<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>antokoe dot com &#187; Sinetron</title>
	<atom:link href="http://antokoe.com/category/hiburan/sinetron/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antokoe.com</link>
	<description>Catatan Langkah Pikiran&#8482;</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 10:27:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Wajah Televisi Kita</title>
		<link>http://antokoe.com/wajah-televisi-kita/</link>
		<comments>http://antokoe.com/wajah-televisi-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 20:30:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sinetron]]></category>
		<category><![CDATA[rating]]></category>
		<category><![CDATA[tukul]]></category>
		<category><![CDATA[tv]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Ingat banget waktu dulu stasiun TV cuma ada satu di bumi Nusantara ini. Tiap program, apapun pasti ditunggu kehadirannya. TVRI sebagai stasiun TV satu-satunya, berplat merah pula, menjadi pengisi satu-satunya diruang tamu dari kota sampai pelosok desa. Waktu itu karena listrik belum masuk desa, sumber listrik untuk me-nyetel TV adalah aki (accu) yang gedenya sebesar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ingat banget waktu dulu stasiun TV cuma ada satu di bumi Nusantara ini. Tiap program, apapun pasti ditunggu kehadirannya. TVRI sebagai stasiun TV satu-satunya, berplat merah pula, menjadi pengisi satu-satunya diruang tamu dari kota sampai pelosok desa. Waktu itu karena listrik belum masuk desa, sumber listrik untuk me-nyetel TV adalah aki (accu) yang gedenya sebesar aki truk.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-115"></span>Ada jadwal periodik setiap mau me-nyetrum aki. Misal ada acara TV yang ditunggu 3 hari kedepan, maka aki langsung disetrum. Berkilo-kilo ditempuh hanya me-nyetrum aki demi acara TV yang ditunggu. Itu dulu. Perubahan terjadi diakhir tahun 80-an setelah pemerintah membolehkan TV partikelir berdiri disini. Sampai dasa warsa keberadaan TV partikelir alias swasta, banyak mengubah wajah program di kotak ajaib alias TV.</p>
number of view: 610<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=115&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/wajah-televisi-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Para Pencari Tuhan vs Para Pencari Rating</title>
		<link>http://antokoe.com/para-pencari-tuhan-vs-para-pencari-rating/</link>
		<comments>http://antokoe.com/para-pencari-tuhan-vs-para-pencari-rating/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 19:21:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Sinetron]]></category>
		<category><![CDATA[para pencari tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[ppt]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Kalau bulan Ramadhan itu bulan penuh berkah, pasti bukan omongan kosong. Pasti. Berkah terbaik tentunya dirasakan oleh umat yang menunaikan puasa dengan kesungguhan dan dilingkupi dengan keikhlasan. Tapi disisi lain ternyata berkah Ramadhan, bukan saja dirasakan umat muslim tapi juga umat manusia lainnya. Jamak melihat betapa bergairahnya masyarakat menyambut datangnya Ramadhan. Motivasi menyambut suka citanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kalau bulan Ramadhan itu bulan penuh berkah, pasti bukan omongan kosong. Pasti. Berkah terbaik tentunya dirasakan oleh umat yang menunaikan puasa dengan kesungguhan dan dilingkupi dengan keikhlasan. Tapi disisi lain ternyata berkah Ramadhan, bukan saja dirasakan umat muslim tapi juga umat manusia lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jamak melihat betapa bergairahnya masyarakat menyambut datangnya Ramadhan. Motivasi menyambut suka citanya Ramadhan mungkin dibedakan dengan motivasi yang ada di otak dan hati manusia. Bagi muslim yang shaleh ini merupakan ajakan berburu pahala karena Tuhan sedang mengadakan &#8216;SALE.&#8217; pahala. Dipihak lain momen ini dimanfaatkan dengan untuk menggelar SALE besar-besaran karena bulan ini apapun dijual pasti laku. Lihat suasana pasar dan pusat belanja, penuh mengalahkan masjid.</p>
<p style="text-align:justify;">DI dunia hiburan, khusus TV, hampir seluruh stasiun TV baik nasional dan lokal berlomba menyajikan acara yang &#8216;tiba-tiba&#8217; menjadi islami. Di ranah sinetronia, yang sebelumnya ceritanya sangat sekuler tiba-tiba menjadi lebih &#8216;islami&#8217; dengan bertaburannya ucapan Assalamualaikum, Masyaallah, Insyaallah plus dengan wardrobe yang islami. Sah-sah saja hal seperti itu ada, tapi dari segi cerita masih kurang kreatif dan masih stereotip. Ramadhan bagi PH merupakan sebuah pertaruhan siapa yang menang dalam persaingan memperebutkan siapa pemegang rating tertinggi sinetron produksinya. Ada PH yang sudah membuat sinetron jauh sebelum Ramadhan datang. Ini sebuah pertaruhan, karena sinetronnya kalau gagal rating tidak bisa dihentikan atau diganti dengan sinetron lain seperti sinetron yang tidak berlabel &#8216;Sinetron Ramadhan&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-96"></span>Untuk RCTI, sebagai stasiun dengan target penonton A dan B, ada Madina dan Aqso dan Assalamua&#8217;laikum Cinta (Sinemart) dan Faiz &amp; Faiza (Rapi Film). Dua produksi Sinemart ini menyajikan cerita cinta dan tidak ada yang baru dari segi cerita, dialog maupun penggarapan. Masih dengan cinderella story, penggambarannya masih hitam putih dan label Ramadhan diwakili dengan wardrobe juga ucapan salam para pemainnya. Faiz dan Faiza, hanya mengandalkan kepolosan anak-anak dan anehnya kok diputar jam 4 pagi yang notabene, anak-anak masih tidur (pasti gak dapat kapling).</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan SCTV, masih mengandalkan MD Entertainment untuk menyajikan sinetron dengan label Ramadhan. Setali tiga uang dengan sinetron yang diputar di stasiun TV bekas kakaknya, RCTI, tidak ada yang baru. MD Entertainment masih mengandalkan gambar dengan touching digital dan tentunya zoom freeze juga ilustrasi seperti film thriller. Tapi SCTV masih memberikan sinetron dengan cerita yang Islami beneran bukan tempelan. Ada Rinduku CintaMu dan Para Pencari Tuhan (PPT), dua-duanya produksi dari Citra Sinema-nya Dedy Mizwar. Dua sinetron ini ceritanya diluar pakem sinetron lainnya. Cerita sederhana, penokohan jelas, manusiawi, masuk akal dan cerdas dialognya. Dan sinetron ini yang paling cocok disebut Sinetron Ramadhan dan yang lain adalah Sinetron Ramadhan-Ramadhan-an.</p>
<p style="text-align:justify;">Dahulu waktu sahur tidak pernah diperhitungkan oleh stasiun TV untuk mendulang rupiah, karena siapa sih yang mau nonton acara dikala mata masih ngantuk. Tapi tradisi ini dimulai oleh ANTV beberapa tahun silam dan sekarang acara TV pada waktu sahur menjadi ajang yang sangat ketat dalam memperebutkan penonton dan pendapatan stasiun TV. Dari tahun ke tahun acara sahur selalu diisi dengan acara komedi + kuis dengan pengisi acara andalan masing-masing stasiun TV. Sekarang acara sahur masih beranjak dengan acara komedi dan jor-jor-an kuis, dan sudah membosankan, tepatnya sejak Ramadhan tahun lalu. Improvisasi dilakukan untuk acara sahur ini, tapi intinya masih sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun lalu, SCTV berani mengambil langkah besar dengan menyajikan sinetron pada acara sahur (tapi masih ada kuisnya) dengan tajuk Sinekuis. Sinetron Para Pencari Tuhan (PPT) mengalahkan kepopuleran dan rating dari acara sahur lainnya. Apa yang menjadikan PPT jadi juara?. Pertama, ceritanya diluar mainstrem sinetron lain, religi tapi tidak menggurui dan kedua, penonton bosan dengan acara komedi itu-itu saja. Ramadhan tahun ini PPT masuk ke jilid 2, ceritanya masih tentang mantan tukang jagal kesepian yang jadi merbot mushola dan tiga muridnya yang mantan penjahat, ada kisah cinta yang rumit tapi masih, masih ada sarjana komunikasi yang hidup dalam kemiskinan dan orang kaya yang sadar betul kalau dia memang kaya. Semua karakter pas diperankan oleh talent-talent yang ada dan yang paling penting semua tokoh diatas berusaha mencari Tuhan-nya dengan karakter masing-masing. Di sinetron ini tidak ada pemisahan tokoh antagonis dan protagonis. Yang membedakan PPT jilid satu dan dua adalah, di jilid dua bertebaran produk sponsor, tapi masih wajar.</p>
<p style="text-align:justify;">Ramadhan penuh berkah, memberikan berkah ke semua orang, baik itu muslim maupun non muslim. Itu bukti kalau Tuhan Maha Adil. Biarkan stasiun TV berlomba mencari rating, karena rating adalah &#8216;Tuhan-nya&#8217; bagi acara TV, sedangkan kita berlomba mencari keberkahan dari Tuhan karena Tuhan sedang mengobral keberkahan-Nya.</p>
number of view: 897<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=96&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/para-pencari-tuhan-vs-para-pencari-rating/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Munajah Cinta Sebangun dengan Ayat-Ayat Cinta ?</title>
		<link>http://antokoe.com/munajah-cinta-sebangun-dengan-ayat-ayat-cinta/</link>
		<comments>http://antokoe.com/munajah-cinta-sebangun-dengan-ayat-ayat-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 17:01:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Sinetron]]></category>
		<category><![CDATA[munajah cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Aku jadi yakin bahwa LATAH itu hanya ada dan berlaku di Indonesia. Konteks yang aku maksud adalah di dunia hiburan. Beberapa bulan lalu (tahun lalu), bioskop bergantian diteror dengan film horor, dan sekarang seperti hantu-hantu sudah mulai putus asa menakut-nakuti penonton, karena sudah tidak takut lagi karena sudah terbiasa. Pada awal tahun ini, selera pononton [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Aku jadi yakin bahwa LATAH itu hanya ada dan berlaku di Indonesia. Konteks yang aku maksud adalah di<img class="alignright" style="float:right;margin:5px;" src="http://www.sinemart.com/new/media/thumb_1208761280.jpg" alt="Munajah Cinta" width="150" height="150" /> dunia hiburan. Beberapa bulan lalu (tahun lalu), bioskop bergantian diteror dengan film horor, dan sekarang seperti hantu-hantu sudah mulai putus asa menakut-nakuti penonton, karena sudah tidak takut lagi karena sudah terbiasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada awal tahun ini, selera pononton mulai berubah. Film komedi mulai mengganti jadwal film horor, diawali dengan komedi satir, seperti <em>Naga Bonar jadi 2, Get Marriage</em>. Muncul varian dari film komedi dengan bumbu seks seperti <em>Quicky Express, Kawin Kontrak, XL</em> dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Genre komedi dilibas habis oleh Ayat-Ayat Cinta (AAC). Film ini menjadi terlaris sepanjang masa untuk Indonesia dan aku yakin tidak gampang untuk mengalahkannya dalam waktu dekat. Ibarat dagang, melihat dagangan toko sebelah laris manis, maka toko lain mencoba menjual barang yang sama walau sedikit gambling, kata cukongnya &#8216;momentum lagi bagus&#8217; maka jangan disia-siakan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-54"></span>Ternyata efek AAC tidak berhenti pada ranah bioskop tapi juga ranah televisi (TV). Secara mengejutkan muncul sinetron berlabel religi &#8220;<strong>Munajah Cinta</strong>&#8220;. Lagi-lagi memanfaatkan momentum kesuksesan AAC. Sinetron ini sengaja ditampilkan pada jam tayang utama (<em>primetime</em>), dan menggeser sinetron panjang (dipanjangin) dengan konsep tambal sulam &#8220;Cahaya&#8221; yang memang sudah tidak bercahaya lagi. Sebagai penonton TV aku setidaknya berharap dengan sinetron berlabel religi ini. Dilihat dari promo di TV, aku sudah mulai menerka seperti apa sinetron ini, dan benar ternyata sinetron ini sebangun dengan AAC tapi tidak sama. Dan mungkin sengaja pula para cast-nya juga dari AAC, kecuali tokoh laki-laki. Kita segera akan membayangkan tokoh Khumairah dengan Aisyah (AAC), yang sama-sama dimainkan oleh Rianti. Karakter dan akting Rianti juga sama, begitu juga dengan tokoh Maemunah yang dimainkan Adiya Mecca, walau tidak persis dengan tokoh Noura (AAC). Tokoh laki-laki juga sebangun, cuma Attar (Baim Wong &#8211; Munajah Cinta) terkesan sangat jaim sedangkan Fahri (AAC), diceritakan lebih manusiawi (walau berbeda tidak seperti di bukunya). Segi cerita juga sebangun, cinta segitiga.</p>
<p style="text-align:justify;">Munajah Cinta, satu dari sinetron yang berada diluar <em>mainstrem</em> sinetron yang ada pada jam yang sama. Bukan dari sisi cerita tapi juga keseriusan penggarapannya, aku takjub dengan ilustrasi musiknya, ternyata secara khusus ditangani oleh Andi Rianto. Aku jadi teringat nuansa <em>score</em> musik pada film <em>Arisan, Arisan the Series, Mengejar Matahari</em> saat menyaksikan sinetron ini. Tapi menurutku masih sangat premature, menilai Munajah Cinta sebagai sinetron &#8216;bermutu&#8217;. Menurut rumusku, sinetron akan bagus diepisode 1 s.d 10. Setelah itu rating akan menjadi hakim apakah sinetron ini lanjut atau selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila, sinetron ini sukses maka <em>production house</em> (PH) lain akan berlomba-lomba membuat sinetron sejenis. Latah. Tapi apakah Munajah Cinta Sebangun dengan Ayat-Ayat Cinta ?. Perlu riset mendalam, tapi kalau hampir sebangun, mungkin benar. Ayo pak Manoj (MD), Ram (MPV), Gope (Rapi), Shankar (Indika) ikutan dong bikin sinetron yang sejenis biar rame dan biar cepat ganti genre baru.</p>
number of view: 803<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=54&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/munajah-cinta-sebangun-dengan-ayat-ayat-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada Apa dengan Acara TV Indonesia</title>
		<link>http://antokoe.com/ada-apa-dengan-acara-tv-indonesia/</link>
		<comments>http://antokoe.com/ada-apa-dengan-acara-tv-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 08:44:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Sinetron]]></category>
		<category><![CDATA[tv]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[TV, adalah menjadi bagian dari yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. TV adalah hiburan paling murah dan dekat karena disajikan diruang tamu atau ruang keluarga. Semua anggota dapat mengaksesnya termasuk anak kita. Tapi kalau anak kita disuguhi tontonan yang tidak memberikan tuntunan yang baik bagaimana donk. Pindah channel-nya ke TV lain. Masih sama kok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">TV, adalah menjadi bagian dari yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. TV adalah hiburan paling murah dan dekat karena disajikan diruang tamu atau ruang keluarga. Semua anggota dapat mengaksesnya termasuk anak kita. Tapi kalau anak kita disuguhi tontonan yang tidak memberikan tuntunan yang baik bagaimana donk. Pindah channel-nya ke TV lain. Masih sama kok (model) acaranya. TV lain gimana. Sama aja. Ya sudah matiian aja TV-nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesimpulannya, acara TV kita seragam (walau warnanya beda-beda). Pertanyaannya memang SDM stasiun TV itu gak ada yang kreatif? Atau memang kita merupakan bangsa yang latah (katanya sih hanya di Indonesia ada orang latah)?.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau menurutku, pengelola TV itu seperti seorang pedagang, dimana dia hanya menjual barang yang sedang dicari, laris dan dijual kios sebelah. Karena dagangannya kios sebelah laris, maka harus menjual barang dagangan yang sama kalo nggak maka gak dapat duit. Yang celakanya adalah masuk kategori pedagang kaki lima bukan sekelas toko bermerk yang menjual barang dengan kualitas yang baik atau minimal sekelas Factory Outlet. Jadi terkesan seperti pedagang musiman, kalo mau lebaran maka jual barang yang banyak dicari orang untuk berlebaran. Atau pas awal mau masuk sekolah, naka rame-rame jual buku, tas, alat tulis,sepatu, seragam dll (dan lainnya lupa). Setelah masanya habis, mulai melirik toko sebelah, dagangan apa lagi yang laris?.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang yang menjadi barang dagangan (baca: acara TV) yang laris adalah masih sinetron diperingkat pertama. Ini adalah mesin uang yang paling handal. Tapi coba tengok sinetron kita, pasti &#8230;.</p>
<ul>
<li>Striping (tayang tiap hari);</li>
<li>Pembuatannya asal jadi, lihat aja sering bocor boomer-nya (mik untuk dialog); pemilihan lokasi dan setting yang asal jadi (nama rumah sakit atau nama kafe dibuat mendadak dengan modal stereoform+cat);</li>
<li>Cerita; nah ini yang paling parah. Tip menonton sinetron kita, lihat sinetron sampai episode 10, liat setelah episode ini, kalo masih cerita masuk akal dan tidak membodohi kita, tonton terus. Nanti cek lagi setelah episode 20;</li>
<li>Penokohan karakter dalam cerita hampir seragam dan menjual mimpi. Di sinetron kita <strong>ORANG BAIK HARUS HIDUP SUSAH, BODOH, LUGU, SENGSARA, MISKIN, DIBOHONGI, DAN &#8230;..</strong></li>
<li>Perhatikan mata tokoh antagonisnya, pasti melotot dan diberi tambahan efek freeze.</li>
<li>Satu TV diisi produksi sinetron dari satu PH. RCTI oleh Sinemart dr jam 6 sore s.d 11 malam. SCTV oleh MD Entertainment di jam yang sama. Indosiar oleh PT. Gentabuana dll. Dari sisi PH ada untungnya karena sinetron mereka gak bersaing dengan sinetron sendiri di TV lain pada jam yang sama.</li>
<li>Kalo laris walau ceritanya amburadul maka dipanjang-panjangin episodenya.</li>
<li>dll</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yang paling up-to-date adalah teguran kepada Indosiar (Supermama, Mamamia, Stardut) dan TPI (Dangdut Mania) tentang acara pencarian penyanyi oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Ditambah teguran ke host acara Ruben dan Ivan Gunawan. Acara ini sebenarnya bagus tapi menjadi tidak terkendali karena tidak mempunyai konsep yang baku diawalnya, sehingga pada perkembanganya karena menarik maka dibuat improvisasi tapi berlebihan. Bahkan durasinya sampai 7 jam (pertama di dunia dan pelopornya Indosiar).</p>
<p style="text-align:justify;">KPI jangan hanya acara ini saja yang ditegur, tapi PH pembuat sinetron-sinetron juga boleh (harus) ditegur + TV yang menayangkan. Biar sinetron kita maju.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi kalau mau maju acara TV kita, kita sebagai penonton juga harus maju dan kritis jangan mau diberi tontonan sampah artinya kalau dirasa jelex jangan ditonton.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Do you have comment for Indonesian TV program?.<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">
number of view: 2411<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=46&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/ada-apa-dengan-acara-tv-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
