<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>antokoe dot com &#187; Hiburan</title>
	<atom:link href="http://antokoe.com/category/hiburan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antokoe.com</link>
	<description>Catatan Langkah Pikiran&#8482;</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jan 2012 02:00:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>antokoe Unexpected Person</title>
		<link>http://antokoe.com/antokoe-unexpected-person/</link>
		<comments>http://antokoe.com/antokoe-unexpected-person/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 04:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[ngider]]></category>
		<category><![CDATA[tukang kecap]]></category>
		<category><![CDATA[unexpected person]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=806</guid>
		<description><![CDATA[Sebentar, judulnya keren banget, sok nginggris, padahal itu juga hasil utak-atik dan bantuan dari Google Translate. Benernya pengin cerita yang menurut saya menggelikan tapi juga bikin getir. Judul semula adalah Tukang Kecap Yang Salah Lapak, tapi kesannya kurang elite padahal komersil sebenernya. Jadi gini ceritanya. Seperti biasa ada aktifitas di hari Kamis, harus ngider di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebentar, judulnya keren banget, sok nginggris, padahal itu juga hasil utak-atik dan bantuan dari Google Translate. Benernya pengin cerita yang menurut saya menggelikan tapi juga bikin getir. Judul semula adalah Tukang Kecap Yang Salah Lapak, tapi kesannya kurang elite padahal komersil sebenernya. Jadi gini ceritanya. Seperti biasa ada aktifitas di hari Kamis, harus ngider di 2 lapak. Seinget saya hari Kamis ini di lapak A, soalnya Kamis lalu di lapak B.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-806"></span>Pas sampe lapak benernya sudah ngrasa aneh, kok seperti gak diharapan kehadiran saya, padahal sudah mempersiapkan amunisi dan semangat olimpiade untuk ngider di lapak itu. Pelanggan sih gak protes cuma ekspresinya gak sesuai yang saya harapkan, mungkin gak enak. Dengan pe-de-nya saya menawarkan dagangan saya, segala jurus saya gunakan agar mengesankan pelanggan. Pelanggan sih nanggepin sepertinya baik-baik saja tapi saya ngrasa seperti ada keterpaksaan, tapi karena pelanggan tak protes ya sudah saya lanjutkan menawarkan dagangannya saya ini. Sampai suatu ketika pelanggan ngomong, sebenarnya Kamis ini mengharapkan tukang kecap yang satunya mangkal di lapak ini. Pikir saya, pantesan kok responnya kurang. Saya jadi malu hati tapi sudahlah niat saya adalah melakukan yang seharusnya saya lakukan. O&#8230;ya saya lupa sampein kalau pelanggan tadi ngarepin tukang kecap lain yang menurut informasi rasa kecapnya lebih mengesankan. Ehmmm&#8230;..ada apa dengan rasa kecap saya?.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang ada rasa gak enak menjadi tukang kecap yang tidak diharapkan, bahkan sampe kebawa mimpi. Tapi saya pikir besok-besok harus lebih jeli dan lebih &#8220;<em>customer oriented&#8221;</em> kalau perlu mengaplikasikan CRM (<em>Customer Relationship Management</em>). Makasih buat pelanggan saya Kamis ini yang mau menyimak kecapan saya. Dan tak lupa terima kasih kepada CSA, saya akan belajar lagi agar kecap saya lebih mengesankan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kecap&#8230;..kecap&#8230;..kecap&#8230;..</p>
Number of View :1077<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=806&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/antokoe-unexpected-person/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sensasi Melunturkan Moral</title>
		<link>http://antokoe.com/sensasi-melunturkan-moral/</link>
		<comments>http://antokoe.com/sensasi-melunturkan-moral/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 10:26:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[ariel]]></category>
		<category><![CDATA[cut tari]]></category>
		<category><![CDATA[infotainmen]]></category>
		<category><![CDATA[kd]]></category>
		<category><![CDATA[luna maya]]></category>
		<category><![CDATA[moralitas]]></category>
		<category><![CDATA[raul lemos]]></category>
		<category><![CDATA[sensasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=570</guid>
		<description><![CDATA[Media negeri ini sedang menikmati masa kebebasan berekspresi. Bebas mewartakan apa saja yang punya nilai informasi tinggi. Semua berlomba menggali, menggansir, bertindak seperti detektif partikelir, memantau dan bertanya sana-sini, demi mendapatkan informasi yang premium. Sehingga kadang-kadang menimbulkan rasa tidak hati bagi yang diwartakan. Tapi disisi lain ada yang sangat menikmati karena terliput di media, tentunya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_573" class="wp-caption alignleft" style="width: 286px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/07/moralitas.jpg"><img class="size-full wp-image-573" title="moralitas" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/07/moralitas.jpg" alt="" width="276" height="182" /></a><p class="wp-caption-text">Moralitas</p></div>
<p style="text-align: justify;">Media negeri ini sedang menikmati masa kebebasan berekspresi. Bebas mewartakan apa saja yang punya nilai informasi tinggi. Semua berlomba menggali, menggansir, bertindak seperti detektif partikelir, memantau dan bertanya sana-sini, demi mendapatkan informasi yang premium. Sehingga kadang-kadang menimbulkan rasa tidak hati bagi yang diwartakan. Tapi disisi lain ada yang sangat menikmati karena terliput di media, tentunya menguntungkan dari segi publisitas.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-570"></span>Jika menyebutkan sensasi media, setiap waktu silih berganti seperti sudah terskenariokan. Yang paling banyak menyita perhatiannya adalah skandal video syur artis. Kehebohannya dapat mengguncang dunia bahkan popularitas setara dengan hajatan 4 tahun piala dunia yang diadakan di Afrika Selatan. Tapi kenyataannya skandal ini memberikan predikat yang negatif bagi negeri ini setelah budaya korupsinya. Sebagai negara berpenduduk muslim sedunia, jelas-jelas skandal ini sangat memalukan dan bisa memberikan cerminan kalau ada kemerosotan moral yang cukup serius. Niatnya mungkin hanya iseng berbalut sakit hati atau perasaan tidak suka, tapi efeknya sangat luas bagi pelaku sendiri maupun yang [sengaja] melihatnya. Sehingga menjadi kambing hitam pada kejadian kejahatan seksual, bahwa mereka melakukan karena terinspirasi dari video itu. Disisi lain penegak hukum sedang berjuang agar semuanya dapat diselesaikan secara hukum, sedangkan secara sosial diserahkan ke masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Diranah yang sama, yaitu hiburan, sensasi seorang diva yang secara terang-terangan (karena dilakukan didepan kamera infotainmen) sedang menjalin hubungan dengan seorang yang notabene suami [menurut istri] perempuan lain. Sang diva juga memiliki 2 orang anak yang beranjak ABG sedangkan sang lelaki mempunyai 4 anak. Apa yang kira-kira ditanyakan oleh teman-teman sekolahnya kalau melihat ibu/ayahnya seperti itu diranah publik?. Apa yang ada dipikiran mereka?. Mungkinkah itu bentuk dari dahsyatnya cinta?. Cinta yang membutakan dan melunturkan moral tapi jika dilihat dari sisi persepsi cuekisme, mungkin itu biasa dan sah saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi media kondisi seperti ini merupakan informasi yang premium dan layak diekplorasi dari berbagai sisi, kalau perlu melewati batas penyampaian informasi tanpa melihat dampak yang akan ditimbulkan. Disini butuh profesionalisme dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, bukan hanya mendapatkan sesuatu yang sensasional saja. Karena sesuatu yang sensasional ada kalanya dekat sekali dengan tindakan yang melunturkan moral.</p>
<p style="text-align: justify;">gambar dari <a href="http://mustafakanuar.wordpress.com/2009/02/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">
Number of View :9972<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=570&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/sensasi-melunturkan-moral/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nama Baik</title>
		<link>http://antokoe.com/nama-baik/</link>
		<comments>http://antokoe.com/nama-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 18:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[nama baik]]></category>
		<category><![CDATA[the a-team]]></category>
		<category><![CDATA[video porno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[Mendapatkan nama baik mungkin lebih mudah dibanding menjaganya. Nama baik bukan sekedar sebuah nama, tapi ada sesuatu yang perlu dipertahankan dan dijaga. Sekali ternoda atau tercemar akan sulit memulihkannya. Membangun citra atau imej atau brand butuh perjuangan dan pengorbanan. Semua dilakukan sesuai kaidah yang dianggap benar, dan publik mengakuinya. Saya menulis ini terketuk dari apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_549" class="wp-caption alignleft" style="width: 150px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/theateam.jpg"><img class="size-full wp-image-549" title="theateam" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/06/theateam.jpg" alt="The A-Team" width="140" height="207" /></a><p class="wp-caption-text">The A-Team</p></div>
<p style="text-align: justify;">Mendapatkan nama baik mungkin lebih mudah dibanding menjaganya. Nama baik bukan sekedar sebuah nama, tapi ada sesuatu yang perlu dipertahankan dan dijaga. Sekali ternoda atau tercemar akan sulit memulihkannya. Membangun citra atau imej atau brand butuh perjuangan dan pengorbanan. Semua dilakukan sesuai kaidah yang dianggap benar, dan publik mengakuinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya menulis ini terketuk dari apa yang dilakukan Kol. Hannibal Smith, Let. Face, Kopral BA.Baracus dan Let. Murdock dalam usahanya memulihkan nama baik sebagai tim elit yang mampu menyelesaikan misi dengan sukses. Tapi karena permainan politik dan keserakahan mereka menanggung akibatnya dipenjara dengan keamanan maksimum ditempat terpisah. Dalam memulihkan nama baiknya, mereka mati-matian bahkan nyawa jadian taruhannya. Itu semua ada di film The A-Team yang merupakan versi layar lebar dari film seri televisi yang populer tahun 80-an kreasi Frank Lupo dan Stephen J. Channel yang lagi tayang di bioskop.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-547"></span>Apa yang dilakukan Kol. Smith dan anak buahnya merupakan sebuah perjuangan. Memperjuangkan nama baik dan harga diri yang sudah ternoda serta mengembalikan pada kondisi semula. Sangat susah. Jika dianalogikan perjuangan Kol. Smith pada skandal video porno yang menimpa Ariel, Luna dan Cut Tari, yang namanya sudah tercemar dan seolah menghapus perjuangan yang selama ini dibangun. Dan akan sangat susah (mungkin) memulihkan keadaan seperti semula. Publik sudah mulai berubah dalam melihat sosok-sosok artis tersebut. Ada yang bilang, setiap mendengar lagu Peterpan, maka akan terbayang video porno mereka (karena sudah nonton). Sampai sebegitunya. Kalau misalnya mereka mengaku (karena selama ini masih diduga), apa memulihkan nama baiknya menjadi lebih mudah?.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya kurang berkompeten kasih tips bagaimana menjaga nama baik?. Tapi jika semua apa yang dilakukan dipikir dengan matang dan penuh pertimbangan serta menyadari bahwa apa yang dilakukan selalu akan diperhatikan baik sadar maupun tidak sadar. Perbedaannya hanya siapa yang melakukan dan berapa besar dampaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan bugil di depan kamera, cukup kalau mandi saja dan tanpa kamera.</p>
Number of View :5141<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=547&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/nama-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selebritas Politik Century-Gate</title>
		<link>http://antokoe.com/selebritas-politik-century/</link>
		<comments>http://antokoe.com/selebritas-politik-century/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 16:44:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[century-gate]]></category>
		<category><![CDATA[pansus century]]></category>
		<category><![CDATA[sby]]></category>
		<category><![CDATA[selebritas politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[Selebritas menurut kamus bahasa Indonesia online diartikan sebagai orang yg terkenal atau masyhur (biasanya tt artis). Jadi siapapun yang terkenal bisa disebut selebriti. Siapa yang menjadikan selebriti?. Sebuah keadaan dan dukungan media. Hubungan selebriti dan media seperti motor dan bensin. Kalau kata tetangga saya, selebriti adalah orang yang sering nongol di layar televisi. Jadi selebriti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_459" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/02/pansus_century.jpeg"><img class="size-medium wp-image-459 " title="pansus_century" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2010/02/pansus_century-300x199.jpg" alt="Selebritas Pansus Century" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Selebritas Pansus Century (portaltiga.com)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Selebritas menurut kamus bahasa Indonesia online diartikan sebagai orang yg terkenal atau masyhur (biasanya tt artis). Jadi siapapun yang terkenal bisa disebut selebriti. Siapa yang menjadikan selebriti?. Sebuah keadaan dan dukungan media. Hubungan selebriti dan media seperti motor dan bensin. Kalau kata tetangga saya, selebriti adalah orang yang sering nongol di layar televisi. Jadi selebriti bisa saja pemain opera sabun, sinetron, film, musisi, bahkan tokoh politik.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-458"></span>Menarik kalau melihat akhir-akhir ini layar kaca dihiasi suasana rapat yang disiarkan secara live. Ada sebuah perluasan makna sebuah tontonan. Tontonan tidak hanya sebuah lakon atau pertunjukan yang melibatkan sosok yang menarik secara fisik dengan polesan beragam ekspresi. Apa menariknya menonton orang rapat?. Apakah rapat memenuhi kriteria kualitas informasi?. Kualitas informasi ditentukan dari akurasi informasi, tepat pada waktunya dan relevan. Jika menonton rapat yang disiarkan secara live, bisakah mendapatkan informasi yang akurat tentang apa, kenapa, bagaimana dan siapa yang terlibat dalam skandal Bank Century?. Susah menilainya, karena mereka membawa kepentingan masing-masing, sehingga akurasinya perlu dipertanyakan. Apakah timing tepat ?. Bisa ya bisa tidak. Tepat karena banyak pihak ingin tahu dan sudah muak dengan kondisi ini. Tidak bagi yang merasa ini merupakan balas dendam dari musuh-musuh politiknya, karena mereka kalah dalam pemilu kemarin. Relevankah?. Sangat relevan diluar pertanyaan yang sering diajukan para peserta rapat yang kadang-kadang tidak ada relevansinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Media televisi menilai kasus ini memenuhi faktor kualitas informasi, sehingga mereka rela meniadakan jadwal acara reguler hanya untuk menyiarkan rapat agung ini. Dari kasus ini ternyata menciptakan selebritas politik, karena mereka muncul di talkshow-talkshow dengan tampilan layaknya seorang artis. Tidak jarang dari pernyataan yang muncul menjadi sebuah kontroversi yang (sengaja) diblow-up oleh media. Apakah tokoh-tokoh ini akan tetap eksis walaupun episode Century akan segera berakhir?. Selebritas politik akan tetap ada selama dinamika politik negeri ini berlangsung. Bukan masalah eksistensi selebritas politik yang menjadi masalah, tapi apakah yang selama ini mereka perjuangkan bukan hanya sebagai bentuk balas dendam politik tapi merupakan usaha untuk membongkar kebobrokan para petinggi negeri ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Buloggate, Centurygate atau Watergate (AS) semuanya memakan korban. Terus siapa yang jadi korban Centurygate?.</p>
Number of View :5876<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=458&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/selebritas-politik-century/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Miyabi antara Bisnis, Penasaran, Ngarep dan Moral</title>
		<link>http://antokoe.com/miyabi-antara-bisnis-penasaran-ngarep-dan-moral/</link>
		<comments>http://antokoe.com/miyabi-antara-bisnis-penasaran-ngarep-dan-moral/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 13:50:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[maria ozawa]]></category>
		<category><![CDATA[miyabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya orang tidak terlalu tahu apa dan siapa Miyabi. Semenjak ada produser dan penulis pengin menghadirkan Miyabi di negeri, tentunya akan berperan sebagai bintang utama di film yang akan dibuat, orang menjadi heboh. Number of View :8658]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-343" title="miyabi" src="http://antokoe.com/wp-content/uploads/2009/10/miyabi.jpg" alt="miyabi" width="180" height="206" />Sebelumnya orang tidak terlalu tahu apa dan siapa Miyabi. Semenjak ada produser dan penulis pengin menghadirkan Miyabi di negeri, tentunya akan berperan sebagai bintang utama di film yang akan dibuat, orang menjadi heboh.</p>
Number of View :8658<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=341&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/miyabi-antara-bisnis-penasaran-ngarep-dan-moral/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wajah Televisi Kita</title>
		<link>http://antokoe.com/wajah-televisi-kita/</link>
		<comments>http://antokoe.com/wajah-televisi-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 20:30:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sinetron]]></category>
		<category><![CDATA[rating]]></category>
		<category><![CDATA[tukul]]></category>
		<category><![CDATA[tv]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Ingat banget waktu dulu stasiun TV cuma ada satu di bumi Nusantara ini. Tiap program, apapun pasti ditunggu kehadirannya. TVRI sebagai stasiun TV satu-satunya, berplat merah pula, menjadi pengisi satu-satunya diruang tamu dari kota sampai pelosok desa. Waktu itu karena listrik belum masuk desa, sumber listrik untuk me-nyetel TV adalah aki (accu) yang gedenya sebesar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ingat banget waktu dulu stasiun TV cuma ada satu di bumi Nusantara ini. Tiap program, apapun pasti ditunggu kehadirannya. TVRI sebagai stasiun TV satu-satunya, berplat merah pula, menjadi pengisi satu-satunya diruang tamu dari kota sampai pelosok desa. Waktu itu karena listrik belum masuk desa, sumber listrik untuk me-nyetel TV adalah aki (accu) yang gedenya sebesar aki truk.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-115"></span>Ada jadwal periodik setiap mau me-nyetrum aki. Misal ada acara TV yang ditunggu 3 hari kedepan, maka aki langsung disetrum. Berkilo-kilo ditempuh hanya me-nyetrum aki demi acara TV yang ditunggu. Itu dulu. Perubahan terjadi diakhir tahun 80-an setelah pemerintah membolehkan TV partikelir berdiri disini. Sampai dasa warsa keberadaan TV partikelir alias swasta, banyak mengubah wajah program di kotak ajaib alias TV.</p>
Number of View :2154<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=115&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/wajah-televisi-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Para Pencari Tuhan vs Para Pencari Rating</title>
		<link>http://antokoe.com/para-pencari-tuhan-vs-para-pencari-rating/</link>
		<comments>http://antokoe.com/para-pencari-tuhan-vs-para-pencari-rating/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 19:21:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Sinetron]]></category>
		<category><![CDATA[para pencari tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[ppt]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Kalau bulan Ramadhan itu bulan penuh berkah, pasti bukan omongan kosong. Pasti. Berkah terbaik tentunya dirasakan oleh umat yang menunaikan puasa dengan kesungguhan dan dilingkupi dengan keikhlasan. Tapi disisi lain ternyata berkah Ramadhan, bukan saja dirasakan umat muslim tapi juga umat manusia lainnya. Jamak melihat betapa bergairahnya masyarakat menyambut datangnya Ramadhan. Motivasi menyambut suka citanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kalau bulan Ramadhan itu bulan penuh berkah, pasti bukan omongan kosong. Pasti. Berkah terbaik tentunya dirasakan oleh umat yang menunaikan puasa dengan kesungguhan dan dilingkupi dengan keikhlasan. Tapi disisi lain ternyata berkah Ramadhan, bukan saja dirasakan umat muslim tapi juga umat manusia lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jamak melihat betapa bergairahnya masyarakat menyambut datangnya Ramadhan. Motivasi menyambut suka citanya Ramadhan mungkin dibedakan dengan motivasi yang ada di otak dan hati manusia. Bagi muslim yang shaleh ini merupakan ajakan berburu pahala karena Tuhan sedang mengadakan &#8216;SALE.&#8217; pahala. Dipihak lain momen ini dimanfaatkan dengan untuk menggelar SALE besar-besaran karena bulan ini apapun dijual pasti laku. Lihat suasana pasar dan pusat belanja, penuh mengalahkan masjid.</p>
<p style="text-align:justify;">DI dunia hiburan, khusus TV, hampir seluruh stasiun TV baik nasional dan lokal berlomba menyajikan acara yang &#8216;tiba-tiba&#8217; menjadi islami. Di ranah sinetronia, yang sebelumnya ceritanya sangat sekuler tiba-tiba menjadi lebih &#8216;islami&#8217; dengan bertaburannya ucapan Assalamualaikum, Masyaallah, Insyaallah plus dengan wardrobe yang islami. Sah-sah saja hal seperti itu ada, tapi dari segi cerita masih kurang kreatif dan masih stereotip. Ramadhan bagi PH merupakan sebuah pertaruhan siapa yang menang dalam persaingan memperebutkan siapa pemegang rating tertinggi sinetron produksinya. Ada PH yang sudah membuat sinetron jauh sebelum Ramadhan datang. Ini sebuah pertaruhan, karena sinetronnya kalau gagal rating tidak bisa dihentikan atau diganti dengan sinetron lain seperti sinetron yang tidak berlabel &#8216;Sinetron Ramadhan&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-96"></span>Untuk RCTI, sebagai stasiun dengan target penonton A dan B, ada Madina dan Aqso dan Assalamua&#8217;laikum Cinta (Sinemart) dan Faiz &amp; Faiza (Rapi Film). Dua produksi Sinemart ini menyajikan cerita cinta dan tidak ada yang baru dari segi cerita, dialog maupun penggarapan. Masih dengan cinderella story, penggambarannya masih hitam putih dan label Ramadhan diwakili dengan wardrobe juga ucapan salam para pemainnya. Faiz dan Faiza, hanya mengandalkan kepolosan anak-anak dan anehnya kok diputar jam 4 pagi yang notabene, anak-anak masih tidur (pasti gak dapat kapling).</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan SCTV, masih mengandalkan MD Entertainment untuk menyajikan sinetron dengan label Ramadhan. Setali tiga uang dengan sinetron yang diputar di stasiun TV bekas kakaknya, RCTI, tidak ada yang baru. MD Entertainment masih mengandalkan gambar dengan touching digital dan tentunya zoom freeze juga ilustrasi seperti film thriller. Tapi SCTV masih memberikan sinetron dengan cerita yang Islami beneran bukan tempelan. Ada Rinduku CintaMu dan Para Pencari Tuhan (PPT), dua-duanya produksi dari Citra Sinema-nya Dedy Mizwar. Dua sinetron ini ceritanya diluar pakem sinetron lainnya. Cerita sederhana, penokohan jelas, manusiawi, masuk akal dan cerdas dialognya. Dan sinetron ini yang paling cocok disebut Sinetron Ramadhan dan yang lain adalah Sinetron Ramadhan-Ramadhan-an.</p>
<p style="text-align:justify;">Dahulu waktu sahur tidak pernah diperhitungkan oleh stasiun TV untuk mendulang rupiah, karena siapa sih yang mau nonton acara dikala mata masih ngantuk. Tapi tradisi ini dimulai oleh ANTV beberapa tahun silam dan sekarang acara TV pada waktu sahur menjadi ajang yang sangat ketat dalam memperebutkan penonton dan pendapatan stasiun TV. Dari tahun ke tahun acara sahur selalu diisi dengan acara komedi + kuis dengan pengisi acara andalan masing-masing stasiun TV. Sekarang acara sahur masih beranjak dengan acara komedi dan jor-jor-an kuis, dan sudah membosankan, tepatnya sejak Ramadhan tahun lalu. Improvisasi dilakukan untuk acara sahur ini, tapi intinya masih sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun lalu, SCTV berani mengambil langkah besar dengan menyajikan sinetron pada acara sahur (tapi masih ada kuisnya) dengan tajuk Sinekuis. Sinetron Para Pencari Tuhan (PPT) mengalahkan kepopuleran dan rating dari acara sahur lainnya. Apa yang menjadikan PPT jadi juara?. Pertama, ceritanya diluar mainstrem sinetron lain, religi tapi tidak menggurui dan kedua, penonton bosan dengan acara komedi itu-itu saja. Ramadhan tahun ini PPT masuk ke jilid 2, ceritanya masih tentang mantan tukang jagal kesepian yang jadi merbot mushola dan tiga muridnya yang mantan penjahat, ada kisah cinta yang rumit tapi masih, masih ada sarjana komunikasi yang hidup dalam kemiskinan dan orang kaya yang sadar betul kalau dia memang kaya. Semua karakter pas diperankan oleh talent-talent yang ada dan yang paling penting semua tokoh diatas berusaha mencari Tuhan-nya dengan karakter masing-masing. Di sinetron ini tidak ada pemisahan tokoh antagonis dan protagonis. Yang membedakan PPT jilid satu dan dua adalah, di jilid dua bertebaran produk sponsor, tapi masih wajar.</p>
<p style="text-align:justify;">Ramadhan penuh berkah, memberikan berkah ke semua orang, baik itu muslim maupun non muslim. Itu bukti kalau Tuhan Maha Adil. Biarkan stasiun TV berlomba mencari rating, karena rating adalah &#8216;Tuhan-nya&#8217; bagi acara TV, sedangkan kita berlomba mencari keberkahan dari Tuhan karena Tuhan sedang mengobral keberkahan-Nya.</p>
Number of View :4762<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=96&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/para-pencari-tuhan-vs-para-pencari-rating/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bye-bye Thomas&#8230;.</title>
		<link>http://antokoe.com/bye-bye-thomas/</link>
		<comments>http://antokoe.com/bye-bye-thomas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 16:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[bulutangkis]]></category>
		<category><![CDATA[juara]]></category>
		<category><![CDATA[thomas]]></category>
		<category><![CDATA[uber]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Pupus sudah harapan kita untuk merebut Piala Thomas Cup. Secara menyakitkan kita dikalahkan dengan telak oleh Korea Selatan 3 &#8211; 0. Terus sebenarnya kita bisa kalah ?. Suporter. Jangan tanya, sampai berantem karena tidak kebagian tiket. Pembinaan. Regenerasi. Atau mental juara kita memang belum setangguh pemain kulit kuning (Cina, Korea) ?. Akhir-akhir ini memang kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pupus sudah harapan kita untuk merebut Piala Thomas Cup. Secara menyakitkan kita dikalahkan dengan telak oleh Korea Selatan 3 &#8211; 0. Terus sebenarnya kita bisa kalah ?. Suporter. Jangan tanya, sampai berantem karena tidak kebagian tiket. Pembinaan. Regenerasi. Atau mental juara kita memang belum setangguh pemain kulit kuning (Cina, Korea) ?.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhir-akhir ini memang kita miskin prestasi. Sebenarnya bulutangkis adalah olahraga yang paling cocok dan pas dengan postur orang Indonesia. Prestasi Indonesia dalam bulutangkis juga sudah diakui oleh dunia internasional. Dunia mengenal Indonesia dibidang olahraga juga dari bulutangkis. Regenerasi, Indonesia mempunyai sistem pembibitan melalui klub-klub yang didukung dana yang cukup, seperti Djarum. Terus apa yang salah ?.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-61"></span>Kita mungkin tidak terlalu berharap banyak dengan Taufik Hidayat (TH), harus dicari yang lebih TH. Dibalik kekalahan Indonesia atas Korea Selatan, yang otomatis pupusnya harapan untuk merebut Piala Thomas, masih ada secercah sinar dari tim Uber. Tim Uber di final akan bertemu China. Negara komunis terbesar didunia ini bukan lawan yang gampang. China secara tradisi mempunyai pembibitan dan pembinaan atlit yang bagus dan keras, terbukti hampir semua cabang olahraga mempunyai prestasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada suatu harapan besar pada tim Uber. Sebagai tuan rumah kita mempunyai segalanya, hanya mental juara yang bisa membuat kita menjadi juara. Semoga, atlit kita berusaha menang bukan karena iming-iming bonus, tapi menjaga kehormatan bangsa.</p>
Number of View :2884<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=61&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/bye-bye-thomas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Munajah Cinta Sebangun dengan Ayat-Ayat Cinta ?</title>
		<link>http://antokoe.com/munajah-cinta-sebangun-dengan-ayat-ayat-cinta/</link>
		<comments>http://antokoe.com/munajah-cinta-sebangun-dengan-ayat-ayat-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 17:01:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Sinetron]]></category>
		<category><![CDATA[munajah cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Aku jadi yakin bahwa LATAH itu hanya ada dan berlaku di Indonesia. Konteks yang aku maksud adalah di dunia hiburan. Beberapa bulan lalu (tahun lalu), bioskop bergantian diteror dengan film horor, dan sekarang seperti hantu-hantu sudah mulai putus asa menakut-nakuti penonton, karena sudah tidak takut lagi karena sudah terbiasa. Pada awal tahun ini, selera pononton [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Aku jadi yakin bahwa LATAH itu hanya ada dan berlaku di Indonesia. Konteks yang aku maksud adalah di<img class="alignright" style="float:right;margin:5px;" src="http://www.sinemart.com/new/media/thumb_1208761280.jpg" alt="Munajah Cinta" width="150" height="150" /> dunia hiburan. Beberapa bulan lalu (tahun lalu), bioskop bergantian diteror dengan film horor, dan sekarang seperti hantu-hantu sudah mulai putus asa menakut-nakuti penonton, karena sudah tidak takut lagi karena sudah terbiasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada awal tahun ini, selera pononton mulai berubah. Film komedi mulai mengganti jadwal film horor, diawali dengan komedi satir, seperti <em>Naga Bonar jadi 2, Get Marriage</em>. Muncul varian dari film komedi dengan bumbu seks seperti <em>Quicky Express, Kawin Kontrak, XL</em> dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Genre komedi dilibas habis oleh Ayat-Ayat Cinta (AAC). Film ini menjadi terlaris sepanjang masa untuk Indonesia dan aku yakin tidak gampang untuk mengalahkannya dalam waktu dekat. Ibarat dagang, melihat dagangan toko sebelah laris manis, maka toko lain mencoba menjual barang yang sama walau sedikit gambling, kata cukongnya &#8216;momentum lagi bagus&#8217; maka jangan disia-siakan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-54"></span>Ternyata efek AAC tidak berhenti pada ranah bioskop tapi juga ranah televisi (TV). Secara mengejutkan muncul sinetron berlabel religi &#8220;<strong>Munajah Cinta</strong>&#8220;. Lagi-lagi memanfaatkan momentum kesuksesan AAC. Sinetron ini sengaja ditampilkan pada jam tayang utama (<em>primetime</em>), dan menggeser sinetron panjang (dipanjangin) dengan konsep tambal sulam &#8220;Cahaya&#8221; yang memang sudah tidak bercahaya lagi. Sebagai penonton TV aku setidaknya berharap dengan sinetron berlabel religi ini. Dilihat dari promo di TV, aku sudah mulai menerka seperti apa sinetron ini, dan benar ternyata sinetron ini sebangun dengan AAC tapi tidak sama. Dan mungkin sengaja pula para cast-nya juga dari AAC, kecuali tokoh laki-laki. Kita segera akan membayangkan tokoh Khumairah dengan Aisyah (AAC), yang sama-sama dimainkan oleh Rianti. Karakter dan akting Rianti juga sama, begitu juga dengan tokoh Maemunah yang dimainkan Adiya Mecca, walau tidak persis dengan tokoh Noura (AAC). Tokoh laki-laki juga sebangun, cuma Attar (Baim Wong &#8211; Munajah Cinta) terkesan sangat jaim sedangkan Fahri (AAC), diceritakan lebih manusiawi (walau berbeda tidak seperti di bukunya). Segi cerita juga sebangun, cinta segitiga.</p>
<p style="text-align:justify;">Munajah Cinta, satu dari sinetron yang berada diluar <em>mainstrem</em> sinetron yang ada pada jam yang sama. Bukan dari sisi cerita tapi juga keseriusan penggarapannya, aku takjub dengan ilustrasi musiknya, ternyata secara khusus ditangani oleh Andi Rianto. Aku jadi teringat nuansa <em>score</em> musik pada film <em>Arisan, Arisan the Series, Mengejar Matahari</em> saat menyaksikan sinetron ini. Tapi menurutku masih sangat premature, menilai Munajah Cinta sebagai sinetron &#8216;bermutu&#8217;. Menurut rumusku, sinetron akan bagus diepisode 1 s.d 10. Setelah itu rating akan menjadi hakim apakah sinetron ini lanjut atau selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila, sinetron ini sukses maka <em>production house</em> (PH) lain akan berlomba-lomba membuat sinetron sejenis. Latah. Tapi apakah Munajah Cinta Sebangun dengan Ayat-Ayat Cinta ?. Perlu riset mendalam, tapi kalau hampir sebangun, mungkin benar. Ayo pak Manoj (MD), Ram (MPV), Gope (Rapi), Shankar (Indika) ikutan dong bikin sinetron yang sejenis biar rame dan biar cepat ganti genre baru.</p>
Number of View :3242<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=54&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/munajah-cinta-sebangun-dengan-ayat-ayat-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesian Idol, Antara Kualitas dan Modal SMS</title>
		<link>http://antokoe.com/indonesian-idol-antara-kualitas-dan-modal-sms/</link>
		<comments>http://antokoe.com/indonesian-idol-antara-kualitas-dan-modal-sms/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 18:23:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antokoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[idol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antokoe.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Jujur aja nih, dari sekian banyak tontonan ajang pencarian bakat di TV kita, aku anggap Indonesian Idol (II) termasuk paling premium. Gak kacangan dan bertele-tele. Dimusim ke-5 ini kualitas kontestan boleh dikata diatas rata-rata dan berkarakter. Tapi II masih mengandalkan vote dari SMS dan telepon untuk menentukan pemenang. Nah&#8230;.disini pertarungan antara kebintangan kontestan dan kontestan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Jujur aja nih, dari sekian banyak tontonan ajang pencarian bakat di TV kita, aku anggap Indonesian Idol (II) termasuk paling premium. Gak kacangan dan bertele-tele. Dimusim ke-5 ini kualitas kontestan boleh dikata diatas rata-rata dan berkarakter. Tapi II masih mengandalkan vote dari SMS dan telepon untuk menentukan pemenang. Nah&#8230;.disini pertarungan antara kebintangan kontestan dan kontestan yang didukung pemodal kuat (baca:orang tuanya kaya) dimulai.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti pada babak workshop I dan workshop II (2/5/08) khusus kontestan cewek, sangat terasa pertarungan perolehan dukung dari Voter kerasa banget, dan bisa ditebak, kontestan suara pas-pasan tapi modal untuk SMS kuatlah yang menang. Coba cek, kontestan sekualitas Yuka yang sudah punya jam terbang nyanyi saja kalah dengan kontestan Gisela yang dicela habis-habisan oleh juri dan sepertinya orang tuanya bermodal kuat untuk SMS. Juga Ibeth, kalah sama Safira yang dicela habis-habis oleh juri. Jujur aku jadi mulai ragu dan pasti juri juga pasti kecewa dengan hasil babak workshop II (2/5/08).</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-52"></span>Tapi dibalik itu semua, sebenarnya yang menjadi bintang yang sebenarnya adalah yang bisa menang tanpa dukungan dari orang tua/keluarga yang berduit tapi memang menang karena punya kualitas dan didukung oleh semua penonton. Tapi celaka juga kalo yang bagus tersingkir sebelum masuk 10 atau 12 besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak sih yang mempengaruhi voter dalam menentukan siapa yang didukung. Kontestan dengan membawa modal tampang, untuk ukuran Indonesia masih menjual walaupun suara masih fals. Kepedihan dan kehidupan pribadi/keluarga kontestan juga sangat menjual untuk dibeli oleh voter sehingga mereka memilih.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbeda dengan ajang American Idol (AI), disana kontestan harus berjuang mati-matian kalo gak tersingkir karena latar belakang kontestan atau kontestan dengan modal kuat (baca:uang) tidak berpengaruh pada voter. Dan yang pasti voter disana lebih percaya pada komentar juri dalam menentukan pilihan. Memang latar belakang voter juga menjadi faktor dalam menentukan keputusan, misalnya tingkat pendidikan, sentimen suku, sentimen agama atau penilaian subyektif seperti mimik kontestan waktu nyanyi juga bisa jadi faktor tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Kecewa untuk kontestan cewek, aku masih berharap dengan kontestan cowok. Kualitas suara untuk cowok juga hampir merata dan punya karakter sendiri-sendiri. Aku berharap kontestan dengan karakter kuat seperti Aris, Ricko dan Aji masuk ke babak spektakuler. Aku cuma bisa berharap dan aku gak pernah kirim SMS atau telepon, karena aku penonton.</p>
Number of View :3853<img src="http://antokoe.com/?ak_action=api_record_view&id=52&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antokoe.com/indonesian-idol-antara-kualitas-dan-modal-sms/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

