antokoe Shaun the Sheep

Memimpikan negeri ini diisi oleh orang-orang yang bermental seperti Shaun the Sheep, tidak banyak bicara, banyak akal, melindungi, bisa membangun kerjasama dengan penjaganya, dan yang terpenting selalu menemukan solusi yang tepat untuk semuanya.

Kondisi justru terbalik, mereka sibuk melanggengkan sebuah tradisi yang sudah tidak mensolusikan tapi menenggelamkan diri ke dalam kondisi terparah. Mungkin sudah bosan atau terbiasa dengan kondisi ini karena tersamarkan oleh kesibukan mempertahankan kondisi masing-masing agar tetap bertahan.

Sebenarnya tidak sedikit yang beride briliyan tapi selalu terbentur dengan sebuah tembok keterbatasan atau luangnya kesempatan yang ada. Ada yang beruntung dapat menunjukkan ide itu tanpa harus berpikir yang terlalu kompleks tapi terlihat terlihat nyata dan itu yang menjadi kekangenan oleh sebagian besar negeri ini. Negeri ini sudah muntah dengan retorika, janji bahkan segambreng aturan tapi selalu mentah dalam penegakan.

Perlu sebuah terobosan yang gila atau revolusioner untuk mentransformasikan negeri ke arah yang diamini oleh penghuni negeri ini. Apa perlu semua pemimpin negeri ini diganti dan dipotong satu generasi, biar lebih segar dan gaul?. Kita tidak butuh pemimpin yang menyebarkan kegalauan tapi butuh pemimpin berani mengajar rakyat negeri “move on”.

Siapakah itu?


view 3168 times.

3 comments

  1. ini semacam mindset buruk yang diwariskan secara turun temurun kali y, mas. Tapi saya percaya dan berusaha optimis di Indonesia ada banyak generasi-generasi “Shaun The sheep” yang menunggu momennya buat ambil peranan :D

    Reply
    • betul itu mas Eddy, kita tunggu aja saat itu…:)
      makasih mas udah berkunjung.

      Reply
  2. Saya sangat setuju dengan hal yang tertulis diatas, terlebih tentang pemotongan satu generasi. Generasi yang memimpin negeri ini adalah generasi yang mempunyai warisan penyakit keturunan yang susah untuk dirubah dan dicegah oleh karena itu sudah sepantasnya untuk generasi baru untuk membuat suatu terobosan atau lebih tepatnya “penguligan” kepada generasi tua yang selalu sakit jiwa. untuk itu generasi muda sekarang butuh suatu konsepsi untuk melakukan hal tersebut.

    Reply

Have your say

%d bloggers like this: