohong maka orang akan sangat takut kalau dibohongi. Tapi tidak selalu begitu. Kadang ada juga sering dibohongi dan sadar kalau dibohongi tapi tak pernah mempersalahkan, karena ada tekanan perasaan yang membuat maklum diri.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-379"></span>Kalau bercermin dan melihat perilaku pemimpin negeri ini, apakah kita tahu kalau pemimpin kita sedang berbohong atau menjalankan kebohongan?. Negeri yang aneh, itu adalah kalimat yang sering saya pakai. Sekarang sedang terjadi adu kebenaran, dengan memanfaat media, membentuk opini publik, sehingga sebuah citra terbentuk dan akhirnya proses politik yang menjadi target akhirnya. Ada warga negara dengan jantan menyebut kalau pemimpinnya itu terlibat skandal, kemudian ramai-ramai membangun penyangkalan dan saling melaporkan. Sangat bising.</p>
<p style="text-align: justify;">Di media online, memberitakan kalau perlu libatkan ahli hipnotis selevel Master Rommy Rafael untuk mengungkap skandal yang ada. Cukup masuk akal, tapi juga bentuk keputusasaan bahwa mencari pemimpin yang jujur itu sangat sulit karena media penguji kejujuran sudah tidak mampu mendeteksinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbohonglah mumpung banyak temannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Gambar diambil dari <a href="http://pondokhati.files.wordpress.com" target="_blank">sini</a></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>antokoe/031209</strong></em></p>
number of view: 2605<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=379&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/bohong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dia Punya Dunia Sendiri</title>
		<link>http://antokoe.com/dia-punya-dunia-sendiri/</link>
		<comments>http://antokoe.com/dia-punya-dunia-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 17:29:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[egois]]></category>
		<category><![CDATA[keras kepala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Pernah ketemu atau berteman dengan orang yang kalau diajak ngobrol seperti tidak nyambung, susah diajak berkomunikasi secara normal, beranggapan bahwa apa yang dia katakan dan yakini benar walau menurut kebenaran umum itu berarti salah. Terhadap satu persoalan satu ruangan sepakat bahwa tidak terjadi masalah, tapi buat dia ada masalah serius. Semua temannya heran, apa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 234px"><img title="Egois" src="http://sapadunia.files.wordpress.com/2008/10/ego.jpg" alt="" width="224" height="224" /><p class="wp-caption-text">I&#39;m Always Right (sapudunia.wordpress.com)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pernah ketemu atau berteman dengan orang yang kalau diajak ngobrol seperti tidak nyambung, susah diajak berkomunikasi secara normal, beranggapan bahwa apa yang dia katakan dan yakini benar walau menurut kebenaran umum itu berarti salah. Terhadap satu persoalan satu ruangan sepakat bahwa tidak terjadi masalah, tapi buat dia ada masalah serius. Semua temannya heran, apa yang menjadi masalah. Dia selalu datang paling awal, diantara para teman-temannya. Secara logika otomatis dia yang paling lama menunggu. Jam tangan dia menunjukkan jam sembilan pagi, artinya seharusnya semua teman-temannya harus sudah datang. Tapi saat itu belum semuanya datang.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-375"></span>Kemudian dia berdalih, bahwa teman-temannya terlambat, padahal kenyataanya masih setengah jam lagi dari jam sembilan. Tapi dia sangat yakin bahwa jam dia yang paling benar. Semua itu diungkapkan dalam sebuah milis yang diikuti oleh teman-temannya dan dia mengeluh kok semuanya pada terlambat. Respon berdatangan dan milis menjadi ramai, sampai yang berwenang ikut campur. Bukan hanya masalah diatas tapi untuk hal-hal yang lain dia selalu berpikir apa yang dia yakini yang paling benar walau sudah ditunjukkan fakta-fakta yang ada.</p>
number of view: 1609<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=375&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/dia-punya-dunia-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Macan dan Kerbau</title>
		<link>http://antokoe.com/antara-macan-dan-kerbau/</link>
		<comments>http://antokoe.com/antara-macan-dan-kerbau/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 13:59:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Bedanya orang muda dengan orang tua adalah kedalaman dalam hal pengalaman. Orang muda kadang suka menganggap yang tua itu tidak mengerti dunia orang muda dan yang tua menganggap yang muda terburu serta kurang perhitungan. Mungkin itu yang aku tangkap setiap melihat &#8220;kesalahpahaman&#8221; diantara keduanya. Mungkin gambaran yang harmonis kalau melihat iklan sebuah merk rokok di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bedanya orang muda dengan orang tua adalah kedalaman dalam hal pengalaman. Orang muda kadang suka menganggap yang tua itu tidak mengerti dunia orang muda dan yang tua menganggap yang muda terburu serta kurang perhitungan. Mungkin itu yang aku tangkap setiap melihat &#8220;kesalahpahaman&#8221; diantara keduanya. Mungkin gambaran yang harmonis kalau melihat iklan sebuah merk rokok di layar kaca, bagaimana dinamisnya pemikiran anak muda dipadu dengan pertimbangan-pertimbangan dari orang tua sehingga bisa mewujudkan sesuatu yang tidak mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-372"></span>Menarik mengobrol dengan orang tua. Kebetulan pada suatu kesempatan ketemu dengan tetangga yang menurutku langka.</p>
number of view: 3032<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=372&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/antara-macan-dan-kerbau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
