<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>antokoe dot com &#187; Politik</title>
	<atom:link href="http://antokoe.com/category/politik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antokoe.com</link>
	<description>Catatan Langkah Pikiran&#8482;</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Apr 2012 03:37:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>antokoe Shaun the Sheep</title>
		<link>http://antokoe.com/antokoe-shaun-the-sheep/</link>
		<comments>http://antokoe.com/antokoe-shaun-the-sheep/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 05:34:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[galau]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[shaun the sheep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=850</guid>
		<description><![CDATA[Memimpikan negeri ini diisi oleh orang-orang yang bermental seperti Shaun the Sheep, tidak banyak bicara, banyak akal, melindungi, bisa membangun kerjasama dengan penjaganya, dan yang terpenting selalu menemukan solusi yang tepat untuk semuanya. Kondisi justru terbalik, mereka sibuk melanggengkan sebuah tradisi yang sudah tidak mensolusikan tapi menenggelamkan diri ke dalam kondisi terparah. Mungkin sudah bosan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2012/04/shaun-the-sheep.jpg"><img class="size-medium wp-image-851 alignleft" title="shaun-the-sheep" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2012/04/shaun-the-sheep-136x300.jpg" alt="" width="136" height="300" /></a>Memimpikan negeri ini diisi oleh orang-orang yang bermental seperti Shaun the Sheep, tidak banyak bicara, banyak akal, melindungi, bisa membangun kerjasama dengan penjaganya, dan yang terpenting selalu menemukan solusi yang tepat untuk semuanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi justru terbalik, mereka sibuk melanggengkan sebuah tradisi yang sudah tidak mensolusikan tapi menenggelamkan diri ke dalam kondisi terparah. Mungkin sudah bosan atau terbiasa dengan kondisi ini karena tersamarkan oleh kesibukan mempertahankan kondisi masing-masing agar tetap bertahan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-850"></span>Sebenarnya tidak sedikit yang beride briliyan tapi selalu terbentur dengan sebuah tembok keterbatasan atau luangnya kesempatan yang ada. Ada yang beruntung dapat menunjukkan ide itu tanpa harus berpikir yang terlalu kompleks tapi terlihat terlihat nyata dan itu yang menjadi kekangenan oleh sebagian besar negeri ini. Negeri ini sudah muntah dengan retorika, janji bahkan segambreng aturan tapi selalu mentah dalam penegakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Perlu sebuah terobosan yang gila atau revolusioner untuk mentransformasikan negeri ke arah yang diamini oleh penghuni negeri ini. Apa perlu semua pemimpin negeri ini diganti dan dipotong satu generasi, biar lebih segar dan gaul?. Kita tidak butuh pemimpin yang menyebarkan kegalauan tapi butuh pemimpin berani mengajar rakyat negeri &#8220;move on&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Siapakah itu?</p>
Number of View :2556<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=850&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/antokoe-shaun-the-sheep/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gayus Bersambut</title>
		<link>http://antokoe.com/gayus-bersambut/</link>
		<comments>http://antokoe.com/gayus-bersambut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2011 18:47:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=647</guid>
		<description><![CDATA[Alangkah lucunya negeri ini. Itu judul film-nya Dedy Mizwar yang sarat dengan cerminan kondisi kekinian negeri ini. Adalah seorang pegawai (mantan) negeri pajak yang menjadi aktor utama (setidaknya itu yang terliput oleh media) yang secara tidak langsung mengiyakan apa yang termakna dari film itu. Lucu pegawai negeri golongan III mempunyai penghasilan fantastis melebihi batas normal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_649" class="wp-caption alignleft" style="width: 241px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/01/gayus.jpg"><img class="size-medium wp-image-649" title="gayus" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2011/01/gayus-300x199.jpg" alt="" width="231" height="154" /></a><p class="wp-caption-text">Gayus Tambunan</p></div>
<p style="text-align: justify;">Alangkah lucunya negeri ini. Itu judul film-nya Dedy Mizwar yang sarat dengan cerminan kondisi kekinian negeri ini. Adalah seorang pegawai (mantan) negeri pajak yang menjadi aktor utama (setidaknya itu yang terliput oleh media) yang secara tidak langsung mengiyakan apa yang termakna dari film itu. Lucu pegawai negeri golongan III mempunyai penghasilan fantastis melebihi batas normal dari seorang abdi negara.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-647"></span>Mafia peradilan sudah lama meneror penegakan hukum di negeri ini, mafia pajak sesuatu yang baru (terkuak) dan Gayus-lah icon-nya. Seberapa saktinya seorang Gayus?. Sakti dan punya pengaruh besar itu setidaknya apa yang diungkap dan membuat sang pemimpin negeri ini yang sangat peduli dengan pencitraan harus membuat inpres, yang salah satu butirnya menyebut nama icon mafia pajak ini. Sudah dipenjara kok masih bisa nglencer ke Bali bahkan sampai Thailand dan Macao.</p>
<p style="text-align: justify;">Diluar itu semua kasus Gayus ini menjadi dagangan politik yang cukup laris setidaknya bisa menjadikan nilai tawar politik yang tentunya terhubung dengan banyak kepentingan yang langsung atau tidak bisa mempengaruhi arah kebijakan yang diambil pemimpin negeri ini. Di negeri ini apa saja di politisasi, mulai dari masalah sepele sampai masalah olahraga. Dari masalah bola bekel sampai sepak bola. Dan yang sangat Indonesia sekali adalah harus ada yang namanya kambing hitam (maaf kambing putih gak laku dinegeri ini).  Apakah Gayus ini kambing hitam dari kebobrokan negeri ini ?.  Gayus menyebut dirinya hanya ikan teri sedangkan ikan hiu atau paus masih bisa bebas berkeliaran. Big fish harus diungkap dalam waktu sesingkat-singkatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pernyataan Gayus dalam pledoi sidangnya, bahwa jika dia diangkat sebagai staf ahli Kapolri atau kejaksaan, dalam dua tahun negeri bebas korupsi. Lucu, menggelikan dan menimbulkan tanda tanya, ada apa dibalik pernyataan Gayus tersebut. Pernyataan yang menyiratkan kalau dia sangat fasih dengan berbagai penyimpangan sistem dan simpul-simpul mana yang harus dipegang untuk menyelesaikan masalah korupsi di negeri ini. Menariknya pernyataan Gayus setelah pembacaan vonis 7 tahunnya, kalau kasusnya merupakan setingan dari satuan tugas (satgas) mafia yang berada di bawah kendali pemimpin negeri ini. Banyak kalangan mendesak pemerintah untuk menindaklanjuti pernyataan Gayus ini, agar semuanya terbuka dengan jelas siapa dibalik semua ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepertinya akan menjadikan kehebohan sendiri kasus ini dan akan banyak korban lagi atau setidaknya beberapa tokoh akan bertumbangan terkena efek Gayus ini. Hal-hal yang berbau Gayus menjadi barang dagangan, mulai iklan tv, halte kantor pajak mempunyai sebutan baru &#8220;Halte Gayus&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Andai aku Gayus Tambunan&#8230;&#8230;..,</p>
Number of View :5914<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=647&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/gayus-bersambut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berempati dan Berkearifan</title>
		<link>http://antokoe.com/berempati-dan-berkearifan/</link>
		<comments>http://antokoe.com/berempati-dan-berkearifan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Oct 2010 15:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi]]></category>
		<category><![CDATA[dpr]]></category>
		<category><![CDATA[marijan]]></category>
		<category><![CDATA[mentawai]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pray for indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/berempati-dan-berkearifan/</guid>
		<description><![CDATA[Negeri ini seperti sedang bergerak, bukan hanya secara ekonomi, sosial dan politik tapi alam juga berdinamika. Dinamika alam seperti cerminan dari kegelisahan negeri ini dalam mencari dan menemukan jati diri kembali kebangsaan. Ketidakmampuan para pemangku negeri ini dalam menghadapi segala bentuk dinamika yang ada. Satu sisi diberbagai belahan negeri ini banjir kesedihan dan keprihatinan karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_630" class="wp-caption alignleft" style="width: 217px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/10/pray4indonesia_antokoe1.jpg"><img class="size-medium wp-image-630" title="pray4indonesia_antokoe1" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/10/pray4indonesia_antokoe1-300x300.jpg" alt="Pray for Indonesia Antokoe" width="207" height="207" /></a><p class="wp-caption-text">Pray for Indonesiakoe</p></div>
<p style="text-align: justify;">Negeri ini seperti sedang bergerak, bukan hanya secara ekonomi, sosial dan politik tapi alam juga berdinamika. Dinamika alam seperti cerminan dari kegelisahan negeri ini dalam mencari dan menemukan jati diri kembali kebangsaan. Ketidakmampuan para pemangku negeri ini dalam menghadapi segala bentuk dinamika yang ada. Satu sisi diberbagai belahan negeri ini banjir kesedihan dan keprihatinan karena bencana alam yang menimpa mereka buah dari dinamika alam sedangkan para pemangku negeri seperti tidak berkemampuan menghadapinya padahal jika belajar dari pengalaman seharusnya mereka matang karena negeri ini akrab dengan bencana.<span id="more-628"></span> Yang dibutuhkan sebenarnya tindakan nyata bukan hanya saling menyalahkan. Mereka butuh empati nyata bukan hanya linangan air mata dari petinggi negeri ini atau malah menyalahkan para korban kenapa tidak mau direlokasi. Sebuah ketercelaan pemimpin parlemen negeri ini yang kurang memiliki kesensitifan, rasa empati dan terlalu cuek dengan bentuk kearifan lokal serta kurang menyadari kalau negeri ini terbangun dari puluhan bahkan ratusan keragaman yang susah payah disatukan para pendiri negeri ini. Kejernihan dalam melihat kondisi negeri ini mungkin terkaburkan oleh kepentingan yang kadang urgensi-nya lemah. Studi banding bisa ditunda atau bahkan ditiadakan seketika melihat negeri ini sedang membutuhkan empati ekstra. Miliaran anggaran yang dikeluarkan lebih berkah untuk meringankan saudara sebangsa yang terkena bencana banjir Wasior, gempa/tsunami Mentawai dan meletusnya gunung Merapi dibanding berstudi banding yang kurang jelas.<br />
Satu pernyataan yang seharusnya kurang pantas terucap dari sang pemimpin parlemen yang terhormat berkenaan dengan sang kuncen Merapi, mbah Marijan. Ketidakbersediaan sang kuncen untuk turun gunung padahal bahaya mengancam, tentunya sangat beralasan buat sang kuncen. Makna dan nilai pengabdian sang kuncen sangat kontras dengan sang anggota dewan yang terhormat.  Ukuran pengabdian tidak diukur dengan materi atau logika tapi tindakan nyata yang kadang diluar jangkauan logika umum.<br />
Saya terharu dengan pengabdian sang kuncen, tapi saya gemas dengan sang wakil rakyat yang terhormat.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Sugeng tindak mbah, mugi amal ibadah panjenengan dipun bales kalih Gusti Allah. </em></p>
</blockquote>
Number of View :4975<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=628&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/berempati-dan-berkearifan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cepat Pulang Sri !</title>
		<link>http://antokoe.com/cepat-pulang-sri/</link>
		<comments>http://antokoe.com/cepat-pulang-sri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 19:28:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[century]]></category>
		<category><![CDATA[sby]]></category>
		<category><![CDATA[smi]]></category>
		<category><![CDATA[sri mulyani]]></category>
		<category><![CDATA[world bank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=517</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dengar lagu &#8220;Sri Minggat&#8220;?. Sebuah lagu ciptaan Sonny Josz yang cukup populer di sekitaran Jawa Tengah sampai Jawa Timur berirama dangdut campursari. Liriknya menceritakan kepergian seorang yang bernama Sri dan tak kunjung kembali. Mungkin seperti lagu &#8220;Bang Toyib&#8221; tapi dalam versi perempuan. Akhir-akhir ini nama Sri begitu populer, sampai-sampai lantai bursa saham ikut bergoyang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_518" class="wp-caption alignleft" style="width: 284px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/SMI.jpg"><img class="size-medium wp-image-518 " title="SMI" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/05/SMI-300x150.jpg" alt="Sri Mulyani Indrawati " width="274" height="137" /></a><p class="wp-caption-text">Sri Mulyani Indrawati (foto:kompas.com)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pernah dengar lagu &#8220;<em>Sri Minggat</em>&#8220;?. Sebuah lagu ciptaan Sonny Josz yang cukup populer di sekitaran Jawa Tengah sampai Jawa Timur berirama dangdut campursari. Liriknya menceritakan kepergian seorang yang bernama Sri dan tak kunjung kembali. Mungkin seperti lagu <em>&#8220;Bang Toyib</em>&#8221; tapi dalam versi perempuan. Akhir-akhir ini nama Sri begitu populer, sampai-sampai lantai bursa saham ikut bergoyang.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-517"></span>Nama Sri ini bukan seperti yang diceritakan pada lagu diatas, tapi sosok perempuan pintar yang punya pengaruh keputusannya di negeri ini. Perempuan itu bernama Sri Mulyani Indrawati (SMI). Sang Menteri Keuangan negeri ini. Secara pribadi saya bangga, negeri ini punya putri yang pintar dalam bidang ekonomi keuangan, yang diakui dunia internasional. Akhir-akhir ini SMI dikaitkan dengan skandal bailout bank Century, sampai-sampai ada anggota dewan yang terhormat menolak kehadirannya di gedung dewan yang akan dipugar dengan biaya hampir setara dengan nominal skandal bank Century. Dalam posisi seperti ini, sang presiden sepertinya mati-matian membela SMI. Lawan politik presiden memanfaatkan hal ini untuk menyerang, kenapa harus seperti itu, karena sepertinya harus seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi SMI terhitung 1 Juni 2010, menempati pos baru yang lebih prestisius sebagai Managing Director World Bank. SMI sepertinya mendapatkan jalan untuk meninggalkan hiruk pikuk politik negeri ini yang masih gemar mempolitisir apapun demi kepentingan sendiri atau golongan. Sang presiden, walau dengan berat hati, akhirnya menerima pengunduran diri SMI. Reaksi yang timbul dari pengunduran diri ini beragam. Saya membaca komentar para pembaca di media online terhadap artikel pengunduran diri SMI dan posisi barunya di bank dunia. Banyak yang memuji dan mengucapkan selamat ada juga sinis bahkan ada lawan politik menganggap pengunduran diri SMI seperti sudah diatur dan salah satu cara untuk lari dari skandal bank century. Sangat wajar dan khas negeri ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya keberadaan SMI untuk mengelola ekonomi dan keuangan negeri masih sangat dibutuhkan. Tapi sepertinya langkahnya selalu terhalang dengan permainan politik. Tidak dihargai dinegeri sendiri tapi dunia internasional lebih menghargainya. Selamat bertugas bu Ani.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ini saya kutip dari komentar pembaca di media online &#8220;<em>Cepat pulang bu, 2014 menunggu&#8230;!&#8221;</em>.</p>
Number of View :9178<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=517&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/cepat-pulang-sri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Duaji yang Triji</title>
		<link>http://antokoe.com/duaji-yang-triji/</link>
		<comments>http://antokoe.com/duaji-yang-triji/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 07:43:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kejahatan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[makelar kasus]]></category>
		<category><![CDATA[markus]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[susno duaji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Ada anekdot baru, &#8220;Kenapa Susno Duaji dianggap salah oleh para petinggi polisi negeri ini?&#8220;. Jawabnya kira-kira begini, &#8220;Kita masih familiar dengan komunikasi 2G (baca: dua-ji) dan masih gaptek teknologi 3G (baca: tri-ji)&#8221;. Maknanya apa?. Banyak sekali makna tergantung dari sisi mana kita mau menjawab. Dari sisi teknologi, 2G memungkinkan kita bisa berkomunikasi berbasis teks seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_505" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/04/susno-duaji.jpg"><img class="size-medium wp-image-505" title="susno-duaji" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/04/susno-duaji-300x236.jpg" alt="Susno 2G" width="300" height="236" /></a><p class="wp-caption-text">Susno 2G</p></div>
<p style="text-align: justify;">Ada anekdot baru, &#8220;<em><strong>Kenapa Susno Duaji dianggap salah oleh para petinggi polisi negeri ini?</strong></em>&#8220;. Jawabnya kira-kira begini, &#8220;<strong>Kita masih familiar dengan komunikasi 2G (baca: dua-ji) dan masih gaptek teknologi 3G (baca: tri-ji)&#8221;</strong>. Maknanya apa?. Banyak sekali makna tergantung dari sisi mana kita mau menjawab. Dari sisi teknologi, 2G memungkinkan kita bisa berkomunikasi berbasis teks seperti SMS (short messages service) sedangkan teknologi 3G, lebih terbuka dan jelas karena berfitur foto, video bahkan berbagi data.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-504"></span>Apa yang dilakukan oleh Mr. Susno Duaji, kalau mau disambung-sambungkan (rada maksa) mengadopsi teknologi 3G, yang memungkinkan komunikasi yang lebih terbuka. Atau dengan kata lain menjadikan lebih terbuka, dimana orang lain masih enggan untuk terbuka, walaupun masyarakat sudah melihatnya sejak dulu. Susno Duaji adalah Whistle Blower atau peniup peluit yang dapat dimaknai sebagai komando untuk membuka yang selama ini relatif tertutup. Dulu dicerca dalam konteks pelemahan KPK Bibit-Chandra, sekarang menjadi sosok penting yang membuat media berusaha mendapatkan informasi terbaru darinya, tapi dari pernyataanya bisa membuat report petinggi institusinya dan orang yang disebut dalam pernyataannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi sekarang mau pilih dua-ji (2G) atau tri-ji (3G)?. Terus terang saya masih pilih 2G, karena belum mampu beli, handshet 3G plus teman-teman saya masih sebagian besar senasib seperti saya. Semoga negeri ini gak tambah <a href="http://antokoe.com/alangkah-lucunya/">lucu</a> aja.</p>
Number of View :12761<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=504&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/duaji-yang-triji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alangkah Lucunya</title>
		<link>http://antokoe.com/alangkah-lucunya/</link>
		<comments>http://antokoe.com/alangkah-lucunya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 18:40:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi]]></category>
		<category><![CDATA[alangkah lucunya]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[gayus]]></category>
		<category><![CDATA[markus]]></category>
		<category><![CDATA[mbah priuk]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=498</guid>
		<description><![CDATA[Bukan maksud mau promosi film yang kebetulan berjudul sama dengan judul posting ini, tapi kalau membaca sinopsis  film yang dibesut oleh Dedy Mizwar ini, sepertinya merupakan cerminan dari kondisi terkini. Tiap hari media menyuguhkan informasi yang kebetulan berisi polah tingkah para pemimpin, penegak hukum yang saling tunjuk, saling tuding, saling serang dan saling ngeles. Tiba-tiba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_499" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/04/alangkah-lucunya.jpg"><img class="size-medium wp-image-499" title="alangkah-lucunya" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/04/alangkah-lucunya-209x300.jpg" alt="alangkah-lucunya" width="209" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Alangkah Lucunya Negeri Ini</p></div>
<p style="text-align: justify;">Bukan maksud mau promosi film yang kebetulan berjudul sama dengan judul posting ini, tapi kalau membaca sinopsis  film yang dibesut oleh Dedy Mizwar ini, sepertinya merupakan cerminan dari kondisi terkini. Tiap hari media menyuguhkan informasi yang kebetulan berisi polah tingkah para pemimpin, penegak hukum yang saling tunjuk, saling tuding, saling serang dan saling ngeles. Tiba-tiba Gayus menjadi sebuah icon ajaib yang mengkonotasikan penyelewengan pajak, sehingga para kenek bis kota jika bisnya melewati kantor pajak mempunyai sebutan baru, &#8220;Gayus..gayus&#8230; ada yang mau turun&#8230;.?.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebobrokan lambat laun terkuak, menyakitkan memang, menggeramkan pasti, memalukan sangat. Penegak hukum malah mempermainkan hukum dan melegenda dengan sebutan mafia hukum. Mafia identik dengan penipuan, raja tega, mematikan hak orang, dan hal-hal yang berbau pelanggaran hukum. Respon yang muncul adalah masyarakat menjadi kecewa, marah dan mengkristal menjadi bentuk perlawanan yang cenderung anarkis. <span id="more-498"></span>Tragedi berdarah Tanjung Priuk adalah bentuk akumulasi kekecewaan itu. Bagaimana pemerintah daerah gagal berkomunikasi dengan warganya, atau sudah berkomunikasi tapi tidak menggunakan bahasa rakyat yang sama, sehingga kesalahpahaman dan anarkis hasilnya. Puluhan malah ratusan terluka bahkan meregang nyawa demi mempertahankan eksistensi dan terpenuhinya kepentingan pihak tertentu. Para petinggi polisi sibuk memperbaiki citranya yang tercoreng akibat testimoni jenderalnya sendiri, disisi lain kerawanan sosial butuh perhatian lebih.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu semua bisa dipandang sebagai kelucuan yang cenderung jayus (dipaksakan). Mengubah keadaan plus mindset-nya tidak mudah, seperti yang dilakukan oleh tokoh Muluk, Syamsul,Pipit dan H. Rahmat dalam film Alangkah Lucunya (negeri ini) yang berjuang mengubah mindset para pencopet cilik yang biasa beroperasi di pasar, mall dan angkot. Mengajak pencopet agar tidak mencopet lagi itu ibarat menegakkan benang basah. Mungkin ada benarnya, kalau negeri ini adalah negeri para pencopet, seperti yang digambarkan dalam film tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelucuan ini akan terasa bermanfaat untuk kesehatan dan panjang umur, tentunya jika emang lucu yang sebenarnya, menghibur, syukur-syukur bisa menginspirasi untuk terus berjuang. Bukan lucu yang menggelengkan kepala. Jika lucu, silakan tertawa&#8230;&#8230; :d</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Saya mohon maaf kepada pengunjung blog dan telah memberikan komentar satu minggu terakhir kalau, komentar anda hilang sebagai akibat dari perpindahan hosting blog ini. </em></p>
</blockquote>
Number of View :14597<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=498&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/alangkah-lucunya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selebritas Politik Century-Gate</title>
		<link>http://antokoe.com/selebritas-politik-century/</link>
		<comments>http://antokoe.com/selebritas-politik-century/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 16:44:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[century-gate]]></category>
		<category><![CDATA[pansus century]]></category>
		<category><![CDATA[sby]]></category>
		<category><![CDATA[selebritas politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[Selebritas menurut kamus bahasa Indonesia online diartikan sebagai orang yg terkenal atau masyhur (biasanya tt artis). Jadi siapapun yang terkenal bisa disebut selebriti. Siapa yang menjadikan selebriti?. Sebuah keadaan dan dukungan media. Hubungan selebriti dan media seperti motor dan bensin. Kalau kata tetangga saya, selebriti adalah orang yang sering nongol di layar televisi. Jadi selebriti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_459" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/02/pansus_century.jpeg"><img class="size-medium wp-image-459 " title="pansus_century" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/02/pansus_century-300x199.jpg" alt="Selebritas Pansus Century" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Selebritas Pansus Century (portaltiga.com)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Selebritas menurut kamus bahasa Indonesia online diartikan sebagai orang yg terkenal atau masyhur (biasanya tt artis). Jadi siapapun yang terkenal bisa disebut selebriti. Siapa yang menjadikan selebriti?. Sebuah keadaan dan dukungan media. Hubungan selebriti dan media seperti motor dan bensin. Kalau kata tetangga saya, selebriti adalah orang yang sering nongol di layar televisi. Jadi selebriti bisa saja pemain opera sabun, sinetron, film, musisi, bahkan tokoh politik.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-458"></span>Menarik kalau melihat akhir-akhir ini layar kaca dihiasi suasana rapat yang disiarkan secara live. Ada sebuah perluasan makna sebuah tontonan. Tontonan tidak hanya sebuah lakon atau pertunjukan yang melibatkan sosok yang menarik secara fisik dengan polesan beragam ekspresi. Apa menariknya menonton orang rapat?. Apakah rapat memenuhi kriteria kualitas informasi?. Kualitas informasi ditentukan dari akurasi informasi, tepat pada waktunya dan relevan. Jika menonton rapat yang disiarkan secara live, bisakah mendapatkan informasi yang akurat tentang apa, kenapa, bagaimana dan siapa yang terlibat dalam skandal Bank Century?. Susah menilainya, karena mereka membawa kepentingan masing-masing, sehingga akurasinya perlu dipertanyakan. Apakah timing tepat ?. Bisa ya bisa tidak. Tepat karena banyak pihak ingin tahu dan sudah muak dengan kondisi ini. Tidak bagi yang merasa ini merupakan balas dendam dari musuh-musuh politiknya, karena mereka kalah dalam pemilu kemarin. Relevankah?. Sangat relevan diluar pertanyaan yang sering diajukan para peserta rapat yang kadang-kadang tidak ada relevansinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Media televisi menilai kasus ini memenuhi faktor kualitas informasi, sehingga mereka rela meniadakan jadwal acara reguler hanya untuk menyiarkan rapat agung ini. Dari kasus ini ternyata menciptakan selebritas politik, karena mereka muncul di talkshow-talkshow dengan tampilan layaknya seorang artis. Tidak jarang dari pernyataan yang muncul menjadi sebuah kontroversi yang (sengaja) diblow-up oleh media. Apakah tokoh-tokoh ini akan tetap eksis walaupun episode Century akan segera berakhir?. Selebritas politik akan tetap ada selama dinamika politik negeri ini berlangsung. Bukan masalah eksistensi selebritas politik yang menjadi masalah, tapi apakah yang selama ini mereka perjuangkan bukan hanya sebagai bentuk balas dendam politik tapi merupakan usaha untuk membongkar kebobrokan para petinggi negeri ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Buloggate, Centurygate atau Watergate (AS) semuanya memakan korban. Terus siapa yang jadi korban Centurygate?.</p>
Number of View :7086<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=458&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/selebritas-politik-century/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Smoke Screen</title>
		<link>http://antokoe.com/smoke-screen/</link>
		<comments>http://antokoe.com/smoke-screen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 08:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[kpk]]></category>
		<category><![CDATA[polri]]></category>
		<category><![CDATA[rekaman]]></category>
		<category><![CDATA[skandal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;smoke screen is an action intended to conceal or confuse or obscure&#8221; Sebuah tindakan yang diniatkan untuk menyembunyikan atau menyesatkan atau mengaburkan. Kira-kira begitu arti dari istilah yang lazim dikenal dalam dunia jurnalistik investigatif. Istilah ini didapat setelah membaca Koran Tempo edisi 4 November 2009 dalam rubrik pendapat yang ditulis oleh Arya Gunawan, mantan wartawa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong><em>&#8220;smoke screen is an action intended to conceal or confuse or obscure&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah tindakan yang diniatkan untuk menyembunyikan atau menyesatkan atau mengaburkan. Kira-kira begitu arti dari istilah yang lazim dikenal dalam dunia jurnalistik investigatif. Istilah ini didapat setelah membaca <em>Koran Tempo edisi 4 November 2009</em> dalam rubrik pendapat yang ditulis oleh <em>Arya Gunawan,</em> mantan wartawa, pemerhati media serta pengajar jurnalistik investigatif.<span id="more-369"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="Smoke Screen" src="http://farm1.static.flickr.com/147/340839666_e886af9ddd.jpg" alt="" width="290" height="290" />Apa makna istilah <em>smoke screen</em> hari-hari ini?. Media sedang heboh dengan rekaman bejatnya para penegak hukum negeri ini. Mereka yang terhormat ternyata mudah sekali disetir oleh cukong berduit. Pertanyaannya kenapa hal menjadi besar?. Kalau kita sebut media sebagai salah satunya, mungkin tidak salah. Media menjadi alat ampuh dalam membesarkan sebuah isu atau skandal. Kehadiran web 2.0 menambah semaraknya sebuah isu. Jejaring sosial <a href="http://www.facebook.com">Facebook</a> menjadi alat ampuh untuk membangun dukungan, tercatat hampir satu juta dukungan yang diberikan kepada sang &#8220;<em>cicak&#8221;</em> yang merasa dizalimi oleh <em>&#8220;buaya&#8221;</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Terus apa hubungannya dengan <em>smoke screen</em>?. Mungkin sekali skandal ini sengaja di<em>blow-up </em>menjadi besar untuk mengaburkan sebuah skandal yang lebih besar, yang melibatkan para petinggi negeri ini lebih uas. Tebak apa hayo&#8230;?. Hal seperti ini sangat lumrah didunia perpolitikan di dunia. Seperti skandar Watergate di negerinya Michael Jackson yang menumbangkan Nixon dari kursi presiden. Ternyata skandal itu untuk menutupi pencurian data/dokumen serta tindakan politik ilegal yang terjadi dilingkaran terdalam Presiden Nixon (dikutip dari koran yang sama). Apakah hal ini sedang terjadi di negeri ini?.</p>
<p style="text-align: justify;">Harapannya semua pihak belajar dari sebuah langkah, bagi sang polisi, kini saatnya menunjukkan profesionalitas, jangan goyah hanya karena lembaran recehan 5 ribuan atau 10 ribuan dan yang pasti anak-anaknya tidak mau diipanggil &#8220;<em>anak buaya&#8221;</em>. Bagi jaksa harusnya malu pada anak-cucunya. Dan bagi sang jagoan, KPK, tunjukkan giginya, bahwa mampu merobek, mengunyah semua hal yang berbau bangkai korupsi, serta buktikan sebagai sang superstar dengan atribut selebiritasnya. Apakah mampu mereka semua?. Jawabnya hanya dua kata &#8220;<strong><em>Sangat Mampu&#8221;.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>antokoe/051109</strong></em></p>
Number of View :11117<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=369&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/smoke-screen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesan Buat Presiden</title>
		<link>http://antokoe.com/pesan-buat-presiden/</link>
		<comments>http://antokoe.com/pesan-buat-presiden/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 05:37:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[boediono]]></category>
		<category><![CDATA[pelantikan]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[sby]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini seperti sudah diagendakan, seharusnya antokoe ini datang ke gedung DPR buat hadiri pelantikan SBY-Boediono, tapi dari semalaman undangannya dicari tidak ketemu. Tapi antokoe datang atau tidak di gedung wakil rakyat yang terhormat, nilai pentingnya masuk kategori tidak penting. Blogger punya pesta sendiri tanggal 24 Oktober 2009. Jadi sebagai blogger dan warga negaranya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 340px"><img title="Pelantikan SBY" src="http://foto.detik.com/images/content/2009/10/20/157/presiden1.jpg" alt="" width="330" height="213" /><p class="wp-caption-text">Pelantikan SBY (detikfoto.com)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Hari ini seperti sudah diagendakan, seharusnya antokoe ini datang ke gedung DPR buat hadiri pelantikan SBY-Boediono, tapi dari semalaman undangannya dicari tidak ketemu. Tapi antokoe datang atau tidak di gedung wakil rakyat yang terhormat, nilai pentingnya masuk kategori tidak penting. Blogger punya pesta sendiri tanggal 24 Oktober 2009. Jadi sebagai blogger dan warga negaranya yang baik, ada pesan buat bapak presiden dan wakil presiden baru.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-351"></span>Pesannya kalau didaftar sangat panjang. Panjang pendek hanya masalah ukuran, tapi makna pesan yang lebih penting. <em>Pak SBY dulu waktu ngrayu kami semua buat milih Bapak, banyak janji-janji yang dengan gagah berani disampaikan, waktu itu kami kurang begitu jelas soalnya bahasanya sangat pragmatis, jadi sekarang tolong dijabarkan lebih detail dan sistematis biar kami paham. Masalah korupsi pak, kok pada berantem sendiri sih, apa memang ada sponsornya, biar sponsornya bisa kabur dulu. Soal neolib, kami masih bingung atau begini aja pak, buktikan kalau sangkaan orang tentang neolib cuma om-do (omong doang). Jargon pendidikan gratis itu sangat melegakan, tapi masih ada pemerintah daerah yang melegalkan pungutan. Pemerataan kesempatan dan sarana-prasarana belajar perlu diredefinisi serta realisasi. Sedih lho pak, kalau lihat ada sekolah yang roboh karena alokasi anggaran ditilep sama siluman rambut hitam. Sangat cukup kiranya karena 20% anggaran negara ini untuk pendidikan. Revolusi birokrasi sepertinya sangat mendesak diterapkan disemua lini pemerintahan. Saya iri kalau lihat ada pemerintah daerah tertentu yang berhasil menerapkan sistem birokrasi modern, tapi ditingkat pusat masih kedodoran. Ini yang paling penting pak, beri kami motivasi untuk lebih aktif berperan dan jiwa nasionalisme kami kembali berkobar untuk mencintai produk dalam negeri kalau perlu sewa pak motivator handal Mario Teguh atau motivator lainnya.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Masih banyak, kalau dibuat posting berseri akan mendominasi posting blog ini. Ada kebiasaan para blogwalker, kalau posting kepanjangan, malas baca, jadi pesannya itu saja, dan silakan tambahkan pesan masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat pak SBY dan pak Boediono, selamat berpusing ria dan selamat bekerja&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>antokoe/20102009</strong></em></p>
Number of View :5206<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=351&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/pesan-buat-presiden/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saatnya Berbagi Kue</title>
		<link>http://antokoe.com/saatnya-berbagi-kue/</link>
		<comments>http://antokoe.com/saatnya-berbagi-kue/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 06:27:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[kabinet]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[sby]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ini momen menegangkan, semua HP harus ON 24 jam. Kontrak politik sudah ditanda tangani, berarti tinggal tunggu telpon dari SBY nih&#8230;..&#8221;. Itu adalah update status Facebook yang aku tulis via Twitter. Gak begitu lama, komentar mampir, ada yang nganggep serius (perlu update selera humor), ada yang menganggap sebagai humor belaka. Tapi sebagian orang makna dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Ini momen menegangkan, semua HP harus ON 24 jam. Kontrak politik sudah ditanda tangani, berarti tinggal tunggu telpon dari SBY nih&#8230;..&#8221;. </em></p>
<p style="text-align: justify;">Itu adalah update status <a href="http://www.facebook.com/mas.anto" target="_blank">Facebook</a> yang aku tulis via <a href="http://twitter.com/antokoe" target="_blank">Twitter</a>. Gak begitu lama, komentar mampir, ada yang nganggep serius (perlu update selera humor), ada yang menganggap sebagai humor belaka. Tapi sebagian orang makna dari update Facebook itu cukup mewakili perasaannya, mengingat nama-nama mereka dinominasikan oleh media sebagai calon kandindat menteri-nya SBY-Boediono.<span id="more-348"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Media disini mewartakan bahwa jumlah CV calon menteri yang masuk ke presiden terpilih mencapai ratusan (mudah-mudahan ini bukan informasi yang lebay). Kalau memang benar, berarti cukup banyak yang berminat untuk jadi menteri. Bagi SBY, mungkin cukup sulit memberikan kepuasan kepada mereka-mereka yang sudah memberikan kontribusinya hingga terpilih lagi jadi presiden. Ini saatnya mereka menagih, ini saat mereka meminta jatah kue (kekuasaan). Jatah kue ini cukup menggoyahkan partai kompetitor yang kandindatnya kalah dengan SBY. Ada yang malu-malu mau, ada yang nafsu, mengingat punya kepentingan tertentu dan akan merasa lebih aman jika dekat dengan pemerintah.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin pembagian kue kekuasaan di wilayah wakil rakyat tidak begitu terdengar hiruk-pikuknya, kalah dengan publikasi gempa Sumatera. Dan sepertinya mereka sudah mulai menikmati kue itu walau ada yang masih ngambek karena kebagian sedikit. Akankah keinginan untuk menguasai (karena punya kekuasaan) berbanding lurus dengan perbaikan bangsa ini?. Itu pertanyaan sulit dicari jawabannya yang pas. Tergantung prosentase keikhlasan mereka untuk memperjuangkan sesuatu yang memang tugas mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali ke komentar dari update status diatas, temenku SMA kasih komentar &#8220;<em>Siang ini telponku berdering, dag dig dug kuangkat hp ku ; s&#8217;lamat siang pak SBY . . . Terdengar suara serak ; aku agus . . . Agus . . . bolomu nda . Asem . . .&#8221; </em></p>
<p style="text-align: justify;">Pastikan semua saluran telepon, HP dalam keadaan ON&#8230;., siapa tahu kolektor nagih utang&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>antokoe/16102009 </strong></em></p>
Number of View :6913<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=348&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/saatnya-berbagi-kue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

