<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>antokoe dot com &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="http://antokoe.com/category/renungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antokoe.com</link>
	<description>Catatan Langkah Pikiran&#8482;</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 10:27:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Sensasi Melunturkan Moral</title>
		<link>http://antokoe.com/sensasi-melunturkan-moral/</link>
		<comments>http://antokoe.com/sensasi-melunturkan-moral/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 10:26:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[ariel]]></category>
		<category><![CDATA[cut tari]]></category>
		<category><![CDATA[infotainmen]]></category>
		<category><![CDATA[kd]]></category>
		<category><![CDATA[luna maya]]></category>
		<category><![CDATA[moralitas]]></category>
		<category><![CDATA[raul lemos]]></category>
		<category><![CDATA[sensasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=570</guid>
		<description><![CDATA[Media negeri ini sedang menikmati masa kebebasan berekspresi. Bebas mewartakan apa saja yang punya nilai informasi tinggi. Semua berlomba menggali, menggansir, bertindak seperti detektif partikelir, memantau dan bertanya sana-sini, demi mendapatkan informasi yang premium. Sehingga kadang-kadang menimbulkan rasa tidak hati bagi yang diwartakan. Tapi disisi lain ada yang sangat menikmati karena terliput di media, tentunya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_573" class="wp-caption alignleft" style="width: 286px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/07/moralitas.jpg"><img class="size-full wp-image-573" title="moralitas" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/07/moralitas.jpg" alt="" width="276" height="182" /></a><p class="wp-caption-text">Moralitas</p></div>
<p style="text-align: justify;">Media negeri ini sedang menikmati masa kebebasan berekspresi. Bebas mewartakan apa saja yang punya nilai informasi tinggi. Semua berlomba menggali, menggansir, bertindak seperti detektif partikelir, memantau dan bertanya sana-sini, demi mendapatkan informasi yang premium. Sehingga kadang-kadang menimbulkan rasa tidak hati bagi yang diwartakan. Tapi disisi lain ada yang sangat menikmati karena terliput di media, tentunya menguntungkan dari segi publisitas.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-570"></span>Jika menyebutkan sensasi media, setiap waktu silih berganti seperti sudah terskenariokan. Yang paling banyak menyita perhatiannya adalah skandal video syur artis. Kehebohannya dapat mengguncang dunia bahkan popularitas setara dengan hajatan 4 tahun piala dunia yang diadakan di Afrika Selatan. Tapi kenyataannya skandal ini memberikan predikat yang negatif bagi negeri ini setelah budaya korupsinya. Sebagai negara berpenduduk muslim sedunia, jelas-jelas skandal ini sangat memalukan dan bisa memberikan cerminan kalau ada kemerosotan moral yang cukup serius. Niatnya mungkin hanya iseng berbalut sakit hati atau perasaan tidak suka, tapi efeknya sangat luas bagi pelaku sendiri maupun yang [sengaja] melihatnya. Sehingga menjadi kambing hitam pada kejadian kejahatan seksual, bahwa mereka melakukan karena terinspirasi dari video itu. Disisi lain penegak hukum sedang berjuang agar semuanya dapat diselesaikan secara hukum, sedangkan secara sosial diserahkan ke masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Diranah yang sama, yaitu hiburan, sensasi seorang diva yang secara terang-terangan (karena dilakukan didepan kamera infotainmen) sedang menjalin hubungan dengan seorang yang notabene suami [menurut istri] perempuan lain. Sang diva juga memiliki 2 orang anak yang beranjak ABG sedangkan sang lelaki mempunyai 4 anak. Apa yang kira-kira ditanyakan oleh teman-teman sekolahnya kalau melihat ibu/ayahnya seperti itu diranah publik?. Apa yang ada dipikiran mereka?. Mungkinkah itu bentuk dari dahsyatnya cinta?. Cinta yang membutakan dan melunturkan moral tapi jika dilihat dari sisi persepsi cuekisme, mungkin itu biasa dan sah saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi media kondisi seperti ini merupakan informasi yang premium dan layak diekplorasi dari berbagai sisi, kalau perlu melewati batas penyampaian informasi tanpa melihat dampak yang akan ditimbulkan. Disini butuh profesionalisme dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, bukan hanya mendapatkan sesuatu yang sensasional saja. Karena sesuatu yang sensasional ada kalanya dekat sekali dengan tindakan yang melunturkan moral.</p>
<p style="text-align: justify;">gambar dari <a href="http://mustafakanuar.wordpress.com/2009/02/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">
number of view: 222<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=570&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/sensasi-melunturkan-moral/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyandu Online</title>
		<link>http://antokoe.com/nyandu-online/</link>
		<comments>http://antokoe.com/nyandu-online/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 13:45:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[offline]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/nyandu-online/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun lalu hidup tanpa internet terasa biasa, sekarang serasa tak biasa. Teknologi ditemukan dan aplikasikan akan mengubah perilaku pemakainya. Teknologi berarti cara melakukan. Waktu belum ditemukan sendok seperti sekarang, sendok terbuat dari kayu bahkan batu. Teknologi berkembang dan yang lama menjadi klasik atau musnah. Beberapa tahun lalu media hanya ada cetak dan elektronik dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_566" class="wp-caption alignleft" style="width: 165px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/07/internet_addict.jpg"><img class="size-medium wp-image-566" title="internet_addict" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/07/internet_addict-300x295.jpg" alt="" width="155" height="153" /></a><p class="wp-caption-text">Online Addict</p></div>
<p style="text-align: justify;">Beberapa tahun lalu hidup tanpa internet terasa biasa, sekarang serasa tak biasa. Teknologi ditemukan dan aplikasikan akan mengubah perilaku pemakainya. Teknologi berarti cara melakukan. Waktu belum ditemukan sendok seperti sekarang, sendok terbuat dari kayu bahkan batu. Teknologi berkembang dan yang lama menjadi klasik atau musnah.<br />
Beberapa tahun lalu media hanya ada cetak dan elektronik dan masih berjalan serasi tanpa menyerobot kapling masing-masing. Hari ini keberadaan mereka secara pelan tapi pasti tergerus seiring teknologi internet masuk dalam kehidupan manusia. <span id="more-564"></span>Benar tahun 2010 ada puncak dari teknologi informasi dan komunikasi setelah berjalan selama 20 tahun dan teknologi ini akan tergantikan dengan teknologi baru di tahun 2020. Tiga puluh tahun bahkan kurang teknologi mengalami siklus dan ini dimulai dari revolusi industri abad pertengahan.<br />
Hari ini ber komputer ria tanpa koneksi internet menjadi kuno atau old fashion. Makin lama manusia akan sangat tergantung dan akrab dengan kegiatan online. Tapi apakah nyandu online bisa memperbaiki ilmu atau menambah knowledge atau malah menciptakan sebuah bentuk perilaku yang baru?.<br />
Nyandu online jelas menyita waktu produktif, tapi kalau memang itu adalah sarana utama, online menjadi kebutuhan. Over nyandu pasti membuat mengurangi atau bahkan menjadi kontra produktif. Jadi online harus memberikan feedback positif kalau tidak maka kita hanya sebagai korban dari teknologi semata.</p>
<address style="text-align: justify;"><em>Sent from Blackberry</em></address>
<h5 style="text-align: justify;">Image Source :<a href="http://e.foi.hr/wiki/blog/Krunoslav_k/tag/online-socijalizacija/"> here</a><em><br />
</em></h5>
number of view: 338<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=564&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/nyandu-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadi Menikah</title>
		<link>http://antokoe.com/jadi-menikah/</link>
		<comments>http://antokoe.com/jadi-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 18:09:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Greeting]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[kawin]]></category>
		<category><![CDATA[marriage]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=538</guid>
		<description><![CDATA[Jangan mengucapkan selamat dulu, hanya karena membaca judul posting ini, karena saya tidak akan menceritakan tentang pernikahan saya. Ritual sakral itu sudah saya lakukan 10 tahun yang lalu. Akhir pekan kemarin saya meluangkan waktu untuk pulang kampung terkhusus untuk mBak (begitu kami memanggil) saya yang (akhirnya) menikah dengan seorang laki-laki yang Insyaallah akan mendampinginya sampai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Jangan mengucapkan selamat dulu, hanya karena membaca judul posting ini, karena saya tidak akan menceritakan tentang pernikahan saya. Ritual sakral itu sudah saya lakukan 10 tahun yang lalu. <img src='http://antokoe.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_540" class="wp-caption alignleft" style="width: 231px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/marriage.jpg"><img class="size-full wp-image-540" title="marriage" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/marriage.jpg" alt="Menikahlah" width="221" height="228" /></a><p class="wp-caption-text">Menikahlah</p></div>
<p style="text-align: justify;">Akhir pekan kemarin saya meluangkan waktu untuk pulang kampung terkhusus untuk mBak (begitu kami memanggil) saya yang (akhirnya) menikah dengan seorang laki-laki yang Insyaallah akan mendampinginya sampai akhir hayat. Setelah sekian lama menanti Tuhan mengabulkan permohonan doanya yang tanpa henti dipanjatkan setiap saat serta keikhlasan dalam menjalani hidup. Jodoh itu memang misteri, se-misteri rejeki dan kematian. Tiga hal yang menjadi hak prerogatif Tuhan. Ada istilah jodohnya dekat atau jodohnya jauh. Dekat atau jauh bukan masalah jarak yang menyatakan ukuran tapi bentuk kemurahan Tuhan dalam membagi rejekinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-538"></span>Dalam mempersiapkan diri untuk menikah, ada yang berpikir dan berkonsep cukup rumit dengan segala perhitungan matematis yang menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa sudah siap atau belum. Bagi yang berpikir bahwa menikah adalah sebuah proses, konsep atau persiapan bisa dijadikan bagian dari proses. Hal terpenting sebenarnya adalah keberanian diri untuk masuk ke sebuah hubungan yang didalamnya terucap janji suci dihadapan Tuhan dan diniatkan kalau menikah itu adalah bagian dari ibadah. Menikah adalah ibadah. Ibadah berarti mencari keridhloan dari Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang bilang menikah itu harus &#8216;nekad&#8217;. &#8216;Nekad&#8217; bermakna kesiapan mental walau secara materi masih kurang, tapi sangat percaya bahwa Tuhan itu Maha Adil. Dikenalah rejeki setelah menikah. Kemurahan dan Keadilan Tuhan akan dirasakan setelah lahir seorang anak, maka ada istilah rejeki anak. &#8216;Nekad&#8217; disini merupakan awal proses yang penuh tanggung jawab dan menepati janjinya kepada Tuhan didepan penghulu akan lebih sempurna kalau diselimuti rasa bersyukur.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut saya menikah itu selain harus cukup bekal (lahir batin) tapi juga harus ada unsur &#8216;nekad&#8217;. Nekad adalah tekad. Tekad sebuah janji disertai usaha. Tekad menjadi sebuah alasan. Alasan untuk menikah. Ayo buru-buru nikah.</p>
<p style="text-align: justify;">Teman saya kalau ditanya &#8220;<em><strong>kapan nikah</strong></em>?&#8221;. &#8220;Takut ah, nanti cerai kayak artis-artis itu&#8221;. &#8220;<em><strong>Emang lu artis?</strong></em>&#8220;. Nyengir. Tapi dia balik nanya &#8220;<</p>
number of view: 868<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=538&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/jadi-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Me-reset Kembali</title>
		<link>http://antokoe.com/me-reset-kembali/</link>
		<comments>http://antokoe.com/me-reset-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 17:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antokoe]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[1 juni]]></category>
		<category><![CDATA[milad]]></category>
		<category><![CDATA[ultah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=532</guid>
		<description><![CDATA[Jika ditanya, selama mengerti seperti apa hidup ini dan sadar sebagai manusia, berapa banyak yang sudah dilakukan?. Apakah semua terdokumentasi dengan rapi?. Dokumentasi merupakan pekerjaan yang sering terlupakan. Dalam artian disini dokumentasi bukan identik dengan foto, tapi semua yang sudah dilakukan tercatat dengan rapi, tidak melihat apakah itu yang baik atau buruk. Memang penting dilakukan?. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_533" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/growingup.jpg"><img class="size-medium wp-image-533" title="Growing Old Mandatory, Growing Up is Optional" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/growingup-300x149.jpg" alt="Growing Old Mandatory, Growing Up is Optional" width="300" height="149" /></a><p class="wp-caption-text">Growing is Old Mandatory, Growing Up is Optional</p></div>
<p style="text-align: justify;">Jika ditanya, selama mengerti seperti apa hidup ini dan sadar sebagai manusia, berapa banyak yang sudah dilakukan?. Apakah semua terdokumentasi dengan rapi?. Dokumentasi merupakan pekerjaan yang sering terlupakan. Dalam artian disini dokumentasi bukan identik dengan foto, tapi semua yang sudah dilakukan tercatat dengan rapi, tidak melihat apakah itu yang baik atau buruk.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-532"></span>Memang penting dilakukan?. Jawabanya bisa sangat tergantung siapa yang merasakan. Apakah kegiatan mendokumentasikan sekarang sudah mulai dilakukan?. Saya akan menjawab &#8220;sedang diusahakan&#8221;. Kok jawabannya tidak yakin?. Karena masih mengganggap hal itu sepertinya belum saatnya dilakukan. Jika menengok setahun kebelakang sampai saat ini apa yang terbaik sudah dilakukan dan apa hal terburuk yang pernah dilakukan?. Jika hal terbaik sudah dilakukan, apakah sudah menambah keyakinan kalau hal ini harus terus dilakukan, bahkan seharusnya dari dulu. Bila pernah melakukan hal terburuk, apakah itu satu-satunya kesalahan yang pernah dibuat atau dari situasi itu akhirnya menjadi sadar dan tahu apa yang seharusnya dilakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya merasa apa yang pernah terucap atau terjanjikan setahun yang lalu, tidak semua terlaksana dengan baik dan tak lebih hanya berjalan seperti biasa. Kedisiplinan terhadap komitmen tidak seteguh candi yang akhirnya mengikuti arus yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Tepat setahun, saatnya me-reset kembali semua yang ingin dilakukan dan apa yang belum selesai dilakukan sampai sekarang. Setahun sudah umur bertambah tentunya menambahkan pada besaran yang ada sehingga arah menuju tua makin dekat.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Thanks to my wife and my childs. Kalian telah memberikan spirit untuk terus berjuang dan berikhlas.</p>
</blockquote>
number of view: 962<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=532&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/me-reset-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merasa Makin Bodoh</title>
		<link>http://antokoe.com/merasa-makin-bodoh/</link>
		<comments>http://antokoe.com/merasa-makin-bodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 10:58:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[Ini yang dirasakan sekarang ini. Selama ini merasa sudah cukup tahu, tapi ibarat sebuah software tapi tidak terupdate, atau tak termutakhirkan. Mengandalkan spontanitas dan improvisasi sekenanya, tapi malah menunjukkan kebodohan itu. Otak merasa bebal butuh baterai dengan teknologi super atau  berkualitas lithium sekualitas baterai ponsel bikinan China. Solusi yang jitu harus kembali ke fitrahnya sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_524" class="wp-caption alignleft" style="width: 195px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/learn.jpg"><img class="size-medium wp-image-524" title="learn" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/learn-300x238.jpg" alt="Yuk Belajar Lagi" width="185" height="148" /></a><p class="wp-caption-text">Yuk Belajar Lagi</p></div>
<p style="text-align: justify;">Ini yang dirasakan sekarang ini. Selama ini merasa sudah cukup tahu, tapi ibarat sebuah software tapi tidak terupdate, atau tak termutakhirkan. Mengandalkan spontanitas dan improvisasi sekenanya, tapi malah menunjukkan kebodohan itu. Otak merasa bebal butuh baterai dengan teknologi super atau  berkualitas lithium sekualitas baterai ponsel bikinan China. Solusi yang jitu harus kembali ke fitrahnya sebagai manusia berakal yang tidak lain adalah belajar.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-523"></span>Memulai adalah usaha yang paling sulit apalagi sudah lama terabaikan. Motivasi adalah resep plus obat yang bisa meringankan langkah sebelum diberikan obat yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">[memulai belajar lagi, permisi]</p>
number of view: 1094<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=523&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/merasa-makin-bodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulang</title>
		<link>http://antokoe.com/pulang/</link>
		<comments>http://antokoe.com/pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 20:01:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[pulang kampung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=510</guid>
		<description><![CDATA[Minggu lalu, orang tua saya telepon dan tanya kapan jadi mau pulang?. Ada keraguan untuk menjawab pertanyaan ini, karena sudah berapa kali menjawab, &#8220;Segera, lagi dicari waktu yang pas !&#8220;. Kali ini ada rasa enggan untuk menjawab dengan jawaban yang tidak ada kepastian. Akhirnya saya &#8220;Minggu sore berangkat !&#8220;. Ada rasa mantab dan rasa pasti. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_511" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil1.jpg"><img class="size-medium wp-image-511" title="prepil1" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil1-300x225.jpg" alt="Borobudur form Prepil Side" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Borobudur form Prepil Side</p></div>
<p style="text-align: justify;">Minggu lalu, orang tua saya telepon dan tanya kapan jadi mau pulang?. Ada keraguan untuk menjawab pertanyaan ini, karena sudah berapa kali menjawab, &#8220;<strong>Segera, lagi dicari waktu yang pas !</strong>&#8220;. Kali ini ada rasa enggan untuk menjawab dengan jawaban yang tidak ada kepastian. Akhirnya saya &#8220;<strong>Minggu sore berangkat !</strong>&#8220;. Ada rasa mantab dan rasa pasti. Setelah dipersiapkan ubo rampe-nya, termasuk menyiapkan upo rampe lainnya karena otomatis selama pulang tidak bisa jualan kecap seperti biasa, dan setelah semua sudah disiapkan pada <a href="http://learning.mas-anto.com/">tempatnya,</a> akhirnya pulang berbekal tas berisi laptop, kaos 2 potong, celana panjang 1 potong dan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-510"></span>Berangkat ke terminal dan kebetulan sehari sebelumnya sudah memesan tiket, tak lama bis  yang ditunggu datang. Jam 16.00 lebih sedikit bis melaju lancar menelusuri tol lingkar luar menuju luar kota. Karena memang tidak sedang musim pulang, kondisi pantura sangat lancar, biasa sampai pemberhentian bis sekitaran jam tujuh malam, pas azan magrib bis berhenti dan mempersilakan penumpangnya untuk istirahat, sholat dan makan malam, karena tidak akan ada pemberhentian berikutnya. Jam 7 kurang seperempat bis berangkat kembali menelusuri pantura dan saya baru ngeh kalau ada ruas tol baru setelah tol Kanci, membuat perjalanan ini menjadi sangat cepat. Jam 2 malam kurang bis sampai Magelang (biasanya jam 4, berarti 2 jam lebih awal). Saya turun di pertigaan antara Magelang &#8211; Muntilan (Jogja). Sepi, kendaraan sangat jarang, dan perjalanan masih jauh sekitaran 12 km lagi. Tidak mungkin saya menunggu pagi. Tukang ojek yang mangkal hanya beberapa motor dan hampir semuanya terlelap. Salah satunya terusik kedatangan saya dan setelah tawar menawar, akhirnya ojek dengan motor Honda GL mengantarkan saya menuju Borobudur dan akhirnya sampai depan rumah. Hanya memakan waktu 15 menit perjalanan ojek ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepi, lengang, rimbun pohon disinari rembulan muda  membuat suasana tenteram dan disitulah ada kedamaian. Saya</p>
<div id="attachment_512" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil2.jpg"><img class="size-medium wp-image-512 " title="prepil2" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil2-300x227.jpg" alt="Borobudur from Prepil Side 2" width="300" height="227" /></a><p class="wp-caption-text">Borobudur from Prepil Side 2</p></div>
<p style="text-align: justify;">menikmati sejenak suasana ini diteras rumah sudah banyak berubah dibanding waktu lahir dan besar dulu. Ada keengganan untuk mengetuk pintu mengingat jam segitu, saat nyenyaknya tidur. Tapi kebiasaan orang tuaku, jam segitu bangun untuk menunaikan sholat tahajud. Dan benar tak berapa lama ada aktifitas dikamar mandi, ada suara orang mengambil wudhu, dan setelah saya intip, memang emak (begitu saya manggil ibu) sudah bangun, akhir saya panggil dan dengan sigap, emak membukakan pintu. Setelah bersalaman, saya masuk setelah menaruh tas , kemudian merebahkan badan. Ada kenyamanan yang saya rasakan dan hanya dirumah ini rasa itu ada. Tak lama sosok laki-laki yang sudah terlihat sepuh, bangun dan menyapa &#8220;<em>Wis mau ?&#8221; (udah dari tadi).</em> Sambil bersalaman saya jawab &#8220;S<em>ak untawis (belum lama)&#8221;</em>. Itulah bapakku, pensiunan PNS guru yang aktif membantu teman-temannya dalam mengurus tunjangan sampai ibukota provinsi seorang diri.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_513" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil3.jpg"><img class="size-medium wp-image-513" title="prepil3" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/prepil3-300x227.jpg" alt="Traktor Pengganti Kerbau" width="300" height="227" /></a><p class="wp-caption-text">Traktor Pengganti Kerbau</p></div>
<p style="text-align: justify;">Tidak seperti biasa suasana kampung panas, tapi rindangnya pohon memberikan nuansa kesejukan. Ada sebuah kebiasaan emak, tiap pagi membuat tempe goreng dan itu khas. Kebiasaan saya adalah tidak pernah sarapan dan tempe orang ini menjadi sarapan saya pagi itu. Setelah ada beberapa urusan, dengan mengendarai moto butut bapak , saya mengantarkan barang titipan ke rumah pak de yang berdomisili di Temanggung. Itung-itung jalan-jalan dan jarak 35 km lebih dinikmati tanpa terasa. Sore itu di kampungku ada gelar kesenian tradisional Topeng Ireng dan Kuda Lumping untuk menyambut pejabat yang datang. Karena kampung disebelah candi Borobudur, kampungku dibina untuk menjadi kampung budaya dan menjadi langganan Home Stay setiap ada perhelatan akbar di candi Borobudur.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada rutinitas setiap pulang, biasanya naik candi Borobudur dan potret sana, potret sini. Kali ada rasa malas, dan kebetulan lupa membawa kamera digital yang udah butut itu. Tapi ada rasa keinginan mengabadikan suasana, untung ada ponsel berkamera bisa dimanfaatkan sesuatu yang saya anggap menarik.</p>
<p style="text-align: justify;">Suasana lingkungan dan keluarga di kampung membangkitkan kerinduan suasana yang telah lalu, dan disitulah semua berawal. Bertemu teman sepermainan, melewati tempat yang menorehkan memori masa kecil dan menjadi saksi tumbuhnya menjadi sosok sekarang ini, itu jika kita pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">
number of view: 1450<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=510&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alangkah Lucunya</title>
		<link>http://antokoe.com/alangkah-lucunya/</link>
		<comments>http://antokoe.com/alangkah-lucunya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 18:40:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi]]></category>
		<category><![CDATA[alangkah lucunya]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[gayus]]></category>
		<category><![CDATA[markus]]></category>
		<category><![CDATA[mbah priuk]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=498</guid>
		<description><![CDATA[Bukan maksud mau promosi film yang kebetulan berjudul sama dengan judul posting ini, tapi kalau membaca sinopsis  film yang dibesut oleh Dedy Mizwar ini, sepertinya merupakan cerminan dari kondisi terkini. Tiap hari media menyuguhkan informasi yang kebetulan berisi polah tingkah para pemimpin, penegak hukum yang saling tunjuk, saling tuding, saling serang dan saling ngeles. Tiba-tiba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_499" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/04/alangkah-lucunya.jpg"><img class="size-medium wp-image-499" title="alangkah-lucunya" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/04/alangkah-lucunya-209x300.jpg" alt="alangkah-lucunya" width="209" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Alangkah Lucunya Negeri Ini</p></div>
<p style="text-align: justify;">Bukan maksud mau promosi film yang kebetulan berjudul sama dengan judul posting ini, tapi kalau membaca sinopsis  film yang dibesut oleh Dedy Mizwar ini, sepertinya merupakan cerminan dari kondisi terkini. Tiap hari media menyuguhkan informasi yang kebetulan berisi polah tingkah para pemimpin, penegak hukum yang saling tunjuk, saling tuding, saling serang dan saling ngeles. Tiba-tiba Gayus menjadi sebuah icon ajaib yang mengkonotasikan penyelewengan pajak, sehingga para kenek bis kota jika bisnya melewati kantor pajak mempunyai sebutan baru, &#8220;Gayus..gayus&#8230; ada yang mau turun&#8230;.?.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebobrokan lambat laun terkuak, menyakitkan memang, menggeramkan pasti, memalukan sangat. Penegak hukum malah mempermainkan hukum dan melegenda dengan sebutan mafia hukum. Mafia identik dengan penipuan, raja tega, mematikan hak orang, dan hal-hal yang berbau pelanggaran hukum. Respon yang muncul adalah masyarakat menjadi kecewa, marah dan mengkristal menjadi bentuk perlawanan yang cenderung anarkis. <span id="more-498"></span>Tragedi berdarah Tanjung Priuk adalah bentuk akumulasi kekecewaan itu. Bagaimana pemerintah daerah gagal berkomunikasi dengan warganya, atau sudah berkomunikasi tapi tidak menggunakan bahasa rakyat yang sama, sehingga kesalahpahaman dan anarkis hasilnya. Puluhan malah ratusan terluka bahkan meregang nyawa demi mempertahankan eksistensi dan terpenuhinya kepentingan pihak tertentu. Para petinggi polisi sibuk memperbaiki citranya yang tercoreng akibat testimoni jenderalnya sendiri, disisi lain kerawanan sosial butuh perhatian lebih.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu semua bisa dipandang sebagai kelucuan yang cenderung jayus (dipaksakan). Mengubah keadaan plus mindset-nya tidak mudah, seperti yang dilakukan oleh tokoh Muluk, Syamsul,Pipit dan H. Rahmat dalam film Alangkah Lucunya (negeri ini) yang berjuang mengubah mindset para pencopet cilik yang biasa beroperasi di pasar, mall dan angkot. Mengajak pencopet agar tidak mencopet lagi itu ibarat menegakkan benang basah. Mungkin ada benarnya, kalau negeri ini adalah negeri para pencopet, seperti yang digambarkan dalam film tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelucuan ini akan terasa bermanfaat untuk kesehatan dan panjang umur, tentunya jika emang lucu yang sebenarnya, menghibur, syukur-syukur bisa menginspirasi untuk terus berjuang. Bukan lucu yang menggelengkan kepala. Jika lucu, silakan tertawa&#8230;&#8230; :d</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Saya mohon maaf kepada pengunjung blog dan telah memberikan komentar satu minggu terakhir kalau, komentar anda hilang sebagai akibat dari perpindahan hosting blog ini. </em></p>
</blockquote>
number of view: 2182<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=498&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/alangkah-lucunya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makhluk itu Bernama Jejaring Sosial</title>
		<link>http://antokoe.com/makhluk-itu-bernama-jejaring-sosial/</link>
		<comments>http://antokoe.com/makhluk-itu-bernama-jejaring-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 05:07:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[kasus facebook]]></category>
		<category><![CDATA[myspace]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=450</guid>
		<description><![CDATA[Makhluk ini tak berbentuk fisik dan tak menyeramkan tapi akhir-akhir ini menjadi sosok yang bagi sebagian orang menyeramkan. Jejaring sosial adalah bentuk perwujudan dari konsep membangun komunikasi tanpa memandang apa dan dimana pelakunya berada. Sebenarnya konsep ini sudah ada sejak lama, tapi menjadi booming beberapa tahun terakhir. Manusia dimanjakan oleh produk teknologi komunikasi yang meminimalkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_454" class="wp-caption alignleft" style="width: 206px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/02/facebook_logo2.png"><img class="size-medium wp-image-454" title="facebook_logo2" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/02/facebook_logo2-300x300.png" alt="" width="196" height="196" /></a><p class="wp-caption-text">Facebook</p></div>
<p style="text-align: justify;">Makhluk ini tak berbentuk fisik dan tak menyeramkan tapi akhir-akhir ini menjadi sosok yang bagi sebagian orang menyeramkan. Jejaring sosial adalah bentuk perwujudan dari konsep membangun komunikasi tanpa memandang apa dan dimana pelakunya berada. Sebenarnya konsep ini sudah ada sejak lama, tapi menjadi booming beberapa tahun terakhir. Manusia dimanjakan oleh produk teknologi komunikasi yang meminimalkan interaksi secara langsung sehingga konsep agung <span style="color: #ff0000;">silaturahmi</span> mulai terkikis oleh sifat instan dan praktis.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-450"></span>Makhluk beridentitas Friendster, MySpace, Twitter dan Facebook menjadi teman akrab para jamaah online sehingga banyak menyita waktu efektif setiap harinya. Setidaknya ritualitasnya bertambah seperti yang tuturkan oleh penyanyi rap mutakhir Saykoji lewat lagunya Online. Situasi ini tentunya diendors secara tidak langsung para produsen alat komunikasi (baca:telepon gengam) dan provinder penyedia jaringan komunikasi (operator). Perilaku berubah seiring bagaimana manusia membangun komunikasi dan memaknai komunikasi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jejaring sosial bisa sangat membantu para pelaku sosialita tapi bisa sangat mengganggu atau malah menakutkan. Jika diajukan pertanyaan &#8220;Kenapa sih ikut Facebook-an?&#8221;. Yang muncul adalah jawaban standar, jarang menjawab begini &#8220;Saya kan pengin eksis dan narsis!&#8221;. Popularitas sebuah jejaring sosial seperti Facebook (FB) mendorong orang untuk bergabung mulai dari anak SD sampai ibu-ibu. Setiap popularitas selalu bermata dua positif dan negatif. Tidak heran popularitas FB mendorong para jamaahnya untuk membangun komunikasi lebih intens dibanding sebelumnya seperti makin banyaknya acara reuni lintas masa. Sisi lain memberikan lahan baru bagi para penikmat nakal untuk mendapatkan mangsanya.Positif apa negatif tergantung pelaku membawa arah yang diinginkan. Pada hakekat teknologi dihadirkan untuk melengkapi kekurangan manusia atau membantu manusia dalam beraktifitas sedangkan efek adalah bentuk keluaran yang sering dipengaruh mindset manusia itu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Kasus penyalahgunaan FB hari terakhir cukup meresahkan para orang tua yang mempunyai putra/putri tanggung umur. Menurut Komnas Anak, ada 1000 lebih laporan penyalahgunaan FB dan rata-rata terjadi diranah remaja sampai dewasa. Kemudahan dan kebebasan jejaring sosial sering mengesamping kontrol, jadi tidak heran jika terjadi pelecehan, penghinaan, pencemaran nama baik terjadi diranah jejaring sosial. Kondisi ini mengingatkan kembali wacana fatwa haram untuk FB. Fatwa mungkin tidak perlu dikeluarkan tapi memberikan informasi dan mengingatkan rambu-rambu yang perlu diperhatikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Terakhir jadi ingat, seorang ibu datang ke tempat kerjaku bilang, &#8220;<em><strong>Mas bisa ajari saya Facebook?&#8221;</strong></em>. Kemudian ibu itu saya ajarin dasar-dasar pengoperasian internet, sampai pada pembuatan email dan cara menggunakannya. Kemudian,&#8221;<em><strong>Mas sekarang ajari saya Facebook?</strong></em>&#8220;. Dengan sabar saya menuntun ibu mulai membuat akun FB, sampai pada tahap mencari teman. &#8220;<em><strong>Anak ibu punya Facebook?&#8221;</strong></em>. Ibu menjawab, &#8220;<em><strong>Ada mas!&#8221;</strong></em>. Saya mulai mengajarkan bagaimana mencari teman yang mungkin dikenalnya. Ketemulah akun anak ibu ini dan menambahkan dalam daftar teman. Kebetulan sang anak sedang online, permintaan teman langsung di-<em>approve</em>. &#8220;<strong><em>Mas gimana cara saya bisa chatting dengan anak saya?&#8221;</em></strong>. <strong><em>&#8220;Begini&#8230;&#8221;.</em></strong> Dan tak lama sang ibu dan anak mulai berkomunikasi via FB. <em><strong>&#8220;Kamu dimana nak?&#8221;</strong></em>, itulah kalimat percakapan si ibu dengan anak, kemudian diteruskan dengan <em><strong>&#8220;Kamu sudah makan?&#8221;</strong></em>. Si anak malah balik nanya <em><strong>&#8220;Mama ngapain sih ikut-ikutan main Facebook?&#8221;. </strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum kursus singkat itu berakhir, saya menanyakan kepada si Ibu, <em><strong>&#8220;Kenapa bu kok ibu pengin diajarin  Facebook?&#8221;</strong></em>. Jawaban standarnya, &#8220;<strong><em>kepengin mas, teman-teman saya sudah punya Facebook&#8221;</em></strong>. Si ibu melanjutkan jawaban, <em><strong>&#8220;Sebenarnya saya pengin mantau anak-anak saya yang menginjak remaja secara tidak langsung&#8221;</strong></em>. Jawaban yang cukup bijaksana, pikir saya. Ini <em>true story,</em> &#8220;<strong><em>hallo ibu Ita, salam buat anak-anak ibu yang cantik&#8221;.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">
number of view: 2573<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=450&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/makhluk-itu-bernama-jejaring-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pamrih atas Usaha</title>
		<link>http://antokoe.com/pamrih-atas-usaha/</link>
		<comments>http://antokoe.com/pamrih-atas-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 20:13:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[pamrih]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=427</guid>
		<description><![CDATA[Berpamrih atas usaha yang telah dilakukan adalah sebuah kewajaran. Walau kadang ditambah wewangian bunga berupa pengakuan bahwa usahanya itu dilakukan atas dasar keikhlasan. Berapa komparasi antara berusaha berlandaskan keikhlasan dan pamrih. Pamrih memang tidak dilarang dan bukan hal yang saru, tapi perwujudan take-and-give, proses kausatif atau sebab akibat, atau aksi-reaksi. Ilustrasi sederhana, mahasiswa mengerjakan semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berpamrih atas usaha yang telah dilakukan adalah sebuah kewajaran. Walau kadang ditambah wewangian bunga berupa pengakuan bahwa usahanya itu dilakukan atas dasar keikhlasan. Berapa komparasi antara berusaha berlandaskan keikhlasan dan pamrih. Pamrih memang tidak dilarang dan bukan hal yang saru, tapi perwujudan take-and-give, proses kausatif atau sebab akibat, atau aksi-reaksi. Ilustrasi sederhana, mahasiswa mengerjakan semua tugas yang diberikan dosen dan mereka punya pamrih akan mendapatkan nilai yang baik.<a href="#ngisor">T</a></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-427"></span>Dibalik itu dosen sebenarnya secara sengaja walaupun mahasiswa tidak merasa kalau disengaja, tugas itu adalah sebuah awal perkenalan pada sesuatu yang baru dan berharap berlanjut walaupun nilai sudah keluar. Singkatnya adalah bahwa hasil adalah akibat dari sebuah proses dan proses itu bisa terdiri dari usaha-usaha yang mungkin terasa berat. Tapi tidak jarang orang mengabaikan sebuah proses dan hanya berfokus pada hasil yang cepat atau instan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi ingat sebuah iklan, &#8220;<em><strong>Kalau mau pinter ya&#8230;belajar!</strong></em>&#8220;. Analogi dari pertanyaan ini mungkin &#8220;<em><strong>Kalau mau menjadi sarjana, ya&#8230; kuliah yang benar !&#8221;. </strong></em>Dari pernyataan terakhir tersimpul kategori atau tipe seorang yang sedang menempuh studi, yaitu student, turis dan teroris. Tipe student mereka berproses layaknya seorang yang menuntut ilmu dan berpamrih mempunyai kecakapan sesuai bidang ilmu yang dipelajari. Tipe turis, mereka hanya berpamrih pada selembar kertas (baca: ijasah) tanpa perlu repot memikirkan hasil akhir dan kadang menafikan kecakapan ilmu yang dipelajari. Golongan ini biasanya sudah mapan (pekerjaannya) dan hanya butuh peningkatan atau hanya sebuah tuntutan pekerjaaan. Tipe yang terakhir ini yang paling gawat dan rusak. Mereka berasa sebagai bos, yang penting bayar, mengikuti proses belajar menjadi prioritas nomor sekian dan berpamrih juga pada selembar kertas (ijasah).</p>
<p style="text-align: justify;">Pamrih adalah mengharap. Mengharap memperoleh yang maksimal. Maksimal menurut ukuran kewajaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Terakhir, saya berpamrih kepada para blogwalker, membaca dulu sebelum berkomentar. He&#8230;he..</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>antokoe/20012010</strong></em></p>
<p><a name="ngisor"></a></p>
number of view: 2396<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=427&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/pamrih-atas-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahalnya Sebuah Ilmu</title>
		<link>http://antokoe.com/mahalnya-sebuah-ilmu/</link>
		<comments>http://antokoe.com/mahalnya-sebuah-ilmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 11:18:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[java]]></category>
		<category><![CDATA[mysql]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[Pas liburan kemarin iseng-iseng, Jono pergi sebuah toko hewan (pet-shop). Niatnya dari rumah adalah pengin mencari kandang buat Hamster soalnya yang lama sudah sesak. Masuklah ke toko hewan, tengak-tengok mencari kandang yang dimaksud. Tiba-tiba seorang laki-laki masuk dan langsung bertanya kepada penjaga toko. &#8220;Monyet itu harganya berapa mas?&#8220;. Dengan ramahnya penjaga menjawab, &#8220;Oh&#8230;kalau yang itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_421" class="wp-caption alignleft" style="width: 242px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/01/monkey.jpg"><img class="size-medium wp-image-421" title="monkey" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/01/monkey-232x300.jpg" alt="Mahalnya Sebuah Ilmu" width="232" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">I&#39;m not Monkey</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pas liburan kemarin iseng-iseng, Jono pergi sebuah toko hewan (<em>pet-shop</em>). Niatnya dari rumah adalah pengin mencari kandang buat Hamster soalnya yang lama sudah sesak. Masuklah ke toko hewan, tengak-tengok mencari kandang yang dimaksud. Tiba-tiba seorang laki-laki masuk dan langsung bertanya kepada penjaga toko. <em><strong>&#8220;Monyet itu harganya berapa mas?</strong></em>&#8220;. Dengan ramahnya penjaga menjawab,<em><strong> &#8220;Oh&#8230;kalau yang itu harganya 25 juta..!&#8221;.</strong></em> Tanpa pikir panjang laki-laki itu mengeluarkan segepok uang dari tasnya dan langsung membayar monyet itu dengan tunai. Setelah itu monyet dalam kandang langsung dibawa pulang.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-417"></span>Menyaksikan kejadian itu, Jono jadi penasaran. &#8220;<em>Monyet apaan kok harganya sampai 25 juta&#8221;</em>. Untuk mengobati rasa penasaran, Jono menanyakan langsung ke penjaga toko. &#8220;<em><strong>Mas monyet kecil begitu kok harganya sampai 25 juta sih?&#8221;.</strong></em> Si penjaga menjawab dengan singkat, dan tanpa emosi sedikitpun.  <em><strong>&#8220;Oh,,, kalau yang tadi itu mahir program Visual Basic&#8221;</strong></em>. Si Jono kaget dan heran, yang notabene dia adalah mahasiswa informatika semester 3. Ditengah keheranan, masuklah seorang ibu (bersama ajudannya) yang kalau dilihat dari penampilannya seperti seorang yang mempunyai kekuasaaan. Si ibu langsung menuju kandang yang posisinya sebelah kanan depan  Jono. &#8220;<em><strong>Mas saya mau beli yang ini mas?</strong></em>&#8220;, si ibu berbicara dengan penjaga toko. <strong><em>&#8220;Mau bayar tunai apa cek bu?&#8221;</em></strong>, tanya si penjaga. <em><strong>&#8220;Tunai saja&#8221;,</strong></em> jawab singkat si ibu. Langsung si ibu mengeluarkan sepuluh  gepok uang 100 ribuan dan menyerahkan kepada si penjaga. Si penjaga menerima dengan hati-hati kemudian membuatkan kuitansi. Setelah selesai si ibu beranjak pergi, sementara sang ajudan menggotong kandang yang berisi monyet tadi menuju mobil yang sudah diparkir didepan toko.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih penasaran lagi si Jono, langsung tanya dengan si penjaga. <strong><em>&#8220;Yang tadi monyet apalagi kok harganya sampai 100 juta?&#8221;.</em></strong> Si penjaga menjawab dengan entengnya seperti biasa, <strong><em>&#8220;Monyet yang tadi itu mahir .NET, PHP&#8221;.</em></strong> Si Jono melongo mendengar jawaban si penjaga toko.  Saking penasarannya mendekatlah Jono ke kandang monyet di pojok toko, dan matanya langsung tertuju pada label yang ada dikandang. <em><strong>&#8220;Mas kalau monyet ini kok harganya sampai 500 juta?</strong></em>&#8220;. Si penjaga diam sambil merapikan susunan makanan kucing yang ada dirak, terus mendekati si Jono, <em><strong>&#8220;Yang ini mas&#8230;.?&#8221;</strong></em>, sambil menunjuk monyet dalam kandang. <em><strong>&#8220;Yang ini adalah project manager yang mahir bahasa program JAVA dan sudah mengantongi beberapa sertifikat dari Sun Microsystem&#8221;. </strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Si Jono nyengir mendengar jawaban penjaga toko. Dalam penjalanan pulang si Jono pikirannya berputar-putar, ternyata ilmu itu mahal lebih-lebih ilmu yang diimbagi kecakapan khusus.</p>
<p style="text-align: justify;">Terinspirasi dari buku <strong>A Project Management Primer</strong> <strong>(Nick Jenkins 2005).</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>antokoe/12012010<br />
</strong></p>
number of view: 3454<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=417&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/mahalnya-sebuah-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>56</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
