rss search

next page next page close

Wajah Televisi Kita

Ingat banget waktu dulu stasiun TV cuma ada satu di bumi Nusantara ini. Tiap program, apapun pasti ditunggu kehadirannya. TVRI sebagai stasiun TV satu-satunya, berplat merah pula, menjadi pengisi satu-satunya diruang tamu dari kota sampai pelosok desa. Waktu itu karena listrik belum masuk desa, sumber listrik untuk me-nyetel TV adalah aki (accu) yang gedenya sebesar aki truk.

(more…)

Number of View :2618

Popularity: 3% [?]


next page next page close

Para Pencari Tuhan vs Para Pencari Rating

Kalau bulan Ramadhan itu bulan penuh berkah, pasti bukan omongan kosong. Pasti. Berkah terbaik tentunya dirasakan oleh umat yang menunaikan puasa dengan kesungguhan dan dilingkupi dengan keikhlasan. Tapi disisi lain ternyata berkah Ramadhan, bukan saja dirasakan umat muslim tapi juga umat manusia lainnya.

Jamak melihat betapa bergairahnya masyarakat menyambut datangnya Ramadhan. Motivasi menyambut suka citanya Ramadhan mungkin dibedakan dengan motivasi yang ada di otak dan hati manusia. Bagi muslim yang shaleh ini merupakan ajakan berburu pahala karena Tuhan sedang mengadakan ‘SALE.’ pahala. Dipihak lain momen ini dimanfaatkan dengan untuk menggelar SALE besar-besaran karena bulan ini apapun dijual pasti laku. Lihat suasana pasar dan pusat belanja, penuh mengalahkan masjid.

DI dunia hiburan, khusus TV, hampir seluruh stasiun TV baik nasional dan lokal berlomba menyajikan acara yang ‘tiba-tiba’ menjadi islami. Di ranah sinetronia, yang sebelumnya ceritanya sangat sekuler tiba-tiba menjadi lebih ‘islami’ dengan bertaburannya ucapan Assalamualaikum, Masyaallah, Insyaallah plus dengan wardrobe yang islami. Sah-sah saja hal seperti itu ada, tapi dari segi cerita masih kurang kreatif dan masih stereotip. Ramadhan bagi PH merupakan sebuah pertaruhan siapa yang menang dalam persaingan memperebutkan siapa pemegang rating tertinggi sinetron produksinya. Ada PH yang sudah membuat sinetron jauh sebelum Ramadhan datang. Ini sebuah pertaruhan, karena sinetronnya kalau gagal rating tidak bisa dihentikan atau diganti dengan sinetron lain seperti sinetron yang tidak berlabel ‘Sinetron Ramadhan’.

(more…)

Number of View :5743

Popularity: 10% [?]


next page next page close

Bye-bye Thomas….

Pupus sudah harapan kita untuk merebut Piala Thomas Cup. Secara menyakitkan kita dikalahkan dengan telak oleh Korea Selatan 3 – 0. Terus sebenarnya kita bisa kalah ?. Suporter. Jangan tanya, sampai berantem karena tidak kebagian tiket. Pembinaan. Regenerasi. Atau mental juara kita memang belum setangguh pemain kulit kuning (Cina, Korea) ?.

Akhir-akhir ini memang kita miskin prestasi. Sebenarnya bulutangkis adalah olahraga yang paling cocok dan pas dengan postur orang Indonesia. Prestasi Indonesia dalam bulutangkis juga sudah diakui oleh dunia internasional. Dunia mengenal Indonesia dibidang olahraga juga dari bulutangkis. Regenerasi, Indonesia mempunyai sistem pembibitan melalui klub-klub yang didukung dana yang cukup, seperti Djarum. Terus apa yang salah ?.

(more…)

Number of View :3332

Popularity: 2% [?]


next page next page close

Munajah Cinta Sebangun dengan Ayat-Ayat Cinta ?

Aku jadi yakin bahwa LATAH itu hanya ada dan berlaku di Indonesia. Konteks yang aku maksud adalah diMunajah Cinta dunia hiburan. Beberapa bulan lalu (tahun lalu), bioskop bergantian diteror dengan film horor, dan sekarang seperti hantu-hantu sudah mulai putus asa menakut-nakuti penonton, karena sudah tidak takut lagi karena sudah terbiasa.

Pada awal tahun ini, selera pononton mulai berubah. Film komedi mulai mengganti jadwal film horor, diawali dengan komedi satir, seperti Naga Bonar jadi 2, Get Marriage. Muncul varian dari film komedi dengan bumbu seks seperti Quicky Express, Kawin Kontrak, XL dll.

Genre komedi dilibas habis oleh Ayat-Ayat Cinta (AAC). Film ini menjadi terlaris sepanjang masa untuk Indonesia dan aku yakin tidak gampang untuk mengalahkannya dalam waktu dekat. Ibarat dagang, melihat dagangan toko sebelah laris manis, maka toko lain mencoba menjual barang yang sama walau sedikit gambling, kata cukongnya ‘momentum lagi bagus’ maka jangan disia-siakan.

(more…)

Number of View :3818

Popularity: 3% [?]


next page next page close

Indonesian Idol, Antara Kualitas dan Modal SMS

Jujur aja nih, dari sekian banyak tontonan ajang pencarian bakat di TV kita, aku anggap Indonesian Idol (II) termasuk paling premium. Gak kacangan dan bertele-tele. Dimusim ke-5 ini kualitas kontestan boleh dikata diatas rata-rata dan berkarakter. Tapi II masih mengandalkan vote dari SMS dan telepon untuk menentukan pemenang. Nah….disini pertarungan antara kebintangan kontestan dan kontestan yang didukung pemodal kuat (baca:orang tuanya kaya) dimulai.

Seperti pada babak workshop I dan workshop II (2/5/08) khusus kontestan cewek, sangat terasa pertarungan perolehan dukung dari Voter kerasa banget, dan bisa ditebak, kontestan suara pas-pasan tapi modal untuk SMS kuatlah yang menang. Coba cek, kontestan sekualitas Yuka yang sudah punya jam terbang nyanyi saja kalah dengan kontestan Gisela yang dicela habis-habisan oleh juri dan sepertinya orang tuanya bermodal kuat untuk SMS. Juga Ibeth, kalah sama Safira yang dicela habis-habis oleh juri. Jujur aku jadi mulai ragu dan pasti juri juga pasti kecewa dengan hasil babak workshop II (2/5/08).

(more…)

Number of View :4506

Popularity: 4% [?]


next page next page close

Dhani, Musisi Jenius, Attitude Minus

Kalau mendengar nama Ahmad Dhani (AD), ada dua hal yang melekat pada nama itu. Musisi jenius dan Arogansi. Kita mengakui AD musisi jenius, terbukti hampir semua penyanyi yang diproduseri menjadi dikenal orang, mulai dari Reza, Once, Ratu, Dewi-Dewi, Wulansari AKA Mulan Kwok AKA Mulan Jameela dan The Rock.

Arogansi, sangat melekat pada diri AD, lewat pernyataan, sikap dan perbuatan. Sebenarnya sudah basi mengomentari AD, tapi hampir semua pernyataan yang keluar, menjadi headline media gosip, dan AD sangat menyadari hal ini, dan sepertinya sangat menikmatinya. Cuek mungkin senjata AD.

Kisruh rumah tangga dengan istrinya Maia Estianty (ME), juga menjadi sebuah ajang tebar sensasi, dengan saling adu argumen lewat media, padahal kalau mau damai atau bersepakat, bisa ketemu langsung lebih baik, tapi mereka lebih menikmatinya lewat media. Sebenarnya, orang dikenal atau menjadi public figure bisa lewat dua jalan, berprestasi dan membuat sensasi. Tapi AD dan ME seperti kombinasi dari keduanya.

Seperti alasan kenapa AD berkonfrontasi dengan istrinya ME, AD beralasan ME susah diatur dan AD selalu membawa dalil Islam untuk memojokkan ME. Apakah AD termasuk orang (baca: artis) yang religius ?. Aku bilang “gak tau”, temenku bilang “masa sih…?”. AD seperti kejebak sendiri, dulu merestui istrinya nyanyi, dan jadilah penyanyi, meledak dan mengalahkan ketenarannya sendiri dan disitulah awal mulanya.

Yang paling mutakhir adalah somasi pengacara Elsa Syarif, tentang isi sms yang diterimanya dan buat ME sepertinya ada sebuah energi baru untuk melawan AD, dengan banyaknya pengacara yang ada dibelakangnya. AD dan ME sama saja, sama-sama senang dengan sensasi. Tapi kalau ditakar kadar simpati dari hasil sensasi krisuh AD dan ME, seperti ME lebih banyak mendapatkan simpati positif dibanding AD. Di sini posisi ME sebagai sosok teraniaya oleh suaminya.

aku bukan membela ME tapi secara pribadi aku ngefan AD sebagai seorang musisi, tapi sebagai sosok pribadi aku gak ngefan. ME juga seorang musisi hebat, pandai membuat hits, jargon dan trendsetter, tapi sebagai pribadi aku berharap ME instropeksi diri.

Kalau ditulis, disarikan dari media gosip, kelakuan AD panjang daftarnya, tapi itu semua merupakan bagian skenario dari sebuah sensasi. AD dan ME mungkin mulai berpikir siapa dirinya, dan kenapa harus begitu ?. Ah………..EGP (emang gue pikiran)

Number of View :3633

Popularity: 3% [?]


next pagenext page

Wajah Televisi Kita

Ingat banget waktu dulu stasiun TV cuma ada satu di bumi Nusantara ini. Tiap program,...
article post

Para Pencari Tuhan vs Para Pencari Rating

Kalau bulan Ramadhan itu bulan penuh berkah, pasti bukan omongan kosong. Pasti. Berkah...
article post

Bye-bye Thomas….

Pupus sudah harapan kita untuk merebut Piala Thomas Cup. Secara menyakitkan kita...
article post

Munajah Cinta Sebangun dengan Ayat-Ayat Cinta ?

Aku jadi yakin bahwa LATAH itu hanya ada dan berlaku di Indonesia. Konteks yang aku...
article post

Indonesian Idol, Antara Kualitas dan Modal SMS

Jujur aja nih, dari sekian banyak tontonan ajang pencarian bakat di TV kita, aku anggap...
article post

Dhani, Musisi Jenius, Attitude Minus

Kalau mendengar nama Ahmad Dhani (AD), ada dua hal yang melekat pada nama itu. Musisi...
article post