antokoe Prenzt

A friend should be one in whose understanding and virtue we can equally confide, and whose opinion we can value at once for its justness and its sincerity. (Robert Hall ).

antokoe prenzt

prenzt-ship

Prenzt adalah sebuah nama group dalam akun YM saya yang kebetulan ada 3 id didalamnya. Prenzt plesetan dari friends yang sengaja saya buat dengan ejaan seperti itu untuk memberikan makna lebih. Mungkin lebihnya itu bermakna special friends. Persahabatan adalah bentuk relasi yang dibangun atas kesadaran diri yang berdasarkan sesuatu yang dapat merekatkan seperti hobi, sekolah, sosial, lingkungan kerja atau apapun yang dipahami bersama. Banyak yang bilang cari teman itu mudah tapi cari sahabat itu lebih sulit. Sebenarnya mempertahankan persahabatan itu yang paling sulit.

Dalam sebuah relasi pertemanan ada yang beranggotakan 2 orang, 3 orang atau lebih. Hubungan pertemanan 2 orang lebih mudah dalam memadupadankan ide tapi rentan perpecahan jika masing-masing tidak menemui kata sepakat. Pertemanan 3 orang mungkin lebih mempunyai resistensi karena mungkin juga ada yang memposisikan menjadi penengah disini. Fakta menunjukkan relasi 3 orang (trio) mencapai kesuksesan dalam mengapai karir, terutama di ranah hiburan. Logikanya adalah dalam trio jika 2 orang berselisih maka 1 yang lain bisa menengahi sehingga tidak berlarut. Tapi apa itu jaminan?. Tidak. Hakikatnya pertemanan/persahabatan bentuk kesadaran diri untuk berbagi. Berbagi apapun yang memang layak dan rela untuk dibagi. Tapi hubungan ini dibangun dengan perbedaan, dan perbedaanlah yang sering memberantakkan semuanya jika tidak segera menyadarkan diri masing-masing.

Role model misal persahabatan 3 insan yang berbeda watak tapi satu jender. Mereka disatukan oleh sekolah karena mereka satu kelas waktu SMA. Latar belakang keluarga mereka walau berbeda tapi masih satu level yaitu keluarga sederhana. Kebersamaan selama satu kelas itu secara alamiah membentuk ikatan walau tetap dengan sifat masing-masing. Saling mengunjungi menjadi hal biasa. Berkomunikasi tidak pernah alpa walau hanya sekedar say hello. Selepas SMA terjun ke dunia kerja walau tidak tiap hari ketemu lagi tapi masih intens komunikasi. Banyak yang sudah mereka bagi selama membangun kebersamaan walau kadang terjadi ketidaksamaan pandangan terutama karena sifat mereka. Keluarga miniatur lingkungan sosial sesungguhnya. Perlakuan orang tua berpengaruh pada cara pandang/pikir anak itu sendiri. Sosok A  dan B misal, dibesarkan oleh keluarga sederhana dengan anggota keluarga yang masih dalam usia sekolah dituntut bisa memberikan kontribusi terhadap kelangsungan adik-adiknya sehingga sangat hati-hati mengalokasikan pengeluaran. Mungkin karena itulah jika tidak ada benefit buatnya, lebih baik dirumah saja, sehingga secara tidak langsung mengurangi waktu bersama dengan sahabatnya. Sedangkan sosok C, dengan latar belakang keluarga yang hampir sama, tapi berkondisi beda. Posisi dan keadaan dalam keluarga menuntut untuk tumbuh mandiri sehingga membentuk pikiran lebih terbuka.

Kebersamaan mereka kadang pasang surut karena kesibukkan aktifitasnya atau oleh hal yang tidak terungkapkan secara terbuka, tapi hati mereka masih menyimpan sinyal persahabatan. Momen kebersamaan kadang harus sedikit dipaksakan karena ada rasa keengganan yang dilandasi faktor pribadi sehingga mengambil posisi pasif. Kesadaran kebersamaan mungkin dengan segenap rasa enggan berinisiatif mengubah yang pasif menjadi aktif. Momen Lebaran sebenarnya momen pas untuk menjalin kebersamaan dengan saling mengunjungi lengkap dengan atribut kata “maaf”. Tapi momen ini akan terlewatkan jika kesadaran masing-masing melemah karena faktor malas keluar atau telah menemukan dunia baru.

Sebuah kebersamaan memang dibangun diatas perbedaan dan perbedaan akan mengayakan kebersamaan itu sendiri. Semua hadir didunia ini tidak ada dalam kondisi sama, karena itu Tuhan memberikan kesempatan untuk saling melengkapi. Jika sebuah kebersamaan sudah dimasukkan dalam ranah untung-rugi maka nilainya otomatis hilang. Kebersamaan atau persahabatan melebihi dari untung-rugi itu sendiri. Boleh juga berpendapat persahabatan kadang mengganggu privasi pribadi. Bisa jadi benar tapi sebenarnya tergantung bagaimana menempatkan diri. Tentunya disepakati garis jelas dimana harus berhenti sehingga tidak menabrak wilayah privasi. Tapi kembali lagi pada hakikat kenapa membangun kebersamaan. Jawabannya hanya si pelaku kebersamaan itu.

Seorang sahabat tidak memiliki kepentingan lain dari kita kecuali membantu kita menjadi pribadi yang berbahagia atas pilihan-pilihan baik kita. Ia adalah seorang rekan yang mengenal lagu-lagu keberanian di hati Anda dan yang kemudian dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu itu ketika Anda sedang berkecil hati. (Mario Teguh)

Maaf sahabatku jika ada yang salah (mumpung masih bau lebaran).

gambar dari sini

12 thoughts on “antokoe Prenzt

  1. BangKoor

    eum.. ya.. hakikat lebaran yang telah membudaya dalam jati diri bangsa Indonesia adalah bermaaf-maafan. Bukan cuma untuk sahabat terdekat, tapi keseluruhan. Suasana dahsyat tercipta saat lebaran tiba. Mereka yang mungkin tidak pernah bertegur sapa karena kesibukan dan mobilitas masing-masing, bisa jadi membaur ketika lebaran tiba. Alangkah indahnya jika lebaran ada setiap saat…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>