Kaget mungkin kata yang pas. Nuansa kaku menyelimuti, sesuatu hal sepertinya akan terjadi. Walau akhirnya terjadi, mulut tercekat, lidah seakan menempel, suara seperti susah terucap. Sedih dan sangat sedih. Sesuatu telah terjadi dengan sahabatku. Mengingatlah sebuah kebersamaan yang selama ini teralami. Kecamukan pertanyaan memenuhi ruang otak, kenapa bisa terjadi?. Diyakini semua pasti bersebab. Sebab itu bisa terbaca secara kasat mata atau tersembunyi. Saya lebih nyaman tidak membicarakan itu.
Kebersamaan terbangun karena ada kesamaan dan menafikan perbedaan yang ada. Waktu dapat membangun kebersamaan emosional sehingga memunculkan perasaan jika salah satu bersedih. Tapi kadang tidak dapat melakukan apa-apa dan itu menyedihkan. Tapi sejujurnya sangat prihatin dan sedih. Semoga ini menjadi sebuah awal perjalanan yang lebih baik, yakin pasti Allah punya rencana sempurna buat sahabatku.
Nyuwun ngapunten….
