Berdewasa Pikir

Think You Can

Ungkapan kalau pengalaman adalah guru yang terbaik sangat ada kebenarannya. Berpengalaman berarti sangat cukup informasi, bahkan informasi yang dimiliki sudah bertransformasi menjadi sebuah pengetahuan. Perjalanannya mungkin berliku tapi semakin berliku dan dapat melewatinya disitulah kualitas diri kita teruji.

Semakin banyak mengenal orang, seharusnya semakin banyak yang bisa dipelajari, karena dari merekalah ilmu-ilmu diperoleh. Seseorang yang dulunya sangat tertutup dan cenderung minder bila bertemu orang, lebih suka sibuk dengan dunia sendiri walau bukan autis. Bertemu dengan suasana baru bukan pantangan tapi lebih suka melihat keadaan dan berkutat dengan analisa-analisa yang dipahaminya. Sekali ada kesempatan maka orang tidak akan percaya kalau bisa berbicara sepanjang itu dan bermakna. [Read more...]

Number of View :84

Popularity: 3% [?]

Delapan Windu Plus Satu

Bendera Merah Putih

Apa yang sudah terjadi dan lakukan selama delapan windu plus satu atau 65 tahun?. Pasti banyak dan beragam jawabannya tergantung dari sisi mana memandangya. Negeri ini sudah merdeka selama 65 tahun, ibarat umur manusia, umur 65 sudah memasuki usia manula tapi bagi sebuah negara bisa jadi sudah tahapan kematangan dalam segala hal. Tapi buat negeri ini kematangan ini masih jauh dari capaian, justru negeri ini seperti sedang berbenah dan terus berbenah atau malah sedang kehilangan jatidirinya.

Begitu uniknya negeri ini, karena semua yang unik ada dinegeri ini. Keberagaman menjadi pembangun dari negeri ini. Menyatukan keberagaman menjadi pekerjaan panjang dan bila nanti tercapai negeri ini akan menjadi role model buat dunia.

Walau masih terseok, tapi proses itu masih terus berjalan dan mengarah menuju perbaikan dengan kemauan penguasa dan dukungan dari rakyat semua bisa tercapai.

Dirgahayu negeriku.

gambar dari sini
Number of View :257

Popularity: 8% [?]

3 Insan 2 Lelaki dan 1 Perempuan

Ha...ha.....ha...

Pernah menonton film 3 Hati 2 Jiwa 1 Cinta?. Sebuah tontonan yang  bagus (menurut saya), tentang 3 orang anak muda masa kini dengan latar belakang berbeda mencoba memaknai cinta. Sebuah penggambaran yang mewakili kemajemukan negeri ini. Banyak orang sependapat bahwa cinta bisa menyatukan bisa juga menceraiberaikan sehubungan hubungan. Saya tidak akan meresensi film yang menceritakan pemuda keturunan arab yang religius yang berpacaran dengan perempuan katholik yang taat dan seorang muslimah yang mencoba masuk wilayah hubungan sepasang muda-mudi ini. [Read more...]

Number of View :893

Popularity: 33% [?]

Nyandu Online

Online Addict

Beberapa tahun lalu hidup tanpa internet terasa biasa, sekarang serasa tak biasa. Teknologi ditemukan dan aplikasikan akan mengubah perilaku pemakainya. Teknologi berarti cara melakukan. Waktu belum ditemukan sendok seperti sekarang, sendok terbuat dari kayu bahkan batu. Teknologi berkembang dan yang lama menjadi klasik atau musnah.
Beberapa tahun lalu media hanya ada cetak dan elektronik dan masih berjalan serasi tanpa menyerobot kapling masing-masing. Hari ini keberadaan mereka secara pelan tapi pasti tergerus seiring teknologi internet masuk dalam kehidupan manusia. [Read more...]

Number of View :852

Popularity: 22% [?]

Me-reset Kembali

Growing Old Mandatory, Growing Up is Optional

Growing is Old Mandatory, Growing Up is Optional

Jika ditanya, selama mengerti seperti apa hidup ini dan sadar sebagai manusia, berapa banyak yang sudah dilakukan?. Apakah semua terdokumentasi dengan rapi?. Dokumentasi merupakan pekerjaan yang sering terlupakan. Dalam artian disini dokumentasi bukan identik dengan foto, tapi semua yang sudah dilakukan tercatat dengan rapi, tidak melihat apakah itu yang baik atau buruk.

[Read more...]

Number of View :1169

Popularity: 37% [?]

Alangkah Lucunya

alangkah-lucunya

Alangkah Lucunya Negeri Ini

Bukan maksud mau promosi film yang kebetulan berjudul sama dengan judul posting ini, tapi kalau membaca sinopsis  film yang dibesut oleh Dedy Mizwar ini, sepertinya merupakan cerminan dari kondisi terkini. Tiap hari media menyuguhkan informasi yang kebetulan berisi polah tingkah para pemimpin, penegak hukum yang saling tunjuk, saling tuding, saling serang dan saling ngeles. Tiba-tiba Gayus menjadi sebuah icon ajaib yang mengkonotasikan penyelewengan pajak, sehingga para kenek bis kota jika bisnya melewati kantor pajak mempunyai sebutan baru, “Gayus..gayus… ada yang mau turun….?.

Kebobrokan lambat laun terkuak, menyakitkan memang, menggeramkan pasti, memalukan sangat. Penegak hukum malah mempermainkan hukum dan melegenda dengan sebutan mafia hukum. Mafia identik dengan penipuan, raja tega, mematikan hak orang, dan hal-hal yang berbau pelanggaran hukum. Respon yang muncul adalah masyarakat menjadi kecewa, marah dan mengkristal menjadi bentuk perlawanan yang cenderung anarkis. [Read more...]

Number of View :2655

Popularity: 50% [?]

Switch to our mobile site