Pasangan HADE, Bikin Pusing Partai Incumbent!
Aku, sebagai warga Jawa Barat (walau gak ikut milih, tau tuh RT bikin daftar pemilih), sempat kaget atas perolehan pasangan HADE pada Pilkada Jawa Barat. Hari itu aku gak ada kerjaan, nyoblos enggak, soalnya gak dapat kartu pemilih, iseng buka internet, langsung ke situs pasangan Hade www.hadepisan.com (bukan pendukung sih), soalnya kayaknya hanya pasangan ini yang punya situs. Langsung ke bagian Quick Count. Aku takjub dengan grafik yang disajikan realtime itu. Ah… jelas aja kan situsnya sendiri. Langsung buka situs Kompas dan grafik gak beda jauh, terus cek berita di Detik.com, sami mawon. Hebat !. Jadi nih…
Pertanyaan?. Kok bisa!. Kalo pake duit, wah nih calon dari partai terkenal bersih, gak mungkin!. Sepertinya masyarakat Jabar dah mulai cerdas, kok Jakarta kalah cerdas ya…… (sorry warga Jakarta). Atau memang calon Incumbent (juara bertahan), dinilai sudah gak cocok dan dinilai gak mampu memperbaiki situasi yang morat-marit sehingga butuh sosok yang fresh dan dinilai bersih. Jangan-jangan warga Jabar lagi nyobain atau ngerjain nih pasangan. Jadilah Hade (walau baru hasil sementara) tapi hasil Quick Count biasanya gak jauh dari Real Count (hebat nih Quick Count, sekolah dimana ya…).
Sedikit memprihatinkan adalah Agum Gumelar, mertuanya Taufik Hidayat ini. Di pemilu presiden gagal, gubernur DKI gagal, eh di Jabar gagal lagi. Berarti sudah 1, 2 … ya tiga kali. Hebat dengan semangatnya. Yang lebih tragis adalah Dany Setiawan, yang notabene juara bertahan, didukung partai pemenang pemilu (Golkar) plus didukung penuh Presiden 1 beserta Presiden 2, punya kekuatan untuk nakut-nakutin anak buahnya kalo gak milih dia (nih cuma pikiran kotor aja lho),kok gagal, urutan no.3 lagi (berdasarkan quick count). Ada apa dengan partai besar?. Apa mereka sibuk dengan urusan proyek, bagi2 jabatan sehingga lupa memikirkan maunya rakyat?.
Mungkin benar yang dikatakan Presiden PKS Tifatul Sembiring, partai yang Insyallah calonnya jadi gubernur Jabar, bahwa kemenangan HADE (PKS+PAN) akan mengubah perpolitikan di Jawa. Beneran nih…. Sebenarnya siapapun yang jadi gubernur atau pimpinan yang penting tuh orang ngerti sama nasib rakyatnya.
Gitu kali ya,.. Au ah gelap.
Number of View :3458Popularity: 1% [?]
Megawati Diam, SBY Jaim, Gus Dur Main Pecat !
Menarik, membaca pernyataan Bambang Subiyanto, mantan Menteri Keuangan 1998-1999. Berikut kutipannya ditulis di Kompas (12/04/2008) pada rubrik Nama & Peristiwa.
“Jika diibaratkan sepak bola, pemerintah kita selama lima tahun berkuasa setelah reformasi selalu memainkan pola 2-1-2. Angka 2 artinya selama 2 tahun pertama, pemerintah cuma sibuk dengan konsolidasi, termasuk gonta-ganti kabinet. Angka 1 artinya tiap pemerintah itu memang bekerja serius, tetapi hanya satu tahun saja. Lalu, 2 tahun setelah itu mereka sudah siap-siap menghadapi pemilihan presiden.”
Dari pernyataan tadi, berarti sekarang ini adalah 2 tahun terakhir (bahkan 1 tahun), menjelang pemilu. Hawa persaingan sudah semakin terasa. Masing-masing sudah mempersiapkan jurus dan mulai “serang-menyerang” ke lawan politik.
Megawati, tokoh oposisi (mudah-mudahan oposisi bukan hanya harus bersikap beda dengan pemerintah) yang biasa diam, mulai bersafari ria, bertemu dengan wong cilik terus melempar kritik tentang kebijakan pemerintah, yang paling heboh, ya komentar tentang kinerja pemerintah seperti tari Poco-Poco. Dan dibalas oleh JK, dengan poco-poco lebih sehat daripada dansa-dansi (make sense?). Komentar terakhir yang sayangnya tidak seheboh poco-poco adalah Megawati mengomentari, akan dibukannya Istana Negara, untuk umum. Megawati mengganggap itu hanya berkaitan dengan tahun 2009 (baca:pemilu presiden). Memang ada apa di 2009?. Pemilu presiden. Ih… itu sih elo kali?, gua enggak! . Sorry pinjam istilah presenter Eko+Ruben.
SBY. Sebuah brand. Ya brand dari Susilo Bambang Yudoyono. Presiden ke-6 RI. Terkenal dengan pencitraan diri dan tebar pesona. Sekarang masih kelihatan adem-ayem. Mungkin masih cari peluang yang pas atau memang lagi pusing ngurusi korupsi, resesi sekarang ini sehingga belum kelihatan gebrakannya menghadapi 2009. Apakah masih berpeluang?. Anything is possible. Tetapi melihat tingkat keberhasilan selama memimpin (setidaknya hampir 4 tahun ini), yang masih dirundung berbagai persoalan yang kompleks dan dukungan partai sendiri (Demokrat) yang bukan partai besar, harus pintar mencari celah peluang agar bisa kembali berkuasa 5 tahun kemudian (terakhir).
Gus Dur. Kontroversial. Percaya diri. Membuat orang bingung. Main pecat. Itu setidaknya yang kita yang tangkap selama Gus Dur menjadi Ketua Dewan Syuro PKB. Dari Matori, Alwi Shihab dan yang paling mutakhir adalah Gus Imin yang notabene keponakannya sendiri. Memecat ketua partai, 1 tahun sebelum pemilu, sebuah langkah yang cukup spektakuler. Kenapa?. Dilain pihak partai-partai lain sedang giatnya konsolidari internal untuk maju ke pemilu 2009. Kita tunggu bagaimana kelanjutannya panggung PKB ini. Yuuukkkkkk….
Number of View :5686
Popularity: 4% [?]
Youtube+Fitna=Blokir, Undang2 Informasi & Transaksi Elektronik
Lama sekali, aku cuekin blog ini. Kalau dipikir-pikir, rasanya sayang kalau blog melompong dengan informasi yang basi. Nah sekarang coba mau mulai lagi, biar lebih semarak.
Akhir-akhir kita (baca:Indonesia), mengalami sebuah lompatan berarti khususnya keberadaan internet di sekitar kita. Indikasinya bukan karena banyak tumbuh warnet atau game online, tapi juga dalam bidang regulasi yang berhubungan dengan informasi secara umum dan internet khususnya. Regulasi itu adalah Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UUITE). Undang-undang ini memberikan rasa aman dalam mendapatkan informasi dan transaksi elektronik tapi juga menjadi momok bagi kita semua, khususnya dalam memberitakan (baca:menulis) tidak asal tulis tapi juga harus dengan referensi dan sumber yang jelas, kalau tidak bisa dibui (ih…serem). Kita lihat saja bagaimana aplikasinya, mudah-mudahkan tidak memble seperti undang-undang lain.
Berbarengan dengan disahkannya UUITE, dunia, khususnya Indonesia, digegerkannya beredarnya film propaganda buatan Geert Wilders, aku sempat nonton ini film waktu belum gegeran kemarin via Youtube. Memang isinya sebenarnya sudah basi, karena isinya hanya kompilasi dari beberapa gambar tv, yang sebelumnya pernah kita lihat, tapi isinya benar-benar provokatif dan memojokkan umat muslim. Bukan hanya Indonesia, Eropa, bahkan pemerintah Belanda sendiri, yang notabene negara dari si pembuat film, sangat menentang beredarnya film ini.
Tapi aku salut dengan Cak Nuh, Menteri Depkominfo, tanggap dan cepat mengambil sikap. Blok situs Youtube (dimana film dipublikasikan via internet), kirim surat keberatan ke pemilik situs yang tidak lain Om Google. Reaksi Google cepat. Google memahami keberatan pemerintah Indonesia tentang dimuatnya film ini, dan akhirnya seperti yang dikutip oleh detik.com, Google berusaha akan memblok akses film tersebut khusunya bila diakses dari Indonesia dan Google juga mengajak kerjasama pemerintahan dalam mengantisipasi dimuatnya konten-konten yang bertentangan dengan budaya, sikap politik maupun sosial Indonesia. Case Close and Youtube back online. Thanks Cak Nuh and google for your attention.
Disisi lain, situs Depkominfo, kena deface (di hack), untung cuma numpang pamer, tidak merusak. Ini shock therapy buat admin, untuk melakukan patch situs plat merah itu.
Download Undang2 Informasi dan Transaksi Elektronik
Number of View :1268
Popularity: 1% [?]
