antokoe Ting Ting

Responsibility

Jamuran sudah blog ini, lama tak terjamah karena sebuah “alasan” yang mungkin hanya alibi, alibi tidak menyempatkan diri untuk update. Judul diatas sengaja dan saya yakin unik. Karena uniknya mudah-mudahan mbah Google cepat meng-indeks-nya. Kembali ke alibi tadi, biasanya karena “sok sibuk” jadi alasan untuk enggan sekedar mengisi blog ini dengan tulisan terbaru. Terselip rasa malu karena suka ngojok-ngojokin (Jawa) atau ngomporin buat belajar nge-blog, jadi ceritanya berniat (mudah-mudahan) menulis lagi apa yang ingin ditulis.

Apa yang ingin ditulis kali ini?.

Tanggung jawab. Maknanya bukan “aku yang jawab kamu yang nanggung” tapi sebuah tindakan yang berkonsekuensi. Baik buruk konsekuensi tergantung dari kualitas pekerjaan kita. Kalau sampai hari ini tanggung jawab itu terasa makin besar dan kuat itulah sebuah konsekuensi lain dari dinamika pekerjaan. Bisa terasa berat atau malah terasa nikmat.

You must take personal responsibility. You cannot change the circumstances, the seasons, or the wind, but you can change yourself. That is something you have charge of.

Yang jelas tanggung jawab pasti membutuhkan ekstra tenaga dan waktu serta mungkin menghasilkan nilai ekonomi yang sesuai. Masalahnya mau atau tidak dengan tanggung jawab itu.

Suka atau Tidak Suka. Jamaknya sebuah kondisi, pasti bernilai positif dan negatif. Seperti masalah suka dan tidak suka. “Aku suka nasi goreng.”, disisi lain walau terdengar aneh, “Aku alergi nasi goreng.”. Dua kondisi yang bertolak belakang. Yang suka pasti akan merasa aneh “kenapa alerginya kok sama nasi goreng“. Sedangkan yang alergi akan merasa pusing, mual bahkan jijik makan atau hanya mencium aroma nasi goreng. Masalah nasi goreng mungkin sebuah keunikan tersendiri tapi kalau masalah makanan yang sekelas pete atau jengkol, mungkin disini berkondisi kebalik dengan masalah nasi goreng tadi. Peminat dan penikmat pete/jengkol pasti punya alasan khusus kenapa suka dengan makanan yang menimbulkan polusi bau itu. Kalau ditanya kenapa suka mungkin jawabnya “kamu aja gak ngerti cara menikmati makanan enak“. Kondisinya sama dengan orang yang suka makanan “ekstrim” lainnya. Bagaimana dengan seafood?. Belajarlah menikmati makanan yang enak, minimal mencoba memahami kenapa ada yang suka seafood, nasi goreng, pete/jengkol, daging kambing atau lainnya.

“How is education supposed to make me feel smarter? Besides, every time I learn something new, it pushes some old stuff out of my brain. Remember when I took that home winemaking course, and I forgot how to drive?” (Homer Simpson)

Politik. Mengutip lawakannya Sammy di Stand Up Comedy lakon Koper yang ditayangkan MetroTV. Di Inggris ada lawakan paling pendek karena cuma dua kata yaitu “happily marriage“, tapi sekarang kalah dengan lelucon paling pendek karena hanya ada 3 huruf yaitu “sby“.

Terakhir. Kenapa isi posting kali ini kok judul dan isinya tidak akur?. Masalah judul sudah jelas, sepertinya unik aja sedangkan isinya mungkin bentuk rangkuman saja walau cuma sepotong-sepotong (ngeles aja karena bingung mau nulis yang fokus).

Kangen nulis, kangen blogwalking.

Sumber gambar dari sini.


view 998 times.

6 comments

  1. jabat tangan dari kalimantan tengah, suwe ora jamu

    Reply
  2. barangkali istilah “jamuran” belum sepenuhnya tepat untuk blog ini..
    dikarnakan masih berselang tidak terlalu lama antara postingan yang satu dng yg lain..

    Reply
  3. hehe., aku juga sering ngalamin malas dan bingung nulis., yang akhirnya isipun jadi asal atau ga nyambung., keep spirit mas., :)

    Reply
  4. Berkunjung dengan nama Baru pak… ^_^

    Reply
  5. kunjungan perdana om,,, mari gencarkan blogwalking :D

    Reply
  6. sama Mas…. kangen ngeBlog. Lama ndak ngelus2 Blog Muria. Jadinya kangen :D terutama kangen dolan ke “rumah” teman lama.

    Reply

Have your say

%d bloggers like this: