
Nyontreng (foto Kompas.com)
Sembilan April 2009 adalah kali pertama Indonesia menyontreng yang sebelumnya lebih familiar dengan menyoblos. Dua kata kerja yang bermakna menandai, menandai sesuatu yang memang layak ditandai. Kegiatan ini ternyata makin lama makin sulit dilakukan dibanding era orde baru dengan 3 parpol peserta pemilu. Itu sebuah konsekuensi yang harus ditanggung dari buah reformasi yang berdarah-darah.
Banyak yang antipati dengan hajatan lima tahunan ini, tapi ada yang sangat bersemangat karena memang itu hak atau memang ada kepentingan dari diadakannya hajatan ini. Jujur tadinya kurang bersemangat menyukseskan hajatan ini. Sengaja bangun tidur sekitar jam 10 an dan belum mandi, aku sempatkan untuk menengok TPS disekitar rumah, ada satu yang ingin aku pastikan yaitu apakah aku dan istriku tercantum dalam DPT (daftar pemilih tetap) karena tidak mendapatkan undangan (formulir C4). Sampai dengan 3 TPS namaku dan istriku tidak tercantum, ya sudah 3 kali tidak mempergunakan hak pilih karena tidak tercantum dalam DPT.
Continue reading →