Ungkapan kalau pengalaman adalah guru yang terbaik sangat ada kebenarannya. Berpengalaman berarti sangat cukup informasi, bahkan informasi yang dimiliki sudah bertransformasi menjadi sebuah pengetahuan. Perjalanannya mungkin berliku tapi semakin berliku dan dapat melewatinya disitulah kualitas diri kita teruji.
Semakin banyak mengenal orang, seharusnya semakin banyak yang bisa dipelajari, karena dari merekalah ilmu-ilmu diperoleh. Seseorang yang dulunya sangat tertutup dan cenderung minder bila bertemu orang, lebih suka sibuk dengan dunia sendiri walau bukan autis. Bertemu dengan suasana baru bukan pantangan tapi lebih suka melihat keadaan dan berkutat dengan analisa-analisa yang dipahaminya. Sekali ada kesempatan maka orang tidak akan percaya kalau bisa berbicara sepanjang itu dan bermakna. Tapi ada yang bilang masih terlalu ‘lite’ butuh sentuhan dari pengalaman yang dialami. Pengalaman memberi bukti bahwa tidak semua yang terbayang sama persis di dunia nyata.
Sekali waktu bertanya, dari sekian banyak hubungan yang pernah dijalani, bisa gak dituliskan apa saja yang sudah dipelajarai dari pasanganmu?. Kalau dapat menuliskan dengan jujur dengan menanggalkan perasaan yang pernah dirasakan, misalnya hubungan yang terputus, pasti akan takjub ternyata Tuhan menjelaskan sesuatu lewat mereka semua. Dan Tuhan menginginkan sebuah transformasi menuju tingkat lebih tinggi dari sebelumnya melalui semua yang sudah dikenal atau dialaminya. Tapi lebih sering diri kita tidak menyadari atau menyadari setelah semua sudah terlambat. Seorang perempuan akan menjadi sangat tegar karena pernah merasa diperlakukan tidak jujur oleh pasangannya dan pikiran positifnya memberitahukan bahwa Tuhan masih sayang, karena menunjukkannya sebelum terlambat.
Begitu panjang dan mungkin lengkap, jika dapat menuliskan pelajaran apa saja yang diperoleh dari orang atau lingkungan yang dikenalnya. Tapi perasaan tidak suka atau tersakiti akan menutupi bagian positif dari yang pernah dialaminya. Butuh pemikiran dan segunung keikhlasan untuk menyadari semua itu. Pastinya kemauan diri.
Ini cuplikan catatannya :
Pacar pertamaku, secara tidak langsung memberitahukan kalau dia termasuk orang yang hanya mau didengar tapi tidak mau mendengarkan. Pacara keduaku, banyak memberikan pemahaman kerohanian yang menyadarkanku kalau Tuhan itu ada, tapi dia lebih sayang kepada keluarganya. Pacar ketigaku, memberitahukan kalau dunia itu bukan seindah yang dibayangkan, tapi ternyata lebih keras dari yang diketahui. Pacar terakhirku, …………., masih menunggu dan berharap inilah yang sengaja dikirimkan Tuhan untuk menemani sampai akhir hayat.
Number of View :4418
Popularity: 25% [?]




Pahit manis asam asin , itu semua disebut dengan ‘rasa’ dimana proses merasa itu sangatlah sulit jika kondisi pasangan yg biasanya harus kita yg menyesuaikan dgn keadaannya
Kedewasaan berpikir akan didapat setelah melalui berbagai macam cobaan dan tantangan. Begitu itu semua diatasi, maka kamu sudah 1 tahap lebih dewasa.
lowongan pekerjaan´s last [type] ..Palaldium Vacancy as Marketing Manager 2010
Faith makes all things possible.
Hope makes all things work.
Love makes all things beautiful.
May you have all of the three.
Happy Iedul Fitri.
cenya95´s last [type] ..1 Syawal 1431 H
Belajar dari pengalaman sebelumnya, semoga yang ini adalah yang terakhir untuk dibawa menjadi teman dalam mengarungi kehidupan. Segala pengalaman yang telah didapatkan bisa diterapkan pada yang ini.
mandor tempe´s last [type] ..Dengan hati- dengan rasa