Menarik, membaca pernyataan Bambang Subiyanto, mantan Menteri Keuangan 1998-1999. Berikut kutipannya ditulis di Kompas (12/04/2008) pada rubrik Nama & Peristiwa.
“Jika diibaratkan sepak bola, pemerintah kita selama lima tahun berkuasa setelah reformasi selalu memainkan pola 2-1-2. Angka 2 artinya selama 2 tahun pertama, pemerintah cuma sibuk dengan konsolidasi, termasuk gonta-ganti kabinet. Angka 1 artinya tiap pemerintah itu memang bekerja serius, tetapi hanya satu tahun saja. Lalu, 2 tahun setelah itu mereka sudah siap-siap menghadapi pemilihan presiden.”
Dari pernyataan tadi, berarti sekarang ini adalah 2 tahun terakhir (bahkan 1 tahun), menjelang pemilu. Hawa persaingan sudah semakin terasa. Masing-masing sudah mempersiapkan jurus dan mulai “serang-menyerang” ke lawan politik.
Megawati, tokoh oposisi (mudah-mudahan oposisi bukan hanya harus bersikap beda dengan pemerintah) yang biasa diam, mulai bersafari ria, bertemu dengan wong cilik terus melempar kritik tentang kebijakan pemerintah, yang paling heboh, ya komentar tentang kinerja pemerintah seperti tari Poco-Poco. Dan dibalas oleh JK, dengan poco-poco lebih sehat daripada dansa-dansi (make sense?). Komentar terakhir yang sayangnya tidak seheboh poco-poco adalah Megawati mengomentari, akan dibukannya Istana Negara, untuk umum. Megawati mengganggap itu hanya berkaitan dengan tahun 2009 (baca:pemilu presiden). Memang ada apa di 2009?. Pemilu presiden. Ih… itu sih elo kali?, gua enggak! . Sorry pinjam istilah presenter Eko+Ruben.
SBY. Sebuah brand. Ya brand dari Susilo Bambang Yudoyono. Presiden ke-6 RI. Terkenal dengan pencitraan diri dan tebar pesona. Sekarang masih kelihatan adem-ayem. Mungkin masih cari peluang yang pas atau memang lagi pusing ngurusi korupsi, resesi sekarang ini sehingga belum kelihatan gebrakannya menghadapi 2009. Apakah masih berpeluang?. Anything is possible. Tetapi melihat tingkat keberhasilan selama memimpin (setidaknya hampir 4 tahun ini), yang masih dirundung berbagai persoalan yang kompleks dan dukungan partai sendiri (Demokrat) yang bukan partai besar, harus pintar mencari celah peluang agar bisa kembali berkuasa 5 tahun kemudian (terakhir).
Gus Dur. Kontroversial. Percaya diri. Membuat orang bingung. Main pecat. Itu setidaknya yang kita yang tangkap selama Gus Dur menjadi Ketua Dewan Syuro PKB. Dari Matori, Alwi Shihab dan yang paling mutakhir adalah Gus Imin yang notabene keponakannya sendiri. Memecat ketua partai, 1 tahun sebelum pemilu, sebuah langkah yang cukup spektakuler. Kenapa?. Dilain pihak partai-partai lain sedang giatnya konsolidari internal untuk maju ke pemilu 2009. Kita tunggu bagaimana kelanjutannya panggung PKB ini. Yuuukkkkkk….
Number of View :4911
Popularity: 5% [?]



Respon Terbaru