Heboh Geby, Heboh AXIS, Sengaja atau Betulan ?
Cukup menarik mencermati posting blog akhir-akhir ini. Semua berlomba membahas dari segala sisi sampai menjadi Top Posting. Semua berkembang secara berantai, tidak tau dimana bermula.
Pertama, heboh tentang seorang gadis yang bernama Geby atau siapalah dengan lagu kematiannya. Aku sendiri pernah denger lagu itu. Memang liriknya menyiratkan kepedihan gadis ditinggal sang pacar. Diluar faktor teknis rekaman lagu yang diiringi gitar bolong dan menjadi sebuah bahasan diskusi berkepanjangan tentang kapan lagu itu direkam. Semua berusaha menulis, mendiskusikan dengan argumen beragam dari yang rasional sampai irasional. Semua berawal dari cerita yang tidak pernah diklarifikasi kebenarannya, berkembang dari mulut satu ke mulut lain dan setiap mulut mengucapkan dengan tambahan bumbu sehingga menjadi bias kebenarannya. Berarti sama dengan atau sebangun dengan gosip dong ?.
Number of View :8566Popularity: 12% [?]
Kecurangan UAN, Maunya Siswa atau Sekolah?
Selesai sudah, aku menjadi Tim Pemantau Independen (TPI) Ujian Nasional 2008. Ini kali kedua aku jadi TPI. Capek sih nggak, tapi justru ngantuk. Lho kok bisa… Alhamdulillah, sekolah yang aku pantau mempersiapkan dengan baik hajatan nasional ini dan mengikuti aturan yang ada. Jadi 3 hari (22 s.d 24 April 2008) kemarin aku lebih banyak ngantuk, nunggu ujian selesai. Jadi, sepertinya tidak ada kecurangan di sekolah yang aku pantau (mungkin aku gak nemuin kecurangan itu atau aku nggak tau kalo ada yang curang?).
Kalo aku baca dimedia, masih ada yang mencoba berbuat curang. Banyak modusnya, seperti di Gunung Kidul, Jogjakarta, menurut Kompas, kecurangan dengan mengirim jawaban melalui telepon selular. Di Sumatera Utara lebih vulgar lagi, kepala sekolah mengkomandoi guru-guru untuk mengganti jawaban siswa dengan alasan soalnya susah.
sebenernya disinilah permasalahan krusial dari UAN ini. ada perbedaan metode, cara, kemampuan sumber daya guru dalam menyampaikan pelajaran ke siswanya.
bagaimana mau mendapatkan lulusan yang baik kalo kemampuan guru tidak bertambah karena sibuk cari orderan diluaran karena gaji guru seperti sekarang ini?. kemauan untuk belajar kadang kalah dengan kemauan perut. sungguh ironis sekali.
Melakukan kecurangan atau tidak sebenernya menurutku, kemauan dari sekolah itu (baca kepala sekolah). Sebuah kecurangan dilakukan karena sekolah menginginkan, karena didasari beberapa faktor :
- ketidaksiapan sekolah sebagai penyelenggara UAN, dalam mempersiapkan anak didiknya;
- kemampuan dari anak didik sendiri. anak didik berasal dari beberapa latar belakang yang beragam. kalo anak didik itu berasal dari keluarga yang concern dengan pendidikan tentunya akan mendorong anaknya untuk mempersiapkan ujian ini. tapi sebaliknya kalo berasal dari keluarga, dimana keluarga ini harus berjuang banting tulang agar bisa makan, ujian ini bukan yang utama;
- ketakutan pihak sekolah, kalo anak didiknya tidak lulus maka tercorenglah citra sekolah ini dimata orang tua siswa dan lingkungan sekolah;
- dan mungkin masih banyak lagi faktornya;
Indikator sekolah melakukan kecurangan, menurutku selama menjadi TPI :
- berusaha menghalang-halangi terutama TPI dalam melakukan tugasnya. kadang sengaja ditunjuk satu guru/karyawan sekolah untuk membuntuti TPI dan berusaha mengalihkan perhatian agar TPI tidak melakukan sidak ke ruangan.
- dibuat tim khusus oleh sekolah untuk mengerjakan soal-soal diruangan tertentu dan mendistribusikannya melalui tempat-tempat yang sudah ditentukan seperti toilet, kantin, ruang uks dan lain-lain.
- banyak peserta ujian keluar masuk toilet.
- tidak langsung mengepak lembar jawab hasil UAN dan mengirimkan ke rayon dengan alasan yang dibuat-buat.
- kerja sama dengan pengawas ruangan dengan diberikan imbalan tertentu agar tidak terlalu ketat dalam mengawasi ujian.
- secara fisik dokumen soal cacat atau sudah terbuka.
- dan banyak lagi modusnya.
yang lebih ekstrim adalah pihak sekolah berpatungan dengan sekolah lain membeli soal ujian melalui oknum dinas pendidikan, kemudian soal tersebut dikerjakan oleh guru-guru dan didistribusikan sebelum ujian dimulai. siswa disini diperintahkan untuk datang waktu subuh untuk menyalin jawaban yang ada. tentunya biar tidak mencolok jawaban tidak diberikan 100%, tapi sebatas mendapatkan nilai wajar/lulus. apa ini pernah kejadian?. pernah dan tidak tercium aparat, karena pada saat pelaksanaan ujian berjalan mulus tanpa cacat. kebetulan ini terjadi pada temanku waktu mengikuti UAN tahun lalu. dan sekolah tersebut lulus 100%. hebat.
Sebegitu besar beban UAN bagi siswa dan sekolah sehingga apapun dilakukan agar siswanya lulus. Apa salah satu bentuk kemajuan atau kemunduran sistem pendidikan kita?.
Number of View :5984Popularity: 7% [?]
UAN, 3 Hari Untuk Selamanya.
Tanggal 22 s.d 24 April 2008 adalah laga final bagi siswa SMA/SMK, apakah usahanya selama 3 tahun bisa diselesaikan dalam waktu 3 hari?. Ironis. Ya.. cukup ironis. Tapi itulah Indonesia. Entah tujuan dari UAN ini murni untuk membantu pemerintah dalam memetakan keberhasilannya mencerdaskan rakyatnya atau hanya sebuah proyek yang sebenarnya tidak perlu tapi bagaimana agar tetap ada proyek?. Proyek berarti uang. Dan…..
Aku yakin seyakin-yakinnya, di pemerintahan baru nanti (presiden baru, kalau presiden melek dunia pendidikan), Ujian Nasional (UAN) bisa lenyap, tapi bisa juga langgeng bahkan makin kokoh soalnya yaitu tadi PROYEK. UAN adalah tepat untuk situasi pendidikan masyarakat yang sudah mapan dan merata tapi untuk kondisi sekarang belum pas.
Number of View :2305Popularity: 2% [?]
Indonesia Heboh Ahmadiyah, Amerika Heboh Sekte Poligami
Kontroversi keberadaan Jemaah Ahmadiyah di Indonesia bukan hanya hari ini. Menurut Wikipedia, keberadaan Ahmadiyah di Indonesia ada sejak tahun 1953 bahkan berbadan hukum resmi. Tapi dalam perkembangannya keberadaannya mengalami pasang surut, seiiring kontroversi ajarannya terutama pengakuan terhadap Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir seperti yang diimani oleh sebagian besar umat muslim. Sedangkan Ahmadiyah menganggap bahwa setelah Nabi Muhammad SAW ada nabi yaitu Mirza Ghulam Ahmad yang tidak lain adalah pendiri Ahmadiyah.
Tahun 2008, heboh tentang Ahmadiyah menjadi isu nasional seiring dengan dikeluarkannya rekomendasi dari Bakor Pakem Departemen Agama, tentang ajaran Ahmadiyah. Sebelumnya telah terjadi dialog, antara Ahmadiyah dengan Bakor Pakem dan dicapai kesepakatan bahwa pihak Ahmadiyah akan berubah (masalah biasa aja susah untuk berubah, apalagi menyangkut keyakinan). Setelah tenggat waktu 3 bulan, ternyata (katanya) Ahmadiyah belum berubah dan Bakor Pakem menyatakan bahwa Ahmadiyah sesat dan menyesatkan dan harus dilarang.
Number of View :8602Popularity: 5% [?]
Ada Apa dengan Acara TV Indonesia
TV, adalah menjadi bagian dari yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. TV adalah hiburan paling murah dan dekat karena disajikan diruang tamu atau ruang keluarga. Semua anggota dapat mengaksesnya termasuk anak kita. Tapi kalau anak kita disuguhi tontonan yang tidak memberikan tuntunan yang baik bagaimana donk. Pindah channel-nya ke TV lain. Masih sama kok (model) acaranya. TV lain gimana. Sama aja. Ya sudah matiian aja TV-nya.
Kesimpulannya, acara TV kita seragam (walau warnanya beda-beda). Pertanyaannya memang SDM stasiun TV itu gak ada yang kreatif? Atau memang kita merupakan bangsa yang latah (katanya sih hanya di Indonesia ada orang latah)?.
Kalau menurutku, pengelola TV itu seperti seorang pedagang, dimana dia hanya menjual barang yang sedang dicari, laris dan dijual kios sebelah. Karena dagangannya kios sebelah laris, maka harus menjual barang dagangan yang sama kalo nggak maka gak dapat duit. Yang celakanya adalah masuk kategori pedagang kaki lima bukan sekelas toko bermerk yang menjual barang dengan kualitas yang baik atau minimal sekelas Factory Outlet. Jadi terkesan seperti pedagang musiman, kalo mau lebaran maka jual barang yang banyak dicari orang untuk berlebaran. Atau pas awal mau masuk sekolah, naka rame-rame jual buku, tas, alat tulis,sepatu, seragam dll (dan lainnya lupa). Setelah masanya habis, mulai melirik toko sebelah, dagangan apa lagi yang laris?.
Sekarang yang menjadi barang dagangan (baca: acara TV) yang laris adalah masih sinetron diperingkat pertama. Ini adalah mesin uang yang paling handal. Tapi coba tengok sinetron kita, pasti ….
- Striping (tayang tiap hari);
- Pembuatannya asal jadi, lihat aja sering bocor boomer-nya (mik untuk dialog); pemilihan lokasi dan setting yang asal jadi (nama rumah sakit atau nama kafe dibuat mendadak dengan modal stereoform+cat);
- Cerita; nah ini yang paling parah. Tip menonton sinetron kita, lihat sinetron sampai episode 10, liat setelah episode ini, kalo masih cerita masuk akal dan tidak membodohi kita, tonton terus. Nanti cek lagi setelah episode 20;
- Penokohan karakter dalam cerita hampir seragam dan menjual mimpi. Di sinetron kita ORANG BAIK HARUS HIDUP SUSAH, BODOH, LUGU, SENGSARA, MISKIN, DIBOHONGI, DAN …..
- Perhatikan mata tokoh antagonisnya, pasti melotot dan diberi tambahan efek freeze.
- Satu TV diisi produksi sinetron dari satu PH. RCTI oleh Sinemart dr jam 6 sore s.d 11 malam. SCTV oleh MD Entertainment di jam yang sama. Indosiar oleh PT. Gentabuana dll. Dari sisi PH ada untungnya karena sinetron mereka gak bersaing dengan sinetron sendiri di TV lain pada jam yang sama.
- Kalo laris walau ceritanya amburadul maka dipanjang-panjangin episodenya.
- dll
Yang paling up-to-date adalah teguran kepada Indosiar (Supermama, Mamamia, Stardut) dan TPI (Dangdut Mania) tentang acara pencarian penyanyi oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Ditambah teguran ke host acara Ruben dan Ivan Gunawan. Acara ini sebenarnya bagus tapi menjadi tidak terkendali karena tidak mempunyai konsep yang baku diawalnya, sehingga pada perkembanganya karena menarik maka dibuat improvisasi tapi berlebihan. Bahkan durasinya sampai 7 jam (pertama di dunia dan pelopornya Indosiar).
KPI jangan hanya acara ini saja yang ditegur, tapi PH pembuat sinetron-sinetron juga boleh (harus) ditegur + TV yang menayangkan. Biar sinetron kita maju.
Tapi kalau mau maju acara TV kita, kita sebagai penonton juga harus maju dan kritis jangan mau diberi tontonan sampah artinya kalau dirasa jelex jangan ditonton.
Do you have comment for Indonesian TV program?.
Number of View :11008
Popularity: 8% [?]
