<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>antokoe dot com &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="http://antokoe.com/category/renungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antokoe.com</link>
	<description>Catatan Langkah Pikiran&#8482;</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jan 2012 02:00:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>antokoe New Year 2012 at Orange House</title>
		<link>http://antokoe.com/antokoe-new-year-2012-at-orange-house/</link>
		<comments>http://antokoe.com/antokoe-new-year-2012-at-orange-house/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 02:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Greeting]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[antokoe 2012]]></category>
		<category><![CDATA[antokoe orange house]]></category>
		<category><![CDATA[new year 2012]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=823</guid>
		<description><![CDATA[Dua ribu dua belas, baru kemarin tertapaki dengan segudang harapan dan keinginan.  Jamaknya diawal tahun ada keinginan perlu di-setup ulang atau dimodifikasi karena menyesuaikan kondisi. Evaluasi ditahun sebelumnya mungkin dapat memberikan deskripsi yang lebih jelas tentang apa dan yang harus dikerjakan ditahun baru ini. Menyikapi berakhirnya tahun dan memasuki tahun yang baru biasanya dipersiapkan sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_824" class="wp-caption alignleft" style="width: 212px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2012/01/kembang_api.jpg"><img class=" wp-image-824" title="kembang_api" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2012/01/kembang_api-278x300.jpg" alt="" width="202" height="218" /></a><p class="wp-caption-text">Firework 2012</p></div>
<p style="text-align: justify;">Dua ribu dua belas, baru kemarin tertapaki dengan segudang harapan dan keinginan.  Jamaknya diawal tahun ada keinginan perlu di-setup ulang atau dimodifikasi karena menyesuaikan kondisi. Evaluasi ditahun sebelumnya mungkin dapat memberikan deskripsi yang lebih jelas tentang apa dan yang harus dikerjakan ditahun baru ini. Menyikapi berakhirnya tahun dan memasuki tahun yang baru biasanya dipersiapkan sebuah kegiatan yang menonjolkan hura-hura atau lebih kegiatan yang mengarahkan pada kebersamaan tapi tetap bernuansa kesenangan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-823"></span>Menyambut tahun baru dua ribu dua belas ini, saya membangun kebersamaan dengan teman-teman yang kebetulan rumah saya jadi tempat berkumpul. Saya menyebut rumah (baru) saya ini dengan <a href="https://www.facebook.com/pages/Antokoe-Orange-House/275875582432311" target="_blank">antokoe orange house</a>, rumah kecil yang bercat orange. Cukup susah mengumpulkan teman di even tahun baru, karena pasti mereka sudah mempunyai rencana dengan keluarga atau teman dekatnya. Tapi Alhamdulillah cukup banyak yang datang, sehingga acara bakar jagung, ayam dan ikan cukup meriah. Candaan dan ledekan cukup memeriahkan suasana dan tidak lengkap menyambut tahun baru tanpa kembang api.</p>
<p style="text-align: justify;">Harapan tahun baru ini, semuanya harus lebih baik lagi. Mengutip twit dari Gus Mus (K.H Mustofa Bisri) tentang tahun baru :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tahun 2011 M sudah kita tinggalkan. Semoga keburukan2nya tak terbawa kembali di tahun 2012 ini. Semoga yang kemarin lupa, menjadi ingat; yang kemarin lengah, menjadi waspada; yang kemarin mengabaikan kemanusiaan, menjadi peduli; yang kemarin bernafsu merusak negerinya sendiri, menjadi insaf; yang kemarin suka merusak, menjadi sadar; yang kemarin merasa paling benar sendiri, mau mengaca; yang kemarin khianat, mau bertobat.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Selamat tahun baru 2012.</p>
Number of View :355<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=823&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/antokoe-new-year-2012-at-orange-house/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>antokoe Mempertegas Garis Diri</title>
		<link>http://antokoe.com/antokoe-mempertegas-garis-diri/</link>
		<comments>http://antokoe.com/antokoe-mempertegas-garis-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2011 04:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ego]]></category>
		<category><![CDATA[garis diri]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kedewasaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=814</guid>
		<description><![CDATA[Einstein pernah berkata &#8220;When I examine myself and my methods of thought, I come to the conclusion that the gift of fantasy has meant more to me than any talent for abstract, positive thinking.&#8221; Ternyata fantasi imaginasi lebih berarti daripada kebisaan apapun, selalulah berpikir positif. Berpikir positif, sebuah pola pikir yang mengedepan bahwa semuanya pasti bermakna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_816" class="wp-caption alignleft" style="width: 248px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/11/i_am.jpg"><img class="size-medium wp-image-816" title="i_am" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/11/i_am-238x300.jpg" alt="" width="238" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">who am I ?</p></div>
<p style="text-align: justify;">Einstein pernah berkata <strong><em>&#8220;When I examine myself and my methods of thought, I come to the conclusion that the gift of fantasy has meant more to me than any talent for abstract, positive thinking</em></strong>.&#8221; Ternyata fantasi imaginasi lebih berarti daripada kebisaan apapun, selalulah berpikir positif. Berpikir positif, sebuah pola pikir yang mengedepan bahwa semuanya pasti bermakna sesuatu (positif) walaupun itu dari sebuah kondisi yang buruk atau mengandung unsur merugikan kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-814"></span>Mungkin pernah mendengar atau membaca pernyataan &#8220;Kita dipertemukan, karena pasti ada rencana Tuhan dibalik ini semua&#8221; . Dalam konteks bertemu dengan seseorang dan bahkan membangun sebuah hubungan, fokusnya adalah bagaimana pertemuan dan hubungan itu bermakna serta berujung kebahagiaan. Berfokus pada kebahagian itu hakiki, tapi jangan melupakan bahwa semua yang diharapkan kadang tidak sesuai dengan keinginan. Membangun pikiran positif dapat membantu jika bertemu dengan kondisi yang tak terharapkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Rencana Tuhan pasti baik, walau diri kita terkadang tidak menerima karena tidak sesuai hati. Terpenting adalah meyakini bahwa Tuhan mempertemukan dengan seseorang karena Tuhan ingin kita belajar dari seseorang tersebut atau dari kondisi yang tercipta selama menjalin hubungan. Dilingkungan pekerjaan bertemu dengan aneka karakter pribadi, dengan pasangan atau pacar memadupadankan dua karakter berbeda dalam usaha mencari persamaan tujuan. Semakin banyak bersentuhan dengan berbagai karakter memperkaya pribadi kita untuk dapat memahami dan berusaha bertindak secara pas sesuai porsinya. Akan terasa tidak bijak jika menuntut orang untuk memahami diri kita sedangkan diri kita tidak paham atau enggan untuk memahami diri sendiri. Kita hidup dalam posisi pararel, setidaknya ada tiga posisi pararel, pertama keberadaan pribadi dan yang memahami pasti diri kita sendiri. Kedua keberadaan pribadi dilingkungan sosial yang menuntut kebijakan diri dalam menempatkan dan berlaku secara pas menurut ukuran sosial. Ketiga keberadaan pribadi dalam lingkungan profesional, yang menuntut berlaku profesional sesuai kemampuan kita. Memadupadankan ketiganya sungguh sulit karena kita lebih mengagungkan diri kita sebagai pribadi yang merasa mampu dan kuat walaupun kenyataannya sangat rapuh. Tidak jarang dalam lingkungan profesional seringkali tercampur dengan kondisi pribadi sehingga parameter profesionalisme tercemari dan terkadang malah mempertegaskan siapa diri kita sebenarnya. Jangan menyombongkan diri kalau punya sifat yang sebenarnya lingkungan kita merasa tidak nyaman dengan sifat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Teringat sebuah perbincangan dengan teman (laki-laki) di YM, &#8220;<em>Kok ada ya mas, bangga punya sifat ambegan&#8221;</em>. Hanya satu jawaban yang tersampaikan <em>&#8220;Harus bangga-lah, gak banyak loh yang punya sifat kek gitu, karena sebagian besar sudah bisa menyesuaikan diri dengan keadaan, jadi semakin sedikit yang punya sifat kek gitu</em>&#8220;. Teman itu hanya<em>&#8220;ngakak&#8221;</em>. Terus teman itu bertanya kembali &#8220;<em>Kenapa ya gw susah bener dapet pasangan, giliran ada dan gw cinta eh dia malah mundur teratur?&#8221;.</em> Justru pertanyaan balik tersampaikan <em>&#8220;Emang lu dah pantes dapet pasangan?</em>&#8220;. Teman ini balik bertanya dengan nada kesal. &#8220;<em>Maksud lo&#8230;.!?</em>&#8220;. Mencoba menjelaskan. &#8220;<em>Begini, memang lu udah memantaskan diri dengan pribadi yang baik terutama kepada calon pasangan lu, terus lu sudah mencoba memberikan kenyamanan kepada calon pasangan lu?. Kata orang dalam membangun sebuah hubungan kenyamanan lah kunci kelangsungan dari hubungan itu.&#8221;</em>. Teman termanggut-manggut, dan&#8230;<em> &#8221;Sudah kok !&#8221;.</em> Terus. <em>&#8220;Itu menurut lu apa menurut pasangan lu?</em>&#8220;. Obrolan terputus karena teman harus melakukan kembali ke pekerjaannya.</p>
<p style="text-align: justify;"> Mempertegas garis diri dalam pararel posisi membutuhkan pengorbanan yang besar, mengubah itu sungguh sulit tapi menyesuaikan adalah tindakan bijak agar semua kondisi masuk dalam kondisi yang pas. Menjadi tua itu pasti tapi menjadi dewasa adalah pilihan. Sudah dulu ah, mau belajar dewasa dulu.</p>
<p style="text-align: justify;">
Number of View :899<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=814&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/antokoe-mempertegas-garis-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>antokoe Sebelas Sewelas Eleven</title>
		<link>http://antokoe.com/antokoe-sebelas-sewelas-eleven/</link>
		<comments>http://antokoe.com/antokoe-sebelas-sewelas-eleven/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2011 04:12:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[11-11-11]]></category>
		<category><![CDATA[eleven]]></category>
		<category><![CDATA[sebelas]]></category>
		<category><![CDATA[sewelas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=810</guid>
		<description><![CDATA[Ini posting bukan latah karena banyak yang melaksanakan hajatan hari ini (11-11-2011), tapi kalau mau dikaitkan boleh-boleh saja. Hari ini tanggal sebelas bulan sebelas tahun dua ribu sebelas, semuanya serba sebelas. Angka sebelas (11) atau sewelas (Jawa) atau eleven (Inggris) terdiri dari 2 angka 1 berurutan. Ditahun 2011, deretan angka satu menjadi lebih panjang sehingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_811" class="wp-caption alignleft" style="width: 273px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/11/asa111111.jpg"><img class="size-full wp-image-811" title="asa111111" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/11/asa111111.jpg" alt="" width="263" height="263" /></a><p class="wp-caption-text">11-11-11</p></div>
<p style="text-align: justify;">Ini posting bukan latah karena banyak yang melaksanakan hajatan hari ini (11-11-2011), tapi kalau mau dikaitkan boleh-boleh saja. Hari ini tanggal sebelas bulan sebelas tahun dua ribu sebelas, semuanya serba sebelas. Angka sebelas (11) atau sewelas (Jawa) atau eleven (Inggris) terdiri dari 2 angka 1 berurutan. Ditahun 2011, deretan angka satu menjadi lebih panjang sehingga membentuk kembar tiga angka sebelas. Ratusan bahkan mungkin ribuan pasangan menikah pada hari ini, mereka sudah menyiapkan dari jauh-jauh hari momen penting hidupnya dengan segudang rencana yang indah. Disisi lain rumah sakit juga kebanjiran order melahirkan pada hari ini. Masih banyak lagi rencana-rencana yang akan direalisasikan hari ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-810"></span>Apa istimewanya hari ini?. Sebenarnya hari ini adalah hari Jumat yang ada di setiap minggunya. Yang istimewa adalah tanggal yang membentuk deretan angka 1, yang menurut saya dapat dimaknai sebagai gambaran keserasian, tentunya juga banyak harapan atau asa dengan keberadaan tanggal ini. Hari dan tanggal baik untuk menikah karena bertepatan dengan hari Jumat. Yang jelas para petugas yang mempunyai wewenang untuk menikahkan sibuk karena permintaan menikah pada hari ini. Pada prinsipnya semua hari dan tanggal itu baik, karena tidak ada hari atau tanggal yang sengaja diciptakan dengan tujuan baik. Pemikiran dan pengalaman mungkin mendirtosikan makna kebaikan dari hari atau tanggal itu, sehingga antara hari atau tanggal bermakna berbeda. Pada budaya Jawa setiap akan melaksanakan hajatan atau helatan seperti pernikahan, khitanan, pindah rumah, membangun rumah dan lain-lain, sering kali dihitung sehingga didapat hari yang baik untuk melaksanakannya. Tentu semuanya bertujuan baik karena diniatkan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain pernikahan atau kelahiran pada tanggal ini mungkin juga merupakan perayaan ulang tahun kelahiran, perkawinan atau peresmian hubungan (pacaran) dan setiap perayaan ulang tahun pasti disertai doa/harapan baik. So, selamat kepada mereka semua tentunya perjalanan selama ini bisa memberikan pembelajaran yang baik dan membaikkan. Selamat menempuh hidup baru, selamat memperjuangkan asa/harapan-harapan baik dan selamat kepada pasangan yang dikaruniai putra/putri tanggal 11-11-2011<a href="http://aydachubby.wordpress.com" target="_blank">.</a></p>
Number of View :835<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=810&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/antokoe-sebelas-sewelas-eleven/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>antokoe Tentang Konsekuensi</title>
		<link>http://antokoe.com/antokoe-tentang-konsekuensi/</link>
		<comments>http://antokoe.com/antokoe-tentang-konsekuensi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 01:45:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[balap]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[konsekuensi]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[Marco Simoncelli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[Semua berkonsekuensi. Kalau tidak mau berkonsekuensi jangan mengambil tindakan apapun, tapi itupun menimbulkan konsekuensi. Dunia ini selalu memberikan dua nilai atau batasan yaitu baik-buruk atau 2 sisi yang berkonotasi ke arah positif atau negatif. Begitu juga dengan konsekuensi. Parameter positif atau negatif tergantung bagaimana memilihnya. Reinhold Niebuhr mengatakan &#8220;All human sin seems so much worse in [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_803" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/10/consequences.jpg"><img class="size-medium wp-image-803" title="consequences" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/10/consequences-300x233.jpg" alt="" width="300" height="233" /></a><p class="wp-caption-text">Konsekuensi</p></div>
<p style="text-align: justify;">Semua berkonsekuensi. Kalau tidak mau berkonsekuensi jangan mengambil tindakan apapun, tapi itupun menimbulkan konsekuensi. Dunia ini selalu memberikan dua nilai atau batasan yaitu baik-buruk atau 2 sisi yang berkonotasi ke arah positif atau negatif. Begitu juga dengan konsekuensi. Parameter positif atau negatif tergantung bagaimana memilihnya. Reinhold Niebuhr mengatakan &#8220;<strong><em>All human sin seems so much worse in its consequences than in its intentions</em></strong>&#8220;. Keberanianlah yang menyempitkan jarak ketakutan akibat dari konsekuensi.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-802"></span>Kematian Marco Simoncelli di area balap Moto GP Sepang Malaysia bentuk dari sebuah konsekuensi. Sungguh mengagetkan area balap yang sudah sedemikian rupa dipersiapkan segi keamanannya tapi tetap memakan korban. Apa yang salah?. Sebenarnya tidak ada yang sepenuhnya salah, jika semua dilihat bahwa setiap aktifitas/kegiatan menimbulkan konsekuensi dan mereka sudah tahu. Karena itulah mereka mempersiapkan dengan sebaik mungkin karena tahu persis konsekuensinya yang semunya bertujuan meminimalkan bahkan menihilkan dampak.</p>
<p style="text-align: justify;">Mempersiapkan, itu sebuah tindakan karena tahu dengan konsekuensi. Mengabaikan berarti memperbesar konsekuensi. Hal ini berlaku terhadap hal yang baik maupun buruk, walaupun konteksnya lebih ke arah yang buruk. Setiap sisi, elemen, obyek dan yang terkait harus benar-benar dipahami kalau perlu sampai hal yang paling detail sehingga terakomodir semua. Langkah tadi akan menghasilkan sebuah desain yang jelas sehingga segala dampak dari konsekuensi terinventarisasi dengan baik dan berujung pada proses minimalisasi kegagalan. Tapi tidak jarang hal ini diabaikan dengan menganggap sebagai bentuk kegiatan yang bertele-tele. Mereka sebenarnya sangat tahu tapi selalu menghibur diri dan menguatkan diri dengan kalimat &#8220;<em>ah lihat aja nanti yang penting lakuin dulu&#8230;.</em>&#8220;. Begitu sederhana. Hanya orang-orang yang bermental tebal atau masuk kategori nekad yang bisa menganggap enteng sebuah konsekuensi dari sebuah tindakan (berat). Nekad itu kadang bisa menguatkan dari rasa ketidakpercayaan diri, dan tidak jarang membuahkan hasil sesuai dengan rencana, tapi itu mungkin masuk kategori nekad cermat.</p>
<p style="text-align: justify;">Selayaknya sebagai makhluk yang beri akal oleh Tuhan dan makhluk paling sempurna, mengoptimalkan kemampuan pikir kemudian menelaah setiap langkah dengan ilmu yang ada akan menolong dalam menghadapi setiap konsekuensi dari tindakan yang dipilih. Pada akhirnya harus memilih mau berkonsekuensi baik plus membaikkan diri atau berkonsekuensi buruk dan menempatkan diri pada posisi yang tidak selayaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat berjuang kawan, semoga kata hatimu menuntun kearah yang membaikkan diri, keluarga dan orang-orang yang menyayangimu serta yakinlah kalau Tuhan itu tidak pernah tidur selalu mengawasi umatnya.</p>
Number of View :1098<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=802&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/antokoe-tentang-konsekuensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>antokoe Tak Selamanya Berkompromi</title>
		<link>http://antokoe.com/antokoe-tak-selamanya-berkompromi/</link>
		<comments>http://antokoe.com/antokoe-tak-selamanya-berkompromi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 04:36:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[kompromi]]></category>
		<category><![CDATA[permisif]]></category>
		<category><![CDATA[tegas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=797</guid>
		<description><![CDATA[Mohandas Gandhi mengatakan &#8220;All compromise is based on give and take, but there can be no give and take on fundamentals. Any compromise on mere fundamentals is a surrender. For it is all give and no take&#8220;. Memberi dan menerima menjadi dasar dari kompromi. Memberi dan menerima merupakan bagian dari aktifitas keseharian, disana ada unsur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_798" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/10/kompromi.gif"><img class="size-medium wp-image-798" title="kompromi" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/10/kompromi-300x235.gif" alt="" width="300" height="235" /></a><p class="wp-caption-text">Kompromi vs Tegas</p></div>
<p style="text-align: justify;">Mohandas Gandhi mengatakan &#8220;<strong><em>All compromise is based on give and take, but there can be no give and take on fundamentals. Any compromise on mere fundamentals is a surrender. For it is all give and no take</em></strong>&#8220;. Memberi dan menerima menjadi dasar dari kompromi. Memberi dan menerima merupakan bagian dari aktifitas keseharian, disana ada unsur saling membalas, unsur mengimbangi atau sebuah &#8220;<em>tuntutan</em>&#8221; harus melakukan sesuatu agar lebih sesuai. Memahami kondisi kadang membuat kita melakukan kompromi. Kompromi bukan hal merendahkan apabila didasarkan pada kemauan untuk memahami dan awal menuju hal yang membaikkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-797"></span>Memahami kondisi dan keadaan kadang juga melemahkan sebuah batasan yang telah dibuat sebelumnya karena ada unsur permisif disana. Sadar tidak sadar melemahkan diri untuk dapat berlaku tegas. Sebagai ilustrasi, sebuah tugas telah diberikan lengkap dengan deskripsi serta kerangka yang nyata dan tanggal batas akhir sudah ditentukan. Minggu pertama perkembangannya kurang menggembirakan karena seperti terjadi <em>miss</em> koordinasi, ini awal yang buruk. Kompromi dilakukan dengan memberikan kelonggaran seminggu dengan penegasan harus sudah siap dipaparkan, tapi dengan alasan beragam, indikasi <em>miss</em> koordinasi diawal berbuah juga. Apakah masih ada kompromikah disini, sehingga berujung pada keputusan yang permisif (lagi)?. Ada pernyataan bahwa kesabaran itu ada batasnya. Pernyataan ini justru menegaskan bahwa tidak ada kesabaran disini. Akhirnya terputuskan bahwa tugas tersebut batal demi sebuah ketegasan. Mungkin ada kecewa disini tapi dipandang perlu kalau bertujuan memberikan penegasan bahwa tugas ini penting.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam mengambil sebuah keputusan, sisi hati satu selalu berusaha membujuk untuk memberikan kesempatan, tapi sisi lainnya menegaskan bahwa tindakan yang diambil itu sudah pas. Akhirnya berharap apa yang diputuskan membaikkan diri dan menjadi catatan penting dalam proses pembelajaran hidup. Berkompromi itu harus tegas. Tegas itu menunjukkan garis jelas apa dan bagaimana seharusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Gambar dari <a href="calbuzz.com" target="_blank">sini</a>.</p>
Number of View :1036<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=797&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/antokoe-tak-selamanya-berkompromi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>antokoe Prenzt</title>
		<link>http://antokoe.com/antokoe-prenzt/</link>
		<comments>http://antokoe.com/antokoe-prenzt/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 20:23:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[antokoe]]></category>
		<category><![CDATA[friend]]></category>
		<category><![CDATA[friendship]]></category>
		<category><![CDATA[persahabatan]]></category>
		<category><![CDATA[pertemanan]]></category>
		<category><![CDATA[prenzt]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=784</guid>
		<description><![CDATA[A friend should be one in whose understanding and virtue we can equally confide, and whose opinion we can value at once for its justness and its sincerity. (Robert Hall ). Prenzt adalah sebuah nama group dalam akun YM saya yang kebetulan ada 3 id didalamnya. Prenzt plesetan dari friends yang sengaja saya buat dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong>A friend should be one in whose understanding and virtue we can equally confide, and whose opinion we can value at once for its justness and its sincerity. (Robert Hall ).</strong></em></p></blockquote>
<div id="attachment_785" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/09/prenzt.gif"><img class="size-medium wp-image-785" title="prenzt" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/09/prenzt-300x300.gif" alt="antokoe prenzt" width="250" height="250" /></a><p class="wp-caption-text">prenzt-ship</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Prenzt</strong> adalah sebuah nama group dalam akun YM saya yang kebetulan ada 3 id didalamnya. Prenzt plesetan dari<em> friends</em> yang sengaja saya buat dengan ejaan seperti itu untuk memberikan makna lebih. Mungkin lebihnya itu bermakna <em>special friends</em>. Persahabatan adalah bentuk relasi yang dibangun atas kesadaran diri yang berdasarkan sesuatu yang dapat merekatkan seperti hobi, sekolah, sosial, lingkungan kerja atau apapun yang dipahami bersama. Banyak yang bilang cari teman itu mudah tapi cari sahabat itu lebih sulit. Sebenarnya mempertahankan persahabatan itu yang paling sulit.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-784"></span>Dalam sebuah relasi pertemanan ada yang beranggotakan 2 orang, 3 orang atau lebih. Hubungan pertemanan 2 orang lebih mudah dalam memadupadankan ide tapi rentan perpecahan jika masing-masing tidak menemui kata sepakat. Pertemanan 3 orang mungkin lebih mempunyai resistensi karena mungkin juga ada yang memposisikan menjadi penengah disini. Fakta menunjukkan relasi 3 orang (trio) mencapai kesuksesan dalam mengapai karir, terutama di ranah hiburan. Logikanya adalah dalam trio jika 2 orang berselisih maka 1 yang lain bisa menengahi sehingga tidak berlarut. Tapi apa itu jaminan?. Tidak. Hakikatnya pertemanan/persahabatan bentuk kesadaran diri untuk berbagi. Berbagi apapun yang memang layak dan rela untuk dibagi. Tapi hubungan ini dibangun dengan perbedaan, dan perbedaanlah yang sering memberantakkan semuanya jika tidak segera menyadarkan diri masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Role model</em> misal persahabatan 3 insan yang berbeda watak tapi satu jender. Mereka disatukan oleh sekolah karena mereka satu kelas waktu SMA. Latar belakang keluarga mereka walau berbeda tapi masih satu <em>leve</em>l yaitu keluarga sederhana. Kebersamaan selama satu kelas itu secara alamiah membentuk ikatan walau tetap dengan sifat masing-masing. Saling mengunjungi menjadi hal biasa. Berkomunikasi tidak pernah alpa walau hanya sekedar <em>say hello</em>. Selepas SMA terjun ke dunia kerja walau tidak tiap hari ketemu lagi tapi masih intens komunikasi. Banyak yang sudah mereka bagi selama membangun kebersamaan walau kadang terjadi ketidaksamaan pandangan terutama karena sifat mereka. Keluarga miniatur lingkungan sosial sesungguhnya. Perlakuan orang tua berpengaruh pada cara pandang/pikir anak itu sendiri. Sosok A  dan B misal, dibesarkan oleh keluarga sederhana dengan anggota keluarga yang masih dalam usia sekolah dituntut bisa memberikan kontribusi terhadap kelangsungan adik-adiknya sehingga sangat hati-hati mengalokasikan pengeluaran. Mungkin karena itulah jika tidak ada <em>benefit</em> buatnya, lebih baik dirumah saja, sehingga secara tidak langsung mengurangi waktu bersama dengan sahabatnya. Sedangkan sosok C, dengan latar belakang keluarga yang hampir sama, tapi berkondisi beda. Posisi dan keadaan dalam keluarga menuntut untuk tumbuh mandiri sehingga membentuk pikiran lebih terbuka.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebersamaan mereka kadang pasang surut karena kesibukkan aktifitasnya atau oleh hal yang tidak terungkapkan secara terbuka, tapi hati mereka masih menyimpan sinyal persahabatan. Momen kebersamaan kadang harus sedikit dipaksakan karena ada rasa keengganan yang dilandasi faktor pribadi sehingga mengambil posisi pasif. Kesadaran kebersamaan mungkin dengan segenap rasa enggan berinisiatif mengubah yang pasif menjadi aktif. Momen Lebaran sebenarnya momen pas untuk menjalin kebersamaan dengan saling mengunjungi lengkap dengan atribut kata <strong><em>&#8220;maaf&#8221;</em></strong>. Tapi momen ini akan terlewatkan jika kesadaran masing-masing melemah karena faktor malas keluar atau telah menemukan dunia baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah kebersamaan memang dibangun diatas perbedaan dan perbedaan akan mengayakan kebersamaan itu sendiri. Semua hadir didunia ini tidak ada dalam kondisi sama, karena itu Tuhan memberikan kesempatan untuk saling melengkapi. Jika sebuah kebersamaan sudah dimasukkan dalam ranah untung-rugi maka nilainya otomatis hilang. Kebersamaan atau persahabatan melebihi dari untung-rugi itu sendiri. Boleh juga berpendapat persahabatan kadang mengganggu privasi pribadi. Bisa jadi benar tapi sebenarnya tergantung bagaimana menempatkan diri. Tentunya disepakati garis jelas dimana harus berhenti sehingga tidak menabrak wilayah privasi. Tapi kembali lagi pada hakikat kenapa membangun kebersamaan. Jawabannya hanya si pelaku kebersamaan itu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Seorang sahabat tidak memiliki kepentingan lain dari kita kecuali membantu kita menjadi pribadi yang berbahagia atas pilihan-pilihan baik kita. Ia adalah seorang rekan yang mengenal lagu-lagu keberanian di hati Anda dan yang kemudian dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu itu ketika Anda sedang berkecil hati. (Mario Teguh)<br />
</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Maaf sahabatku jika ada yang salah (mumpung masih bau lebaran).</p>
<p style="text-align: justify;">gambar dari <a href="http://www.cherrybam.com" target="_blank">sini</a></p>
Number of View :1774<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=784&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/antokoe-prenzt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>antokoe Idul Fitri 1432 H</title>
		<link>http://antokoe.com/antokoe-idul-fitri-1432-h/</link>
		<comments>http://antokoe.com/antokoe-idul-fitri-1432-h/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 14:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[antokoe]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan lebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=779</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah tahun ini masih melaksanakan dan menikmati Ramadhan dan tentunya Idul Fitri. Semoga tahun depan masih diberi kesempatan bertemu dengan Ramadhan dan Idul Fitri. Ramadhan dan Idul Fitri pasti datang walau kadang muncul ketidakseragaman dalam memulai serta mengakhiri. Seingat saya dulu sering terjadi perbedaan awal Idul Fitri tapi selalu disikapi dengan keimanan sehingga tidak muncul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_780" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/08/Ucapan-selamat-idul-fitri-2011-2011.gif"><img class="size-medium wp-image-780" title="Ucapan-selamat-idul-fitri-2011-2011" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/08/Ucapan-selamat-idul-fitri-2011-2011-300x226.gif" alt="" width="300" height="226" /></a><p class="wp-caption-text">maafin antokoe ya....</p></div>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah tahun ini masih melaksanakan dan menikmati Ramadhan dan tentunya Idul Fitri. Semoga tahun depan masih diberi kesempatan bertemu dengan Ramadhan dan Idul Fitri. Ramadhan dan Idul Fitri pasti datang walau kadang muncul ketidakseragaman dalam memulai serta mengakhiri. Seingat saya dulu sering terjadi perbedaan awal Idul Fitri tapi selalu disikapi dengan keimanan sehingga tidak muncul menjadi polemik, mungkin yang membedakan adalah peran media dulu dengan sekarang sangat berbeda. Peran media sebagai penyampai informasi sungguh dahsyat efeknya. Dulu cukup disikapi dengan iman sekarang mungkin sedikit berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-779"></span>Idul Fitri1432 H contohnya semua ormas Islam dan pemerintah bersepakat awal Ramadhan tapi akhir Ramadhan ternyata berbeda. Sistem rukyat murni lebih awal bahkan sesuai dengan tanggal merah kalender sedangkan sistem rukyat+hilal harus menggenapkan puasa menjadi 30 hari. Dan pemerintah memutuskan lebaran tidak sesuai yang tercetak di kalender, setelah melakukan sidang itsbat dan tentunya dengan dasar yang lebih valid. Efeknya apa?. Banyak, mulai dari persiapan Lebaran, rencana pas dan sesudah Lebaran. Bagi penyelenggara televisi  harus improvisasi menyesuaikan awal Lebaran. Kok keliatan gak kompak.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengutip newsfeed Facebook saya tentang perbedaan Lebaran ini sungguh menarik.</p>
<blockquote><p>&#8220;Natal doang memang yg jelas, great <img src='http://antokoe.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tapi perbedaan itu rahmat, dan disinilah keimanan sebagai muslim diuji. Saya kira negeri ini seharusnya sudah makfum dengan perbedaan karena negeri ini dibangun dengan banyak perbedaan tapi menyikapi hal ini kembali kepada keimanan diri kita. Kembali mengutip dari status di Facebook teman saya tentang lebaran tahun ini :</p>
<blockquote><p><strong><em>Mangan sate sak gulene, sego megono bumbu kemiri, kapan wae lebarane, sugeng riyoyo iedul fitri, tumbar merico kecap asin, nyuwun ngapuro lahir lan batin</em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Mumpung Lebaran, saya sebagai penghuni blog ini memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila selama ini ada salah ketik, salah kutip, semoga dihari yang fitri ini kita semua diberi ampunan oleh Allah SWT. Selamat Idul Fitri 1432H, Mohon Maaf Lahir Batin.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>(mau mastiin ketupatnya fine-fine aja sampai lusa&#8230;.)</em></p>
<p style="text-align: justify;">gambar dari<a href="http://berita-terbarumu.blogspot.com/2011/08/sms-ucapan-idul-fitri-2011-terbaru-1432.html" target="_blank"> sini</a></p>
Number of View :1435<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=779&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/antokoe-idul-fitri-1432-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hibernasi, Ramadhan dan Lebaran</title>
		<link>http://antokoe.com/hibernasi-ramadhan-dan-lebaran/</link>
		<comments>http://antokoe.com/hibernasi-ramadhan-dan-lebaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 17:30:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[hibernasi]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=774</guid>
		<description><![CDATA[Kebangun dari tidur lumayan panjang, saatnya berhibernasi, menuangkan rasa ngganjel ke dalam susunan kata-kata yang bermuara blog ini tidak jablay lagi. Cukup panjang, sebulan lebih. Selama sebulan lebih itu ada paksaan dan tarikan kuat dari aktifitas yang menuntut perhatian lebih. Kangen juga, apalagi melihat aktifitas komunikasi dan sharing di grup Warung Blogger di Facebook. Timbul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_775" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/08/hibernasi.jpg"><img class="size-medium wp-image-775" title="hibernasi" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/08/hibernasi-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Hibernasi</p></div>
<p style="text-align: justify;">Kebangun dari tidur lumayan panjang, saatnya berhibernasi, menuangkan rasa <em>ngganjel</em> ke dalam susunan kata-kata yang bermuara blog ini tidak jablay lagi. Cukup panjang, sebulan lebih. Selama sebulan lebih itu ada paksaan dan tarikan kuat dari aktifitas yang menuntut perhatian lebih. Kangen juga, apalagi melihat aktifitas komunikasi dan sharing di grup Warung Blogger di Facebook. Timbul kesalutan saya kepada mereka bisa menjaga ritme menulis sehingga tetap update.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-774"></span>Setelah lama tidak update, biasa timbul kebingungan mau mulai menulis apa dan darimana?. Yang jelas sebelum jauh datangnya Ramadhan dan sebentar lagi menyongsong Lebaran belum ada satupun yang bisa ditulis. Mau nulis gonjang-ganjing politik yang saat ini rating sedang tinggi adalah sinetron yang dibintangi oleh M. Nazaruddin. Tak habis-habisnya media memblow-up sampai rancu mana yang fakta dan mana yang opini partisan. Tapi itulah fenomena kebebasan berpendapat yang sedang menikmati bulan madunya. Tapi satu hal yang tidak bisa terbantahkan adalah acara favorit selama Ramadhan adan adzan Magrib, dan saya yakin rating-nya sangat tinggi mengalahkan isu nasional lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenyataan lain adalah hari sekarang ini terjadi pergeseran yang signifikan jamaah masjid dan jamaah pasar/mall. Masjid makin sepi tinggal yang bertahan sampai babak semifinal dan sepertinya mereka mampu melewati final. Sisi lain akibat pergeseran tadi terjadi penumpukkan berarti di pasar-pasar atau mall. Ternyata antusiasme menyongsong lebaran lebih menarik secara lahiriah dibanding bathiniah. Ironis memang tapi itu kenyataannya. Ramadhan benar-benar mampu mengubah bentuk rutinitas harian menjadi lebih spesial dengan pernah-pernih ramadhan itu sendiri. Memberkahi semua umat manusia di bumi dengan memberikan kesempatan dalam memenuhi kebutuhan harian sampai Lebaran tiba.</p>
<p style="text-align: justify;">Pergeseran lain adalah bergeraknya manusia dari pusat aktifitas kembali ke asal mereka lengkap dengan romantikanya. Kendaraan bergerak menuju ke luar kota menuju kota lain. Mudik menjadi tradisi mengangenkan tiap tahunnya. Apapun dilakukan agar bisa mudik.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi poinnya adalah bangun tidur dan mulai menulis lagi. Ramadhan memberikan terapi kejut buat bathin umat muslim dengan menahan nafsu, makan dan minum serta ibadah sunah lainnya. Insyaallah jika ramadhan dijalani dengan khusuk dan ikhlas Idul Fitri atau Lebaran akan kerasa berkahnya.</p>
Number of View :1464<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=774&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/hibernasi-ramadhan-dan-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendefinisikan Diri</title>
		<link>http://antokoe.com/mendefinisikan-diri/</link>
		<comments>http://antokoe.com/mendefinisikan-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jun 2011 07:40:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[ababil]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[abg labil]]></category>
		<category><![CDATA[definisi diri]]></category>
		<category><![CDATA[mendewasakan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[Who Am I ??? &#8220;Dasar ababil&#8230;..!&#8221;. Sebuah ungkapan terhadap perilaku seseorang karena konsistensinya tidak jelas. &#8220;Ababil&#8221; singkatan dari &#8220;ABG Labil&#8221;. Kenapa ABG (anak baru gede) diidentikan dengan kelabilan?. Kelabilan karena beralihnya fase, fase pendewasaan. Beralihnya fase berarti memasukinya dunia baru dalam hidup. Ada yang sangat siap ada yang gagap bahkan terkaget-kaget. Ada yang baru dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em></p>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_760" class="wp-caption alignleft" style="width: 265px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/06/definisi_diri.jpg"><img class="size-medium wp-image-760" title="who am I?" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/06/definisi_diri-300x300.jpg" alt="" width="255" height="255" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Who Am I ???</dd>
</dl>
</div>
<p></em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em> &#8220;Dasar ababil&#8230;..!&#8221;.</em></strong> Sebuah ungkapan terhadap perilaku seseorang karena konsistensinya tidak jelas.<strong><em> &#8220;Ababil&#8221;</em></strong> singkatan dari <strong><em>&#8220;ABG Labil&#8221;</em></strong>. Kenapa ABG (anak baru gede) diidentikan dengan kelabilan?. Kelabilan karena beralihnya fase, fase pendewasaan. Beralihnya fase berarti memasukinya dunia baru dalam hidup. Ada yang sangat siap ada yang gagap bahkan terkaget-kaget. Ada yang baru dalam setiap melewati fase hidup. Tapi tidak semua fase ini dilewati sama oleh semua orang. Lingkungan akan lebih dominan dalam membentuk karakter seseorang. Lingkungan keluarga berpengaruh kuat terhadap diri seseorang dan didukung oleh lingkungan sosial.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-759"></span>Setiap fase hidup itu sebuah proses mendefinisikan diri dan membentuk karakter seseorang. Pada fase ini semua hal dapat masuk dan mempengaruhi hidup seseorang kelak. Salah menerima bisa membawa seseorang menjadi salah jalan, bijak menyikapi memberikan jalan menuju kualitas hidup yang diidam-idamkan. Bertemu dan berkomunikasi dengan berbagai macam karakter orang yang berlatarbelakang beragam akan memberikan sebuah pembelajaran hidup sehingga memberikan kebijakan dalam bertindak dan bersikap. Tapi kemajemukan juga dapat membenturkan perbedaan persepsi sehingga kadang salah dalam bersikap. Bersikap dengan benar (untuk semua) itu susah.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendefinisikan diri seharus diperkaya dengan nilai umum pada lingkungan keluarga, sosial bahkan organisasi, sehingga dapat memperkaya hati dan bijak dalam mengambil sebuah keputusan. Mendefinisikan diri lebih afdol jika didukung dengan pengelolaan kritik terhadap diri. Kritik itu tak berjenis kelamin bahkan tak beragama, tapi dapat menjadi senjata ampuh untuk mendewasakan diri jika dapat mengelola dengan baik.</p>
<blockquote><p><em><strong>Perhatikan atau sayangilah musuhmu karena sejatinya dia menunjukkan kelemahan atau kekuranganmu.</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tetapi mendapat kritik itu menyakitkan walau itu terkadang benar. Tak jarang dikritik atau ditegur membuat orang menjadi marah atau malah tetap berpikir kalau apa yang dilakukan itu benar walau menurut tataran umum itu tidak benar. Sikap <em>keukeuh</em> bahkan cenderung keras kepala ini, menghasilkan tindakan yang kekanak-kanakan sehingga terlihat menggelikan. Menggelikan karena orang yang melihat dengan menggunakan parameter kedewasaan berpikir.</p>
<p style="text-align: justify;">Jejaring sosial dapat memberikan informasi terhadap karakter seseorang tanpa perlu menanyakan terlebih dahulu. Perhatikan tulisan-tulisan yang bergerak dinamis di <em>newsfeed</em> jejaring Facebook (FB) atau timeline Twitter atau jejaring sosial lain. Menjadi sangat menarik mengamati teman-teman jejaring sosial berkeluh kesah dengan bahasa dan karakter mereka sehingga menjadi tahu apa yang dirasakan atau dilakukan. Secara tidak langsung dapat teramati dengan jelas apa dan siapa mereka. Ada yang tukang mengeluh, berusaha selalu update dengan menuliskan apa yang dirasa/dilakukan, ada berkhutbah dengan menukil ayat-ayat kitab suci, ada tanpa kenal lelah memberikan inspirasi/motivasi atau mempublikasi kegiatan bisnisnya. Hal lain adalah cara mereka menanggapi setiap tanggapan teman-teman jejaring sosialnya. Ada yang setiap informasi yang tersampaikan langsung disambut dengan tanda jempol atau tanggapan yang ramai, tapi ada yang selalu sepi tanggapan, karena teman-teman jejaring sosialnya bersepakat bahwa teman tersebut selalu menunjukkan ketidaksimpatikan jika diberi tanggapan.</p>
<p style="text-align: justify;">Betapa mudah sekarang ini mengenal seseorang tanpa perlu berkenalan secara fisik. Mereka sudah mendefinisikan diri melalui media interaktif dan mereka sangat tidak berkeberatan jika sifat dan karakternya dibaca oleh semua orang. Terpenting adalah jika mereka menerimanya maka bukan menjadi masalah lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau boleh, silakan definisikan diri anda&#8230;&#8230;&#8230;.?</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
Number of View :3453<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=759&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/mendefinisikan-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terasa Bersalah</title>
		<link>http://antokoe.com/terasa-bersalah/</link>
		<comments>http://antokoe.com/terasa-bersalah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 20:30:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[guilty feeling]]></category>
		<category><![CDATA[maaf]]></category>
		<category><![CDATA[merasa salah]]></category>
		<category><![CDATA[rasa salah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=742</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang nanya ke saya, &#8220;kenapa gue ngerasa bersalah ya&#8230;.?&#8220;. Jawab saya &#8220;makanya jangan bikin salah&#8220;. Jawabannya kok sepele ya?. Memang sepele tapi itu bermakna dalam. Rasa bersalah bisa berujung malu. Jadi malu itu bisa jadi bentuk perwujudan dari rasa bersalah. The difference between guilt and shame is very clear—in theory. We feel guilty for [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_743" class="wp-caption alignleft" style="width: 205px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/06/bersalah.jpg"><img class="size-medium wp-image-743" title="bersalah" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/06/bersalah-266x300.jpg" alt="" width="195" height="220" /></a><p class="wp-caption-text">Guilty Feels</p></div>
<p style="text-align: justify;">Ada yang nanya ke saya, <em>&#8220;kenapa gue ngerasa bersalah ya&#8230;.?</em>&#8220;. Jawab saya &#8220;<em>makanya jangan bikin salah</em>&#8220;. Jawabannya kok sepele ya?. Memang sepele tapi itu bermakna dalam. Rasa bersalah bisa berujung malu. Jadi malu itu bisa jadi bentuk perwujudan dari rasa bersalah.</p>
<blockquote><p><em>The difference between guilt and shame is very clear—in theory. We feel guilty for what we do. We feel shame for what we are. (LEWIS B. SMEDES, Shame and Grace)</em></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-742"></span>Merasa bersalah atau mempunyai rasa salah merupakan bentuk penyadaran diri terhadap apa yang telah dilakukan. Yang membedakan dengan apa yang sudah dilakukan tapi tidak menimbulkan rasa bersalah adalah impact atau dampaknya. Disini ada yang dirugikan entah bersifat verbal atau sebuah rasa. Dampak verbal sangat nyata dan berujud dan mungkin cepat hilang tapi dampak rasa bisa jadi akan mengendap di hati dan pikiran sehingga membutuhkan waktu lama untuk kembali normal.</p>
<p style="text-align: justify;">Menanggung rasa bersalah bisa menjadi tambahan beban dalam tiap langkah bahkan tiap hembusan nafas. Menyadari dan mengelola dengan bijak serta berjanji untuk tidak mengulang kesalahan akan memberikan suntikan semangat dan membangun optimisme. Mungkin dengan mempunyai rasa bersalah, dituntut untuk belajar bertindak dengan benar menurut ukuran keumuman. Tapi tidak jarang rasa bersalah menggores begitu dalam dan membekas sehingga tidak mampu memberikan maaf kepada diri sendiri serta berujung timbulnya tindakan desktruktif.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasa seperti halnya energi, tidak bisa dihilangkan atau dimusnahkan tapi bisa diubah menjadi rasa lain yang mungkin lebih terhormat. Rasa bersalah tidak bisa dilawan dengan tindakan merasa benar tapi disikapi dengan melakukan tindakan yang tidak salah.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika sudah salah, pernyataan diri sebagai bentuk pertanggung jawaban adalah kata MAAF. Jadi maaf kalau ada yang salah dengan tulisan ini. Salam adem ayem (pinjem dari <a href="http://andipeace.wordpress.com">andipeace</a>).</p>
Number of View :2265<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=742&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/terasa-bersalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

