rss search

Antara Macan dan Kerbau

line

Bedanya orang muda dengan orang tua adalah kedalaman dalam hal pengalaman. Orang muda kadang suka menganggap yang tua itu tidak mengerti dunia orang muda dan yang tua menganggap yang muda terburu serta kurang perhitungan. Mungkin itu yang aku tangkap setiap melihat “kesalahpahaman” diantara keduanya. Mungkin gambaran yang harmonis kalau melihat iklan sebuah merk rokok di layar kaca, bagaimana dinamisnya pemikiran anak muda dipadu dengan pertimbangan-pertimbangan dari orang tua sehingga bisa mewujudkan sesuatu yang tidak mungkin.

Menarik mengobrol dengan orang tua. Kebetulan pada suatu kesempatan ketemu dengan tetangga yang menurutku langka.

Number of View :16547

Popularity: 13% [?]

Comments

comments


48 comments

line
  1. macan atau kerbau? saya bukan dua-duanya, melainkan saya orang muda :D

    line
  2. semoga bisa jadi macan..
    aku juga suka berteman dengan orang yang lebih tua, dan aku diberi komik sama dia, tapi masa komiknya cerita pewayangan mahabaratha, hu3, komik kuno.

    line
  3. saya juga bukan dua2nya… hehehe
    .-= wira

    line
  4. Meski nggak memenuhi syarat buat 100% mirip, terkadang suatu saat saya bisa mirip macan, bisa pula menjadi seekor kerbau.

    Kalo lagi keluar pinternya ya pinter, kalo lagi makan melulu dan tidur males-malesan ya pernah juga…

    line
  5. Tampang kebo tapi jiwa macan…
    *tapi itu buka aku loh*

    line
  6. kalo dibikin sate dagingnya enak yang mana ya?
    macan atau kerbau?
    tapi aku lebih suka kelinci, hehehe :D

    line
  7. line
  8. kisah yang menarik, lalu seperti apa indonesia sekarang…? kerbau asia atau macan asia…?
    mungkin tergantung pada personal masing-masing kali yah
    .-= berita unik

    line
  9. jadi ingat ama iklan rokok, “Pengalaman mengajarkan segalanya…”
    hehehe…
    mas juga kan pake istilah yang dari iklan rokok ntu

    line
  10. saya lebih senang dibilang mirip macan daripada dibilang mirip manusia
    Bisa bahaya lhoh mirip manusia itu

    line
  11. PEMBUKAAN:
    selamat pagi, bang Anto.
    ini adalah komentar pertama saya di blog ini.

    ISI:
    filosofi macan dan kerbaunya hebat. salut buat pak tua tetangga anda.
    saya bukan macan, bukan kerbau, saya adalah seekor burung Phoenix. heiyyaa.

    PENUTUP:
    salam kenal, terima kasih, dan mohon maaf.
    ada teh hangat nggak :eek:

    line
  12. Saya kok ndak setuju ya mas kalo pengalaman adalah guru terbaik, kenapa? eh,, kenapa? Karena menurut saya, ndak ada satupun guru yang membiarkan muridnya jatuh terlebih dahulu, untuk kemudian melakukan hal yang benar dan bagi saya pengalaman adalah pelajaran terbaik ndak nyangka bisa juga komen begini, jadi terharu :cry: , salam tempel mas.

    line
  13. kerbau dan macam sama-sama suka makan, satu makan rumput satunya lagi makan yang lainnya
    .-= sunarno

    line
  14. hehehe…yaa..yaaa..yaa…
    diambil positif dari ceritanya aja…hehehe…saya bukan kerbau atau macan,saya cah manusia.hehehe tapi kadang-kadang blo’on kayak kebo dan kadang-kadang buas kayak macan untuk meraih sesuatu.hehehe

    salam KBM

    line
  15. Tapi jangan sampai bikin kerbau marah. Ada istilah “seperti kerbau dicolok hidungnya”. Artinya kalau sudah marah bisa sangat ganas dan menabrak segala sesuatu.
    .-= masnur

    line
  16. jika saya yang ditanya demikian, jelas saya akan menjawab kalo saya bukan macan dan bukan pula kerbau saya hanyalah saya yang mencoba menjalani hidup dengan pelajarannya itu saya lho Pa’E :mrgreen: :oops:
    .-= Hariez

    line
  17. Sependapat dengan alinea terakhir. Biarkan 2012 cerita macam. Mari Kita siapkan bekal untuk kehidupan yang lebih baik di akherat kelak.
    Terima kasih atas pencerahannya
    Salam hangat dari Surabaya

    line
  18. Sependapat dengan alinea terakhir. Biarkan 2012 cerita macam. Mari Kita siapkan bekal untuk kehidupan yang lebih baik di akherat kelak.
    Terima kasih atas pencerahannya
    Salam hangat dari Surabaya

    line
  19. berbicara dengan orang tua apalagi yang bersikap bijaksana betul2 kita mendapat cerita tentang pengalaman hidup.
    .-= arkasala

    line
  20. waduh komen saya kok ilang ya :(
    .-= arkasala

    line
  21. macan memang cerdas, tapi secerdas macan kalau tidak menggunakan akalnya, berarti kita juga bukan macan ;)

    line
  22. Macan buas,
    Kerbau dungu :)

    line
  23. Bacanya belum tamat, nusahain komeng dulu takut keburu DC haha…

    line
  24. Bacanya belum tamat, ngusahain komeng dulu takut keburu DC haha…

    line
  25. Macan atau Kerbau ?
    Apakah perumpamaan ini juga harus dilihat situasi dan kondisinya mas ?, mungkin kebetulan pada saat itu sampeyan ngobrol dengan orang tua kategori macan, bagaimana jika suatu saat sampeyan ngobrol dengan orang tua yang kategori kerbau ?
    .-= Aldy

    line
  26. semoga gak hanya bs menjadi macan……

    Salam Kenal yach mas :)
    .-= MasEDI Belajar Ngeblog

    line
  27. Tapi yang sering jadi pertanyaan didalam benak saya adalah ” kenapa kebanyakan orang tua itu, gak suka ngantri, sering terjadi didepan mata saya, orang tua maen serobot aja antrian….apakah budaya ini hanya budaya yang muda2 saja? ” Yah kita yang muda2 jg ngerti kl melihat orang tua yang susah payah antri karena factor usianya maka saya akan dengan senang hati mempersilahkannya utk antri didepan saya…

    Menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa adalah pilihan, maaf bukan bermaksud menggurui ya mas, hanya curhat colongan aja… hehehe
    .-= planet orange

    line
    • mungkin jaman dulu belum banyak orang, jadi ngapain aja gak perlu antri atau karena merasa lebih tua, dan yang muda harus menghormatinya, maka ngantri menjadi sebuah pilihan. makin tua umur (lanjut usia) katanya menjadi seperti anak-anak, bener gak

      line
  28. Mas makasih udah berkunjung ke coretanku.. Sekrang kunjunga balik nih.. Saya juga suka ngedengerin pengalaman2 dari orang2 yang udah tua.. Soalnya banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari perjalan hidup mereka..

    line
  29. Yang jelas saya bukan Macan ataupun kerbau, saya hanya manusia biasa yang umurnya relatif mungkin lebih muda.

    line
  30. saia tetep gajah
    .-= gajah_pesing

    line
  31. saya adalah manusia yang mencoba bersifat seperti macan :-)
    memang berbicara dengan orang tua itu kita akan mendapatkan banyak ilmu
    karena orang tua dahulu setiap benda pasti ada filosofinya yang berguna bagi kita

    line
  32. macan atau kerbau ?
    kita sendiri yg akan membentuknya dr sekarang,
    kepribadian seperti apa yg kita miliki akan terlihat seiring dgn pengalaman kita nantinya.
    biarlah orang lain yg menilai, krn kita tdk bisa menilai diri sendiri secara utuh.
    salam.
    .-= bundadontworry

    line
  33. orang tua punya bnayk pengalaman…
    salam kenal..

    line
  34. Yap, perlu ada kesatuan gerak yang kuat antara yang muda dan tua, yang dibangun atas kesadaran yang utuh pula. Banyak hal luar biasa yang mungkin bisa dikolaborasikan :)

    line
  35. wah kaya kerbau dong mas. saya masih urusan perut adalah yang pertama, kadang harus kenyang dulu sebelum beraktivitas lain-lainya. ngobrol sama orang tua memang penuh makna mas, tidak asal ceplos. kelak, kita juga akan jadi orang tua mas. cepla-ceplos nggak ya… he..
    .-= Badruz

    line
  36. pes

    dan jawabannya adalah…..SAPI!!!

    line

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge